Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
03


__ADS_3

‘’Mey…’’Pangil Reyhan.


‘’Selamat pagi.’’Sapanya.


Mei terus berjalan menghiraukan Reyhan yang menyapanya,Reyhan


tersenyum tipis dan mengikuti nya.


‘’Mey…’’Reyhan terus memanggil nama Mei.


Kelakuan Reyhan menarik perhatian siswa dan siswi yang


melihatnya mereka di buat heran oleh si pangeran sekolah.


Seperti biasa Mei meletakan tasnya di meja dan menaruh


kepalanya di atasnya,Reyhan menghampiri nya duduk di kursi depan meja Mei dan


menghadap Mei.


‘’Mey…..Dari tadi aku memanggilmu.’’Kata Reyhan sedikit manja


tapi Mai  tidak bergerak sedikit pun atau


pun membalas.


‘’Istirahat nanti mau ke kantin bersama.’’Tanya Reyhan.


‘’Aku akan mentraktir mu sebagai ucapan maaf,bagaimana kau


mau?’’Kata Reyhan penuh harap.


Merasa terganggu Mei mengangkat kepala saat hendak berdiri Mei


mengerutkan dahinya heran,dia merasa ada sesuatu yang menempel di kursinya..


‘’Ada apa Mey.’’Kata Reyhan saat melihat Mei  gelisah .


‘’Apa kau sakit,aku antar ke UKS yah!’’Reyhan bangun dan


berdiri di samping Mei dengan khawatir.


Mei menoleh ke samping melihat raut wajah Reyhan yang


khawatir ,pak Danu masuk ke kelas melihat pak Danu semua murid duduk di kursi


masing –masing kecuali Reyhan yang masih berdiri di samping Mei.


‘’Ayo,kamu harus di periksa.’’Kata Reyhan cemas.


‘’Reyhan duduk di kursi mu,pelajaran akan segera di


mulai.’’Kata pak Danu tegas.


‘’Ah,Maaf pak.’’Kata Reyhan yang baru menyadari kehadiran pak


Danu.


‘’Sepertinya Mey sedang sakit,saya bermaksud membawanya ke


UKS pak.’’Tambahnya.


‘’Mei apa kau sakit.’’Tanya pak Danu tegas namun matanya


tersirat kekhawatiran.


Pak Danu adalah teman dari ayahnya Mei dan dia juga sering


berkunjung ke rumahnya Mei kalau ayahnya ada di rumah,pak Danu juga cukup dekat


dengan Mei.


Mei hanya menggelengkan kepala tanda dia tidak sakit setelah


mendapat jawaban dari Mei pak Danu menyuruh Reyhan kembali ke tempatnya.


Pelajaran pun di mulai dengan tenang dan hidmat ,Reyhan yang


masih khawatir sesekali melihat ke arah Mei.


‘’Baik anak –anak pelajaran hari ini selesai kita lanjutkan


besok.’’Kata pak Danu saat mendengar bell berbunyi.


Setelah membereskan buku –bukunya pak Danu pergi meninggalkan


kelas.


‘’Yeee,akhirnya istirahat.’’Teriak senang Sena.


‘’Kau ini seperti orang yang di suruh istirahat saat sedang


lembur saja.’’Kata Leon yang duduk di samping bangku Sena.


‘’Habis pak Danu itu kalau mengajar  seperti seorang bos galak yang sedang


mengawasi karyawannya dengan tatapan tajam,serius banget.’’Kata Sena sambil


memelototkan matanya.


‘’iyah juga sih pak Danu itu serius banget di tambah matanya


tajam setajam elang.’’Kata Leon.

__ADS_1


‘’Reyhan ayo ke kantin bersama.’’Para siswi di kelas


menghampiri Reyhan mengajaknya untuk ke kantin,Reyhan hanya terseyum.


‘’Mulai para kupu –kupu berkumpul mengerubungi sang


bunga.’’Kata Sena sinis.


‘’Apalah kita yang jones ini.’’Lanjutnya.


‘’Kita!sorry,kau saja aku sudah punya pacar.’’Kata Leon lalu


bangun dan pergi.


‘’Reyhan ayo ke kantin .’’Kata Sena jengkel dengan ejekan


Leon.


Mei beranjak dari bangkunya dan keluar melihat Mei pergi


Reyhan pun berdiri.


‘’Kalian duluan saja,nanti aku menyusul.’’Kata Reyhan lalu


pergi meninggalkan mereka.


Dengan kecewa mereka pun menuruti ucapan Reyhan,Sena yang


merasa ada yang aneh dengan Reyhan menyeritkan dahinya.


‘’Ada apa dengan nya?apa dia sedang berusaha mengejar


Mei.’’Kata Sena heran.


‘’Sudahlah nanti aku tanyakan saja,sekarang aku sudah


lapar.’’Sena pun pergi kekantin.


‘’Lho,Mei pergi kemana yah?’’Reyhan melihat kesana –sini


mencari Mei.


‘’Hah.’’Mei menghela nafas,sekarang dia sedang ada di


belakang sekolah dekat ruangan klub ekskul.


Mei membuka roti yang sempat dia beli di kantin dan sebotol


teh lalu memakannya,dia sangat suka makan di dekat pohon belakang karna sangat


sejuk.


