
‘’Mey…’’Pangil Reyhan.
‘’Selamat pagi.’’Sapanya.
Mei terus berjalan menghiraukan Reyhan yang menyapanya,Reyhan
tersenyum tipis dan mengikuti nya.
‘’Mey…’’Reyhan terus memanggil nama Mei.
Kelakuan Reyhan menarik perhatian siswa dan siswi yang
melihatnya mereka di buat heran oleh si pangeran sekolah.
Seperti biasa Mei meletakan tasnya di meja dan menaruh
kepalanya di atasnya,Reyhan menghampiri nya duduk di kursi depan meja Mei dan
menghadap Mei.
‘’Mey…..Dari tadi aku memanggilmu.’’Kata Reyhan sedikit manja
tapi Mai tidak bergerak sedikit pun atau
pun membalas.
‘’Istirahat nanti mau ke kantin bersama.’’Tanya Reyhan.
‘’Aku akan mentraktir mu sebagai ucapan maaf,bagaimana kau
mau?’’Kata Reyhan penuh harap.
Merasa terganggu Mei mengangkat kepala saat hendak berdiri Mei
mengerutkan dahinya heran,dia merasa ada sesuatu yang menempel di kursinya..
‘’Ada apa Mey.’’Kata Reyhan saat melihat Mei gelisah .
‘’Apa kau sakit,aku antar ke UKS yah!’’Reyhan bangun dan
berdiri di samping Mei dengan khawatir.
Mei menoleh ke samping melihat raut wajah Reyhan yang
khawatir ,pak Danu masuk ke kelas melihat pak Danu semua murid duduk di kursi
masing –masing kecuali Reyhan yang masih berdiri di samping Mei.
‘’Ayo,kamu harus di periksa.’’Kata Reyhan cemas.
‘’Reyhan duduk di kursi mu,pelajaran akan segera di
mulai.’’Kata pak Danu tegas.
‘’Ah,Maaf pak.’’Kata Reyhan yang baru menyadari kehadiran pak
Danu.
‘’Sepertinya Mey sedang sakit,saya bermaksud membawanya ke
UKS pak.’’Tambahnya.
‘’Mei apa kau sakit.’’Tanya pak Danu tegas namun matanya
tersirat kekhawatiran.
Pak Danu adalah teman dari ayahnya Mei dan dia juga sering
berkunjung ke rumahnya Mei kalau ayahnya ada di rumah,pak Danu juga cukup dekat
dengan Mei.
Mei hanya menggelengkan kepala tanda dia tidak sakit setelah
mendapat jawaban dari Mei pak Danu menyuruh Reyhan kembali ke tempatnya.
Pelajaran pun di mulai dengan tenang dan hidmat ,Reyhan yang
masih khawatir sesekali melihat ke arah Mei.
‘’Baik anak –anak pelajaran hari ini selesai kita lanjutkan
besok.’’Kata pak Danu saat mendengar bell berbunyi.
Setelah membereskan buku –bukunya pak Danu pergi meninggalkan
kelas.
‘’Yeee,akhirnya istirahat.’’Teriak senang Sena.
‘’Kau ini seperti orang yang di suruh istirahat saat sedang
lembur saja.’’Kata Leon yang duduk di samping bangku Sena.
‘’Habis pak Danu itu kalau mengajar seperti seorang bos galak yang sedang
mengawasi karyawannya dengan tatapan tajam,serius banget.’’Kata Sena sambil
memelototkan matanya.
‘’iyah juga sih pak Danu itu serius banget di tambah matanya
tajam setajam elang.’’Kata Leon.
__ADS_1
‘’Reyhan ayo ke kantin bersama.’’Para siswi di kelas
menghampiri Reyhan mengajaknya untuk ke kantin,Reyhan hanya terseyum.
‘’Mulai para kupu –kupu berkumpul mengerubungi sang
bunga.’’Kata Sena sinis.
‘’Apalah kita yang jones ini.’’Lanjutnya.
‘’Kita!sorry,kau saja aku sudah punya pacar.’’Kata Leon lalu
bangun dan pergi.
‘’Reyhan ayo ke kantin .’’Kata Sena jengkel dengan ejekan
Leon.
Mei beranjak dari bangkunya dan keluar melihat Mei pergi
Reyhan pun berdiri.
‘’Kalian duluan saja,nanti aku menyusul.’’Kata Reyhan lalu
pergi meninggalkan mereka.
Dengan kecewa mereka pun menuruti ucapan Reyhan,Sena yang
merasa ada yang aneh dengan Reyhan menyeritkan dahinya.
‘’Ada apa dengan nya?apa dia sedang berusaha mengejar
Mei.’’Kata Sena heran.
‘’Sudahlah nanti aku tanyakan saja,sekarang aku sudah
lapar.’’Sena pun pergi kekantin.
‘’Lho,Mei pergi kemana yah?’’Reyhan melihat kesana –sini
mencari Mei.
‘’Hah.’’Mei menghela nafas,sekarang dia sedang ada di
belakang sekolah dekat ruangan klub ekskul.
Mei membuka roti yang sempat dia beli di kantin dan sebotol
teh lalu memakannya,dia sangat suka makan di dekat pohon belakang karna sangat
sejuk.
