
Happy Reading ❤️
Tiga orang gadis dan Tiga laki laki kini tengah dihukum karena terlambat mengikuti upacara senin pagi.
Mereka berenam disuruh maju ditengah lapangan saat selesai upacara dilakukan dengan dihadapkan oleh seluruh siswa sekolah.
Raya, Rania, Dea, Aldi, Alam dan Nico sudah menggeliat seperti cacing saat berdiri ditengah lapangan.
"kalian berenam berdiri di sini sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya" perintah kepsek menyerahkan micropon.
"kalo udah gini gue bisa apa gaes" dengan tampang sedihnya Raya maju dengan mic di tangannya.
Trengg.. Trenggg (Alunan musik dangdut menyala di hp nico)
"Waktu tamasya ke binaria" Nyanyi Raya langsung melempar mic ke Dea.
"pulang pulang ku berbadan dua" lanjut Dea dengan membawa Aldi yang sudah memasukkan bola Kedalam seragam sekolahnya seolah hamil.
Awewettt awewettt
"meski tanpa restu orang tua sayang" Dea masih bernyanyi dan kemudian membawa Raya bersama nya.
"Aku rela abang bawa pulang" Nyanyi duk somplak.
Trereng Trereng
"enggak kerasa udah setahun" Nyanyi Raya, tak lama Aldi datang mengambil mic Raya.
"si abang mulai berlagak pikun" mendorong tubuh Alam seolah marah.
"udah gak pernah pulang kerumah sayang" lanjut Nico merangkul Raya.
"kepincut jande dipulau gerba" Sosor Rania mendorong Aldi hingga terjatuh.
__ADS_1
"lai lai lai lai lai lai panggil aku sijablay" nyanyi mereka berenam bersama.
"abang jarang pulang, aku jarang dibelai" lanjut mereka.
Tak lama semua siswa siswi malah ikut berkumpul dan berjoget bersama mereka, membuat kepsek bingung bukan kepalang.
"lai lai lai lai lai lai panggil aku si jablay" seru seluruh antero sekolah menyanyi.
"abang jarang pulang aku jarang di belai" lanjut mereka sambil bergoyang asik melepas beban.
Kepsek menyerah dan kembali keruangannya, sedangkan Aksa sedikit tersenyum melihat tingkah konyol gadisnya.
***
Aksa membawa Raya kekelasmya saat jam istirahat, ia mengeluarkan roti, bekal dan susu coklat kesukaan Raya.
"buat gue" tanya Raya dengan menatap makanan didepannnya.
"buat istri orang" celetuk Aksa.
"buat lo sayang, gue yang batin buat lo" Aksa menyodorkn makanan kedepan Raya.
Raya menguap makanan itu dan tiba tiba tertahan di tenggorokan namun berusaha menelannya.
"gimana rasanya" tanya Aksa sambil. Menyelipkan anak rambut Raya.
"enak" jawab Raya dengan senyuman.
"coba gue cicip" Aksa ingin menyuap langsung dihentikan oleh Raya.
"buat gue, lo gak boleh minta" sungut Raya namun tak bisa, Aksa cepat menyuap makanan itu.
Hueekkk
__ADS_1
Aksa memuntahkan Makananya yang amat terasa asin.
"asin..lo bego makan ginian" geram Aksa karena Raya malah santai memakan masakannya.
"lo mau hina gue tau gimana sih hah" amarah Aksa mulai di ubun ubun namun tangga Raya meraih lengan kekar itu dan mengusap dengan lembut.
Ia Membuka telapak tangan Aksa dan Menciumnya "gue gak mau hasil perjuangan lo terbuang sia sia, Masakannya enak karena lo buat penuh Cinta buat gue. Ini bukan tentang enak atau enggak tapi tentang usaha dan perjuangan sa" jelas Raya membuat amarah Aksa meredam.
"sorry by" tutur Aksa lirih langsung memeluk tubuh Raya.
"udahhh meluknya gue gak bisa nafas ogep" Raya menepuk bahu Aksa meminta di lepaskan.
"gak mau, gak mau, gak mau. Byby wangi jadi betah banget meluknya" sumpah demi apa pun mendengar Aksa merengek membuat Raya sedikit terkejut, sungguh ini beruang kutubnya.
"byby" batin Raya. Ya tuhan rasa Raya akan pingsan karena serangan jantung.
Raya menlonggarkan pelukannya dan menangkap wajah Aksa.
"ini beneran lo kan Sa"
"ihhhh byby ini beneran Aksa masa gak percaya sih" ketus Aksa dengan nada manja.
"mana Aksa gue yang dingin dan cool, kenapa jadi manja kayak bayi gini sih" Raya terkekeh.
"cuma sama lo doang gue begini" sahut Aksa sambil mencium tangan Raya.
"dihhh, coba sama yang lain juga gitu"
"gak mau lah, entar image gue anjlok yang ada by"
"ahahhaha bilang aja gak bisa" ejek Raya.
"nantangin, kalo gue menang lo langsung nikah ama gue saat itu juga. Mau hmm" tanya Aksa tepat didepan wajah Raya.
__ADS_1
"Ck..." Raya mendengus kesal karena kalah berbicara, membuat Aksa tersenyum melihat Raya terdiam.