Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
21


__ADS_3

 ‘’Rencana apa yang akan kau lakukan ,Reyhan.’’Tanya Indra.


‘’Tidak mungkinkan kau hanya akan memukulnya sekali.’’Lanjutnya.


‘’Kapan kau akan memberi dia pelajaran.’’Saut Hendri.


‘’Aku sudah tidak sabar,tangan ku sudah gatal.’’Tambahnya


sambil meremat tangannya.


‘’Tenang saja,aku akan mengajak kalian dalam permainan.’’Kata


Reyhan.


‘’Apa yang sedang kalian bicarakan?’’Tanya Sena tak mengerti.


Setelah pulang sekolah Reyhan,Indra,Hendri dan Sena pergi ke


kafe atas usulan Indra katanya untuk menghabiskan waktu berkualitas antar cowok.


‘’Bukan apa apa,hanya sedang membahas game


saja,iyahkan.’’Kata Indra sambil melirik ke Reyhan dan Hendri.


‘’Bukannya kita sedang membicarakan tentang menghajar si


Fildan yah.’’Kata Hendri


‘’Maksudnya?’’Tanya Sena bingung.


Sena dan Reyhan baru berteman saat masuk SMA jadi dia tidak


tahu kehidupan SMP Reyhan yang bandel.


Karna Reyhan yang sekarang jauh berbeda dari saat SMP,yang


dia tahu adalah Reyhan yang baik ,ramah dan suka menolong teman. Dia tidak tahu


kalau Reyhan pernah membentuk geng bersama indra dan Hendri dan suka tawuran.


‘’Untuk apa kalian menghajar Fildan.’’Lanjutnya.


‘’Tentu saja karna dia telah menyiram air ke Mei,apa


lagi.’’Jawab Hendri santai tanpa menyadari sedari tadi Indra menatapnya tajam.


‘’Lalu kenapa Indra tadi mengatakan membahas game


saja.’’Tanya Sena yang marah karna merasa di bohongi.


‘’Mana aku tahu tanyakan saja ke orangnya.’’Kata Hendri .


Plak.


‘’Dasar bodoh.’’Kata Indra memukul kepala Hendri.


‘’Aw,apa apaan sih kenapa kepala ku di pukul,sakit tahu.’’Kata


Hendri kesal sambil mengusap –usap kelapanya.


‘’Ku pikir selama ini kita teman.’’Kata Sena marah.


‘’Tapi sepertinya hanya aku yang menggapnya seperti


itu.’’Sena beranjak dari kursi.


‘’Kalau gitu lanjutkan saja pembahasan game kalian


.’’Lanjutnya lalu pergi meninggalkan mereka karna merasa tidak dianggap oleh


mereka.


‘’Sena tunggu.’’Reyhan mengejar Sena.


‘’Bukan begitu,aku benar benar menganggap mu sebagai teman


ku.’’Kata Reyhan.


‘’Sudahlah Reyhan.’’Kata Sena,dia sudah kecewa terhadap


Reyhan.


‘’Tidak perlu kau paksakan berteman dengan ku kalau kau tak ingin.’’Kata


Sena pergi menghiraukan panggilan Reyhan.


‘’Kau sih,jadi gini kan.’’Kata Indra menyalahkan Hendri.


‘’Kenapa kau menyalahkan ku?’’Kata Hendri tak terima di


salahkan.


‘’Kau yang mulai duluan membahas soal itu.’’Lanjutnya.


‘’Tapi kan sudah aku nyangkalnya.’’Bela indra tak mau kalah.


‘’Bagaimana?’’Tanya Indra saat Reyhan sudah kembali.


‘’Sena benar benar marah pada kita.’’Jawab Reyhan.


‘’Dia bahkan berpikir aku berteman dengannya hanya karna terpaksa.’’Tambahnya


‘’Maaf yah Reyhan,karna ke cerobohan ku jadi seperti


ini.’’Kata Hendri merasa bersalah.


‘’Ini salah ku karna ceroboh membahas soal itu di depan


Sena,hingga dia salah paham.’’Kata Indra.

__ADS_1


‘’Ini bukan salah siapa siapa.’’Kata Reyhan.


‘’Sepintar pintar kita menyembunyikan bangkai pasti tercium


juga.’’Lanjutnya.


‘’Kurasa Sena memang harus tahu juga tentang ini,bagaimana


pun aku sudah menganggapnya teman baik ku.’’Tambahnya.


‘’Aku pulang duluan,jangan di pikir kan .’’Kata Reyhan ,dia


menepuk bahu Hendri dan Indra.


Setelah Reyhan pergi Indra dan Hendri pun ikut pergi mereka


sudah tidak bernafsu untuk melakukan apa pun.


Reyhan yang masih kepikiran dengan kejadian tadi sore, dia


juga sudah mencoba menghubungi Sena tapi selalu di rijek bahkan nomernya di


blokir oleh Sena.


‘’Sebaiknya aku pergi keluar untuk menjernihkan


pikiran.’’Kata Reyhan,dia mengambil jaket dan kunci motornya lalu keluar dari


kamar.


‘’Nagi kakak mau pergi cari angin dulu yah.’’Teriak Reyhan


lalu keluar dari rumah.


‘’Iyah,jangan malam malam.’’Kata Nagita adik Reyhan.


‘’Angin di cariin nanti masuk angin baru tahu rasa.’’Kata


Nagita.


‘’Kenapa cemberut begitu.’’Kata Dimas kakak pertama Reyhan


dan Nagita.


‘’Kakak Daichi!kapan kakak pulang kok aku tidak mendengar


kakak masuk.’’Tanya Nagita.


‘’Baru saja, saat Reyhan pergi.’’Dimas duduk di samping


Nagita.


