
Septian berlari ke minimarket untuk berteduh dari
gerimis,matanya melebar saat melihat Alexsa yang berjalan masuk ke dalam
minimarket dengan pandangan kosong.
Alexsa memasukan berbagai snak kedalam keranjang, coklat dan
berbagai cemilan yang selalu dia hindari.
Septian terus memperhatikan Alexsa seraya menarik alisnya
keatas heran dan sedikit khawatir melihat tatapan mata Alexsa yang kosong dan
sayu.
‘Ada apa dengan dia?’Pikir Septian.
‘Apa dia sedang aja masalah di tempat kerjanya.’ Lanjutnya.
‘Bagaimana….’Batin Alexsa sendu.
‘Bagaimana caranya aku bisa merasakan hebagaianan.’ Pikirnya
lagi.
Lalu berjalan ke kasir,membayar tagihannya setelahnya dia
langsung pulang,tanpa sepengetahuan Alexsa,Septian terus mengikutinya hingga
sampai ke kontrakannya.
Setelah di rasa Alexsa
aman dan sampai dengan selamat ke rumahnya dia kembali ke tujuannya tadi
sebelum bertemu Alexsa.
Alexsa meletakan katong plastic berisi snak sembarangan,membaringkan
tubuhnya di lantai sambil menatap langit langi kamarnya.
‘’Aku tidaklah cantik.’’ Gumam Alexsa .
‘’Tidak seorang pun memperlakukan ku seperti
manusia.’’Lanjutnya.
‘’Itu sebabnya aku terus berakting,Alexsa yang
bersinar,cantik,ceria dan rendah hati.’’Alexsa membalikkantubuhnya.
‘’Aku bekerja keras untuk mempertahankan image ku dan
berusaha membuat orang lain terlihat bahagia.’’Kata Alexsa
‘’Tapi?’’Kata Alexsa kecewa.
‘’Kenapa?’’Alexsa lempar ponselnya hingga berantakan.
‘’Kenapa mereka memperlakukan ku seperti ini?apa salah
ku?’’Teriak marah Alexsa.
‘’Apa salah kalau aku ingin jadi cantik dan mendapat
pujian?’’Tanyanya .
Dia teringat kembali saat memulai memasuki jenjang SMP dia
mulai berdandan sendiri karna tak ingin di sebut jelek lagi oleh teman teman
sekolahnya seperti dulu.
Semua orang memujinya dan mau berteman dengannya bahkan
banyak laki laki mengatakan kalau dia cantik dan mendekatinya hanya karna dia
cantik dan populer saja. Lama kelama dia muak saat dia di puji cantik tapi dia
harus tetap tersenyum agar tidak di kucilkan kembali.
Dia lelah sangat lelah terus berpura pura,dia juga ingin
memiliki seeorang yang benar benar mendukungnya dan mememaninya saat dia lelah
serta mau mendengarkan keluh kesahnya.
Itu sebabnya dia cemburu pada Mei padahal menurutnya dia itu
banyak kekurangannya tapi kenapa orang orang di sekitarnya mau berteman dengannya
dan selalu ada di sisinya saat dia terpuruk, bahkan bisa berpacaran dengan laki
laki yang di inginkan semua perempuan di sekolah padahal ada perempuan yang
lebih cantik dan berbakat dari Mei tapi kenapa dia memilih Mei yang biasa biasa
saja.
……
‘’Terima kasih karna telah mengantar ku dan mau pulang
__ADS_1
bersama ku.’’Kata Mei saat dia sampai di depan rumahnya.
‘’Tidak perlu berterima kasih lagian aku kan pacar mu.’’
Balas Reyhan sambil mengusap puncuk kepala Mei.
‘’Seharusnya akuyang minta maaf karna kamu harus menunggu ku
rapat dulu.’’Reyhan membelai pipi Mei.
‘’Em,tidak apa apa lagi pula aku yang ingin pulang bersama
dengan mu.’’Kata Mei yang memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Reyhan
di pipinya.
Reyhan tersenyum melihat Mei yang rilek dan nyaman dengan
sentuhanya,dia sangat senang bisa membuat perempuan yang sangat dia sayangi dan
cintai sudah nyaman berada di dekatnya tidak canggung dan kaku lagi.
‘’Sudah sana masuk.’’Kata Reyhan.
‘’Jangan lupa berkemas besok kita akan pergi.’’Lanjutnya.
Reyhan terkekeh melihat Mei yang mengangguk dengan rona merah
di kedua pipinya.
Hari ini adalah hari terakhir mereka bersekolah dan besok
mereka mulai libur panjang.
Mei melambaikan tangannya mengantar kepergian Reyhan sambil
tersenyum manis.
‘Sekarang aku memiliki orang yang mempercayai ku selain orang
tua ku.’Batin Mei bahagia.
Mei segera masuk setelah melihat Reyhan yang sudah tak
terlihat lagi,setelah mandi dan makan malam Mei mengemas baju dan keperluannya
untuk besok karna mereka berencana untuk menginap dua hari tadi Reyhan
berencana untuk lebih lama tapi dia merasa tidak enak dengan Sarah ibunya Mei
dan juga ayahnya Mei akan pulang dia tidak mau mengganggu acara keluarga.
