
‘’Eh Cia bukannya kamu udah mau pulang.’’Tanya Rani.
‘’Iya kak Rani.’’Jawab Cia pegawai baru kafe.
‘’Ini kan masih siang kok mau pulang.’’Tanya Mei,karna
biasanya pulang sore.
‘’Lo kamu enggak tahu Mei,pak menejer ngasih kita libur jadi
kita kerja setengah hari doang hari ini.’’Jelas Rani.
‘’Yang benar! Kok aku enggak tahu.’’Kata Mei sebal.
‘’Lagian tumben tuh pak menejer baik ngasih libur.’’Lanjutnya
‘’Mana ku tahu,udah sana beres beres.’’Titah Rani.
‘’Iyah kak.’’Jawab Cia dan Mei.
Setelah memberes kafe ,Mei mengambil tasnya,bersiap untuk
pulang saat melihat ponselnya ternyata ada pesan dari Ayumi yang mengajaknya
pergi ke festival. Mei bergegas karna waktu berkumpul tinggal sebentar lagi.
‘’Mei!’’Panggil Reyhan yang sudah melihat Mei yang berlari
kea rah mereka.
‘’Mei chan.’’Panggil Ayumi.
‘’Kau terlambat.’’Kata Sena.
‘’Maaf,aku ada kerjaan jadi baru membaca pesannya.’’Kata Mei
yang sudah merasa lebih baik.
‘’Maaf,aku memberi tahu kalian dadakan,soalnya aku ingin
pergi ke festival bersama sama.’’Kata Ayumi merasa tak enak.
‘’Tidak apa apa kok,aku malah senang.’’Kata Mei.
‘’Bagus lah.’’Kata Ayumi ceria.
‘’Eh,kalian berdua kok memakai yukata.’’Tanya Mei bingung
melihat Ayumi dan Anggun yang berdandan cantik dan mengenakan yukata.
‘’Ah..ini, katanya tema tahun ini itu budaya Jepang semua
yang ada di festival nanti akan seperti festival musim panas yang di adakan di
Jepang.’’Jawab Anggun.
‘’Tema?’’Kata Mei yang tambah bingung.
‘’Em,tahun kemarin temanya budaya Korea selatan dan banyak
penggemar k-pop lover yang datang mungkin sekarang yang datang sebagian besar
otaku dan para wibu.’’Lanjutnya.
‘’Oh begitu.’’Kata Mei .
‘’Ngomong –ngomong, Septian,Hendri dan Alexsa mana kok belum
datang juga.’’Tanya Anggun pada Ayumi karna dia yang menghubungi mereka semua.
‘’Katanya mereka tidak bisa datang,mereka sedang
sibuk.’’Jawab Ayumi.
‘’Kau sih memberitahu orang pake dadakan .’’Keluh Anggun.
‘’Meski kamu bilang begitu,tapi kamu datang juga kan bahkan
sampai sempat berdandan segala.’’Kata Indra.
‘’Hm.’’Anggun yang merona menatap tajam Indra.
‘’Haha,kamu seperti preman .’’Indra tertawa melihat Anggun
yang berusaha terlihat seram.
‘’Anggun kamu sangat keren.’’Kata Ayumi
‘’Hahaha.’’Mereka tertawa ikut meledek Anggun.
‘’Baiklah ,ayo kita segera pergi.’’Kata Reyhan menghentikan
tawa mereka.
‘’Ya.’’Kata Mereka serempak.
‘’Aku sudah tidak sabar mencicipi semua makanan.’’Teriak
Ayumi semangat.
Mereka pergi ke alun alun dan seperti yang di katakan Anggun
festivalnya benar benar seperti Festival yang ada di anime anime Jepang.
‘’Wah,permen apel.’’Kata Ayumi antusias.
‘’Ayumi,di sana ada colat pisang.’’Tunjuk Sena karna Ayumi
sangat menyukai berbagai makanan manis.
‘’Apa?Dimana?’’Tanya Ayumi celingukan.
