Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
50


__ADS_3

Karna hari ini weekend Alexsa datang pagi untuk pemotretan.


‘’Selamat pagi.’’Sapa ceria Alexsa pada salah satu stap yang


sedang berbicara dengan seorang gadis remaja.


‘’Pas banget,biar aku perkenalkan pada mu model baru


kita.’’Kata stap itu.


‘’Namanya Kanaya.’’ Lanjutnya.


‘’Aku harap kalian berdua rukun dan bisa berkerja sama dengan


baik di sini.’’Katanya menasehati.


‘’I-ini menjadi suatu kehormatan.’’Ucap Kanaya sedikit gugup


pada stap tadi.


Dia tahu kalau perempuan yang ada di depannya adalah salah satu


model remaja yang sedang naik daun dan di kagumi para remaja sekarang,Alexsa.


‘’Senang berkenalan dengan mu,nama ku Kanaya.’’Kanaya


tersenyum senang memperkenalkan diri nya.


‘’Mohon kerja samanya.’’ Membungkuk sedikit lalu tersenyum


manis.


Alexsa memandang  perempuan yang di depannya dengan tatapan yang sulit di artikan lalu


tersenyum manis.


‘’Senang bertemu dengan mu juga.’’Ucap Alexsa ramah.


‘’Alexsa sungguh sangat cantik.’’Puji Kanaya.


‘’Aku selalu ingin melihat mu secara langsung.’’Lanjutnya


ceria.


‘’Eh,menurut ku Kanaya jauh lebih cantik dari ku.’’Alexsa


balas memuji sambil tersenyum tak kalah manis dari Kanaya.


‘’Lengan dan kaki yang bagus,sungguh membuat ku


iri.’’Lanjutnya.


‘’Sebentar lagi pemotretan akan segera di mulai,kalian segera


bersiap.’’Kata stap seraya melihat jam di tangannya.


‘’Baik.’’Jawab mereka serempak.


Mereka pergi ke ruangan rias berbeda untuk bersiap. Alexsa


duduk di kursi rias menatap cermin dengan datar dan menusuk,karna stap yang bertugas


mendandaninya sedang mendandani Kanaya dulu.


‘Alexsa selalu berdiri


di belakang karna dia itu tinggi.’


‘Kau salah!’


‘Dia selalu berdiri di


belakang karna dia yang paling jelek di kelas.’


‘’Ck.’’Alexsa berdecik kesal.


Dia jadi teringat lagi kejadian saat dia sd dulu,dimana dia


selalu di ejek karna tinggi badannya yang berbeda dari anak anak perempuan pada


umumnya.


Dia kesal dan marah terlebih melihat komentar heaters  di akun sosialnya .


‘’Tenanglah Alexsa,kamu sekarang adalah kecantikan yang di


idam –idamkan semua wanita.’’Ujar Alexsa menyemangati dirinya sendiri.


……..


Mei menghela nafas mengmpulkan keberaniannya untuk mencoba


mengajak bicara belih dulu seperti saran Septian kemarin sore.


Kilas balik


Mei yang sedang berjalan pulang sehabis bekerja tidak sengaja


bertemu dengan Septian yang sepertinya sedang mengantarkan barang,karna melihat


raut wajah Mei yang terlihat seperti sedang banyak pikiran Septian menghentikan


laju sepedanya dan menyapanya.


‘’Mei!’’Panggil Septian.

__ADS_1


‘’Tian?’’Mei melihat Septian penuh tanya.


‘’Ada apa?’’Tanya Septian.


‘’Kau kelihatan pucat,apa kau baik baik saja.’’Kata Septian


khawatir.


Tiba tiba air mata Mei menetes membuat Septian kelabakan dan


tambah khawatir.


‘’Hah?Apa?Kenapa?’’Kata Septian kebingungan,dia buru buru


turun dati sepedanya.


‘’Apa yang terjadi?’’Tanyanya mendekati Mei.


‘’Hah.’’Mei tersadar lalu segera meghapus air matanya yang


seenaknya keluar.


‘’Apa..apa…apa..’’Tanya Septian gugup dan bingung.


‘’Aku melakukan kesalahan.’’Kata Septian.


‘’Bukan,ini bukan salah Tian.’’Jawab Mei.


‘’Maaf ini tiba tiba saja keluar dan membuat mu kaget.’’Kata


Mei yang menunduk ,berusaha menghapus air matanya yang tak mau berhenti.


‘’Aku benar benar minta maaf.’’Kata Mei,selama dua hari ini


dia memang sangat sensitive.


‘’Apa yang terjadi?’’Tanya Septian serius,Mei terkejut mendengar


nada seruis yang Septian ucapkan.


‘’Tidak ada apa apa.’’Jawab Mei.


‘’Wajah mu mengatakan kalau kau sedang ada masalah.’’Kata


Septian.


‘’Jangan mencoba untuk memendamnya sendirian.’’Lanjutnya.


‘’Cobalah sekali –kali mengandalkan orang lain.’’Kata Septian


seraya menepuk bahu Mei.


‘’Kalau kau tidak bertanya, kau tak akan mendengar


jawabannya.’’Lanjutnya.


memberi tahu Tian soal permasalahan yang terjadi padanya.