Sepoi sepoi angin menergangkan helaian rambut Mei,Reyhan yang
‘’Cantik.’’Kata Reyhan pelan.
Reyhan terus memperhatikan Mei dari jauh sambil terseyum
tulus,dia tidak menghampiri Mei karna takut kalau dia kesana maka pemandangan
indah yang sekarang dia lihat akan menghilang.
Karna bel masuk sebentar lagi berbunyi Mei beranjak
pergi,melihat Mei sudah pergi Reyhan segera menyusulnya.
‘’Mey tunggu.’’Reyhan menghadang Mei.
‘’Kenapa kamu tidak menyaut kalau aku panggil.’’Kata Reyhan.
‘’Hah……Jadi yang kamu panggil itu aku.’’Tanya Mei.
‘’Iyah .’’Kata Reyhan senang akhirnya Mei mau bicara pada
nya.
‘’Nama ku bukan Mey tapi Mei.’’Kata Mei menekankan namanya.
‘’Jadi wajar kalau aku tak menanggapimu,sekarang minggir!.’’Lanjutnya
Yah terkadang orang selalu keliru menyebut namanya.
‘’Maaf, salah yah!’’Reyhan mengusap kepalanya.
Mei melihat tanda biru di telapak tangan Reyhan dia yakin itu
bekas tendangan nya kemarin,Mei mengambil salep di sakunya.
‘’Ini….untuk mengobati lebab di tangan mu.’’Kata Mei
menyerahkan salep berukuran kecil.
Reyhan tersenyum karna Mei perhatian padanya dia mengambil
salepnya.
Mei mungkin cuek dan tak perduli sekitar tapi dia bukan orang
yang tak mau mengakui perbuatannya yang di lakukannya.
Dia bersikap begitu untuk melindungi dirinya dari kekecewaan
dan penghiatan lagi jadi dia membuat sebuah dinding.
__ADS_1
‘’Terima kasih,tapi ini belum cukup.’’Kata Reyhan Tersenyum.
Mei mengeruarkan lagi dua salep dan memberikannya pada Reyhan
yang bengong karna respon Mei tak seperti yang yang dia harapkan.
‘’Sudah cukupkan,kalau belum besok aku akan memberikannya
lagi.’’Kata Mei acuh.
‘’Ah…..cukup kok!terima kasih.’’Kata Reyhan sambil tersenyum
tulus,Mei tertegun melihat senyum Reyhan.
‘’Kalau gitu jangan menganggu ku lagi.’’Mei berjalan pergi.
‘’Mei bagaimana kalau kita tukeran .’’Reyhan menyodorkan
HPnya.
‘’Hah…..’’Mei binggung dengan apa yang di katakan Reyhan, dia
pikir untuk saling tukeran Hp mereka.
‘’Tidak mau.’’Tolak Mei.
‘’Maksud ku kita tukeran nomer telepon bukan HPnya.’’Jelas
Reyhan yang melihat mata Mei bingung.
‘’Tetap tidak mau.’’Mei masih menolaknya , pipi merona malu
karna salah paham .
Reyhan menuliskan nomer Hpnya dan menaruhnya di tangan Mei.
‘’Ini nomerku kau simpan yah.’’Reyhan tersenyum.
Mei memasukan kertas berisi nomer Reyhan ke sakunya karna dia tidak mau berdebat lagi
dan pergi meninggalkan Reyhan.
‘’Untuk hari ini sepertinya cukup.’’Kata Reyhan saat Mei
sudah tak terlihat lagi.
‘’Setidaknya dia punya nomer telepon ku.’’Lanjutnya.
‘’Ahhhhh,aku lupa untuk mengambil foto tadi.’’Teriak frustari
dan mengacak –acak rambut karna lupa menambil foto saat angin menerangkan
rambut sebahu Mei.
Reyhan merapikan rambutnya lagi dan pergi dari sana karna bel
masuk sudah berbunyi.
………..
Setelah pelajaran selesai Sena membereskan bukunya segera dia
penasaran tentang perlakuan Reyhan pada Mei.
Karna sejak di tendang Mei kemari Reyhan terus –terusan
berusaha mengajak Mei untuk berbicara.
‘’Reyhan aku butuh penjelasan dari mu.’’Sena menghampiri
Reyhan dan menariknya keluar sebelum dia di kerubungi lagi kupu –kupu.
‘’Sena ada apa?’’Tanya Reyhan saat sudah di perkiran.
‘’Nanti saja jangan di sini.’’Kata Sena,membuat Reyhan
bingung.
Sena tidak mau murid lain mendengarnya sebelum dia tahu
dengan jelas.
Reyhan menyarankan untuk bicaranya di kafe karna dia sangat
lapar tadi pas istirahat dia belum sempat makan apa pun.
Mereka pun pergi menggunakan motor masing –masing menuju kafe
yang di maksud.
‘’Apa kemarin kepala mu benar –benar terbentur Reyhan?’’Tanya
Sena yang sudah mendengar penjelasan Reyhan.
‘’Kelapaku baik –baik saja.’’Kata Reyhan.
‘Tapi seriusan masa habis di tendang bisa…..’Pikir Sena yang
tak habis pikir.
Percaya tidak percaya Sena dengan ucapan yang baru saja di
dengarnya tadi.
__ADS_1