‘’Kelihatannya semuanya enak.’’Kata Reyhan saat melihat teman
temannya memilih makanan.
‘’Mei,kita harus memulai dimana dulu?’’ Reyhan menoleh ke
samping bertanya pada Mei.
‘’Aku berharap bisa memakai yukata juga.’’Kata Mei pelan.
Sebenarnya dari tadi Mei terus memperhatikan kedua teman perempuannya
yang mengenakan yukata dia juga ingin
terlihat cantik di depan Reyhan.
Reyhan melihat kedua perempuan yang dari tadi di perhatiakan
Mei,dia mengerti maksud Mei lalu menepuk bahu Mei dan merangkul ke pelukannya.
‘’Pakaian apa pun yang kamu pakai,kamu akan tetap
cantik,Mei.’’Kata Reyhan sambil tersenyum.
Mei menoleh ke Reyhan yang tersenyum,kedua pipinya merona
malu karna Reyhan mengatakannya di depan umum.
‘’Wah,di depan semua orang!’’Kata Ayumi yang melihat ke
mesraan pasangan Reyhan dan Mei.
‘’Bukan…bukan begitu…’’Mei kelabakan karn terpegoh oleh Ayumi
dan yang lainnya.
‘’Oh,kami tidak keberatan.’’Kata Reyhan santai.
‘’Apa? Apa?’’Tanya Ayumi penasaran.
‘’Di sini sudah panas dan kalian malah membuatnya tambah
panas.’’Keluh Anggun pada pasangan yang tak kenal tempat.
‘’Mei.kamu mau makan apa?’’Tanya Reyhan mengabaikan sindiran
Anggun.
__ADS_1
‘’chohei mochi .’’Jawab Mei asal,dia sebal karna Reyhan mengombalinya
di depan umum.
Selepasnya mereka menikmati berbagai makanan yang permainan
yang ada di sana,bahkan yang paling mengejutkan Mei bisa menangkap semua ikan
mas di permainan tangkap ikan membuat ke tiga laki laki itu melongo tak percaya
dengan kecepatan tangan Mei menangkap ikan bahkan jarring kertasnya tak sobek.
‘’Maaf yah.’’Kata penjaga kiosnya karna tak mungkin bisa
memberikan semua ikannya pada Mei karna dia bisa rugi sebab baru buka.
‘’Tidak apa apa,di rumah juga ada kucing.’’Kata Mei .
‘’Lagi pula kami hanya bermain main.’’Kata Anggun.
‘’Teriama kasih yah.’’Kata Penjaga kios.
‘’Wah ada takoyaki.’’Ayumi menyerbu pedang takoyaki.
‘’Ayumi.’’Sena mengejar Ayumi.
‘’Hah,masih mau makan lagi.’’Kata Anggun yang tak habis
pikir.
‘’hueek…hueekk.’’Ayumi yang menutup mulutnya agar tak muntah
karna perutnya mual,Sena berada di belakangnya memijit tengkuk leher Ayumi
untuk meredakan mual Ayumi.
‘’Kamu sih terlalu banyak makan.’’Kata Sena.
‘’Kamu baik baik saja,Ayumi? ’’Tanya Mei khawatir sambil
mengusap usap punggung Ayumi.
‘’Sebaiknya kamu pulang dan istirahat.’’Kata Indra.
‘’Iya.’’Jawab Ayumi lemah.
‘’Masih bisa berjalan atau mau aku gendong.’’Tawar Sena.
‘’Tidak.’’Ayumi menggelengkan kepalanya.
‘’Maaf yah,ktia duluan.’’Kata Sena seyara memapah Ayumi.
‘’Maaf.’’Kata Ayumi merasa bersalah lalu pergi duluan.
‘’Terus apa yang akan kita lakukan sekarang?’’Tanya Indra.
‘’Apa mau menunggu kembang api?’’Lanjutnya.
‘’Itu masih lama,aku mau pulang saja,kaki ku sudah pegal
pegal.’’Kata Anggun yang mengeluh gara gara tidak biasa pake bakyak Jepang.