Setelah beberapa menit Mei membuka matanya dan meminta


Septian mengikutinya ke taman.


‘’Aku hanya bingung,apa benar dengan membuka kembali hati ku


untuk bisa berteman kembali atau lebih baik kalau aku tidak berteman dengan


orang orang lagi.’’Kata Mei setelah mereka sampai di taman.


‘’Kau tahu Mei.’’Kata Septian.


‘’Kau memberitahu pada orang lain untuk bisa percaya pada


diri sendiri,tapi tidak pada diri mu sendiri.’’Kata Septian.


‘’Kau mendorong orang lain dan menasehatinya,tapi kau tidak


pada diri mu sendiri.’’Lanjutnya


‘’Kau ini selalu berpikir negative tentang diri mu.’’Kata


Septian.


‘’Tapi kau selalu bisa membawa aura positif pada orang


lain,itulah yang aku sukai dari diri mu.’’Lanjutnya.


‘’Eh.’’Kata Mei terkejut.


‘’Tapi itu tidaklah buruk.’’Kata Septian.


‘’Mei,kalau kau tidak mau di tinggalkan seseorang,kau harus


memberanikan diri untuk bicara pada mereka lebih dulu.’’Kata Septian membari


saran.


‘’Jika kita sering bertemu dan mengobrol entah hal sekecil


apa pun kita akan semakin dekat dan saling memahami satu sama lain.’’Kata


Septian.


‘’Jadi jangan takut,percaya pada mereka dan


dirimu.’’Lanjutnya sambil tersenyum.

__ADS_1


‘’Terima kasih ,Tian.’’Mei memberi senyuman manisnya,hati


menjadi lega.


Kilas baliak selesai.


‘’Oke Mei kau pasti bisa.’’Kata Mei sambil mengepalkan


tangannya.


‘’Benar,tak selamanya aku meski menunggu,aku harus


bergerak.’’Kata Mei lalu melangkah menghampiri Ayumi dan Anggun yang sedang


berdiri di depan madding melihat pengumuman.


‘’Ayumi,Anggun.’’Sapa Mei.


‘’Mei,selamat pagi.’’Balas Ayumi ceria.


‘’Hai,tumben ada apa?’’Tanya Anggun.


‘’Apa sepulang sekolah kalian ada acara,aku ingin mengajak


kalian ke pembukaan kafe baru salah satu teman kerja ku.’’Ajah Mei malu malu.


‘’Memang kau tidak bekerja hari ini.’’Tanya Anggun.


‘’Tidak,aku lagi cuti.’’Jawab Mei.


‘’Baiklah ayo,kita pergi.’’Kata Anggun.


‘’Yaa,akhirnya kita bisa pergi bertiga.’’Kata Ayumi antusias.


‘’Ayo kita bersenang senang sebelum ujian di mulai.’’Lanjutnya.


Mei dan Anggun tersenyum melihat betapa gembiranya Ayumi.


…….


Septian menatap tiket taman hiburan di tangan lalu pergi.


‘’Mei.’’Panggil Septian saat dia melihat Mei yang sedang


membawa gulungan peta bersama teman sekelasnya.


‘’Bisa bicara sebentar.’’Tanya Septian.


Mei menoleh ke temannya meminta izin ,dia mengangguk memberi


izin Mei. Setelah memberikan gulungan peta Mei pergi mengikuti Septian menuju


taman belakang.


‘’Apa kau sudah ada rencana mau pergi kencan kemana dengan


Reyhan?’’Tanya Septian setelah mereka sampai.


‘’Tidak,aku dan Rey tidak berencana kemana.’’Jawab Mei.


‘’Entah perasaan ku saja atau hubungan kalian agak longgar.’’Kata


Septian.


‘’Apa?Apa ada yang aneh?’’Tanya Mei heran.


Memangnya ada apa dengan hubungannya dengan Reyhan meski saat


ini Reyhan menghindari .


‘’Tidak,tidak ada yang aneh,tapi kalau aku jadi Reyhan aku


ingin selalu melihat orang yang ku suka sepanjang waktu.’’Kata Septian


‘’Apa Tian punya seseorang yang di sukai?’’Tanya Mei.


‘’Ya.’’Jawab Septian.


‘’Sungguh.’’Kata Mei.


‘’Hm tapi kami tak pacaran,aku hanya naksir saja padanya.’’Kata


Septian.


‘’Aku menyukainya karna berkat gadis itu aku menyadari


pemikiran ku salah,dia merubah ku.’’Lanjutnya.


‘’Dia pasti perempuan yang luar biasa.’’Kata Mei.


‘’Ya,dia luar biasa dan dia juga mengalami hal yang sama


dengan ku.’’Kata Septian.


‘’Dia benar benar baik.’’Septian menatap awan di langit untuk


menghiburnya.


‘’Tapi dia sudah memiliki kekasih,dan kekasihnya benar benar


keren…..dan dia juga adalah teman baik ku.’’Kata Septian sendu lalu menoleh


kearah Mei seraya mengangkat jari tangannya kea rah Mei.


‘’Perempuan itu adalah kau,Tachibana Mei.’’Kata Septian

__ADS_1


serius sambil tersenyum.


Mei terkejut mendengar ucapan Septian.


__ADS_2