
Mei berdiri di depan gedung pencakar langit dengan pandangan
bingung.
Dia melihat kembali pesan yang yang Reyhan kirim padanya
semalam ,untuk memastikan apa dia berada di alamat yang tepat.
‘’Alamatnya sih bener tapi….’’ Mei celingukan .
‘’Inikan gedung apartemen bukan rumah.’’Lanjutnya.
‘’Mei!’’Panggil Reyhan,dia datang menghampiri Mei yang sedang
kebingungan.
‘’Aku kira kamu tidak akan datang.’’Lanjutnya tersenyum
senang karna kekasihnya berkunjung.
‘’Ayo masuk.’’Reyhan menggandeng tangan Mei memasuki lobi.
Mereka naik ke lantai 10, sesampainya di depan pintu
apartemen keluarga Reyhan pintunya tiba tiba di buka oleh seorang gadis.
‘’Kakak darimana saja sih ,lama bangat.’’Keluh gadis itu
sambil menggendong seekor anak anjing.
‘’Putih sudah kelaparan dari tadi tahu.’’Lanjutnya yang tak
menyadari kehadiran Mei di samping Reyhan.
‘’Ah,maaf…maaf,tadi kakak membeli kue dulu.’’Kata Reyhan
menyesal.
‘’Maaf yah putih.’’Reyhan mengelus kepala putih.
‘’Siapa dia?’’Tunjuknya saat melihat Mei.
‘’Oh,kenalkan Nagi dia Mei dan Mei dia adik ku namanya
Nagi.’’Kata Reyhan memperkenalkan mereka.
‘’Hallo.’’Mei menundukan kepalanya sedikit.
‘’Pacar kakak.’’Nagi menatap Mei sinis.
‘’Cih,mengecewakan! Apa kakak tidak bisa mencari yang lebih
cantik.’’Kata Nagi,Mei menundukkan kepalanya.
‘’Nagi jangan bicara seperti itu.’’Reyhan memperingatkan
Nagi.
‘’Cepet Minta maaf.’’Lanjutnya dengan sedikit keras.
‘’Hmp.’’Nagi mendengaus dan menutup pintunya dengan kasar,
membuat Mei terkejut.
Blamm
‘’Nagi….’’Tegur Reyhan.
‘’Maaf yah Mei,Nagi memang begitu pada orang yang baru dia
kenal tapi sebenarnya dia anaknya baik kok.’’Kata Reyhan dia merasa bersalah
atas sikap Nagi tadi.
‘’Em tidak apa apa,lagian Nagi memang benar.’’Kata Mei.
‘’Hei jangan begitu,kamu itu cantik dan bagi ku kamu yang
paling cantik,setelah mama dan Nagi.’’reyhan memegang bahu Mei lalu mendekat,
mencium dahinya lembut.
‘’A-apa yang kamu lakukan.’’Mei yang terkejut mendorong tubuh
Reyhan, wajahnya memerah semerah tomat matang.
‘’Hahaha.’’Reyhan tertawa melihat wajahnya yang merah.
‘’Udah yuk masuk.’’Reyhan menuntun Mei menuju ke kamarnya.
‘Eh …bagaimana ini?.’Batin Mei yang masih termenung di ambang
pintu kamar.
‘Ini pertama kalinya aku masuk ke kamar laki laki.’Lanjutnya
yang mulai berpikir kemana mana.
‘’Hayo,apa yang sedang kamu pikirkan.’’Kata Reyhan sambil
memeluk Mei dari belakang.
‘’Jangan jangan ,kamu sedang berpikir yang aneh aneh
yah.’’Goda nya.
‘’Ti-tidak,aku tidak be-berfikir aneh.’’Jawabnya Mei gugup.
‘’Benarkah?’’Tanya Reyhan.
‘’Benar.’’Kata Mei.
‘’Haahaha….Tenang saja aku tidak akan macam macam
kok.’’Reyhan melepaskan Mei lalu masuk duluan ke dalam kamar lalu duduk di sofa
tidak jauh dari pintu.
‘’Sini duduk.’’Reyhan menepuk sofa.
‘’Huuu.’’Mei menghembuskan nafasnya menenangkan dirininya.
__ADS_1
Mei melangkahkan kakinya menghampiri Reyhan namun kakinya tersandung
menyebabkan tubuhnya terjatuh ke dekapan Reyhan.
