AKSARA

AKSARA
ketauan oppa oppa deh!


__ADS_3

### Selamat membaca kelanjutan cerita aku,jangan lupa selalu support aku ya, terus jangan lupa vote and coment ya!


thanks! 💙💙


Setelah berbincang sebentar dengan Vanessa, Shania memasuki mobilnya lalu melesat meninggalkan kampus. Tak lama dari itu Vanessa menelponnya. Dan Shania memberhentikan mobilnya.


"Halo Van, kenapa?"


"Lo lagi dimana?


" nih baru keluar kampus kenapa?"


"Gue kerumah lo ya, sekalian nginep. Soalnya bokap sama nyokap keluar kota dirumah cuman ada pembantu, kan gue ntar bosen jadi kerumah lo aja. Boleh ga?"


"It's oke, "


"Sekalian lo jemput gue ya, hehehe gue ada dikanan jalan agak maju dari lo mobil lo berhenti"


"Dihh, iya udh tunggu"


Shania pun memajukan mobilnya, yang dimana Vanessa sudah berdiri menunggu, lalu mobil sampai dan Vanessa masuk.


"Kenapa ga minta supir lo ajasih, ga sekalian tadi"


"Hehehe, abisnya gimana, supir gue baru ngasih tau tadi, trus gue kepikiran buat nginep aja dirumah lo, sekalian berangkat bareng besok kuliah"


"Lah emg berapa lama bokap nyokap lo ke luar kota?"


"Emm, sekitar empat sampai lima harian lah"


"Bentar ya,"


"Lama itu, seminggu"


"Masih lama siapa, bokap gue apa bonyok lo?"


"Emg bokap lo berapa lama?"


"Sebulan pulang klo ga tiga hari empat hari"


"Gilaaaaa, palah kebalikan bokap sama nyokap gue ya"


"Lah iya, "


"Sabar aja,iya udah cepet jalan palah cerita"


"Eh iya"


Shania lupa jika ia belum menjalankan mobilnya, malah Asyik cerita perihal papanya yang jarang pulang.


             👑👑👑


Diperjalanan suasana sangat hening. Shania fokus menyetir dan Vanessa melihat kearah jendela menikmati huru hara lalu lintas dijalan raya tersebut.


"Menurut lo pak Liam gimana?" tanya Vanessa tiba tiba.


"Hah?, ko pak Liam"


"Iyaa pak Liam, menurut lo gimana?"


"Baik, biasa aja sih, kenapa?"


"Cocok sama lo"  ucap Vanessa tersenyum kuda. Memperlihatkan gigi serinya.


"Dihhh, apaan sih lo!"


"Hahahahaha merah pipinya, ga usah baper kali ah"


"Dih, siapa juga yang baper"  jawab Shania, Ya sebenarnya yang dikatakan Vanessa itu benar, seketika pipinya menjadi blushing semerah tomat. Shania baper.


"Tuhhh pipi lo nambah merah" ucap Vanessa tertawa.


"Udah ah, kalo ngomongin pak Liam, pasti lo selalu ngejekin gue, kenapa ga lo aja"


"Haduhh gue masih males jatuh cinta, ntar kalo ditinggal kek lo jadi sakit hati gue, mending gue bangun cinta sama orang yang bener bener sayang,cinta sama gue" ucap Vanessa tersenyum lalu tertawa.


Shania diam. Kata kata Vanessa tadi, sebenarnya sedikit membuat ia tersinggung, tapi memang benar, jika Aksara, sayang dan cinta kepadanya dengan benar dan sesungguhnya, ia tak akan pergi meninggalkan ia tanpa alasan.


"Shania, lo ga papa kan?"


"Eh iya ga papa"


"Kata kata gue, salah ya?"


