Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
13


__ADS_3

‘’Aku akan membeli minuman apa kau mau ikut.’’Anggun bangun


dari sofa bertanya pada Mei.


‘’Boleh.’’Kata Mei mengikuti Anggun.


Karna dia juga merasa haus dan jika dia terus bersama Reyhan


mukannya pasti berubah jadi kepiting rebus, jika mendengar pujian Reyhan terus


menerus.


‘’Kau terlihat sangat bahagia.’’Kata Indra setelah Mei dan


Anggun pergi.


‘’Hm.’’Reyhan hanya tersenyum.


‘’Senang bisa melihat diri mu kembali seperti dulu.’’Kata


Indra,dia meninju pelan tangan Reyhan,dia senang bisa melihat Reyhan yang


seperti dulu lagi.


Indra,Reyhan dan Hendri sudah berteman sejak kecil, mereka


selalu bersama dan saling berbagi suka atau pun duka jadi mereka sudah mengerti


satu sama lain.


‘’Iyah! Dan tidak akan ku biarkan dia di rebut orang lain.’’Kata


Reyhan dia mendudukan dirinya ke sofa.


‘’Belum belum kau sudah posesif aja!Hadeh, bagaimana kalau


sudah jadi?’’Indra memutar matanya malas.


‘’Aku jadi kasihan dengan Mei kalau sampai dia beneran dengan


mu, saingannya banyak!Enggak berhenti –henti.’’Sindir Indra.


‘’Aku lebih kasihan dengan mu.’’Kata Reyhan balas


mendedek,Indra sudah mengejar –ngejar Anggun cukup lama tapi belum menemui


hasil.


‘’Cih! Dasar pria popular.’’Cibir Indra.


‘’Apa kau serius dengan hubungan mu kali ini.’’Tanya Indra


serius.


‘’Iyah,aku  benar benar


terpana dengan tatapan matanya saat pertama melihatnya.’’Jawab Reyhan dengan


senyum indahnya.


‘’Jadi beneran ,ku kira kau kasihan atau hanya mau


menghiburnya saja.’’Indra menyandarkan kepalanya ke sofa.


‘’Kau pikir aku laki laki seperti itu.’’Tanya Reyhan.


‘’Menurut anak anak sih begitu dan iyah, aku juga pun


sependapat.’’Kata Indra sambil menyengir.


‘’Aku do’a kan supaya Anggun terus menolak mu dan kau jadi


jomblo terus,ingat lho do’a anak yatim itu selalu di Kabul.’’Kata Reyhan .


‘’JANGAAAAN.’’Teriak Indra dengan raut wajah panik.


‘’Hahahahaha.’’Reyhan mentertawakan kepanikkan Indra.


‘Ah itu selalu menyenangkan.’Pikir Reyhan.


Ini bukan pertama kalinya Reyhan melakukannya pada Indra.


‘’Ada hubungan apa kau dan Reyhan?’’Tanya Anggun sambil


memasukan koin ke mesin minuman.


‘’Tidak ada.’’Jawab Mei melakukan hal yang sama dengan Anggun


dan langsung mengambilnya setelah minuman itu jatuh karna dia sudah haus.


‘’ Kenapa Reyhan mengatakan kalau kalian sedang kencan.’’Kata


Anggun mengambil minuman yang sudah di jatuhkan.


‘’Mana aku tahu, dari tadi dia mengikuti ku dan  bilang ini kencan pertama kita.’’Mei


mengangkat dahunya.


‘’Mengikuti,bukan kau yang meminta Reyhan menemani mu.’’Kata


Anggun tak percaya.


Biasanya para gadis yang mengajak Reyhan pergi bukan Reyhan


yang mau ikut sendiri.


‘’Tidak,dia sudah di depan rumah ku dan merengek ikut dengan

__ADS_1


ku saat aku bilang akan pergi menotong rambut.’’Kata Mei.


‘Lebih tepatnya mengagetkan ku di depan pintu rumah ku.’Batin


Mei masih kesal dengan kejadian tadi pagi.


‘’Merengek.’’Gumam Anggun pelan tak percaya Reyhan melakukan


itu.


‘’Apa kau menyukai Reyhan?’’Tanya Anggun.


‘’Entah aku tak pernah memikirkannya.’’Kata Mei.


‘Atau mungkin tidak mau memikirkannya.’Batin Mei ,dia


menggenggam erat kaleng minumannya.


‘’Tidak pernah memikirkannya!Jangan bercanda.’’Anggun


berteriak di bagian akhir membuat Mei tersentak.


‘’Begitu banyak gadis yang menyukainya dan ingin berada di


sisinya.’’Kata Anggun.


‘’Mereka berusaha menarik perhatian Reyhan,tapi kau….’’Anggun


menjeda ucapannya.


‘’Kau yang sudah mendapat perhatiannya,mengatakan tak pernah


memikirkannya…..yang benar saja.’’lanjut Anggun kesal.


‘’Apa yang di lihat Reyhan dari diri mu sehingga dia lebih


memilih mu dari pada aku ,padahal kita pernah tidur bersama.’’Teriaknya


mengeluarkan ke kesalannya,lalu pergi meninggalkan Mei yang membatu.


Deg


Mei terdiam saat mendengar penuturan Anggun tentang nya dan


Reyhan yang pernah tidur bersama,hingga tak menadari kalau Anggun sudah pergi.


Mei meremas bajunya ,ada perasaan asing di dalam hatinya, dia


tidak tahu apa itu tapi rasanya sakit dan kecewa entah karna apa.


Anggun yang kembali tanpa bersama Mei membuat Reyhan heran.


‘’Mei mana? Kok,kau sendirian.’’Tanya Reyhan.


