
Mei berbalik arah saat melihat Reyhan dia pergi ke toilet
untuk membasuh mukanya.
‘’Sampai merah –merah.’’Kata Mei melihat keadaan kedua pipi.
‘’Ini semua gara –gara Reyhan.’’Kata Mei kesal menyalahkan
Reyhan atas tindakan konyolnya.
‘’Kau lihat tadi si dada semangka .’’
Mei berbalik saat mendengar ada yang masuk sambil mengobrol, mereka adalah dua
orang yang kemarin mengejek Ayumi.
‘’Dengan centilnya berlarian di lapangan memperlihatkan dada
yang besar bergoyang –goyang,cih menjijikkan.’’Katanya.
‘’Kau benar bikin kesal saja.’’Kata yang satunya.
‘’Pfffttt.’’Mei menahan tawa.
‘’Apa yang kau tertawakan?’’Tanya nya
‘’Tidak ada.’’Kata Mei.
‘’Kau pikir kami ini bodoh.’’Katanya.
‘’Iyah.’’Jawab Mei.
‘’Apa kau bilang.’’Katanya marah.
‘’Jika kalian iri dengan nya kenapa tidak kalian mencoba
sepertinya dari pada hanya mencibir tidak akan bisa membuat kalian di
perhatikan .’’Kata Mei santai.
‘’Kau! kurang ajar.’’Katanya lagi.
Plak
Dia menampar Mei cukup keras hingga menyebabkan pipi kiri Mei
merah.
‘’Itu peringatan untuk mu ,jika kau berani pada kami lagi
hukumannya akan lebih dari ini.’’Katanya memperingatkan.
‘’Ayo pergi.’’Ajaknya
‘’Rasakan! .’’Katanya lalu menyusul temannya.
‘’Hah.’’Mei menghela nafasnya lalu keluar dari toilet.
Saat akan masuk ke kelas Reyhan menghadang Mei,Reyhan yang
melihat pipi Mei merah menariknya ke UKS.
‘’Reyhan lepaskan ,kau mau membawa ku kemana?sebentar lagi
masuk kelas.’’Kata Mei
‘’UKS.’’Jawab Reyhan singkat,tapi entak kenapa Mei mesara
nada yang di ucapkannya terdengar marah.
‘’Aku enggak mau.’’Tolak Mei
‘’Rey,lepaskan.’’Kata Mei,Reyhan menghentikan langkahnya saat
mereka berada di tangga.
‘’Coba kamu ulangi.’’Kata Reyhan.
‘’Apa?’’Kata Mei bingung.
‘’Ucapan mu tadi.’’Kata Reyhan.
‘’Lepaskan.’’Kata Mei yang heran kenapa Reyhan ingin dia
mengulangi ucapannya.
‘’Bukan yang itu.’’Kata Reyhan.
‘’Yang mana?’’Mei bertambah bingung.
‘Ya ampun muka Mei ternyata sangat lucu saat bingung.’Pikir
Reyhan.
‘’Saat kamu memanggil nama ku tadi.’’Jelas Reyhan .
‘’Rey!kenapa ?aku tidak boleh memanggilmu begitu.’’Tanya Mei.
‘’Tidak,justru aku senang artinya kita semakin dekat.’’Kata
Reyhan ,dia mengulurkan tangannya menusap pipi Mei yang merah.
‘’Siapa yang melakukannya.’’Kata Reyhan,dia menyentuh lembut
pipi Mei ada sedikit kemarahan dari nada bicaranya.
‘’Aku terjatuh.’’Mei memalingkan wajahnya.
‘’Benarkah.’’Kata Reyhan
‘’Iyah.’’Jawab Mei,entah kenapa Mei merasa nada bicara Reyhan
terdengar beda.
‘’Hah,Baiklah.’’Reyhan menyerah menanyakannya.
‘’Sekarang aku tahu kenapa kamu selalu membawa bawa salep
ternyata kamu itu sangat ceroboh.’’Kata Reyhan ,dia mengeluarkan salep di
sakunya dan memakaikannya ke pipinya.
‘’Kenapa kau melakukan ini pada ku.’’Tanya Mei.
__ADS_1
‘’Melakukan apa?’’Tanya Reyhan.
‘’Semua ini.’’Kata Mei.
