
‘’Sayang sekali kemarin kamu tidak ikut kita Mei.’’Kata Ayumi
‘’Kemarin sangat menyenangkan.’’Lanjutnya.
‘’Lexsa juga benar benar pandai menyanyi,suaranya bagus
banget.’’Kata Ayumi semangat,dia sangat mengidolakan Alexsa.
‘’Benarkah?’’Kata Mei sambil tersenyum.
Sepanjang kolidor Ayumi bercerita tetang kemarin dan betapa
baik serta berbakatnya Alexsa dan
cantiknya dia.
Karna sibuk memuji idolanya Ayumi tidak menyadari raut sendu
yang terpancar dari mata Mei.
Mei langsung mengalihkan wajahnya saat tak sengajak melihat
Reyhan yang sedang duduk bersama Alexsa di bangku pinggir lapangan.
‘’Reyhan kamu mengertikan.’’Kata Alexsa menjelaskan tentang
dua permodelan tapi Reyhan malah fokus kearah lain.
Alexsa melihat arah pandangan Reyhan,dia melihat Mei dan Ayumi
yang berjalan di kolidor,Alexsa menatap Mei tak suka.
‘Apa yang di lihat dari wanita culun itu sampai sampai Reyhan
begitu tergila gila padanya?.’Batin Alexsa kesal
‘Aku bahkan berkali kali lebih baik dan cantik
darinya.’Lanjutnya.
‘’Reyhan,kau mendengarkan ku.’’Alexsa metepuk bahu Reyhan dan
merubah kembali raut wajahnya.
‘’Ah,maaf bisa di ulangi …lagi?’’Kata Reyhan sambil menggaruk
pipinya yang tidak gatal,dia merasa tak enak karna tidak mendengarkan ucapan
Alexsa tadi.
‘’Oke…untuk jadi model kamu harus melupakan semua hal yang
ada di pikiran mu dulu.’’Alexsa menerangkannya lagi.
‘’Pokoknya…nikmati saja, kamu perlu mengikuti peran yang di
berikan.’’Kata Alexsa sambil tersenyum.
‘’Kedengarannya itu sulit….’’Kata Reyhan.
‘’Lakukan saja seperti kemarin.’’Kata Alexsa memberReyhan
semangat.
‘’Ahh…Lexsa!’’Dua orang siswi datang menghampiri Alexsa dan
Reyhan.
‘’Apa aku boleh berjabat tangan dengan mu?’’Tanya salah satu
dari mereka.
‘’Eh…tentu,kamu terlalu berlebihan.’’Alexsa menghampirinya
dan menjabat tangannya dengan riang.
‘’Habisnya Lexsa sangat terkenal,kami takut di
tolak.’’Katanya malu malu.
‘’Justru aku malah senang kalau kalian mau berteman dengan
ku.’’Kata Alexsa ceria sambil tersenyum.
‘’Benarkah.’’Katanya.
‘’Kami akan selalu mendukung mu,semangat yah!’’Kata temannya.
‘’Terima kasih.’’Alexsa juga memegang tangan temannya.
‘’Kalau begitu kami permisi.sampai jumpa.’’Kata mereka lalu
meningalkan Alexsa.
‘’Sampai jumpa.’’Alexsa melambai kan tangannya pada mereka.
‘’Apa kamu selalu menanggapi orang orang.’’Tanya Reyhan yang
dari memperhatikan mereka.
‘’Em,aku menghargai setiap dukungan yang mereka
berikan.’’Kata Alexsa berbalik menghadap Reyhan.
‘’Itu cara ku untuk berterima kasih pada dukunagn
mereka.’’Lanjutnya sambil tersenyum manis.
‘’Kamu benar benar orang yang baik ,yah.’’Kata Reyhan.
‘’Benarkah?’’Kata Alexsa.
‘’Baiklah….kita ulang lagi lima aturan utama permodelan yang
tadi aku beritahu,’’Kata Alexsa.
‘’Apa?’’Reyhan gugup.
‘’Eng…pertama itu….em,apa ya.’’Reyhan memegang leher belakangnya
malu.
‘’Hahaha,sudahlah.’’Alexsa tertawa kecil.
……
‘’Mei,ayo makan bersama.’’ Kata Reyhan
Mei yang sedang merapikan bukunya menoleh pada Reyhan.
‘’Boleh.’’Jawab Mei.
‘’Ayo kita hubungi yang lain…’’Saat Mei mengambil ponselnya
__ADS_1
untuk menghubungi yang lain Reyhan menghentikannya.
