Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
16


__ADS_3

‘’Selamat pagi Mei.’’Sapa Ayumi dengan ceria.


‘’Selamat pagi.’’Balas Mei yang tersenyum manis.


‘’Wah….Kamu tersenyum,Mei!.’’Kata Ayumi senang


‘’Kamu sangat cantik saat tersenyum begitu.’’Tambah Ayumi.


‘’Hehe,kamu bisa saja.’’Kata Mei malu di puji Ayumi.


‘’Justru Ayumi lebih cantik.’’Tambahnya.


‘’Tidak tidak Mei juga cantik dan manis.’’Kata Ayumi dengan


senyum manisnya.


‘’Sudahlah kalian berdua sama sama cantik dan manis.’’Kata


Sena menengahi aksi saling puji antara Mei dan Ayumi.


Ayumi merona saat Sena bilang dia cantik dan manis,dia


menyenggol lengan Sena.


‘’Pagi pagi jangan gombal.’’Kata Ayumi malu.


‘’Siapa yang gombal itu kan emang kenyataannya.’’Elak Sena.


‘’Iyah kan Reyhan?’’Tanya Sena pada Reyhan yang ada di


sampingnya.


‘’Em,benar kalian memang cantik.’’Reyhan membenarkan.


Reyhan dari tadi diam melihat intraksi Mei dan Ayumi dia


senang karna Mei bisa tersenyum bersama Ayumi.


Dari jauh ada tiga orang yang melihat Reyhan dan teman


temannya yang sedang bercanda di tempat berbeda.


Dua dia antaranya bersikap biasa dan satu menggepal erat


tangannya kesal.


‘’Apa gadis berkaca mata itu yang namanya Mei?’’Tanya Hendri.


‘’Ah,iyah! Tahu dari mana kau.?’’Indra menjawab sekaligus


bertanya.


‘’Kemarin aku berpapasan dengan Reyhan dan menanyakan apa aku


melihat Mei atau tidak.’’Jawab Hendri.


‘’Oh kemarin ,kalau di ingat lagi aku jadi kesal.’’Kata Indra


sebal.


‘’Emang kenapa?’’Tanya Hendri.


‘’Gimana enggak kesel coba,kalau kalah dari seorang pemula


yang baru pertama kali memegang bola bolling sementara aku sudah puluhan kali


bermain bolling.’’Jelas Indra.


‘’Maksudnya.’’Tanya Hendri bingung.


‘’Mei membuat straeik saat pertama kali mencoba dan yang


bikin kesal bukan hanya  satu kali tapi


tiga kali straek dalam satu kesempatan.’’Jelas Indra kesal.


‘’Benarkah.’’Kata Hendri senang.


‘’Kalau gitu nanti aku akan mengajak Mei bermain


bolling.’’Lanjutnya.


‘’Aku sudah bosan bermain dengan mereka terus tidak ada


tantangannya.’’Keluh Hendri.


Hendri adalah pemain bolling yang pernah beberapa kali ikut


turnamen dan menjadi juara.


‘’Sebaiknya kau bujuk cewek yang kau sukai sebelum Reyhan


bertidak.’’Kata Hendri saat dia tidak sengaja melihat wajah kesal Anggun yang


pergi setelah melihat Reyhan.


‘’Aku sudah bicara padanya.’’Kata Indra yang melihat ke arah


pandangan Hendri.


‘’Tapi sepertinya dia tidak mau menyerah tanpa melihat tekad


Mei pada Reyhan.’’Lanjutnya.


‘’Hm ya semoga saja dia tidak melakukan hal bodoh seperti dua


cewek itu.’’Tambah Indra.


Dua cewek yang di maksud Indra adalah Teri dan Nata saat


Reyhan tahu mereka yang menampar Mei Reyhan meminta Indra dan Hendri mengerjai

__ADS_1


mereka.


Selama seminggu mereka tak bisa sekolah karna wajah mereka di


sengat tawon hingga wajah mereka bengkak.


‘’Hahahaha……. jika di ingat lagi wajah mereka sangat lucu


waktu itu,hahahaha.’’Hendri tertawa sambil memengangi perutnya.


‘’Kau benar..hahahaha.’’Indra ikut tertawa.


‘’sayangnya,haha kita tidak merekamnya hahaha.’’Lanjut Indra


sambil tertawa.


Para siswa lainnya mengerut heran melihat ke dua orang yang


sedang tertawa tak jelas.Setelah mereka puas tertawa mereka  beranjak pergi ke kelas mereka masing masing.


‘’Sudahlah,sebaiknya kita segera ke kelas sebentar lagi


upacara di mulai.’’Kata Mei mengingatkan mereka.


‘’Mei benar, ayo.’’Kata Reyhan menyetujuinya.


‘’Ayo.’’Ajak Ayumi.


Mereka berempat beriringan berjalan menuju kelas mereka,Ayumi


berpisah saat sudah di depan kelasnya.


Menyisakan Reyhan,Sena dan Mei yang berjalan ke kelas.


‘Ah,aku lupa memberikan jaket Reyhan.’Batin Mei.


‘Sudahlah nanti saja saat istirahat saja kalau sekarang aku


malu.’Lanjutnya.


Kemarin dia lupa mengembalikan jaket Reyhan yang di pakainya,dia


baru ingat saat dia akan mandi ,jadi dia pikir akan mengembalikannya setelah di


cuci saja.


Upacara pun di mulai dan bagian kelas Mei yang menjadi


peserta upacara dan Reyhan yang menjadi pemimpin upacara.


‘Kenapa aku baru menyadari kalau Reyhan itu terlihat keren


saat dia serius dan tegas begitu.’Pikir Mei saat melihat Reyhan dengan gagah


berdiri sebagai pemimpin upacara.