‘’Itu karna aku mencemaskan mu.’’Jawab Reyhan dengan raut
cemas.
‘’Lalu apa alasannya waktu itu kau langsung datang saat aku
menelepon.’’Kata Mei.
Mei harus
menanyakannya sekarang kalau lebih lama lagi dia bisa terlena dengan ke baikan
yang di berikan Reyhan dan dia tidak mau mengharapkan sesuatu yang palsu lagi
dia tidak ingin kecewa untuk ke sekian kalinya.
‘’Karna kamu yang menelepon duluan dan juga kamu terdengar ke
takutan.’’Kata Reyhan.
‘’Jadi kalau ada yang menelepon mu dan dia ketakutan, kau pun
akan segera datang padanya.’’Kata Mei dadanya terasa sakit saat mengatakan itu.
‘’Iyah .’’Jawab Reyhan yang tak sengaja menyatiki hati Mei.
‘’Tapi itu akan berbeda kalau kamu yang menelepon ku.’’Kata
Reyhan tersenyum.
‘’Hah,apa bendanya?’’Tanya Mei.
‘’Karna kamu special.’’Kata Reyhan.
‘’Terserah.’’Kata Mei jutek.
‘’Mei aku mencari dari tadi tahu….’’Ayumi datang dan menuruni
tangga ,dia terkejut melihat pipi Mei yang merah.
‘’Astaga pipi mu kenapa?’’Kata Ayumi panic.
‘’Mei tertajuh.’’Jawab Reyhan,dia tersenyum agar Ayuimi tidak
khawatir.
‘’Kenapa tidak di bawa ke UKS .’’Kata Ayumi.
‘’Mei tidak mau.’’Kata Reyhan
‘’Tidak boleh begitu,ayo kamu harus di obati segera.’’Ayumi
menarik tangan Mei.
‘’Anak gadis itu tidak boleh memiliki luka.’’Tambahnya.
Reyhan hanya tersenyum melihat Mei yang pasrah di tarik Ayumi
tapi kemudian senyumannya pudar.
tegas di sekelilingnya tiba- tiba menjadi mencekam.
‘’Halo Dra.’’Reyhan menghubungi temannya.
‘’Ada apa?tumben.’’Kata Indra di sebrang telepon.
‘’Aku perlu bantuan mu .’’Kata Reyhan dengan nada yang tak
bersahabat.
‘’Oy…oy apa yang terjadi?’’Tanya Indra saat mendengar nada
bicara yang berbeda.
‘Sebenarnya apa yang terjadi?kenapa nada bicara Reyhan
seperti itu.’Pikir Indra.
‘Bukannya dia sudah berubah yah.’Indra menjadi binggung.
‘’Kita bertemu di tempat biasa,beritahu Hendri juga.’’Reyhan
menutup teleponnya dan berjalan kembali menuju kelas.
‘’Astaga….’’Indra mengacak acak rambutnya.
‘’Sudah lama dia tidak begitu.’’Kata Indra
‘’Orang bodoh mana yang sudah membangunkan singa yang sedang
tertidur.’’Keluh Indra.
‘’Kau kenapa?kesambet.’’Tanya Anggun saat akan masuk kelas
melihat rambut Indra acak acakan.
‘’Anggun…….Aku butuh pelukkan.’’Dengan ekpresi manja Indra mengangkat
kedua tangannya seperti anak kecil yang minta di gendong.
‘’Menjijikan! sana Jauh jauh dari ku.’’Anggun mengibaskan
tangannya mengusir Indra.
‘’Anggun kok gitu.’’Kata Indra merajuk.
‘’Sepertinya kau bener bener kesambet.’’Kata Anggun merinding dan langsung berlari ke dalam kelas.
‘’Anggun tunggu…..tunggu aku .’’Indra mengejar Anggun.
‘’Pergi !jangan mendekati ku.’’Kata Anggun lagi.
Meski bel masuk sudah berbunyi Ayumi tetap di UKS menemani Mei yang sedang
mengompres pipinya dengan es batu.
‘’Apa sudah membaik ?’’Tanya Ayumi.
‘’Iyah terima kasih .’’Kata Mei tersenyum.
__ADS_1
‘’Apa kau tidak apa menemani ku di sini?’’Tanya Mei.
‘’Tidak apa apa,kamu jangan khawatir.’’Kata Ayumi tersenyum.
