Ajari Aku Untuk Percaya Lagi

Ajari Aku Untuk Percaya Lagi
11


__ADS_3

‘’Hah….aku seperti orang dugu saja.’’Kata Mei yang sedang


duduk di kursi kafe yang ada di luar dia sedang istirahat.


‘’Aku bisa menasehati orang lain tapi untuk diri ku sendiri  tidak bisa.’’Lanjutnya,dia masih kepikiran


kejadian tadi pagi yang membuat Sena dan Ayumi berakhir jadian.


Saat Mei menoleh kearah jalan dia melihat Reyhan dan gadis


yang bernama Alisa dan empat orang lainnya berjalan masuk ke tempat karaoke.


Reyhan dan Alisa terlihat bercanda dengan akrab mereka terlihat


sangat serasi,yang satu tampan dan yang satunya cantik seperti boneka. Jika


orang  melihat mereka pasti mengira kalau


mereka berdua adalah sepasang kekasih.


Entah kenapa Mei merasa kesal dan jengkel saat melihat ke


cocokan mereka berdua.


‘Aku ingin tahu apa Reyhan masih menyukainya?’Batin Mei saat


melihat  mereka sudah masuk.


‘Rasanya….aku sangat kesal’


‘Entah kenapa aku masih kesal saat teringat tentang ciuman


itu.’


‘Meski dia punya alasan mencuri ciuman pertama ku tanpa


bertanya lebih dulu’


‘Tapi apa dia juga akan melakukan hal yang sama padanya?’


‘Seperti tidak !kelihatannya dia begitu respek dan sangat


memperdulikannya.’Dadanya terasa sakit saat Reyhan lebih perduli pada Alisa dan


melindunginya.


‘’Kurasa dia juga sama saja dengan para lelaki yang cuman


memperlakukan semua gadis seperti main .’’Kata Mei pelan ,dia masuk kembali ke


kafe karna waktu istirahatnya sudah selesai.


‘’Hey ,Reyhan denger –denger kau sudah mencium semua cewek di


sekolah yah.’’Kata Alisa .


‘’Itu hanya omongan anak –anak saja.’’Kata Reyhan sambil


melahap makanannya.


‘’Tapi kenapa kau tidak mencium ku juga.’’Alisa melangkul


tangan Reyhan.


‘’Hm.’’Reyhan tidak menjawabnya.


‘’Bahkan anak yang bernama Mei Tachibana saja juga


mendapatkan ciuman mu,masa aku tidak.’’Kata Alisa dengan nada merajuk.


‘’Mei itu manis.’’Kata Reyhan dengan senyum manisnya yang


tulus.


Merki tak  ada yang


menyadarinya tapi senyuman yang di berikan untuk Mei adalah senyuman yang tulus


tidak seperti senyuman yang biasa Reyhan berikan pada yang lain.


‘’Hehe kau memang laki laki yang baik.’’Kata Alisa yang


menganggap ucapan Reyhan hanya kebaikan belaka.


‘’Mei memang gadis yang manis dan menarik.’’Kata Reyhan lagi


,dia tidak suka mendengar ucapan Alisa yang seolah olah apa yang dia ucapkan


itu hanya pujian palsu.


‘’Ne,bagaimana kalau kita pergi bersama?berdua saja.’’Kata


Alisa dengan manja dan menaruh tangan Reyhan di belahan dadanya.


‘’Bukannya waktu SMP kau menyukai ku.’’Lanjutnya tersenyum


manis.


‘’Jadi ayo kita pergi berdua.’’Kata Alisa.


‘’Maaf.’’Reyhan melepas tangannya.


‘’Aku harus pergi duluan,soalnya aku ada janji dengan Indra


dan Sena.’’Reyhan pamit dan berjalan keluar.


‘’Hah.’’Reyhan menghela nafas sambil melihat langit malam.

__ADS_1


‘’Mei sudah pulang belum ,yah.’’Kata Reyhan yang melihat ke


arah kafe yang berada di sebrang jalan.


‘’Kesana ah,siapa tahu Mei belum pulang.’’Reyhan melangkah


menyebrang jalan menuju ke kafe tempat Mei bekerja.


‘’Permisi.’’Reyhan masuk dan menghampiri kasir.


‘’Saya mau tanya,apa Mei sudah pulang?’’Tanya Reyhan pada


kasir itu yang bernama Rani.


‘’Mei,dia sudah pulang dari tadi.’’Kata Rani ,


‘’Begitu yah.’’Kata Reyhan kecewa.


‘’Kalau boleh tahu Mei itu selalu pulang jam berapa?’’Tanya


Reyhan agar dia bisa tepat waktu menjumput Mei.


‘’Biasanya, jam tujuh .’’Jawab Rani.


‘’Jam tujuh.’’Reyhan melihat jam di tangannya.


‘Inikan baru jam tujuh lewat lima menit kok Mei sudah pulang


dari tadi.’’Tanya Reyhan heran.


‘’Dia di suruh pulang lebih awal ,sepertinya dia sakit,


pipinya itu lebam dan dia sering terdiam jadi menejer menyuruhnya pulang untuk


istrirahat.’’Jelas Rani.


‘’Apa Mei sakit.’’Gumam Reyhan dengan cemas.


‘’Terima kasih karna telah memberitahu saya, permisi.’’Kata


Reyhan dengan senyum manis.


………….


‘’Wah….aku terlambat.’’Mei bergegas ke kamar mandi saat


melihat jam yang menunjukan enam lewat.


Setelah mandi dan memakai seragam Mei segera ke luar kamar


dengantergesa gesa.