‘’Tiket ada.’’Kata Mei menngecek kembali barang bawaannya.
‘’Apa lagi yah,yang harus aku bawa.’’Lanjutnya bingung karna
ini pertama kalinya dia pergi bersama orang lain.
‘’Apa yang sedang kamu lakukan,Mei?’’Tanya Sarah.
‘’Wah,kayanya ada yang mau berlibur dengan pacar,nih!’’Goda
Sarah.
‘’Yak,ibu ketuk dulu sebelum masuk.’’Kata Mei yang kesal dan
malu atas perkataan ibunya.
‘’Iya iya,ibu minta maaf.’’Kata Sarah
‘’Silahkan lanjutkan jangan lupa bawa semprotan merica takut
nanti malam Reyhan main ke kamar mu.’’Sarah mengangkat alias menggoda Mei.
‘’Ibuuu!’’Teriak Mei.
‘’Hahaha’’Sarah tertawa setelah meninggalkan kamar anaknya.
……..
Mei berlari menuju stasiun karna telambat bangun,tadinya dia
mau santai dulu karna stasiun dan rumahnya dekat tadi dia malah ketiduran lagi.
‘’Reyhan!’’Teriak Mei saat melihat Reyhan yang bersandar pada
tembok sambil memainkan ponselnya.
Reyhan membenarkan tubuhnya dan menyimpan ponselnya saat
mendengar teriakan Mei.
‘’Mei-‘’Reyhan menatap Mei yang berlari ke arahnya dengan
tatapan yang sulit di artikan.
‘’Apa kelihatan ….aneh?’’Kata Mei di depan Reyhan yang diam
saja.
Mei menyelipkan rambutnya ke telinganya dan melihat
penampilannya lagi taku ada yang aneh,dia memakai baju putih berenda dengan rok
__ADS_1
warna pink sebawah lutut dan rompi warna crem sesiku tak lupa ikat pinggang
yang mempermanis penampilan Mei.
‘’Tidak…’’Reyhan memalingkan wajahnya yang merona.
‘’Ku pikir kamu tahu persis bagaimana membuat ku terpesona.’’Kata
Reyhan malu malu.
‘’Aku hanya berpikir untuk sekali kali berdandan.’’Kata Mei
gugup.
‘’Begitu yah,kamu terlihat cantik.’’Kata Reyhan yang masih
tak mau menatap Mei.
‘’Aku akan pulang dan menggantinya saja!’’Mei berbalik kembali
karna salah paham karna Reyhan tidak mau menatapnya dari tadi.
‘’Jangan.’’Reyhan mengenggam tangan Mei untuk
menghentikannya.
Setelah drama tadi Reyhan dan Mei berada di kereta menuju
Candy Land.
‘’Rey.’’Panggil Mei
‘’Loh,ternyata tidur.’’Kata Mei sambil memandangi wajah
Reyhan yang sedang tertidur sambil menggenggam erat tangan Mei.
‘’Wah.’’Mei dan Reyhan terkejut sekaligus tekjub saat mereka
sampai di taman hiburan yang mirip kerajaan permen.
‘’Kita kemana dulu?’’Kata Mei
‘’Aku lihat peta dulu.’’Saat Mei akan membuka peta Reyhan
menarik tangan Mei.
‘’Kita tidak perlu itu.’’Kata Reyhan
‘’Aku tahu wahan apa yang akan kita naiki dulu.’’Lanjutnya.
‘’Apa-‘’Kata Mei.
Mei sedikit shok karna Reyhan membawanya ke wahana ektrim
meski di tahap rendah .
Reyhan terus menarik Mei menaiki wahana yang ektrim,Mei yang
tak mau membuat Reyhan kecewa mau tak mau menaikinya meski harus menahan rasa
takutnya.
‘’Ah,tadi itu benar benar menyenangkan.’’Kata Reyhan senang.
Setelah menaiki beberapa wahana mereka duduk di bangku dekat
air mancur.
‘’Ada apa?’’Tanya Reyhan karna dari tadi Mei diam saja.
‘’Eh- apa!’’Reyhan panic melihat Mei yang pucat.
‘’Apa kamu takut menaiki semua wahana tadi?’’Tanya Reyhan
‘’Aku benar benar minta maaf.’’Kata Reyhan yang merasa tidak
enak,dia ke sini ingin membuat Mei senang tapi dia malah sanang sanang sendiri.
‘’Tidak perlu…..kamu jangan minta maaf.’’Kata Mei merasa
bersalah.
‘’Mei,kamu seharusnya memberitahu ku kalau tidak mau naik.’’Kata
Reyhan.
‘’Bukan,aku hanya ingin menaki semua hal yang kamu sukai….bersama
sama.’’Mei memelankan suaranya di kata terakhir karna malu tapi Reyhan masih
bisa mendengarnya.
‘’Jadi tidak perlu merasa bersalah.’’Lanjutnya.
Reyhan tersenyum mendengarnya, hati menghangat karna Mei
perhatian padanya.
‘’Kalau begitu,mau berusaha sedikit lagi?’’Reyhan mengurulkan
tangannya.
‘’Ya.’’Mei tersenyum sambil memerima uluran tangan. Reyhan
__ADS_1