‘’Lagian hari ini bagian olahlaga,kok.’’Lanjutnya.
‘’Jadi tenang saja.’’Tambah Ayumi.
‘’Ah…..lelahnya.’’Kata Teri orang yang menampar Mei dan yang
menghina Ayumi.
‘’Bu guru kami mau tidur,lemas tidak punya tenaga.’’Kata Nata
temannya Teri masuk ke ruang UKS.
‘’Lho,rupanya ada si dada semangka dan si suram.’’Kata Teri saat
melihat Mei dan Ayumi di dalam.
‘’Bagaimana rasanya hadiah dari kami.’’Lanjutnya.
‘’Eh.’’Ayumi melirik Mei lalu ke Teri.
‘’Sepertinya kau tidak tahu.’’Kata Nata.
‘’Dasar bodoh.’’Kata Teri pada Ayumi.
‘’Apa kau tahu kenapa pipi si suram itu merah?’’Tanya nya.
‘’Karna Jatuh.’’Jawab Ayumi polos.
‘’Hahaha jatuh katanya.’’Nata dan Teri tertawa.
‘’Kasihan sekali kau, ternyata orang yang kau bela tidak tahu
apa apa.’’Kata Teri.
‘’Maksudnya?’’Ayumi kembali melirik Mei dan Teri serta Nata
dengan bingung.
‘’Pipinya merah itu karna aku yang menamparnya.’’Kata Teri
lagi.
‘’Kalian jahat, kenapa menamparnya?’’Mata Ayumi berkaca kaca
ingin menangis.
‘’Kenapa?karna aku tidak suka .’’Jawab Teri
‘’Dengan ucapan sok nya itu.’’Tambahnya.
‘’Maaf,gara gara aku kamu jadi seperti ini.’’Kata Ayumi
sambil menyeka matanya agar air matanya tidak keluar.
‘’Tidak apa apa ini bukan salah mu.’’Kata Mei menenangkan.
‘’Tapi…..’’Kata Ayumi.
‘’Aku baik baik saja,kok.’’Kata Mei.
‘’Cih,lebay banget kalian.’’Nata mencibir.
‘’Drama,menjijikan.’’Kata Teri menatap jijik.
‘’Ayumi kemana yah kok tidak kelihatan di lapangan.’’Tanya
Sena yang sejak tadi melihat ke lapangan mencari Ayumi.
‘’Kenapa tidak ada yah,pada hal teman –teman sekelasnya sudah
di lapangan semua.’’Tambahnya.
‘’Mana aku tahu ,kau pikir aku pengasuh Ayumi apa.’’Kata
Kenan teriak saking kesal karna dari tadi Sena menanyakan hal itu terus.
Sena,Alvin,Leon dan Kenan sedang di luar kelas karna guru
yang mengajar pelajaran pertama tidak masuk jadi mereka bebas ,meski seharusnya
mereka ada di kelas tapi mereka tetap bandel dan tak mendengarkan ucapan ketua
kelas mereka.
Dan mereka sekarang sedang duduk di taman dekat lapangan
sambil bermain game.
‘’Kalau tidak tahu yah sudah ,enggak usak teriak juga
kali.’’Balas Sena sama kerasnya.
‘’kamu yang bikin kesel dari tadi itu itu mulu yang di tanya
emang enggak bosen apa dengernya.’’Kata Kenan.
‘’Kalian bisa enggak bicaranya biasa aja,kuping ku sakit
dengernya.’’Teriak Leon yang kebetulan berada di tengah tengah Sena dan Kenan.
‘’Sudahlah…’’Sena berdiri dari bangku.
‘’Daripada meladeni kalian lebih baik mencari Ayumi
saja.’’Kata Sena sambil berjalan mundur melihat teman temannya.
‘’Sena awas ada…….’’Kata Alvin memperingatkan Sena saat akan
berbalik tapi .
Brug…
‘’Pohon…..’’Belum selesai Alvin memperingatkan Sena tapi Sena
sudah menabrak pohonnya.
MAAF SAYA LAGI KERIRIS KOUTA JADI UPDEATNYA TELAT SEBAGAI
PERMINTAAN MAAFNYA SAYA UPDEAT DUA CHAPTER .
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA DAN TERIMA KASIH BAY-BAY.