‘’Lagian sho-sho ‘an pake sandal begituan,suka banget nyiksa
diri sendiri.’’Kata Indra yang mendapat tatapan tajam dari Anggun.
‘’Mau ku gendong?’’Tawar Indra.
‘’Ogah.’’Jawab Anggun ketus.
‘’Ya sudah,berarti kita pisah nih.’’Kata Reyhan.
‘’Iya, sampai jumpa.’’Kata Indra,Anggun hanya melambaikan
tangannya lalu pulang bersama Indra.
Reyhan juga mengantar Mei pulang.
Cklek
‘’Mei,kau darimana saja?’’tanya Sarah yang lansung
‘’Kamu juga tak menjawab telepon dari ibu.’’Lanjutnya.
‘’Telepon?Oh maaf.’’Balas Mei karna terlalu asyik dan juga di
sana sangat bising jadi Mei tidak mendengar ponselnya berdering.
‘’Padahal ibu sudah menunggumu dan menyiapkan yukata untukmu pakai
ke festival.’’Kata Sarah.
‘’Ayo cepat.’’Sarah berbalik masuk ke dalam rumah.
‘’Gak usah.’’Kata Mei membuat Sarah berhenti dan menoleh kearah
Mei.
‘’Aku sudah pergi ke sana.’’Kata Mei.
‘’Maaf,padahal ibu sudah bersusah payah menyiapkan semua
itu.’’Lanjutnya merasa bersalah.
‘’Pergilah ke sana lagi.’’Pinta Sarah.
‘’Sekarang kamu tidak sendirian lagi,kamu punya Reyhan
sekarang.’’Lanjutnya.
‘’Sudah aku bilang,kalau aku sud….’’Sarah memotong ucapan
Mei.
‘’Pergilah lagi.’’Kata Sarah.
‘’Pakai yukata dan berdandan lah cantik.’’Lanjutnya.
‘’Tapi…’’Kata Mei.
‘’Kamu bisa,setidaknya berdandan cantiklah seperti perempuan
lainnya ,walau hanya untuk hari ini.’’Sarah menyusap lembut pipi Mei untuk meyakinkan
Mei.
‘’Paling tidak cobalah berdandan untuk orang yang kamu
sayangin dan cintai untuk hari ini.’’Lanjutnya.
‘’Ayo sini,akan ibu bantu,untuk bersiap siap.’’Sarah menuntun
Mei ke kamarnya dan mendandaninya.
Semua orang bersorak gembira saat kembang api di luncurkan ke
langit malam dan bertebaran indah di
langit malam.
Ponsel milik Reyhan bergetar saat dia sedang menyaksikan
kemabang api.
Bisa kita bertemu di alun alun lagi.
Itulah pesan yang di kirim Mei,tanpa bertanya lagi Reyhan
kembali ke alun alun seperti yang di katakan Mei.
‘’Aku akan pergi.’’Pamit Mei.
Sarah tersenyum melihat Mei ,dia senang akhirnya bisa membuat
Mei berdandan selayaknya perempuan pada umumnya dan membuat rasa peryaca diri
meningkat.
Mei barlari menuju alun alun takut Reyhan menunggunya lama.
__ADS_1
Septian yang sedang melihat kembang api di dekat mini market tak
sengaja bertemu dengan Alexsa yang yang baru keluar dari mini market.
‘’Ck.’’Alexsa berdecik saat melihat Septian.
‘’Cih,Apa kau juga tidak ikut pergi ke festival?.’’Tanya
Septian.
‘’Karna bertemu banyak orang itu merepotkan. ’’Jawab Alexsa.
Sekarang Alexsa sudah benar benar berubah, jauh lebih baik
dari yang dulu dan bersikap apa adanya di depan orang lain tanpa menjilat
mereka.
‘’Terutama melihat mu.’’Lanjutnya.
‘’Jahat amat.’’Kata Septian bercanda.
Duar
Mereka berdua menatap kembang api yang meledak indah di
langit malam.
‘’indah sekali.’’Puji Alexsa.
