Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
54


__ADS_3

Septian berlari ke minimarket untuk berteduh dari


gerimis,matanya melebar saat melihat Alexsa yang berjalan masuk ke dalam


minimarket dengan pandangan kosong.


Alexsa memasukan berbagai snak kedalam keranjang, coklat dan


berbagai cemilan yang selalu dia hindari.


Septian terus memperhatikan Alexsa seraya menarik alisnya


keatas heran dan sedikit khawatir melihat tatapan mata Alexsa yang kosong dan


sayu.


‘Ada apa dengan dia?’Pikir Septian.


‘Apa dia sedang aja masalah di tempat kerjanya.’ Lanjutnya.


‘Bagaimana….’Batin Alexsa sendu.


‘Bagaimana caranya aku bisa merasakan hebagaianan.’ Pikirnya


lagi.


Lalu berjalan ke kasir,membayar tagihannya setelahnya dia


langsung pulang,tanpa sepengetahuan Alexsa,Septian terus mengikutinya hingga


sampai ke kontrakannya.


 Setelah di rasa Alexsa


aman dan sampai dengan selamat ke rumahnya dia kembali ke tujuannya tadi


sebelum bertemu Alexsa.


Alexsa meletakan katong plastic berisi snak sembarangan,membaringkan


tubuhnya di lantai sambil menatap langit langi kamarnya.


‘’Aku tidaklah cantik.’’ Gumam Alexsa .


‘’Tidak seorang pun memperlakukan ku seperti


manusia.’’Lanjutnya.


‘’Itu sebabnya aku terus berakting,Alexsa yang


bersinar,cantik,ceria dan rendah hati.’’Alexsa membalikkantubuhnya.


‘’Aku bekerja keras untuk mempertahankan image ku dan


berusaha membuat orang lain terlihat bahagia.’’Kata Alexsa


‘’Tapi?’’Kata Alexsa kecewa.


‘’Kenapa?’’Alexsa lempar ponselnya hingga berantakan.


‘’Kenapa mereka memperlakukan ku seperti ini?apa salah


ku?’’Teriak marah Alexsa.


‘’Apa salah kalau aku ingin jadi cantik dan mendapat


pujian?’’Tanyanya .


Dia teringat kembali saat memulai memasuki jenjang SMP dia


mulai berdandan sendiri karna tak ingin di sebut jelek lagi oleh teman teman


sekolahnya seperti dulu.


Semua orang memujinya dan mau berteman dengannya bahkan


banyak laki laki mengatakan kalau dia cantik dan mendekatinya hanya karna dia


cantik dan populer saja. Lama kelama dia muak saat dia di puji cantik tapi dia


harus tetap tersenyum agar tidak di kucilkan kembali.


Dia lelah sangat lelah terus berpura pura,dia juga ingin


memiliki seeorang yang benar benar mendukungnya dan mememaninya saat dia lelah


serta mau mendengarkan keluh kesahnya.


Itu sebabnya dia cemburu pada Mei padahal menurutnya dia itu


banyak kekurangannya tapi kenapa orang orang di sekitarnya mau berteman dengannya


dan selalu ada di sisinya saat dia terpuruk, bahkan bisa berpacaran dengan laki


laki yang di inginkan semua perempuan di sekolah padahal ada perempuan yang


lebih cantik dan berbakat dari Mei tapi kenapa dia memilih Mei yang biasa biasa


saja.


……


‘’Terima kasih karna telah mengantar ku dan mau pulang

__ADS_1


bersama ku.’’Kata Mei saat dia sampai di depan rumahnya.


‘’Tidak perlu berterima kasih lagian aku kan pacar mu.’’


Balas Reyhan sambil mengusap puncuk kepala Mei.


‘’Seharusnya akuyang minta maaf karna kamu harus menunggu ku


rapat dulu.’’Reyhan membelai pipi Mei.


‘’Em,tidak apa apa lagi pula aku yang ingin pulang bersama


dengan mu.’’Kata Mei yang memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Reyhan


di pipinya.


Reyhan tersenyum melihat Mei yang rilek dan nyaman dengan


sentuhanya,dia sangat senang bisa membuat perempuan yang sangat dia sayangi dan


cintai sudah nyaman berada di dekatnya tidak canggung dan kaku lagi.


‘’Sudah sana masuk.’’Kata Reyhan.


‘’Jangan lupa berkemas besok kita akan pergi.’’Lanjutnya.


Reyhan terkekeh melihat Mei yang mengangguk dengan rona merah


di kedua pipinya.


Hari ini adalah hari terakhir mereka bersekolah dan besok


mereka mulai libur panjang.


Mei melambaikan tangannya mengantar kepergian Reyhan sambil


tersenyum manis.


‘Sekarang aku memiliki orang yang mempercayai ku selain orang


tua ku.’Batin Mei bahagia.


Mei segera masuk setelah melihat Reyhan yang sudah tak


terlihat lagi,setelah mandi dan makan malam Mei mengemas baju dan keperluannya


untuk besok karna mereka berencana untuk menginap dua hari tadi Reyhan


berencana untuk lebih lama tapi dia merasa tidak enak dengan Sarah ibunya Mei


dan juga ayahnya Mei akan pulang dia tidak mau mengganggu acara keluarga.


