Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
39


__ADS_3

Mei mengadahkan tangannya menampung air hujan yang turun di


depan kafe. Dia ingin pulang tapi terhalang walau hujannya tidak deras tapi


kalau memaksa menerobos sampai rumah pasti bakal basah kuyup.


‘’Hah,Kenapa hujannya harus pas aku tidak bawa payung,sih.’’Gerutu Mei sebal.


Tiba tiba air hujan yang di tangan Mei berhenti menetes,Mei


menyengritkan dahinya bingung.


Reyhan terkekeh melihat tingkah lucu Mei yang tidak menyadari


kehadirannya.


‘’Kerja bagus untuk hari ini.’’Kata Reyhan.


‘’Ahh,Reyhan sejak kapan kamu di sini?’’Tanya Mei.


‘’Terus ngapain kamu ada di sini.’’Lanjutnya.


‘’Aku kan menunggu kamu pulang kerja,lupa yah.’’Kata Reyhan


lembut,dia gemas melihat Mei yang melotot lalu mengerjap ngerjap matanya.


‘’Ah,maaf membuat mu menunggu lama.’’Kata Mei tak enak dia


lupa kalau tadi Reyhan bilang akan menunggunya.


‘’Tak masalah,ketika aku jadi model aku telah membat mu


menunggu sangat lama saat aku mengerim pesan pada mu.’’Kata Reyhan.


‘’Jangan khawatirkan itu kan masalah itu sudah berlalu.’’Kata


Mei yang menunduk.


‘’Aku benar benar minta maaf.’’Reyhan meundukan wajahnya


sejajar dengan wajah Mei sambil tersenyum.


‘’Tidak apa apa.’’Wajah Mei merona merah karna wajah Reyhan


dekat dengan wajahnya.


‘’Ayo aku akan mengatar mu pulang tapi jalan kaki yah,tidak


mungkin kalau kita naik motor sambil memegang payung ,bahaya.’’Kata Reyhan.


‘’Enggak apa apakan.’’Tanya nya.


‘’Enggak kok,aku tidak masalah tapi motor mu


bagaimana?’’Tanya Mei.


‘’Aku sudah menitipkannya ,jadi tidak perlu khawatir.’’Kata


Reyhan.


‘’Ayo.’’Reyhan mengenggam tangan Mei.


‘’Hm.’’Balas Mei sambil tersenyum manis.


Mereka pun pergi dengan memakai payung berdua sambil


bergangdengan tangan di tengah guyuran hujan yang turun membasahi bumi,tak ada


percakapn di antara mereka di sepanjang jalan.


‘Duh apa yang harus aku katakan?’Pikir Mei yang kebingungan


ingin memulai percakapan.


‘Padahal ada banyak hal yang ingin aku katakana…’ lanjutnya


sambil menatap Reyhan.


‘’ Ada sesuatu hal yang ini aku katakan pada mu,tapi aku tidak


bisa menemukan kata kata yang tepat.’’Kata Reyhan yang sama bingungnya dengan


Mei.


‘’Hah.’’Mei terkejut ternyata Reyhan sama dengannya.


‘’Ada apa?’’Tanya Reyhan.


‘’Aku juga memikirkan hal yang sama.’’Kata Mei malu.


‘’Begitu yah!’’Reyhan tersenyum ternyata bukan hanya dia saja


yang berpikir seperti itu.


‘’Hm.’’Balas Mei.


Setelahnya tidak ada lagi percakan di antara mereka sampai


mereka sampa di rumah Mei.


‘’Astaga…kok cepat bangat sampainya.’’Keluh Reyhan.


‘’Iyah.’’Kata Mei.


‘’Aku berharap kalau kamu itu tinggalnya lebih jauh


lagi.’’Kata Reyhan.


‘’Kalau perlu sampai tiga hari kemudian agar bisa lebih lama


lagi aku bersama mu.’’Lanjutnya.


‘’Itu sih kejauhan.’’Kata Mei.


‘’Benar juga.’’Balas Reyhan.


‘’Apa kamu mau mencoba pengering di rumah ku.’’Kata Mei yang


melihat pundak Reyhan yang basah karna hujan.


‘’Hah?’’Kata Reyhan bingung.


‘’Maksud ku,karna baju mu basah apa mau di keringkan dulu

__ADS_1


sebelum pergi.’’Kata Mei menjelaskan.


