
Mei mengadahkan tangannya menampung air hujan yang turun di
depan kafe. Dia ingin pulang tapi terhalang walau hujannya tidak deras tapi
kalau memaksa menerobos sampai rumah pasti bakal basah kuyup.
‘’Hah,Kenapa hujannya harus pas aku tidak bawa payung,sih.’’Gerutu Mei sebal.
Tiba tiba air hujan yang di tangan Mei berhenti menetes,Mei
menyengritkan dahinya bingung.
Reyhan terkekeh melihat tingkah lucu Mei yang tidak menyadari
kehadirannya.
‘’Kerja bagus untuk hari ini.’’Kata Reyhan.
‘’Ahh,Reyhan sejak kapan kamu di sini?’’Tanya Mei.
‘’Terus ngapain kamu ada di sini.’’Lanjutnya.
‘’Aku kan menunggu kamu pulang kerja,lupa yah.’’Kata Reyhan
lembut,dia gemas melihat Mei yang melotot lalu mengerjap ngerjap matanya.
‘’Ah,maaf membuat mu menunggu lama.’’Kata Mei tak enak dia
lupa kalau tadi Reyhan bilang akan menunggunya.
‘’Tak masalah,ketika aku jadi model aku telah membat mu
menunggu sangat lama saat aku mengerim pesan pada mu.’’Kata Reyhan.
‘’Jangan khawatirkan itu kan masalah itu sudah berlalu.’’Kata
Mei yang menunduk.
‘’Aku benar benar minta maaf.’’Reyhan meundukan wajahnya
sejajar dengan wajah Mei sambil tersenyum.
‘’Tidak apa apa.’’Wajah Mei merona merah karna wajah Reyhan
dekat dengan wajahnya.
‘’Ayo aku akan mengatar mu pulang tapi jalan kaki yah,tidak
mungkin kalau kita naik motor sambil memegang payung ,bahaya.’’Kata Reyhan.
‘’Enggak apa apakan.’’Tanya nya.
‘’Enggak kok,aku tidak masalah tapi motor mu
bagaimana?’’Tanya Mei.
‘’Aku sudah menitipkannya ,jadi tidak perlu khawatir.’’Kata
Reyhan.
‘’Ayo.’’Reyhan mengenggam tangan Mei.
‘’Hm.’’Balas Mei sambil tersenyum manis.
Mereka pun pergi dengan memakai payung berdua sambil
bergangdengan tangan di tengah guyuran hujan yang turun membasahi bumi,tak ada
percakapn di antara mereka di sepanjang jalan.
‘Duh apa yang harus aku katakan?’Pikir Mei yang kebingungan
ingin memulai percakapan.
‘Padahal ada banyak hal yang ingin aku katakana…’ lanjutnya
sambil menatap Reyhan.
‘’ Ada sesuatu hal yang ini aku katakan pada mu,tapi aku tidak
bisa menemukan kata kata yang tepat.’’Kata Reyhan yang sama bingungnya dengan
Mei.
‘’Hah.’’Mei terkejut ternyata Reyhan sama dengannya.
‘’Ada apa?’’Tanya Reyhan.
‘’Aku juga memikirkan hal yang sama.’’Kata Mei malu.
‘’Begitu yah!’’Reyhan tersenyum ternyata bukan hanya dia saja
yang berpikir seperti itu.
‘’Hm.’’Balas Mei.
Setelahnya tidak ada lagi percakan di antara mereka sampai
mereka sampa di rumah Mei.
‘’Astaga…kok cepat bangat sampainya.’’Keluh Reyhan.
‘’Iyah.’’Kata Mei.
‘’Aku berharap kalau kamu itu tinggalnya lebih jauh
lagi.’’Kata Reyhan.
‘’Kalau perlu sampai tiga hari kemudian agar bisa lebih lama
lagi aku bersama mu.’’Lanjutnya.
‘’Itu sih kejauhan.’’Kata Mei.
‘’Benar juga.’’Balas Reyhan.
‘’Apa kamu mau mencoba pengering di rumah ku.’’Kata Mei yang
melihat pundak Reyhan yang basah karna hujan.
‘’Hah?’’Kata Reyhan bingung.
‘’Maksud ku,karna baju mu basah apa mau di keringkan dulu
__ADS_1
sebelum pergi.’’Kata Mei menjelaskan.