‘’Dan juga sudah kakak bilang jangan panggil kakak dengan


nama Daichi nama kakak kan Dimas.’’Tegur Dimas.


Nagita sambil tersenyum.


‘’Karna kakak mirip dengan karakter favorit aku.’’Lanjutnya.


‘’Hah….terserah kamu sajalah!kakak mau mandi, gerah.’’Dimas


beranjak dari sofa dan pergi kekamarnya.


……


‘’Hai.’’Kata Reyhan yang berdiri di samping Mei yang baru


keluar dari kafe.


‘’Ahhhh.’’Mei yang terkejut dengan kedatangan Reyhan.


‘’Tak bisakah kau datang dengan biasa saja,enggak usah


mengagetkan ku.’’Kata Mei kesal.


‘’Maaf.’’Kata Reyhan.


‘’Apa setelah ini kamu mau langsung pulang?’’Tanyanya lagi.


‘’Iyah.’’Jawab Mei singkat.


‘’Bisa ikut aku sebentar.’’Pinta Reyhan.


‘’Kemana?’’Tanya Mei.


‘’Ayo.’’Reyhan mengenggam tangan Mei dan membawanya menaiki


motornya.


Reyhan membawa Mei ke taman setelah memarkirkan motornya


Reyhan menuntun Mei ke bangku dekat air mancur.


‘’Untuk apa kita ke taman.’’Tanya Mei yang sudah duduk sambil


melihat keindahan taman di malam hari.


Tiba tiba Reyhan menyandarkan kepalanya di bahu Mei


membuatnya tersentak kaget.


‘’Bisa kita seperti ini sebentar.’’Pinta Reyhan ,dia tahu Mei


terkejut tadi.


‘’Hm.’’Mei membiarkan Reyhan bersandar padanya.


‘’Apa ada masalah?’’Tanya Mei setelah agak lama,dia mengusap

__ADS_1


rambut Reyhan.


‘Ah…lembut sekali rambutnya.’Pikit Mei.


‘Ehhhh,apa yang sedang aku lakukan.’Lanjutnya dan menarik


kembali tangan yang mengusap rambut Reyhan.


‘’Kenapa berhenti?’’Kata Reyhan.


‘’Aku suka itu,bisa lakukan lagi.’’Lanjut Reyhan.


‘’B-baik.’’Kata Mei gugup.


‘’Mei apa yang harus aku lakukan.’’Kata Reyhan.


‘’Memang ada apa?’’Tanya Mei.


‘’Sena marah pada ku karna merasa aku tidak benar benar


menganggapnya teman.’’Kata Reyhan sendu.


‘’Dia pikir aku membohonginya.’’Lanjutnya.


‘’Aku tidak bermaksud untuk merahasiakan masa lalu ku padanya


hanya saja ,aku tidak mau mengingatnya.’’Lanjutnya,dia sangat nyaman bersandar


pada Mei dan sangat menikmati elusan tangan Mei.


‘’Kenapa Sena marah pada mu dan menyangka kalau kau tak


menganggapnya teman.’’Tanya Mei.


‘’Hendri kelepasan bicara yang di sangkal Indra,jadi dia


berpikir kami membohonginya.’’Jawab Reyhan sendu.


‘’Memang apa yang di sangkal Indra.’’Kata Mei.


‘’Kamu tahu kan kalau aku pernah membentuk geng dengan Indra


dan Hendri meski kami sudah tidak melakukannya lagi tapi….’’Jeda Reyhan.


‘’Tapi terkadang Hendri dan Indra suka bermain main.’’Kata


Reyhan.


‘’Apa kau juga?’’Tanya Mei.


‘’Tidak,kecuali kalau orang yang berharga untuk ku di ganggu


aku akan bertindak.’’Kata Reyhan sambil menggelengkan kepalanya.


‘’Menurut ku sebaiknya kau bicara jujur pada Sena.’’Kata Mei.


‘’Aku yakin Sena bakalan mengerti dia kan orangnya baik dan


mudah berteman.’’Lanjutnya.


‘’Kurasa kamu benar aku juga tidak mau kehilangan teman lagi.’’Kata


Reyhan tersenyum.


Dia sudah merasa lebih baik dari tadi sore ,hatinya jadi


lebih lega setelah bertemu dengan Mei.


‘Ternyata bertemu dengan Mei adalah pilihan yang tapat.’Batin


Reyhan senang.


‘’Apa sekarang sudah lebih baik?’’Tanya Mei.


‘’Em,sudah! Aku sudah merasa lebih baik.’’Jawab Reyhan.


‘’Kalau gitu ayo antar aku pulang.’’Mei berdiri.


‘’Ibu ku pasti cemas karna aku belum pulang.’’Lanjutnya.


‘’Tidak bisakah kita lebih lama lagi,kita kan jarang


kencan.’’Kata Reyhan.


‘’Tidak! Kalau kau tidak mau mengantar,aku bisa pulang


sendiri.’’Kata Mei lalu melangkah pergi.


‘’Oke aku akan mengantar mu.’’Reyhan memegang tangan Mei


mencegah dia pergi sendiri.


‘’Ayo tapi kita beli sesuatu dulu yah.’’Kata Reyhan.


‘’Hm.’’Balas Mei.


Mereka pun ke parkiran mengambil motor dan pergi meninggalkan


taman,mereka pergi  menuju ke suatu


tempat untuk memberi sesuatu.


‘’Martabak.’’Tanya Mei heran.


Tadi Reyhan bilang mau beli sesuatu dulu sebelum pergi dan


bertanya apa yang di sukai ibunya.


‘’Iyah,untuk ibu.’’Kata Reyhan.

__ADS_1


__ADS_2