
‘’Aku akan membeli minuman apa kau mau ikut.’’Anggun bangun
dari sofa bertanya pada Mei.
‘’Boleh.’’Kata Mei mengikuti Anggun.
Karna dia juga merasa haus dan jika dia terus bersama Reyhan
mukannya pasti berubah jadi kepiting rebus, jika mendengar pujian Reyhan terus
menerus.
‘’Kau terlihat sangat bahagia.’’Kata Indra setelah Mei dan
Anggun pergi.
‘’Hm.’’Reyhan hanya tersenyum.
‘’Senang bisa melihat diri mu kembali seperti dulu.’’Kata
Indra,dia meninju pelan tangan Reyhan,dia senang bisa melihat Reyhan yang
seperti dulu lagi.
Indra,Reyhan dan Hendri sudah berteman sejak kecil, mereka
selalu bersama dan saling berbagi suka atau pun duka jadi mereka sudah mengerti
satu sama lain.
‘’Iyah! Dan tidak akan ku biarkan dia di rebut orang lain.’’Kata
Reyhan dia mendudukan dirinya ke sofa.
‘’Belum belum kau sudah posesif aja!Hadeh, bagaimana kalau
sudah jadi?’’Indra memutar matanya malas.
‘’Aku jadi kasihan dengan Mei kalau sampai dia beneran dengan
mu, saingannya banyak!Enggak berhenti –henti.’’Sindir Indra.
‘’Aku lebih kasihan dengan mu.’’Kata Reyhan balas
mendedek,Indra sudah mengejar –ngejar Anggun cukup lama tapi belum menemui
hasil.
‘’Cih! Dasar pria popular.’’Cibir Indra.
‘’Apa kau serius dengan hubungan mu kali ini.’’Tanya Indra
serius.
‘’Iyah,aku benar benar
terpana dengan tatapan matanya saat pertama melihatnya.’’Jawab Reyhan dengan
senyum indahnya.
‘’Jadi beneran ,ku kira kau kasihan atau hanya mau
menghiburnya saja.’’Indra menyandarkan kepalanya ke sofa.
‘’Kau pikir aku laki laki seperti itu.’’Tanya Reyhan.
‘’Menurut anak anak sih begitu dan iyah, aku juga pun
sependapat.’’Kata Indra sambil menyengir.
‘’Aku do’a kan supaya Anggun terus menolak mu dan kau jadi
jomblo terus,ingat lho do’a anak yatim itu selalu di Kabul.’’Kata Reyhan .
‘’JANGAAAAN.’’Teriak Indra dengan raut wajah panik.
‘’Hahahahaha.’’Reyhan mentertawakan kepanikkan Indra.
‘Ah itu selalu menyenangkan.’Pikir Reyhan.
Ini bukan pertama kalinya Reyhan melakukannya pada Indra.
‘’Ada hubungan apa kau dan Reyhan?’’Tanya Anggun sambil
memasukan koin ke mesin minuman.
‘’Tidak ada.’’Jawab Mei melakukan hal yang sama dengan Anggun
dan langsung mengambilnya setelah minuman itu jatuh karna dia sudah haus.
‘’ Kenapa Reyhan mengatakan kalau kalian sedang kencan.’’Kata
Anggun mengambil minuman yang sudah di jatuhkan.
‘’Mana aku tahu, dari tadi dia mengikuti ku dan bilang ini kencan pertama kita.’’Mei
mengangkat dahunya.
‘’Mengikuti,bukan kau yang meminta Reyhan menemani mu.’’Kata
Anggun tak percaya.
Biasanya para gadis yang mengajak Reyhan pergi bukan Reyhan
yang mau ikut sendiri.
‘’Tidak,dia sudah di depan rumah ku dan merengek ikut dengan
__ADS_1
ku saat aku bilang akan pergi menotong rambut.’’Kata Mei.
‘Lebih tepatnya mengagetkan ku di depan pintu rumah ku.’Batin
Mei masih kesal dengan kejadian tadi pagi.
‘’Merengek.’’Gumam Anggun pelan tak percaya Reyhan melakukan
itu.
‘’Apa kau menyukai Reyhan?’’Tanya Anggun.
‘’Entah aku tak pernah memikirkannya.’’Kata Mei.
‘Atau mungkin tidak mau memikirkannya.’Batin Mei ,dia
menggenggam erat kaleng minumannya.
‘’Tidak pernah memikirkannya!Jangan bercanda.’’Anggun
berteriak di bagian akhir membuat Mei tersentak.
‘’Begitu banyak gadis yang menyukainya dan ingin berada di
sisinya.’’Kata Anggun.
‘’Mereka berusaha menarik perhatian Reyhan,tapi kau….’’Anggun
menjeda ucapannya.
‘’Kau yang sudah mendapat perhatiannya,mengatakan tak pernah
memikirkannya…..yang benar saja.’’lanjut Anggun kesal.
‘’Apa yang di lihat Reyhan dari diri mu sehingga dia lebih
memilih mu dari pada aku ,padahal kita pernah tidur bersama.’’Teriaknya
mengeluarkan ke kesalannya,lalu pergi meninggalkan Mei yang membatu.
Deg
Mei terdiam saat mendengar penuturan Anggun tentang nya dan
Reyhan yang pernah tidur bersama,hingga tak menadari kalau Anggun sudah pergi.
Mei meremas bajunya ,ada perasaan asing di dalam hatinya, dia
tidak tahu apa itu tapi rasanya sakit dan kecewa entah karna apa.
Anggun yang kembali tanpa bersama Mei membuat Reyhan heran.
‘’Mei mana? Kok,kau sendirian.’’Tanya Reyhan.