‘’Tidak…kita makan berdua saja.’’Kata Reyhan.
‘’Mh.’’Mei menunduk malu.
‘’Reyhan kamu akan tetap menjadi model yah.’’Tanya teman
sekelasnya.
Berita soal Reyhan akan menjadi model sudah tersebar luas di
penjuru sekolah .
‘’Kami menantikannya.’’Kata yang lain.
‘’Yang ,terima kasih.’’Reyhan mengangkat tangan .
‘’Ayo kita makan di tempat lain saja.’’Ajak Reyhan,dia
menggandeng Mei keluar kelas.
Dia hanya ingin berduaan dengan Mei tanpa mendengar soal dia
jadi model,dia ingin melupakan soal model sejenak.
Sejujurnya dia agak rishi dan tak nyaman dengan semua itu
tapi saat Mei bilang kalau dia itu keren dia sangat senang mendengarnya.
‘’Apa kita boleh ke sini?’’ Tanya Mei saat Reyhan membawanya
ke rootrop.
‘’Boleh.’’Jawab Reyhan.
‘’Lagian aku tidak ingin di ganggu saat berdua bersama
mu.’’Lanjutnya membuat Mei merona .
Mereka duduk di sofa yang ada di sana. Reyhan memangambil
kotak bekal di kantung yang dia bawa.
Tadi pagi Reyhan meminta Nagi membuatkan dia bekal untuk dia
dan Mei sebagai permintaan maaf karn akemarin Mei tidak bisa ikut.
‘’Aaa…..ayo buka mulut mu.’’Reyhan mengarahkan sendok untuk
menyuapi Mei.
‘’A-aku bisa makan sendiri.’’Kata Mei gugup
‘’Tapi aku mau menyuapimu ….aaaaa.’’Kata Reyhan memaksa.
‘’Tidak u-usah.’’Tolak Mei yang malu.
Reyhan terus memaksa hingga Mei terjatuh ke sofa dan Reyhan
barada di atas Mei keduanya merona .
‘’Mei….ap-apa boleh?’’Tanya Reyhan meminta ijin.
Mei mengangguk mengiyakan permintaan Reyhan dia terlalu malu
untuk mengatakannya.
Reyhan mencium lembut bibir Mei keduanya memejamkan mata
menikmati sentuhan bibir masing masing,reyhan sedikit ******* bibir Mei
menyalurkan rasa rindu dan keresahan hari masing masing.
…..
‘’Selamat berjuang di pemotretan kalian.’’Kata Ayumi .
‘’Semangat yah!’’Kata Sena.
‘’Em,kami berangakat dulu.’’Kata Alexsa.
‘’Ayo ,Reyhan.’’Kata Alexsa memasuki mobil.
Reyhan merasa enggan melihat raut wajah Mei yang membuat
hatinya tak nyaman saat akan pergi.
‘’Mei,nanti ku kirim pesan.’’Kata Reyhan,Mei tersenyum kecil
dan mengangguk.
Setelah melihat Mei tersenyum dia masuk ke mobil lalu pergi
melaju meninggalkan gerbang sekolah.
‘Hah,kenapa aku jadi melo begini sih? Apa aku sudah mulai
menerima keberadaan Reyhan sehingga mulai takut dia akan meninggalkan ku
sendiri lagi.’Batin Mei yang mulai cemas.
Alexsa memperhatikan Reyhan yang terdiam sejak mereka pergi
menyentuh tangan Reyhan untuk mengalihkan perhatiannya padanya.
‘’Maaf,sudak membuat kalian tidak bisa pulang bersama.’’Kata
Alexsa dengan raut menyesal.
‘’Eh….apa?’’Kata Reyhan bingung.
‘’Karna aku kamu dan mei tidak bisa pulang bersama.’’Kata
Alexsa sendu.
‘’Kamu tidak perlu minta maaf kok.’’Kata Reyhan yang tidak
tega.
‘’Ini bukan salah mu.’’Lanjutnya.
‘’Benarkah? Kamu tidak marah.’’Kata Alexsa senang.
‘’Iyah.’’Jawab Reyhan.
Mei sesekali melihat ponselnya saat bekerja membuat Rani dan
yang lain heran,karna tidak biasanya Mei membawa ponselnya saat kerja.
‘’Terima kasih atas kerja kerasnya hari ini.’’Kata Alexsa
saat mereka sudah selesai pemotretan.
__ADS_1
‘’Wah ,sepertinya ketua redaksi sangat menyukai mu.’’Puji
Alexsa.
‘’Benarkah?’’Kata Reyhan.