‘’Oh!’’Reyhan melihat ke pundaknya yang memang benar basah.


‘’Boleh ,kalau tidak merepotkan mu.’’Kata Reyhan.


‘’Tidak,ayo masuk.’’Ajak Mei.


Reyhan melepaskan baju dan jaket agar bisa Mei memasukkannya


ke dalam mesin pengering.


Selagi menunggu bajunya kering Reyhan menunggu di kamar Mei.


Suasana di dalam kamar sangat canggung lebih canggung dari saat Mei masuk ke


kamar Reyhan.


Suara ritikan hujan di luar tidak bisa menghentikan suasana


yang janggung dan hening di dalam kamar.


‘’Maaf,di sini tidak ada pakaian ganti yang seukuran dengan


mu.’’Kata Mei yang duduk membelakangi Reyhan,mereka duduk saling membelakangi


satu sama lain.


‘’Ya,tidak apa apa aku juga tidak kedinginan


kok,hahaha.’’Reyhan tertawa agar suasana yang janggung ini mencair.


‘’Malahan aku berkeringat.’’ Lanjutnya yang merona  merah sampai ke leher.


‘’Leher mu merah tuh.’’Kata Mei saat di berbalik.


‘’Kau juga,muka mu memerah.’’Kata Reyhan yang juga ikut


berbalik.


‘’Teima kasih karna sudah menjaga gelang itu dengan


baik.’’Kata Reyhan sabil melihat gelang di tangan Mei.


‘’Tentu saja,aku akan menjaganya.’’Kata Mei,Reyhan tersenyum


lalu mengambil sebuah kotak kecil yang ada di sakunya yang tadi dia beli.


‘’Ini.’’Reyhan memberikannya pada Mei.


‘’Apa ini?’’Tanya Mei mengambil kotak yang ada di tangan


Reyhan.


‘’Buka lah,kali ini tidak akan putus lagi.’’Kata Reyhan.


Mei membuka kotak yang di berikan Reyhan,dia terkejut saat


tahu apa yang ada di dalam kotak.


‘’Oh,inikan..’’Kata Mei senang.


‘’Itu cincin pasangan…aku membeli cincin pasangan agar tidak


Saat membelinya pun dia sedikit ragu dan malu .


‘’Jadi masing masing dari kita punya satu.’’Kata Mei.


‘’Iyah.’’Kata Reyhan


‘’Mei kenapa kamu tidak pernah memanggil aku dengan Rey


lagi.’’Tanya Reyhan.


‘’Aku suka saat kamu memanggil ku Rey.’’Lanjutnya.


‘’Seperti waktu itu.’’Tambahnya.


‘’Em,itu aku malu untuk mengatakannya dan untk waktu itu aku


reflek aja.’’Kata Mei yang tersipu malu.


‘’Coba  kamu memanggil


ku Rey.’’Kata Reyhan.


‘’Re..Rey.’’Kata Mei gugup wajahnya semakin merona.


‘’Maaf.’’Reyhan tiba tiba mendekat lalu merangkul Mei.


‘’Bisakah kita seperti ini dulu.’’Kata Reyhan.


‘’Aku selalu ingin kita seperti ini.’’Lanjutnya.


‘’Hm.’’Mei menganggukkan kepalanya.


‘’Aku suka aroma tubuh mu,Rey.’’Kata Mei yang mencium rakus


aroma tubuh Reyhan.


Wajah Reyhan memerah seperti kepiting rebus saat Mei


mengatakan itu,lalu Reyhan mendorong Mei hingga Mei berbaring di bawah Reyhan.


Reyhan mendekatkan wajahnya pada Mei saat kedua bibir mereka


akan bertemu satu sama lain terdengar ketukan pintu membuat mereka gelagapan.


‘’As’salami alaikun,ibu pulang.’’Kata Sarah memasuki


rumah,dia tidak menyadari kalau ada tambahan sepatu di depan rumahnya.


‘’Mei,kamu sudah pulang nak?’’Tanya Sarah yang akan membuka


pintu kamar anaknya.


ckeklek


‘’Bisa bantu ibu memasak makan mal….’’Sarah menutup mulutnya


terkejut melihat ada seorang laki laki yang tak mengenakan baju di dalam kamar


anak gadis yang sedang berbaring di kasur.