‘’Wah,ternyata kamu agresip juga yah.’’Reyhan kembali
menggoda Mei.
‘’Ma-maaf.’’Mei segera bangun namun Reyhan menariknya kembali
sehingga Mei duduk di pangkuannya dan memeluknya.
‘’A-apa yang kamu lakukan?’’ Tanya Mei gugup,dia tidak
terbiasa dengan sentuhan intim yang di lakukan Reyhan.
‘’Tidak ada.’’Jawab Reyhan dia menyusupka kepalanya ke
cengkuk leher Mei,menghirup aroma tubuh
Mei yang membuatnya tenang.
‘’Hem,aku bisa mencium bau tubuh mu.’’Kata Reyhan sambil
menyamankan posisinya.
‘’Pasti bau yah.’’Kata Mei.
‘’Tidak ! aku suka.’’Jawabnya.
‘Tangan Reyhan besar dan hangat.’Batin Mei yang memperhatikan
tangan Reyhan yang menggenggam tangannya.
‘’Mei kenapa kamu tidak memanggil ku dengan Rey lagi.’’Tanya
Reyhan.
‘’Itu…..aku malu.’’Jawab Mei pelan.
‘’Hmm apa? Aku tidak dengar…. Ahh….!’’Reyhan teringat kalau
dia belum menyajikan apa apa untuk Mei.
‘’Aku lupa memberi mu minum,Mei.’’Reyhan mengangkat kepalanya
dari cengkuk leher Mei.
‘’Maaf yah aku sampai lupa. Kamu pasti hauskan,mau minum
apa?’’Tanya Reyhan.
‘’Apa saja.’’Jawab Mei.
‘’Aku akan ambil minum dulu,anggap saja kamar sendiri.’’Kata
Reyhan tak lupa mengecup dahi Mei sebelum pergi.
‘’REYHAAANNNN!.’’Teriak Mei yang kesal.
Reyhan terkekeh mendengar teriakan Mei,saat akan membuatkan Mei
minuman ponsel Reyhan terdering.
‘’Aku dan Ayumi habis kencan ke taman hiburan.’’Kata Sena.
‘’Terus kenapa kau melaporkannya pada ku.’’Balas Reyhan.
‘’Bukan melapor,tapi Ayumi memberikan oleh oleh untuk Mei dan
sekarang kami akan pergi lagi menemui pamannya Ayumi.’’Jelas Sena.
‘’Terus apa hubungannya dengan ku.’’Tanya Reyhan.
‘’Tolong ambil oleh olehnya dan berikan pada Mei.’’Kata Sena.
‘’Apa harus sekarang, tidak bisakah besok saja di sekolah.’’Kata Reyhan.
‘’Tidak sekarang!.’’Kata Sena tegas.
‘’Hah baiklah aku ke sana.’’Kata Reyhan lalu mematikan
teleponnyanya.
‘’Menyusahkan saja,padahalkan aku juga sedang bersama
Mei.’’Keluh Reyhan.
‘’Sudahlah ,lebih baik aku segera mengambilnya.’’Reyhan
bergegas pergi.
‘’Kenapa Reyhan lama sekali. ’’Mei celingukan dengan gelisah.
‘’Aduh toilet dimana yah.’’Mei keluar kamar mencari Reyhan.
Tapi tidak sengaja berpapapasan dengan Nagi yang hendak
keluar kamar dengan mata merah.
‘’Kamu tidak apa apa?’’tanya Mei khawatir.
‘’Jangan sho perhatian pada ku.’’Kata Nagi sinis.
‘’Kak Reyhan tidak ada di sini jadi tidak ada gunanya kau
perhatian .’’Lanjutnya.
‘’Apa hubungannya dengan Reyhan ada di sini?’’Tanya Mei
bingung.
‘’Apa sekarang kalian menggunakan trik berpura pura
polos.’’Kata Nagi.
‘’Kalian? Maksudnya apa aku sungguh tidk mengerti perkataan
mu,Nagi.’’Mei benar benar bingung dan juga ini pertama kalinya dia menghadapi
hal ini.
__ADS_1
‘’Jangan pura pura tidak tahu kalian semuanya sama saja.’’Teriak
Nagi.