‘’Oh!’’Reyhan melihat ke pundaknya yang memang benar basah.
‘’Boleh ,kalau tidak merepotkan mu.’’Kata Reyhan.
‘’Tidak,ayo masuk.’’Ajak Mei.
Reyhan melepaskan baju dan jaket agar bisa Mei memasukkannya
ke dalam mesin pengering.
Selagi menunggu bajunya kering Reyhan menunggu di kamar Mei.
Suasana di dalam kamar sangat canggung lebih canggung dari saat Mei masuk ke
kamar Reyhan.
Suara ritikan hujan di luar tidak bisa menghentikan suasana
yang janggung dan hening di dalam kamar.
‘’Maaf,di sini tidak ada pakaian ganti yang seukuran dengan
mu.’’Kata Mei yang duduk membelakangi Reyhan,mereka duduk saling membelakangi
satu sama lain.
‘’Ya,tidak apa apa aku juga tidak kedinginan
kok,hahaha.’’Reyhan tertawa agar suasana yang janggung ini mencair.
‘’Malahan aku berkeringat.’’ Lanjutnya yang merona merah sampai ke leher.
‘’Leher mu merah tuh.’’Kata Mei saat di berbalik.
‘’Kau juga,muka mu memerah.’’Kata Reyhan yang juga ikut
berbalik.
‘’Teima kasih karna sudah menjaga gelang itu dengan
baik.’’Kata Reyhan sabil melihat gelang di tangan Mei.
‘’Tentu saja,aku akan menjaganya.’’Kata Mei,Reyhan tersenyum
lalu mengambil sebuah kotak kecil yang ada di sakunya yang tadi dia beli.
‘’Ini.’’Reyhan memberikannya pada Mei.
‘’Apa ini?’’Tanya Mei mengambil kotak yang ada di tangan
Reyhan.
‘’Buka lah,kali ini tidak akan putus lagi.’’Kata Reyhan.
Mei membuka kotak yang di berikan Reyhan,dia terkejut saat
tahu apa yang ada di dalam kotak.
‘’Oh,inikan..’’Kata Mei senang.
‘’Itu cincin pasangan…aku membeli cincin pasangan agar tidak
Saat membelinya pun dia sedikit ragu dan malu .
‘’Jadi masing masing dari kita punya satu.’’Kata Mei.
‘’Iyah.’’Kata Reyhan
‘’Mei kenapa kamu tidak pernah memanggil aku dengan Rey
lagi.’’Tanya Reyhan.
‘’Aku suka saat kamu memanggil ku Rey.’’Lanjutnya.
‘’Seperti waktu itu.’’Tambahnya.
‘’Em,itu aku malu untuk mengatakannya dan untk waktu itu aku
reflek aja.’’Kata Mei yang tersipu malu.
‘’Coba kamu memanggil
ku Rey.’’Kata Reyhan.
‘’Re..Rey.’’Kata Mei gugup wajahnya semakin merona.
‘’Maaf.’’Reyhan tiba tiba mendekat lalu merangkul Mei.
‘’Bisakah kita seperti ini dulu.’’Kata Reyhan.
‘’Aku selalu ingin kita seperti ini.’’Lanjutnya.
‘’Hm.’’Mei menganggukkan kepalanya.
‘’Aku suka aroma tubuh mu,Rey.’’Kata Mei yang mencium rakus
aroma tubuh Reyhan.
Wajah Reyhan memerah seperti kepiting rebus saat Mei
mengatakan itu,lalu Reyhan mendorong Mei hingga Mei berbaring di bawah Reyhan.
Reyhan mendekatkan wajahnya pada Mei saat kedua bibir mereka
akan bertemu satu sama lain terdengar ketukan pintu membuat mereka gelagapan.
‘’As’salami alaikun,ibu pulang.’’Kata Sarah memasuki
rumah,dia tidak menyadari kalau ada tambahan sepatu di depan rumahnya.
‘’Mei,kamu sudah pulang nak?’’Tanya Sarah yang akan membuka
pintu kamar anaknya.
ckeklek
‘’Bisa bantu ibu memasak makan mal….’’Sarah menutup mulutnya
terkejut melihat ada seorang laki laki yang tak mengenakan baju di dalam kamar
anak gadis yang sedang berbaring di kasur.