‘’Tiket ada.’’Kata Mei menngecek kembali barang bawaannya.


‘’Apa lagi yah,yang harus aku bawa.’’Lanjutnya bingung karna


ini pertama kalinya dia pergi bersama orang lain.


‘’Apa yang sedang kamu lakukan,Mei?’’Tanya Sarah.


‘’Wah,kayanya ada yang mau berlibur dengan pacar,nih!’’Goda


Sarah.


‘’Yak,ibu ketuk dulu sebelum masuk.’’Kata Mei yang kesal dan


malu atas perkataan ibunya.


‘’Iya iya,ibu minta maaf.’’Kata Sarah


‘’Silahkan lanjutkan jangan lupa bawa semprotan merica takut


nanti malam Reyhan main ke kamar mu.’’Sarah mengangkat alias menggoda Mei.


‘’Ibuuu!’’Teriak Mei.


‘’Hahaha’’Sarah tertawa setelah meninggalkan kamar anaknya.


……..


Mei berlari menuju stasiun karna telambat bangun,tadinya dia


mau santai dulu karna stasiun dan rumahnya dekat tadi dia malah ketiduran lagi.


‘’Reyhan!’’Teriak Mei saat melihat Reyhan yang bersandar pada


tembok sambil memainkan ponselnya.


Reyhan membenarkan tubuhnya dan menyimpan ponselnya saat


mendengar teriakan Mei.


‘’Mei-‘’Reyhan menatap Mei yang berlari ke arahnya dengan


tatapan yang sulit di artikan.


‘’Apa kelihatan ….aneh?’’Kata Mei di depan Reyhan yang diam


saja.


Mei menyelipkan rambutnya ke telinganya dan melihat


penampilannya lagi taku ada yang aneh,dia memakai baju putih berenda dengan rok

__ADS_1


warna pink sebawah lutut dan rompi warna crem sesiku tak lupa ikat pinggang


yang mempermanis penampilan Mei.


‘’Tidak…’’Reyhan memalingkan wajahnya yang merona.


‘’Ku pikir kamu tahu persis bagaimana membuat ku terpesona.’’Kata


Reyhan malu malu.


‘’Aku hanya berpikir untuk sekali kali berdandan.’’Kata Mei


gugup.


‘’Begitu yah,kamu terlihat cantik.’’Kata Reyhan yang masih


tak mau menatap Mei.


‘’Aku akan pulang dan menggantinya saja!’’Mei berbalik kembali


karna salah paham karna Reyhan tidak mau menatapnya dari tadi.


‘’Jangan.’’Reyhan mengenggam tangan Mei untuk


menghentikannya.


Setelah drama tadi Reyhan dan Mei berada di kereta menuju


Candy Land.


‘’Rey.’’Panggil Mei


‘’Loh,ternyata tidur.’’Kata Mei sambil memandangi wajah


Reyhan yang sedang tertidur sambil menggenggam erat tangan Mei.


‘’Wah.’’Mei dan Reyhan terkejut sekaligus tekjub saat mereka


sampai di taman hiburan yang mirip kerajaan permen.


‘’Kita kemana dulu?’’Kata Mei


‘’Aku lihat peta dulu.’’Saat Mei akan membuka peta Reyhan


menarik tangan Mei.


‘’Kita tidak perlu itu.’’Kata Reyhan


‘’Aku tahu wahan apa yang akan kita naiki dulu.’’Lanjutnya.


‘’Apa-‘’Kata Mei.


Mei sedikit shok karna Reyhan membawanya ke wahana ektrim


meski di tahap rendah .


Reyhan terus menarik Mei menaiki wahana yang ektrim,Mei yang


tak mau membuat Reyhan kecewa mau tak mau menaikinya meski harus menahan rasa


takutnya.


‘’Ah,tadi itu benar benar menyenangkan.’’Kata Reyhan senang.


Setelah menaiki beberapa wahana mereka duduk di bangku dekat


air mancur.


‘’Ada apa?’’Tanya Reyhan karna dari tadi Mei diam saja.


‘’Eh- apa!’’Reyhan panic melihat Mei yang pucat.


‘’Apa kamu takut menaiki semua wahana tadi?’’Tanya Reyhan


‘’Aku benar benar minta maaf.’’Kata Reyhan yang merasa tidak


enak,dia ke sini ingin membuat Mei senang tapi dia malah sanang sanang sendiri.


‘’Tidak perlu…..kamu jangan minta maaf.’’Kata Mei merasa


bersalah.


‘’Mei,kamu seharusnya memberitahu ku kalau tidak mau naik.’’Kata


Reyhan.


‘’Bukan,aku hanya ingin menaki semua hal yang kamu sukai….bersama


sama.’’Mei memelankan suaranya di kata terakhir karna malu tapi Reyhan masih


bisa mendengarnya.


‘’Jadi tidak perlu merasa bersalah.’’Lanjutnya.


Reyhan tersenyum mendengarnya, hati menghangat karna Mei


perhatian padanya.


‘’Kalau begitu,mau berusaha sedikit lagi?’’Reyhan mengurulkan


tangannya.


‘’Ya.’’Mei tersenyum sambil memerima uluran tangan. Reyhan

__ADS_1


__ADS_2