Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
41


__ADS_3

‘’Apa kabar? Ini aku Septian!’’Tunjuknya membuat Reyhan,Indra


dan Hendri terkejut.


‘’A-ahh.’’Mulut Reyhan kaku ,dia masih tidak percaya teman


yang sudah dia anggap ssebagai sahabat yang dulu pergi sekarang ada di


hadapannya dengan tampilan yang berbeda.


Septian melilik ka samping Reyhan dimana Mei duduk dengan


tatapan heran dan bingung.tak sengaja dia melihat ‘kunci cinta’ tergantung di


ponsel Reyhan yang dia genggam dan ada nama Mei yang di tulis Hendri  di sana.


‘’Oh rupanya pacar mu adalah Reyhan.’’Kata Septian yang


membuat mereka kebingungan.


‘’Kau anak nakal,sedang apa di sana,kemari’’Teriak seorang


wanita paruh baya,dia kesal Septian pergi begitu saja.


‘’Kita harus ke kantor kepala sekolah sekarang.’’Teriaknya


lagi.


‘’Iya,tunggu.’’Jawab Septian.


‘’Senang bertemu dengn kalian,sampai jumpa.’’Septian


melambaikan tangannya lalu beranjak pergi menuju wanita paruh baya yang


berteriak tadi.


‘’Itu beneran Septian kan?’’Tanya Ayumi setelah Septian


pergi.


‘’Kaya sih iyah.’’Jawab Indra.


‘’Tapi kenapa penampilannya berubah jadi begitu.’’Lanjutnya.


‘’Siapa?’’Tanya Anggun.


‘’Dia itu adalah teman kami waktu SMP .’’Jawab Ayumi.


‘’Waktu kelas VII aku satu kelas dengannya.’’Lanjutnya.


‘’Apa dia orang yang kau ceritakan Reyhan?’’Tanya Sena.


‘’Iyah,tapi sekarang penampilannya sudah berubah.’’Jawab


Reyhan.


‘’Sepertinya kau mengenalnya ,Mei.’’Tanya Hendri pada Mei.


‘’Beberapa hari ini dia selalu mampir ke kafe membeli ayam


geprek .’’Kata Mei.


‘’Aku tidak tahu kalau dia itu teman kalian.’’Lanjutnya.


‘’Hem.’’Reyhan hanya tersenyum.


Mereka melanjutkan kembali kegiatan mereka yang tertunda


karna kedatangn tamu yang membuat mereka terkejut.


Dan dari kedatangan Septian Reyhan hanya diam saja tak


menggubris celotehan teman temannya.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi semua murid berbondong bondong


keluar kelas ,begitu pun Reyhan dia mengandeng tangan Mei pergi menuju


parkiran.


Setelah ke duanya naik ,Reyhan lansung menjalankan motornya


pergi meninggalkan sekolah menuju kafe tempat Mei bekerja.


‘’Rey.’’Mei memanggil Reyhan setelah turun dari motor.


‘’Rey.’’Panggilnya lagi tapi Reyhan tak bergeming.


‘’REYHAN.!!’’Mei berteriak karna kesal dan khawatir tadi saja


di lampu mereh mereka di tegur dan di marahi karna tak segera jalan padahal


lampu sudah berwarna hijau.


‘’Ah…iyah ada apa Mei? Kamu mau ke kafe sekarang?’’Tanya


Reyhan linglung.


‘’Kita sudah sampai di kafe.’’Kata Mei tambah khawatir.


‘’Eh,benarkah? Sejak kapan?’’Reyhan melilik sekitar dan benar


mereka memang sudah sampai.


‘’Kamu kenapa,ada masalah?’’Tanya Mei khawatir.

__ADS_1


‘’Aku perhatiin kamu diam aja dari tadi,kalau memang kamu


sedang ada masalh cerita sama aku.’’Tambahnya.


‘’Enggak apa apa ,aku enggak ada masalah mungkin aku terlalu


lelah karna kemarin aku begadang.’’Kata Reyhan berbohong dia tidak mau membuat


Mei tambah cemas.


‘’Begitu yah.’’Kata Mei menerima alasan Reyhan meski dia


tidak mempercayainya.


‘’Aku pulang dulu,semangat kerjanya.’’Kata Reyhan lalu


mengusap rambut Mei.


Mei tersenyum saraya menganggukan kepala,Reyhan menyalakan


mesin motornya lalu pergi meninggalkan Mei.


Senyuman yang tadi di bibir Mei luntur setelah Reyhan pergi


Mei menatap nanar punggung Reyhan yang semakin menjauh.


‘’Apa hanya aku yang mulai mempercayai diri mu Rey.’’Kata Mei


sendu.


‘’Apa kamu tidak mempercayai aku atau hanya aku saja yang


berpikir selama ini bahwa kamu memperyacai ku.’’Lanjutnya.


Lalu dia beranjak masuk ke kafe pas masuk Mei di kejutkan


Septian yang berteriak pada nya.


‘’Halo senpai,sesuai perkataan ku,  aku sudah pindah dan masuk sekolah.’’Teriaknya


di depan meja kasir.


‘’Astaga!’’Mei mengusap usap dadanya,dia benar benar


terkejut.


‘’Senpai.’’Gumam Mei tak mengerti.


‘’Berisik bocah prehokit.’’ Kata Rani kesal,hampir dia


mengopol akibat teriakaan Septian, dia sudah menahannya pipis dari tadi.