__ADS_1
‘’Kamu siapa?’’Tanya Sarah.
‘’Itu..saya….’’Reyhan mengaruk leher belakangnya karna gugup.
‘’Ayo ke ruang tamu dulu kita bicara.’’Ajak Sarah.
‘’Mei bangun dulu.’’Lanjutnya.
‘’Iyah bu.’’Jawab Mei.
Mereka pergi ke ruang tamu,Mei yang merasa kasihan pada
Reyhan dia melangkah ke kamar mandi dulu melihat baju Reyhan.
Di rasa sudah kering Mei mengambil bajunya dan menyerahkannya
pada Reyhan,Reyhan pun segeramemakai bajunya karna merasa tak enak di depan ibu
nya.
‘’Jadi?’’Tanya Sarah.
‘’Begini buk,baju Reyhan basah sehabis mengatar ku pulang
karna tak enak telah membuat bajunya basah aku memintanya untuk mengeringkan
bajunya dulu sebelum pulang.’’Kata Mei menjelaskan kejadian sebenarnya.
‘’Begitu yah,maaf yah ibu telah berburuk sangka pada
kalian.’’Kata Sarah dia percaya anaknya tidak akan melakukan hal buruk.
‘’Tidak,aku lah yang seharusnya meminta maaf pada anda.’’Kata
Reyhan.
‘’Wajar saja anda mencurigai saya karna penampilan saya yang
kurang sopan.’’Lanjutnya.
‘’Tidak apa apa.’’Kata Sarah.
‘’Em tidak,saya benar benar minta maaf.’’Kata Reyhan yang
mebungkukan kepalanya.
‘’Sudahlah jangan minta maaf terus,saya jadi tidak
enak.’’Kata Sarah.
‘’Jadi,kamu ini siapanya Mei?’’Tanya Sarah penasaran.
‘’Apa kamu pacarnya Mei.’’Kata Sarah senang,Reyhan dan Mei langsung
merona karna di goda Sarah.
‘’Iyah.’’Jawab Reyhan jujur.
‘’Maaf.’’Lanjutnya.
‘’Mei,sepertinya pacar mu tidak nyaman tuh.’’Godanya pada
Mei.
‘’Sudahlah bu,jangan menggoda kami terus.’’Kata Mei sebal.
‘’Hahaha ,maaf yah Mei itu kalau di rumah seperti itu.’’Kata
Sarah .
‘’Kamu jangan heran yah kalau di sekolah berbeda.’’Lanjutnya
menggoda Mei.
‘’Ibu..’’Rengek Mei.
‘’Tidak,kok Mei itu…wanita yang kuat dan menawan.’’Kata
Reyhan membuat Mei semakin memerah karna ucapan Reyhan.
‘’Aku sangat menghormatinya,karna Mei itu tidak pernah
terpengaruhi oleh teman teman yang lain.’’Kata Reyhan.
‘’Dia itu tidakyakin pada dirinya sendiri,tapi dia masih
memikirkan orang lain dia gadis yang luar biasa.’’ Reyhan menoleh pada Mei yang
menatapnya.
‘’Kamu terlalu berlebihan.’’Kata Sarah yang senang karna ada
yang mengerti anaknya.
‘’Tapi dia sudah dari kecil seperti ini ku kira hanya aku dan
suami ku yang mengenal Mei.’’Lanjutnya.
‘’Aku senang ada orang lain yang mengerti Mei.’’Tambhanya
sambil mengusapa air matanya.
‘’Ibu.’’Kata Mei terharu.
‘’Tolong jaga Mei untuk kedepannya yah.’’Pinta Sarah.
‘’Baik saya janji akan menjaga Mei dan tidak akan
menyakitinya.’’Kata Reyhan berjanji pada ibunya Mei.
‘’Reyhan.’’Kata Mei menatapnya terharu.
Setelah hujan reda Reyhan berpamitan pada ibunya Mei,Mei pun
mengantar Reyhan ke luar.
‘’Terima kasih,aku belum pernah melihat ibu ku selega
itu.’’Kata Mei.
‘’Terima kasih,Rey.’’ Lanjutnya tersenyum manis.
‘’Mei.’’Reyhan memeluk Mei erat ,dia sangat menyukai hangatan
__ADS_1
yang Mei berikan.