"Eh ngak ko Van"

__ADS_1


"Bohong, sampe lo nyetirnya kek ga fokus"


"Eh gue ngak papa"


"Iya udh"


                                    ∆∆∆∆∆∆∆


Setengah jam berlalu dan mereka telah sampai dirumah Shania, sebenarnya tak akan selama setengah jam hanya saja Vanessa mengajak untuk membeli cemilan selama empat hari untuk dirumah Shania, padahal dirumah Shania pun banyak sekali cemilan ringan.


"Agar tidak terlalu merepotkan " ucap Vanessa tadi dimobil dan Shania hanya geleng geleng kepala.


Dua gadis itu pun masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum Ma" salam Shania.


Mama keluar dari arah dapur. "Walaikumsallam"


"Assalamualaikum tante" salam Vanessa. Setelah Shania menjabat tangan Mamanya kini giliran Vanessa.


"Temannya Shania ?"


"Iya tante, Vanessa"


"Ouh Vanessa, mau nginep?"


"Eh iya tante, soalnya Papa sama Mama keluar kota jadi sekalian aja nginep gitu, sekali kali" jawab Vanessa.


"Iya udah, Shania ajak ke kamar kamu, abis tuh makan,Mama udah Masak" ucap Mama lalu kembali kedapur.


"Yuk Van, "


"Yuk"


Vanessa mengikuti Shania dari belakang menuju kamar temannya itu.


"Gue mandi dulu ya" ucap Shania


Vanessa hanya mengangguk lalu menidurkan tubuhnya dikasur empuk Shania. Lalu memejamkan matanya. Hanya sejenak.


Shania sudah masuk kekamar mandi. Vanessa membuka matanya lalu berdiri melangkah menyusuri kamar Shania. Ia melihat lihat banyak sekali buku yang tertata rapih dibagian kanan meja belajar. Ya bisa di bilang perpustakaan kecil. Lalu ia melangkah lagi menuju beberapa foto Shania dari jaman SMA.


"Cantik" puji Vanessa . ia mengambil bingkai foto yang membuatnya tidak asing. Ya benar itu foto Aksara dan Shania. Awal mereka menjadi Maba di kampus.


"Hahahaha, belom move on juga, tapi ngakunya udah, hemm dasar Shania" ucap Vanessa sendiri lalu sedikit tertawa.


"Whoaaaaaa Shania, lo penyuka oppa oppa korea jugaaaaaaa" teriak Vanessa histeris.


Ternyata Vanessa menemukan beberapa kaset CD asli boyBand korea.


Ada BTS, EXO, dan beberapa CD girlBand korea.


"Gilaaaaa, diem diem juga lo Shan" ucap Vanessa sendiri. Ia masih sibuk memilah milah kaset itu.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan Shania yang berbalut handuk dikepala. Ia memakai kaos biasa dan celana bahan. Matanya tiba- tiba saja melotot ke arah Vanessa berada. Dengan cepat ia melangkah dan mengambil beberapa kaset ditangan Vanessa.


Vanessa. Kaget. Lalu tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Shania.


"Ternyata lo pecinta oppa oppa juga."


"Ihhh ketauan deh, tapi jangan gede gede ngomongnya. Ntar Mama tau bisa di sita ini"


"Lah kenapa, gue kira Mama lo tau"


"Ngak, Mama tuh ga tau, karena kalo tau pasti udah kasih tau Papa gue, dan akan disita. Soalnya dulu gegara keasyikan nonton ini nilai gue jadi jelek heheh" jelas Shania panjang kali lebar.


"Ouhh, jadi sekarang lo ga nonton ini?"


"Hehehe nonton kalok ga ada tugas, tapi sekarang sih jarang"


"Gimana kalo nanti kita nonton" usul Vanessa.


"Boleh, tapi jangan keras keras ntar ketauhan wkwkww, gih buru mandi trus makan"


"Iya udh, " Vanessa berdiri lalu asal mengambil handuk yang berada di kepala Shania. Shania menggerutu kesal, Vanessa tertawa lalu memasuki kamar mandi.