‘Ternyata dia bisa serius juga yah.’Lanjutnya.


Satu jam berlalu dan upacara sudah selesai para murid kembali


‘’Hah.’’Mei menghela nafas mengingat wajah serius Reyhan.


‘’kau kenapa Mei?’’Tanya Reyhan khawatir.


‘’Hah,ti-tidak apa apa.’’Jawab Mei gugup.


‘Kenapa aku gugup begini,seperti tertangkap basah ingin


mencuri saja.’Teriak Mei di dalam hati.


‘’Selamat pagi anak –anak.’’Sapa pak Danu.


‘’Pagi pak.’’Jawab serempat mereka.


Setelah mengabsen semua murid pak Danu mulai pembelajaran


melanjutkan pelajaran minggu kemari.


‘’Oke sampai di sini pelajaran kita hari ini.’’Kata pak Danu


membereskan buku miliknya dan berjalan ke pintu sebelum keluar pak Danu


berbalik lagi.


‘’Besok kita akan ulangan jadi bersiaplah.’’Kata pak Danu


sambil tersenyum yang menurut mereka adalah senyuman mengerikan.


‘’APAAA!’’Teriak histeris mereka,pak Danu terus berjalan


pergi tak menghiraukan perotesan murid muridnya, baginya itu music yang indah


di telinganya.


Mei berdiri di belakang sekolah tempat biasa dia datangi saat


istirahat dia memegang sebuah jaket menunggu seseorang yang di ditunggu.


‘’Maaf agak lama.’’Mei berbalik saat mendengar ada yang


bicara.


‘’Tidak apa apa.’’Kata Mei.


‘’Ini….aku sudah mencucinya.’’Mei menyodorkan jaket yang dia


bawa tadi.


‘’Terima kasih.’’Kata Reyhan sambil tersenyum.


‘’Sebagai hadiah karna sudah mengembalikannya…..’’Kata

__ADS_1


Reyhan.


‘’Ulurkan tangan mu.’’Lanjatnya.


‘’Untuk apa?’’Tanya Mei sambil mengulurkan tangan kanannya.


Reyhan tidak menjawabnya dia memakaikan gelang benang


berwarna merah bercampur warna hitam yang terlihat cantik.


‘’Apa ini?’’Tanya Mei binggung untuk apa Reyhan memberinya


gelang.


‘’Gelang takdir.’’Kata Reyhan sambil tersenyum.


‘’Sebagai lambang cinta kita berdua.’’Lanjutnya sambil


menunjukan gelang yang sama yang ada di pergelangan tangan kiri Reyhan.


‘’Eh.’’Mei tak bisa berkata kata saat Reyhan bilang ‘’lambang


cinta kita’’.


‘’Ayo,Sena dan Ayumi sudah menunggu kita di kantin.’’Reyhan


menarik tangan Mei.


‘’Kenapa Reyhan dan Mei belum datang juga?’’Kata Ayumi.


‘’Entah,katanya sih cuman sebentar.’’Kata Sena.


‘’Lebih baik kita pesan saja dulu biar nanti pas mereka


datang bisa langsung makan.’’Lanjutnya.


‘’Kamu benar.’’Kata Ayumi setuju.


Sebelum pergi Reyhan telah menyuruh Sena memesan makan untuk


mereka juga.


‘’Maaf kami terlambat.’’Kata Reyhan menghampiri Sena dan


Ayumi yang baru saja selesai memesan makanan mereka.


‘’Kenapa kalian lama sekali.’’Kata Ayumi sambil mengembungkan


pipinya.


‘’Maaf.’’Mei merasa bersalah pada Ayumi.


‘’Ya sudah kali ini ku maaf kan.’’Kata Ayumi sambil


tersenyum.


‘’Kalian sudah memesan makanannya.’’Tanya Reyhan.


‘’Sudah.’’Jawab Sena.


Lalu pesanan mereka datang setelah Sena mengatakan itu,Alisa


datang menghampiri meja Reyhan dan yang lain lalu di susul hendri,Indra dan


Anggun yang terpaksa ikut.


‘’Apa aku boleh bergabung?’’Tanya Alisa,Reyhan dan yang


lainnya mendongkak kearah Alisa.


‘’Bangku yang lain sudah penuh.’’Lanjutnya.


‘’Boleh silahkan.’’Jawab Reyhan,Alisa tersenyum lalu duduk di


samping Reyhan.


‘’Terima kasih.’’Kata Alisa tersenyum manis.


‘Reyhan bodoh apa yang dia lakukan.’Sena mendelik pada Reyhan


yang dengan gampangnya menyuruh Alisa duduk bersama dengannya padahal ada Mei.


Mei terlihat biasa saja saat Alisa duduk di dekat Reyhan dia  melirik meja mencari sesuatu,Sena yang masih


menatap Reyhan membuat Ayumi bingung.


Reyhan menyadari tatapan Sena lalu melirik Mei dan menyadari


kecerobohannya lalu saat Reyhan akan bicara terdengar


‘’Kami boleh ikut bergabung juga?’’Tanya Indra.


‘’Iyah boleh.’’Jawab Reyhan.


Mereka pun duduk bersama Reyhan dan yang lainnya karna meja


mereka bisa menampung sepuluh orang.


‘’Tak apa kan mereka bergabung Mei.’’Tanya Reyhan cemas Mei


marah.


‘’Kenapa kau bertanya pada ku?’’Tanya Mei binggung untuk apa


Reyhan menanyakan itu terlebih mereka sudah duduk tak mungkinkan mereka di


usir.


Mei berdiri beranjak dari kursinya Reyhan menahan tangan Mei


saat dia akan pergi.

__ADS_1


‘’Mau kemana?’’Tanya Reyhan cemas,dia pikir Mei pergi karna


tak suka.


__ADS_2