‘’Kalian hanya memanfaatkan aku untuk bisa lebih dekat dengan
kak Reyhan dan kak Daichi.’’Lanjutnya marah.
‘’Kalian baik pada ku
hanya untuk mengambil simpati mereka,kalian semua memuakan.’’Kata Nagi air
matanya mengalir lagi.
‘’Kau pun sama saja dengan mereka bahkan gara gara kau kak
Reyhan marah pada ku.’’Tambahnya,Mei akhirnya mengerti kenapa sikap Nagi
seperti itu panya tadi.
‘’Kau tahu,seseorang pernah bilang pada ku. Kalau di dunia
ini pasti masih ada yang bisa aku percayai dan mau menerima ku apa
adanya.’’Kata Mei lembut.
‘’Dia bahkan mengenalkan ku dengan beberapa orang yang baik
dan mau berteman dengan ku dan memukul orang yang mau memanfaatkan
ku.’’Lanjunya.
‘’Aku tidak akan percaya dengan ucapan mu,kau sama seperti
mereka munafik.’’Kata Nagi sinis.
‘’Memang benar ada banyak orang orang yang seperti itu ,
memanfaatkan orang lain demi kepentinganya dan keselamatannya tanpa berpikir
itu bisa memberi luka pada orang yang di manfaatkan.’’Kata Mei sendu.
‘’Aku juga pernah merasakannya dulu oleh teman ku
sendiri.’’Tambahnya.
‘’Kau juga pernah.’’Tanya Nagi.
‘’Iyah,saat aku kelas 3 SD masalahnya sih sepele tapi entah
kenapa jadi semakin besar dan membuat semua teman temanku menjelek jelekkan
ku.’’Mei menggaruk lehernya yang gatal.
‘’Dan sejak hari itu aku memutuskan untuk tidak pernah
berteman lagi hingga aku bertemu dengannya dan aku mulai membuka lagi hati ku
untuk mencari teman yang bisa aku ajak berbagi suka dan duka.’’Lanjunya.
‘’Apa itu adalah kakak ku?’’Tanya Nagi.
‘’Iyah,Reyhan orangnya.’’Jawab Mei.
‘’Aku tidak tahu seperti apa masalahmu tapi cobalah tanyakan
dan rasakan dengan hatimu untuk membedakan perlakuan yang orang lakukan untuk
mu apa itu tulus atau tidak.’’Kata Mei.
‘’Kenapa harus tanya pada hati.’’Kata Nagi.
‘’Karna hati tidak akan pernah berbohong dan dia selalu
memberitahu kita mana yang baik dan buruk untuk kita.’’Jawab Mei.
‘’Apa menurut mu akan ada yang benar benar tulus mau berteman
dengan ku bukan untuk mendekati kakak ku?’’Tanya Nagi.
‘’Pasti ada, hanya saja mungkin kamu belum menyadarinya karna
terlalu banyak serangga yang berdengung di dekatmu.’’Kata Mei.
‘’Hahaha kau menyamakan mereka dengan serangga.’’Nagi tertawa
mendengar perkataan Mei.
‘’Kamu cantik kalau tertawa.’’Kata Mei yang terpesona dengan
ke cantikan Nagi.
‘’Apa kau sedang menjilat ku agar aku merestui hubungan mu
dengan kakak ku?’’Kata Nagi sinis
‘’Ti-tidak aku tidak sedang menjilat mu.’’Jawab Mei gelisah
sambil menggerak gerak kan tangannya.
‘’Hahahaha aku hanya bercanda,tenang saja.’’kata Nagi.
‘’Ku pikir beneran.’’Mei meghela nafasnya.
‘’Ah…maaf Nagi aku mau bertanya.’’Kata Mei gelisah dan
merapatkan kakinya.
‘’Toilet ada dimana yah.’’Kata Mei yang baru mengingat tujuan
awalnya.
‘’Aku baru ingat mau ke toilet tapi aku tidak tahu dimana.’’Lanjutnya,pipinya
merona karna malu.
Nagi memberitahu letak toilet pada Mei,Mei langsung berlari
kecil karna sudah tidak tahan lagi.
‘’Hahahahahaha.’’ Setelah memberitahu toilrt pada Mai Nagi
__ADS_1
tertawa terbahak bahak melihat tingkah pacar kakaknya yang aneh atau unik .