‘’Dia belum kembali,ku pikir sudah ke sini.’’Kata Anggun


‘’Belum,kemana yah.’’Kata Reyhan khawatir.


‘’Tenanglah, dia kan bukan anak kecil tak mungkin tersesat


atau pun di culik .’’Kata Indra bukannya menenangkan Reyhan, tapi malah


membuatnya bertambah cemas.


‘’Kau jangan bilang begitu,bagaimana kalau kejadian


beneran.’’Kata Reyhan dengan raut cemas.


Anggun yang melihat raut kecemasan yang terlihat di wajah


Reyhan hatinya semakin sakit.


‘Segitu khawatirnya kah kamu padanya,Reyhan.’Batin Anggun


sendu.


Indra yang melihat wajah Anggun sendu memegang tangan Anggun


sambil tersenyum untuk menyemangatinya.


Indra tahu kalau Anggun menyukai Reyhan tapi dia tetap


mengejarnya walau dia harus bertingkah koyol atau pun aneh untuk memberitahu


Anggun keberadaannya yang ada di dekatnya.


Anggun menepis tangan Indra dan memolototinya,Indra hanya


menyengir tak jelas seperti biasa.


‘’Mei! Syukurlah dia tidak apa -apa.’’Kata Reyhan saat


melihat Mei berjalan ke arah mereka.


‘’Mei,kamu darimana saja? Kenapa kalian tidak kembali


bersama?’’Tanya Reyhan saat Mei sudah datang.


Tanpa menjawab pertanyaan Reyhan Mei mengambil tasnya dan


pergi tanpa melihat atau pun berpamitan pada Reyhan dan yang lain.


‘’Mei…..tunggu’’Reyhan beranjak untuk mengejar Mei tapi Anggun


menggandeng tangan Reyhan menghenti langkahnya.


‘’Sudahlah Reyhan,jangan mengejarnya.’’Kata Anggun,

__ADS_1


Indra menyangga dagunya dan melihat apa yang akan di lakukan


Reyhan karna biasanya dia tidak akan menolak permintaan seorang gadis.


‘’Tetaplah disini bersama kami.’’Lanjut Anggun.


‘’Maaf.’’Reyhan melepaskan tangan Anggun.


‘’Hari ini aku pergi bersama Mei,jadi tidak bisa! Maaf.’’Reyhan


pergi mengejar Mei.


Anggun tertegun mendengar penolakan yang di berikan Reyhan padanya.


‘Waw,Reyhan menolak permintaan Anggun karna Mei.’Pikir Indra.


Anggun kembali duduk dan nencerna apa yang barusan terjadi.


‘’Kita akan tetap di sini atau pergi.’’Tanya Indra tapi tak


di jawab Anggun dan Indra membiarkan Anggun seperti itu untuk sementara.


Reyhan sudah berlari mencari Mei tapi dia tak menemukannya,


dia mengambil nafas sebentar karna dari tadi dia berlarian.


‘’Kamu pergi kemana sih Mei.’’Kata Reyhan,dia mengambil


ponselnya dan menghubunginya.


‘’Tidak diangkat.’’Kata Reyhan mengacak –acak rambutnya.


‘’Ada apa lagi dengan Mei?’’Tanyanya.


‘’Kenapa dia bisa marah lagi ?Padahal dia sudah mulai mau mempelihatkan


emosinya di depan ku.’’Lanjutnya.


‘’Selalu saja begini setiap maju satu langkah aku terpaksa


mundur satu langkah juga.’’Keluh Reyhan sambil mengacak ngacak rambutnya lagi


hingga berantakan tapi malah terlihat semakin keren..


‘’Aku harus bagaimana?’’Tanya Reyhan entah pada siapa lalu


ada yang menepuk bahunya dari belakang.


‘’Apa?’’Kata orang yang menepuk bahunya.


‘’Apa?’’Reyhan ikutan bertanya padanya.


‘’Kenapa kau malah berbalik bertanya pada ku.’’Kata Hendri


orang yang menepuk bahu Reyhan.


‘’Maksudnya.’’Kata Reyhan.


‘’Aku bertanya padamu kenapa kau jawab dengan pertanyaan


lagi.’’Tanya Hendri.


‘’Apanya yang apa?’’Tanya Reyhan bermaksud meruluskan


pertanyaannya.


‘’Maksudnya apanya yang apa?’’Tanya balik Hendri bukannya


meruluskannya tapi malah tambah ribet.


‘’Ah….sudah lah kau membuat ku tambah pusing saja’’Kata


Reyhan kesel.


‘’Kalau pusing ya istirahat lalu minum obat,bukannya malah


jalan –jalan.’’Kata Hendri.


‘Bunuh temen sendiri dosa enggak yah.’’Pikir Reyhan.


‘’Aku tidak sedang jalan jalan.’’Kata Reyhan.


‘’Terus ngapain di jalan kalau tidak sedang jalan


jalan.’’Tanya Hendri.


‘’Aku sedang mencari Mei.’’Kata Reyhan.


‘’Lah ngapain nyarinya di jalanan.’’Kata Hendri.


‘’Pergi saja ke rumahnya,kau kira dia pengamen apa ada di


jalan.’’Lanjutnya.


‘Astaga !Wajah boleh saja tampan tapi otak cuman


setengah.’Pikir Reyhan bertambah kesal.


‘Kenapa  bisa aku punya


temen seperti ini?’Lanjutnya.


Reyhan mengusap kasar wajahnya  menenangkan dirinya agar tidak memukul wajah


tampan temannya itu,kan kasihan kalau wajah temannya yang menjadi satu satunya


kelebihannya itu jadi bengkak seperti kodok.

__ADS_1


__ADS_2