‘’Ya.’’Kata Septian menyetujui.
‘’Kenapa aku harus bersama mu?’’Kata Alexsa yang baru
menyadarinya kalau dia memonton kembang api bersama Septian lalu pergi.
‘’Hah!’’Balas Septian yang bingung dengan sikap Alexsa yang
berubah ubah.
Selain Alexsa dan Septian,Ayumi dan Sena juga melihat kembang
api di jalan karna beberapa kali berhenti karna perutnya yang mual,begitu pula
Anggun dan Indra .semua orang menikmati melihat indahnya kembang api walau
tidak secara langsung pergi ke festival.
‘Gawat kembang api nya sebentar lagi selesai,rambut dan make
up ku juga jadi berantakan.’Kata Mei cemas di dalam hati.
Walau begitu Mei terus saja berlari dia juga melihat orang
orang yang mulai pergi.
‘Apa aku akan terlambat?’pikirnya takut Reyhan juga sudah
pulang tanpa di sadari air matanya turun.
‘’Reyhan.’’Teriak Mei pada sesosok pria yang membelakanginya.
‘’Hm.’’Mendengar namanya di panggil Reyhan berbalik badan.
‘’Hah..hah…hah..Anu,maaf tiba tiba meminta mu datang ke
sini.’’Kata Mei yang mengatur nafasnya.
‘’Meski kau sudah akan pulang ,tadi.’’lanjutnya.
‘’Anu….’’Mei menatap Reyhan yang terdiam kaku tanpa berkedip
dengan rona merah di pipinya dengan bingung.
‘’Reyhan?’’Kata Mei menyadarkan Reyhan.
‘’Aah…maaf,karna kau terlihat sangat manis,’’Kata Reyhan yang
menunduk malu sambil mengusap rambut
belakangnya.
‘’Ibu yang menyiapkan yukata ini untuk ku dan mendadani
ku.’’Jawab Mei malu malu seraya memainkan rambut depannya.
‘’Tadinya aku ingin melihat kembang api bersama mu dengan
penampilan seperti ini.’’Kata Mei.
‘’Tapi meski kembang api nya sudah selesai ,aku masih ingin
menemui mu.’’Reyhan tertegun mendengar ucapan Mei,dia sangat senang.
‘’Maaf,karna sudah meminta mu ke sini untuk hal bodoh seperti
ini..’’Kata Mei merasa tak enak.
‘’Maafkan aku.’’Kata Mei lagi,Reyhan berjalan menghampiri Mei
lalu memeluknya.
‘’Ini bukan hal yang bodoh, Ini membuat ku senang. ’’Kata
Reyhan tulus.
Mei membalas pelukan Reyhan setelah beberapa menit Reyhan
melepaskan pelukan mereka lalu mencium bibir mungil Mei, Mei pun memejamkan
matanya menikmati ciuman lembut yang di berikan Reyhan.
‘Mulai saat ini, Apa pun yang
terjadi, Aku akan menjaga
mu.’ Batin mereka berdua.
.
Terima kasih karna
telah datang di hidup ku dan memberi warna baru serta membantu ku untuk bisa
mempercayai orang lain lagi dan mengenalkan ku pada teman teman yang hebat.
Terima kasih karna
telah membela harga diri ku dan terluka untuk melindungiku.
Kamu telah menunjukan
pada ku kalau masih ada orang yang peduli padaku.
Terima kasih karna
telah mengajari ku untuk percaya lagi pada orang lain dan mau mengajari ku arti
mencintai seseorang.
Sekali lagi terima
kasih Reyhan.
Aku sangat mencintai
mu.
ILOVE YOU REYHAN.
UDAH SELESAI,KALAU ADA IDE NANTI SAYA KASIH EKSTRA PART DAN
MUNGKIN BAKAL BIKIN SEASEON 2 NYA.
TERIMA KASIH YANG UDAH MAU MEMBACA NOVEL SAYA DAN YANG KOMEN
SAMA LIKE JUGA.
BAY…BAY…
__ADS_1