‘’Mei kamu mau kemana?’’Tanya Sarah melihat Mei sedang


bersiap pergi .


‘’Ke sekolah bu, aku sudah terlambat.’’Kata Mei sambil


‘’Kamu mau apa ke sekolah pada hari minggu.’’Tanya Sarah yang


heran.


‘’Hari minggu.’’Tanya Mei


‘’Iyah ini kan hari minggu,kamu mau ngapain ke


sekolah.’’Tanya Sarah.


‘’Ada apa dengan mu sampai sampai lupa hari.’’Lanjutnya tapi


Mei diam saja tak menjawab pertanyaan Sarah.


‘’Lebih baik kita segera sarapan .’’Ajak Sarah pada Mei yang


masih bengong di pintu.


Mei berjalan menginkuti ibunya dan sarapan bersama, setelah


membantu ibunya membersihkan piring bekas sarapan mereka Mei kembali ke kamarnya.


Mei mengganti bajunya lalu membaringkan tubuhnya di kasur.


Beberapa hari ini dia sudah akrab dengan Ayumi dan Sena meski


tak seakrab dengan Ayumi.


Ayumi juga suka mengajaknya pergi ke toko kue ,game center


atau jalan jalan ke mol meski dia harus merasa tak nyaman dengan kemesraan


Ayumi dan Sena.


Dan Reyhan dia selalu mengikuti Mei kemana mana seperti anak


ayam meski awalnya risi tapi lama lama Mei sudah menerima ke beradaan Reyhan di


dekatnya.


‘’Sepertinya rambut ku sudah agak panjang.’’Kata Mei sembari


memainkan rambutnya.


‘’Apa aku potong saja yah ,mumpung hari minggu.’’Lanjutnya.


Mei mengambil tas memasukan dompet dan ponselnya serta


memakai topi.

__ADS_1


‘’Ibu Mei keluar sebentar yah.’’Pamit Mei pada ibunya.


‘’Mau kemana?’’Tanya Sarah.


‘’Potong rambut.’’Kata Mei.


‘’Ya sudah,hati –hati.’’Kata Sarah.


‘’Hem,as’salamu alai’kum.’’Setarah salam pada ibu Mei


pergi,saat membuka pintu Mei di kejutkan dengan ke hadiran Reyhan yang ada di


depan pintu.


‘’Aaaahhhhh.’’Jerit Mei.


‘’Hai Mei!selamat pagi.’’Sapa Reyhan dengan senyum manisnya.


Plak


‘’Hai pala mu,kau mau membuat ku jantungan.’’Mei memukul


kepala Reyhan.


‘’Maaf.’’Kata Reyhan mengusap kepalanya.


‘Pukulan Mei ternyata sakit juga,apa dia belajar beladiri?’Pikir


Reyhan.


‘’Mei ada apa?kenapa kamu menjerit.’’Teriak Sarah di dalam


rumah.


‘’Tidak ada apa –apa ibu ,cuma ada kucing lewat mengagetkan


Mei.’’Kata Mei.


‘’Dosa loh bohong pada orang tua.’’Kata Reyhan,Mei memelototinya.


‘’Ehem,Kamu mau pergi kemana?’’Tanya Reyhan melihat Mei yang


memelototinya untuk mengalihkan.


‘’Potong rambut.’’Jawab Mei dan pergi meninggalkan Reyhan.


‘’Aku ikut yah.’’Kata Reyhan yang sudah berada di sampingnya.


‘’Aku akan mengantar mu.’’Menawari tumpangan pada Mei.


‘’Tidak perlu.’’Tolak Mei.


‘’Lagian tempatnya tidak jauh dari sini ,aku mau jalan kaki


saja.’’Tambah Mei.


‘’Ya sudah aku akan menitipkan motor ku.’’Kata Reyhan.


‘’Ngapain menitipkan motor mu.’’Tanya Mei binggung.


‘’Tentu saja mau pergi dengan mu,kan tidak mungkin aku naik


motor kamu jalan kaki.’’Jawab Reyhan.


‘’Hah.’’Kata Mei.


‘’Ayo .’’Reyhan menggenggam tangan Mei setelah menitipkan


motornya.


‘’Tu-tunggu!Rey lepas kenapa kau menarik tangan ku.’’Kata


Mei.


‘’Lepaskan tanganku,aku bisa jalan sendiri.’’Lanjutnya.


‘’Tidak akan!karna hari ini adalah kencan pertama kita.’’Kata


Reyhan yang melihat Mei sambil tersenyum senang.


‘’Kencan?kita saja tidak pacaran bagaimana bisa


kencan.’’Tanya Mei heran .


‘’Kalau begitu,bagaimana kalau kita sekarang


berpacaran.’’Kata Reyhan.


‘’Tidak,terima kasih.’’Tolak Mei.


‘’Ya sudah kita kencan dulu baru setelah itu kita


pacaran.’’Kata Reyhan menanggapi penolakan Mei.


‘Logika darimana itu,yang ada harusnya pacaran dulu baru bisa


kencan bukan sebaliknya.’Pikir Mei bingung dengan pemikiran Reyhan.


Sepanjang jalan mereka bergandengan tangan ,Mei menunduk malu


karna dari tadi para wanita entah remaja atau dewasa terus saja memuji ketampanan


Reyhan membuat Mei tidak pentas berdiri di sampingnya.


‘’Kenapa?’’Tanya Reyhan saat Mei melepaskan gengaman


tangannya.

__ADS_1


‘’Tidak.’’Mei mengigit bibir bawahnya dan memalingkan


wajahnya ke arah lain.


__ADS_2