__ADS_1


‘’Kamu siapa?’’Tanya Sarah.


‘’Itu..saya….’’Reyhan mengaruk leher belakangnya karna gugup.


‘’Ayo ke ruang tamu dulu kita bicara.’’Ajak Sarah.


‘’Mei bangun dulu.’’Lanjutnya.


‘’Iyah bu.’’Jawab Mei.


Mereka pergi ke ruang tamu,Mei yang merasa kasihan pada


Reyhan dia melangkah ke kamar mandi dulu melihat baju Reyhan.


Di rasa sudah kering Mei mengambil bajunya dan menyerahkannya


pada Reyhan,Reyhan pun segeramemakai bajunya karna merasa tak enak di depan ibu


nya.


‘’Jadi?’’Tanya Sarah.


‘’Begini buk,baju Reyhan basah sehabis mengatar ku pulang


karna tak enak telah membuat bajunya basah aku memintanya untuk mengeringkan


bajunya dulu sebelum pulang.’’Kata Mei menjelaskan kejadian sebenarnya.


‘’Begitu yah,maaf yah ibu telah berburuk sangka pada


kalian.’’Kata Sarah dia percaya anaknya tidak akan melakukan hal buruk.


‘’Tidak,aku lah yang seharusnya meminta maaf pada anda.’’Kata


Reyhan.


‘’Wajar saja anda mencurigai saya karna penampilan saya yang


kurang sopan.’’Lanjutnya.


‘’Tidak apa apa.’’Kata Sarah.


‘’Em tidak,saya benar benar minta maaf.’’Kata Reyhan yang


mebungkukan kepalanya.


‘’Sudahlah jangan minta maaf terus,saya jadi tidak


enak.’’Kata Sarah.


‘’Jadi,kamu ini siapanya Mei?’’Tanya Sarah penasaran.


‘’Apa kamu pacarnya Mei.’’Kata Sarah senang,Reyhan dan Mei langsung


merona karna di goda Sarah.


‘’Iyah.’’Jawab Reyhan jujur.


‘’Maaf.’’Lanjutnya.


‘’Mei,sepertinya pacar mu tidak nyaman tuh.’’Godanya pada


Mei.


‘’Sudahlah bu,jangan menggoda kami terus.’’Kata Mei sebal.


‘’Hahaha ,maaf yah Mei itu kalau di rumah seperti itu.’’Kata


Sarah .


‘’Kamu jangan heran yah kalau di sekolah berbeda.’’Lanjutnya


menggoda Mei.


‘’Ibu..’’Rengek Mei.


‘’Tidak,kok Mei itu…wanita yang kuat dan menawan.’’Kata


Reyhan membuat Mei semakin memerah karna ucapan Reyhan.


‘’Aku sangat menghormatinya,karna Mei itu tidak pernah


terpengaruhi oleh teman teman yang lain.’’Kata Reyhan.


‘’Dia itu tidakyakin pada dirinya sendiri,tapi dia masih


memikirkan orang lain dia gadis yang luar biasa.’’ Reyhan menoleh pada Mei yang


menatapnya.


‘’Kamu terlalu berlebihan.’’Kata Sarah yang senang karna ada


yang mengerti anaknya.


‘’Tapi dia sudah dari kecil seperti ini ku kira hanya aku dan


suami ku yang mengenal Mei.’’Lanjutnya.


‘’Aku senang ada orang lain yang mengerti Mei.’’Tambhanya


sambil mengusapa air matanya.


‘’Ibu.’’Kata Mei terharu.


‘’Tolong jaga Mei untuk kedepannya yah.’’Pinta Sarah.


‘’Baik saya janji akan menjaga Mei dan tidak akan


menyakitinya.’’Kata Reyhan berjanji pada ibunya Mei.


‘’Reyhan.’’Kata Mei menatapnya terharu.


Setelah hujan reda Reyhan berpamitan pada ibunya Mei,Mei pun


mengantar Reyhan ke luar.


‘’Terima kasih,aku belum pernah melihat ibu ku selega


itu.’’Kata Mei.


‘’Terima kasih,Rey.’’ Lanjutnya tersenyum manis.


‘’Mei.’’Reyhan memeluk Mei erat ,dia sangat menyukai hangatan

__ADS_1


yang Mei berikan.


__ADS_2