‘’Iyah ,sudah ku duga kamu punya bakat.’’Kata Alexsa.
‘’Kamu terlalu berlebihan.’’ Balas Reyhan.
Reyhan mengeluarkan ponselnya untuk memberi pesan pada Mei
yang belum sempat dia kirim karna sibuk.
‘’Apa kamu akan langsung pulang?’’Tanya Alexsa.
‘’Iyah,aku sudah lapar.’’Jawab Reyhan.
Reyhan tak menyadari tatapan tak suka Alexsa saat Reyhan
sedang mengetik pesan untuk Mei.
‘’Emm….apa kamu mau makan bersama ku di kontrakan ku?’’Tanya
Alexsa
‘’Aku membuat terlalu banyak tadi pagi dan tak bisa ku
habiskan sendirian.’’Kata Alexsa,Reyhan menghentikan ketikannya saat Alexsa
bilang sendirian.
‘’Kamu tinggal sendirian? ’’Tanya Reyhan.
‘’Iyah,sudah 3 tahun aku tinggal sendiri.’’Kata Alexsa sendu.
‘’3 tahun .’’Kata Reyhan.
‘’Apa kamu mau menemani ku?’’Tanya Alexsa.
‘’Rasany bosan makan sendirian terus.’’Lanjutnya.
‘’Baiklah.’’Jawab Reyhan.
‘’Terima kasih.’’Kata Alexsa,dia senang karna Reyhan mau
menemaninya dan sudah melupakan mengirim pesan pada Mei.
‘’Astaga Mei! Kamu ngapain,kalau sedang mandi itu jangan main
ponsel.’’Kata Sarah melihat Mei yang sedang melihat ponselnya di ambang pintu
dengan rambut penuh sampo.
‘’Maaf,bu.’’Kata Mei,tadi dia mendengar notivikasi di
ponselnya dia kira itu pesan dari Reyhan tapi bukan hanya pesan dari operator.
‘’Apa itu dari kekasih mu sampai sampai kamu keluar terburu
buru?’’Tanya Sarah.
‘’Bu-bukan….bukan darin siapa siapa.’’Kata Mei lalu masuk
lagi melanjutkan mandinya.
‘’Ayo masuk…’’Ajak Alexsa.
‘’Maaf berantakan,soalnya aku belum sempat beres
beres.’’Lanjutnya.
‘’Tidak kok,menurutku ini rapi.’’Kata Reyhan .
‘’Duduklah dulu,akan aku siapkan makanannya.’’Alexsa pergi ke
dapur memanaskan makanan.
‘’Aku tidak menyangka kamu berani tinggal sendirian.’’Kata
Reyhan.
‘’Yah,meski sulit tapi di sini aku sangat nyaman,tidak harus
di banding bandingkan terus dengan saudara ku dalam segala hal.’’Reyhan
tertegun mendengar perkataan Alexsa.
‘’Ah,maaf ! tolong lupakan ucapan ku tadi.’’Kata Alexsa
berbalik sambil tersenyum.
Reyhan menyadari kalau senyuman itu adalah senyuman yang
mengandung kesedihan yang mengharapkan pengakuan atas keberadaannya. Sama
seperti dirinya yang mengharapkan perhatian ayahnya dulu.
Tapi setelah bertemu dengan Mei dia sudah benar benar menghapus
semua itu karna sekarang pengakuan Mei sudah cukup baginya dia tidak
membutuhkan pengakuan dan perhatian orang lain apa lagi ayahnya.
‘’Silahkan,maaf aku hanya memanaskannya.’’Alexsa menyajikan
makanan yang dia buat di meja.
‘’Wah ini sangat enak.’’Piji Reyhan setelah memakannya.
‘’Aku tidak menyangka kamu pandai memasak.’’Kata Reyhan.
‘’Terima kasih! Oh yah Reyhan,apa kamu mau mememani ku makan
bersama setiap pulang pemotretan.’’Pinta Alexsa.
‘’Eh?’’Kata Reyhan.
‘’Aku selalu makan sendirian,sudah lama aku merindukan bisa
makan bersama orang lain.’’Kata Alexsa sendu.
‘’Boleh.’’Kata Reyhan ,dia tidak tega melihat seorang gadis
yang berusaha terlihat tegar tapi di dalam dia butuh perhatian.
‘’Lagian masakan mu sangat enak.’’Lanjutnya tanpa tahu kalau
kebaikannya bisa menyakiti orang yang dia sayangi.
‘’Benarkah ,terima kasih.’’Alexsa memeluk Reyhan saking
senangnya.
__ADS_1