‘’Mei gantikan aku,aku sudah tidak tahan.’’Kata Rani yang


Mei dan Septian melongo melihat Rani yang lalri sambil


berteriak,Mei meletakan tasnya dan melayani Septian.


‘’Eh,senpai prehokit itu apa?’’Tanya Septian penasaran saat


Rani bilang begitu padanya.


‘’Mana aku tahu,dan berhenti memanggil ku senpai.’’Kata Mei.


‘’Aku kan bukan senpai mu.’’Tambahnya.


‘’Lho ,bukannya kau itu senior ku itu berarti kau adalah


senpai ku.’’Kata Septian.


‘’Karna aku masuk di akhir semester dan sebentar lagi ujian


jagi aku masuk ke kelas 10 bukan 11.’’Jelas Septian.


‘’Kenapa tidak masuk ke kelas 11 saja.’’Tanya Mei seraya


memasukan makanan yang telah di pesan Septian.


‘’Dari pada malu tidak bisa naik kelas kan lebih baik jadi


adik kelas.’’Jawabnya tak jelas.


‘’Terserah.’’Kata Mei yang tak mau ambil pusing.


‘’Nih semuanya Rp.57.000 ribu.’’Mei menyerahkan bungkusan.


‘’Terima kasih.’’Septian menerimanya dan memberi uangnya.


‘’Sebenarnya aku kambali lagi kemari itu ingin membalaskan


dendam ku.’’Kata Septian,Mei tersentak dan berhenti saat sedang menghitung uang


kembalian.


‘’Balas dendam.’’Kata Mei.


‘Pada siapa? Reyhan? Apa ini yang membuat Reyhan terdiam dari


tadi.’Pikir Mei cemas.


‘’Iyah,pada mereka yang pernah membully ku dulu.’’Jawab


Septian.


‘’Bukan pada Reyhan.’’Kata Mei,dia langsung mendekap mulutnya

__ADS_1


karna keceplosan.


‘Astaga pake keceplosan segara sih.’Batin Mei.


‘’Untuk apa aku balas dendam pada Reyhan?’’Tanya Septian


bingung.


‘’Aku tidak punya dendam padanya.’’Lanjutnya.


‘’Kau tidak marah ,bukankah alasan kau di bully itu karna


Reyhan.’’Tanya Mei penasaran.


‘’Hahaha,apa Reyhan cerita kalau aku di bully itu karnanya.’’Tanya


Septian,Mei mengangguk.


‘’Tidak,tidak bukan karna dia tapi karna sesuatu hal lain.’’Kata


Septian.


‘’Syukurlah.’’Gumam Mei


‘’Tapi apa kah akan berubah kalau kau membalas mereka?’’Tanya


Mei.


‘’Mereka yang suka membulli tidak pernah tahu rasa sakit di


bully ,aku hanya ingin memberi tahu mereka bagaimana perasan ku saat di bully


mereka dulu.’’Kata Septian.


‘’Hanya itu yang ingin aku lakukan,apakah nantinya dia akan


berubah atau tidak aku tidak perduli.’’Lanjutnya.


‘’Aku juga pernah merasakan sakit hati, saat seorang yang aku


anggap teman baik menusuk ku dari belakang dan aku berpikir untuk tidak


berteman lagi jika artinya hanya untuk dijadikan alat saat mereka terpojok.’’


Mei menunduk mengingat hal yang terjadi padanya dulu.


Septian tersentak mendengar ucapan Mei,dia mungkin tidak


dikhiatai temannya dan hanya di ganggu saja. Tapi dia tahu sakitnya pasti dua


kali lipat dari apa yang dia rasakan.


Kepercayaan bukanlah sesuatu yang mudah di kembalikan saat


kepercayaan itu sudah hilang. Kepercayaan lebih rapuh dari sebuah kaca dan bila


kaca pecah seberapa keras kita memperbaikinya akan selalu telihat retakannya


bahkan satu sentuhan kecil saja bisa membuatnya pecah kembali.


‘’Tapi sekarang aku mulai memberanikan diri untuk berteman


lagi dan mulai mempercayai mereka.’’Kata Mei.


‘Meski pun masih ada ketakutan di hati ku kalau mereka


menjauh lagi saat aku sudah terbiasa dengan kehadiran mereka.’Kata Mei dalam


hati.


‘’Walau aku membutuhkan waktu lama untuk menerima mereka di


dekat ku.’’Lanjutnya.


‘’Aku mulai menikmati saat saat bersama mereka dan mulai


melupakan kejadian dulu.’’Kata Mei.


‘Walau tak sepenuhnya.’Batin Mei.


‘’Kita tak harus membalas mereka yang menyakiti kita dengan


cara yang sama.’’Kata Mei.


‘’Aku mungkin tidak akan seperti diri mu,aku hanya akan


melakukannya lewat kekarasan.’’Kata Septian.


‘’Sampai jumpa.’’Septian pergi meninggalkan kafe.


Saat dia mendengar ucapan Mei hatinya membenarkan tapi dia


teringat bagaimana mereka menyiksanya,melecehkannya bahkan mereka membubuhkan


kuntung rokok di tubuhnya,tanyanya terkepal rasa sakit dari bara api rokok


masih dia ingat sampai sekarang.


‘’Aku akan membalas mereka dan memberitahu bagaimana perasaan


yang aku rasakan dulu.’’Kata Septian bertekad.


‘’Akan aku perlihatkan kalau aku bukan aku yang dulu yang


mudah di tindas.’’lanjutnya mengepalkan tangannya erat.

__ADS_1


__ADS_2