Sepoi sepoi angin menergangkan helaian rambut Mei,Reyhan yang


‘’Cantik.’’Kata Reyhan pelan.


Reyhan terus memperhatikan Mei dari jauh sambil terseyum


tulus,dia tidak menghampiri Mei karna takut kalau dia kesana maka pemandangan


indah yang sekarang dia lihat akan menghilang.


Karna bel masuk sebentar lagi berbunyi Mei beranjak


pergi,melihat Mei sudah pergi Reyhan segera menyusulnya.


‘’Mey tunggu.’’Reyhan menghadang Mei.


‘’Kenapa kamu tidak menyaut kalau aku panggil.’’Kata Reyhan.


‘’Hah……Jadi yang kamu panggil itu aku.’’Tanya Mei.


‘’Iyah .’’Kata Reyhan senang akhirnya Mei mau bicara pada


nya.


‘’Nama ku bukan Mey tapi Mei.’’Kata Mei menekankan namanya.


‘’Jadi wajar kalau aku tak menanggapimu,sekarang minggir!.’’Lanjutnya


Yah terkadang orang selalu keliru menyebut namanya.


‘’Maaf, salah yah!’’Reyhan mengusap kepalanya.


Mei melihat tanda biru di telapak tangan Reyhan dia yakin itu


bekas tendangan nya kemarin,Mei mengambil salep di sakunya.


‘’Ini….untuk mengobati lebab di tangan mu.’’Kata Mei


menyerahkan salep berukuran kecil.


Reyhan tersenyum karna Mei perhatian padanya dia mengambil


salepnya.


Mei mungkin cuek dan tak perduli sekitar tapi dia bukan orang


yang tak mau mengakui perbuatannya yang di lakukannya.


Dia bersikap begitu untuk melindungi dirinya dari kekecewaan


dan penghiatan lagi jadi dia membuat sebuah dinding.

__ADS_1


‘’Terima kasih,tapi ini belum cukup.’’Kata Reyhan Tersenyum.


Mei mengeruarkan lagi dua salep dan memberikannya pada Reyhan


yang bengong karna respon Mei tak seperti yang yang dia harapkan.


‘’Sudah cukupkan,kalau belum besok aku akan memberikannya


lagi.’’Kata Mei acuh.


‘’Ah…..cukup kok!terima kasih.’’Kata Reyhan sambil tersenyum


tulus,Mei tertegun melihat senyum Reyhan.


‘’Kalau gitu jangan menganggu ku lagi.’’Mei berjalan pergi.


‘’Mei bagaimana kalau kita tukeran .’’Reyhan menyodorkan


HPnya.


‘’Hah…..’’Mei binggung dengan apa yang di katakan Reyhan, dia


pikir untuk saling tukeran Hp mereka.


‘’Tidak mau.’’Tolak Mei.


‘’Maksud ku kita tukeran nomer telepon bukan HPnya.’’Jelas


Reyhan yang melihat mata Mei bingung.


‘’Tetap tidak mau.’’Mei masih menolaknya , pipi merona malu


karna salah paham .


Reyhan menuliskan nomer Hpnya dan menaruhnya di tangan Mei.


‘’Ini nomerku kau simpan yah.’’Reyhan tersenyum.


Mei memasukan kertas berisi nomer Reyhan  ke sakunya karna dia tidak mau berdebat lagi


dan pergi meninggalkan Reyhan.


‘’Untuk hari ini sepertinya cukup.’’Kata Reyhan saat Mei


sudah tak terlihat lagi.


‘’Setidaknya dia punya nomer telepon ku.’’Lanjutnya.


‘’Ahhhhh,aku lupa untuk mengambil foto tadi.’’Teriak frustari


dan mengacak –acak rambut karna lupa menambil foto saat angin menerangkan


rambut sebahu Mei.


Reyhan merapikan rambutnya lagi dan pergi dari sana karna bel


masuk sudah berbunyi.


………..


Setelah pelajaran selesai Sena membereskan bukunya segera dia


penasaran tentang perlakuan Reyhan pada Mei.


Karna sejak di tendang Mei kemari Reyhan terus –terusan


berusaha mengajak Mei untuk berbicara.


‘’Reyhan aku butuh penjelasan dari mu.’’Sena menghampiri


Reyhan dan menariknya keluar sebelum dia di kerubungi lagi kupu –kupu.


‘’Sena ada apa?’’Tanya Reyhan saat sudah di perkiran.


‘’Nanti saja jangan di sini.’’Kata Sena,membuat Reyhan


bingung.


Sena tidak mau murid lain mendengarnya sebelum dia tahu


dengan jelas.


Reyhan menyarankan untuk bicaranya di kafe karna dia sangat


lapar tadi pas istirahat dia belum sempat makan apa pun.


Mereka pun pergi menggunakan motor masing –masing menuju kafe


yang di maksud.


‘’Apa kemarin kepala mu benar –benar terbentur Reyhan?’’Tanya


Sena yang sudah mendengar penjelasan Reyhan.


‘’Kelapaku baik –baik saja.’’Kata Reyhan.


‘Tapi seriusan masa habis di tendang bisa…..’Pikir Sena yang


tak habis pikir.


Percaya tidak percaya Sena dengan ucapan yang baru saja di


dengarnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2