"Yahh, si Vanes tau lagi, bodo amat dah, wkwkwkw"


                              ∆∆∆∆∆∆


Dengan memakai pakaian milik Shania. Vanessa lumayan mirip dengan Shania. Apalagi rambutnya yang sama sama panjang dan terurai. Mereka menuruni tangga menuju dapur,


"Eh, kayak kembar" ucap Mama Shania.


"Dih, males banget aku dikatain kembar sama dia Mah" ujar Shania. Vanessa melotot.

__ADS_1


"Bersyukur kali, kalo punya kembara kyk aku" balas Vanessa tersenyum pD.


"Dih, ogah aku Mah, belom tua aja udah pikun, masa tadi dikamar mandi dia jerit jerit, Shania kira ada kecoa eh ga taunya lupa nyuruh supirnya buat bawain pakaian ganti disini wkwkwkwkwk" jelas Shania.


FLASH BACK beberapa menit yang lalu.


Apa yang diucapkan Shania benar. Sebelum Vanessa meminjam pakaian milik Shania, Vanessa berteriak dikamar mandi, dengan rasa kaget Shania menggedor pintu kamar mandi. Kepala Vanessa muncul lalu tersenyum kuda dan "gue minjem baju lo ya" ucapnya.


"Hah?! Minjem baju, kenapa sampe teriak, ada kecoa ya?"


"Hehehe ngk, gue kalo lupa gitu, gue lupa bilang sama supir suruh bawa baju baju gue hehehe" jelas Vanessa.


Shania menghela napas panjang.


"Mau baju tidur apa kaos?"


"Sama kyk lo deh,heheheh makasih Shania"


"Hmmmm"


FLASH BACK selesai:)


"Hehehehe, maklum sih"


"Iyaa udah, sekarang kalian makan dulu, Mama mau mandi"


"Tante udah makan belum?"


"Udah, nunggu kalian lama"


"Aduhh maaf ya tan"


"Hahha becanda, gih makan, Mama udah makan duluam tadi, iya udh"


Dan Mama Shania pun, melangkah menuju kamarnya.


Tinggalah Shania dan Vanessa untuk menyantap makan siang ini.


"Wihhh, masakan Mama lo enak buangettt!" puji Vanessa.


"Siapa dulu Mama gue" bangga Shania sombong.


"Aelah, kan Mama lo yang masak ko lo yang sombong"


"Gue cuma bangga ko"


Setelah percakapan itu mereka menikmati makanan dengan hikmat.


                               ∆∆∆∆∆∆∆


"Kita mau nonton yang mana dulu nih" Vanessa memilah milah kaset CD tersebut. Shania mendekat.


"Yang ini" menunjuk kaset CD dengan judul Mic drop BTS.


"Oke lah, klik!"


Video dimulai memperlihatkan boyBand korea itu menyanyi sambil menari dance.


Shania dan Vanessa pun ikut bernyanyi.


"Btw,sejak kapan lo suka korea?"  Vanessa bertanya.


"Sejak masuk kuliah lah"  jawab Shania, ia sedang berbaring dikarpet berbulu.


"Ouh. "


Didalam kamar tersebut hanya terdengar nyanyian dari kaset yang mereka setel tadi. Shania tertidur dikarpet dan Vanessa tertidur dikasur kingSize Shania.


Beberapa jam kemudian.


"Woy bangun!" teriak Vanessa.


"Apaan sih lo" Shania mengucek matanya yang gatal.


"Udah sore ini, " Vanessa berusaha berdiri dari kasur.


"Iyaaaa" Shania pun begitu.


Lalu mereka bergantian untuk mandi sore.


                          👑👑👑


terima kasih telah membaca cerita aku, semoga kalian sehat selalu 💙💙


followOnInstagram:@qu.citra

__ADS_1


Eennnjooooyyyyyyyyyyy!


__ADS_2