‘’Dia belum kembali,ku pikir sudah ke sini.’’Kata Anggun
‘’Belum,kemana yah.’’Kata Reyhan khawatir.
‘’Tenanglah, dia kan bukan anak kecil tak mungkin tersesat
atau pun di culik .’’Kata Indra bukannya menenangkan Reyhan, tapi malah
membuatnya bertambah cemas.
‘’Kau jangan bilang begitu,bagaimana kalau kejadian
beneran.’’Kata Reyhan dengan raut cemas.
Anggun yang melihat raut kecemasan yang terlihat di wajah
Reyhan hatinya semakin sakit.
‘Segitu khawatirnya kah kamu padanya,Reyhan.’Batin Anggun
sendu.
Indra yang melihat wajah Anggun sendu memegang tangan Anggun
sambil tersenyum untuk menyemangatinya.
Indra tahu kalau Anggun menyukai Reyhan tapi dia tetap
mengejarnya walau dia harus bertingkah koyol atau pun aneh untuk memberitahu
Anggun keberadaannya yang ada di dekatnya.
Anggun menepis tangan Indra dan memolototinya,Indra hanya
menyengir tak jelas seperti biasa.
‘’Mei! Syukurlah dia tidak apa -apa.’’Kata Reyhan saat
melihat Mei berjalan ke arah mereka.
‘’Mei,kamu darimana saja? Kenapa kalian tidak kembali
bersama?’’Tanya Reyhan saat Mei sudah datang.
Tanpa menjawab pertanyaan Reyhan Mei mengambil tasnya dan
pergi tanpa melihat atau pun berpamitan pada Reyhan dan yang lain.
‘’Mei…..tunggu’’Reyhan beranjak untuk mengejar Mei tapi Anggun
menggandeng tangan Reyhan menghenti langkahnya.
‘’Sudahlah Reyhan,jangan mengejarnya.’’Kata Anggun,
__ADS_1
Indra menyangga dagunya dan melihat apa yang akan di lakukan
Reyhan karna biasanya dia tidak akan menolak permintaan seorang gadis.
‘’Tetaplah disini bersama kami.’’Lanjut Anggun.
‘’Maaf.’’Reyhan melepaskan tangan Anggun.
‘’Hari ini aku pergi bersama Mei,jadi tidak bisa! Maaf.’’Reyhan
pergi mengejar Mei.
Anggun tertegun mendengar penolakan yang di berikan Reyhan padanya.
‘Waw,Reyhan menolak permintaan Anggun karna Mei.’Pikir Indra.
Anggun kembali duduk dan nencerna apa yang barusan terjadi.
‘’Kita akan tetap di sini atau pergi.’’Tanya Indra tapi tak
di jawab Anggun dan Indra membiarkan Anggun seperti itu untuk sementara.
Reyhan sudah berlari mencari Mei tapi dia tak menemukannya,
dia mengambil nafas sebentar karna dari tadi dia berlarian.
‘’Kamu pergi kemana sih Mei.’’Kata Reyhan,dia mengambil
ponselnya dan menghubunginya.
‘’Tidak diangkat.’’Kata Reyhan mengacak –acak rambutnya.
‘’Ada apa lagi dengan Mei?’’Tanyanya.
‘’Kenapa dia bisa marah lagi ?Padahal dia sudah mulai mau mempelihatkan
emosinya di depan ku.’’Lanjutnya.
‘’Selalu saja begini setiap maju satu langkah aku terpaksa
mundur satu langkah juga.’’Keluh Reyhan sambil mengacak ngacak rambutnya lagi
hingga berantakan tapi malah terlihat semakin keren..
‘’Aku harus bagaimana?’’Tanya Reyhan entah pada siapa lalu
ada yang menepuk bahunya dari belakang.
‘’Apa?’’Kata orang yang menepuk bahunya.
‘’Apa?’’Reyhan ikutan bertanya padanya.
‘’Kenapa kau malah berbalik bertanya pada ku.’’Kata Hendri
orang yang menepuk bahu Reyhan.
‘’Maksudnya.’’Kata Reyhan.
‘’Aku bertanya padamu kenapa kau jawab dengan pertanyaan
lagi.’’Tanya Hendri.
‘’Apanya yang apa?’’Tanya Reyhan bermaksud meruluskan
pertanyaannya.
‘’Maksudnya apanya yang apa?’’Tanya balik Hendri bukannya
meruluskannya tapi malah tambah ribet.
‘’Ah….sudah lah kau membuat ku tambah pusing saja’’Kata
Reyhan kesel.
‘’Kalau pusing ya istirahat lalu minum obat,bukannya malah
jalan –jalan.’’Kata Hendri.
‘Bunuh temen sendiri dosa enggak yah.’’Pikir Reyhan.
‘’Aku tidak sedang jalan jalan.’’Kata Reyhan.
‘’Terus ngapain di jalan kalau tidak sedang jalan
jalan.’’Tanya Hendri.
‘’Aku sedang mencari Mei.’’Kata Reyhan.
‘’Lah ngapain nyarinya di jalanan.’’Kata Hendri.
‘’Pergi saja ke rumahnya,kau kira dia pengamen apa ada di
jalan.’’Lanjutnya.
‘Astaga !Wajah boleh saja tampan tapi otak cuman
setengah.’Pikir Reyhan bertambah kesal.
‘Kenapa bisa aku punya
temen seperti ini?’Lanjutnya.
Reyhan mengusap kasar wajahnya menenangkan dirinya agar tidak memukul wajah
tampan temannya itu,kan kasihan kalau wajah temannya yang menjadi satu satunya
kelebihannya itu jadi bengkak seperti kodok.
__ADS_1