
### Selamat membaca kelanjutan cerita aku,jangan lupa selalu support aku ya, terus jangan lupa vote and coment ya!
thanks! ππ
Hari libur menjadi hari yang paling di tunggu-tunggu oleh banyak orang. dari kalangan orang tua hingga para pemuda pemudi. Hari libur membuat semua orang berhenti berkerja namun tidak dengan beraktivitas diluar itu. walaupun libur namun ada juga yang masih sibuk dengan perkerjaan rumah atau sampingan, atau untuk para remaja kampus biasanya mereka gunakan untuk menyusul materi yang tertinggal. atau mereka gunakan untuk berolahraga agar tubuh sehat, seperti Shania misalnya.
Shania, gadis itu sedang duduk selonjoran dibawah pohon rindang dekat dengan taman kota. handuk kecil yang sedikit basah karena keringatnya ia kibas kibaskan ke udara agar cepat kering lalu ia mengipas ngipaskan tangan kanannya. panas keluhnya.
" bangun pagi buat olahraga tapi ga ada tuh yang mau diajak"
Gadis itu beranjak dari pohon rindang itu lalu sedikit berlari kecil. Rumah adalah tujuan utamanya.
sekitar tiga puluh menit gadis itu sampai didepan rumah lalu masuk. ia melihat mama-Nya sedang menyiapkan beberapa hidangan sarapan pagi.
"tumben mama masak sarapan pagi banyak banget biasanya aja cuman roti tawar pakek selai kacang lok ga strowberry " gumam Shania.
tangan gadis itu terulur ingin mengambil udang goreng yang membuatnya menahan air liur agar tak tumpah, sedikit lagi dapat namun.
"awwwwww" ringis Shania.
"mandi dulu baru sarapan sana!"
tangan mamanya rupanya yang sedikit memukul tangan Shania,karena gadis itu main ambil aja udang goreng itu mana habis olahraga pula.
"ihh mama satu aja sih"
"ngak boleh, mandi dulu baru sarapan,ntar mau kamu habisin juga ga papa"
Shania akhirnya memutuskan untuk mandi, ia juga tak tahan dengan kulit yang bercampur dengan karingatnya rasanya itu lengket dan bau bau aneh gitu hihihihi.
Β
πππ
Β
Segar,itu yang Shania rasakan ketika sudah keluar dari kamar mandi. jaket hoodie yang sedikit kebesaran, celana denim pendek lipat bawah menjadi pilihannya dihari libur seperti sekarang ini.
"cantik " puji Shania kepada dirinya.
ia melangkahkan kakinya ke lantai dasar, ia tak sabar ingin mengisi perutnya yang cacing didalamnya sudah berdemo untuk dikasih asupan makanan, dengan langkah sedikit berlari tiba tiba ia berhenti melangkah dan melototkan matanya ke arah meja makan yang telah diduduki oleh seseorang.
Β
πππ
Β
Suara tawa memenuhi ruang makan dirumah Shania,
"dih papa, mauan aja joget sama banci dijalan"
ujar Shania dengan tertawa yang tidak berenti sendari tadi.
"kamu ini, ya mau gimana lagi orang asik, dia nyanyi, ya udah papa ikut aja terus temen papa juga ikut joget, " jelas papa Shania.
iya seorang itu yang tak lain adalah papa Shania.
beliau berkerja diluar kota dan akan pulang tiga bulan sekali, dan kebetulan ini adalah kali ke kedua papa Shania pulang.
"gimana kuliah kamu Shan?" tanya papa
"ngak gimana- gimana pa"
"jangan ngecewain papa untuk semester dua ini Shania"
"iya pa, Shania akan belajar terus biar daper nilainya A+ terus"
"aamiinnn, iya udh papa udah selesai makan, mau kekamar capek, ma bantu papa beresin barang barang ya?"
"iya pa, iya udh yuk" jawab mama.
Shania, gadis itu tak menyangka bahwa hari ini papanya pulang yang walaupun cuma empat hari disini dan setelah itu beliau akan kembali keluar kota untuk berkerja.
"bosennnnnn, pengen keluar rumah tapi mager"
keluh shania lalu beranjak dari ruang makan dan berakhir didepan televisi. duduk di sofa dan memainkan ponsel miliknya.
`ting!"
Ejaaa eh! π
"lo lgi ap?"
Shania cans! π£
"duduk aja, lo?"
Ejaaa eh! π
"bisulan ntar ddk mluu, kuy maen"
Shania cans! π£
"dih ya ngklh, kmn? tpi gue mager Ejaa!"
Ejaaa eh! π
*" lok mager y dh, g ush, lo dirumh aja, ntr lgi ya gue lagi ngerjain matkul tambahan dah"
dilihat 9:25.
"ah Ejaa ga seru, guee magerrr bangettt,". ujar Shania dengan merentangkan kedua tangannya.
"Aaaaaaaaaa" teriak Shania.
"Shania jangan teriak teriak ini bukan hutan, papa lagi istirahat ini" seru mama dari kamar yang berada tepat disamping ruang tengah atau televisi.
"eits! iyaaa mah" jawab shania.
Bosan. itu yang Shania rasakan. kenapa hari libur seperti ini membuatnya bosan, biasanya jika hari libur seperti ini Aksara akan mengajaknya jalan jalan, kemana pun Shania inginkan pasti Aksara akan menyetujui apa yang gadis itu inginkan, namun sekarang tidak ada lagi yang mengajaknya jalan jalan. Shania pun melangkahkan kakinya ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya.
"huhhfttt" helaan berat napas Shania.
"Aksara lo tuh dimana sih, gue kangen lo. apa alasan lo ninggalin gue gitu aja, dan sekarang lo hilang tanpa kabar, " ujar Shania lirih.
Gadis itu memainkan ponsel miliknya lalu membuka galeri foto miliknya. lama menscroll foto fotonya lalu ia berhenti menscroll dan mengklik satu foto yang membuatnya ingin menangis. foto Aksara lah yang ia klik tadi.
__ADS_1
"ini foto diambil waktu gue sama lo pertama jadian, waktu beberapa hari jadi maba dikampus, dan udah hampir dua minggu lo nya ninggalin gue tanpa alasan dan kabar, akun gue lo blok semua, apasih salah gue ke lo Aksara. Gue kangen lo!" ujar Shania menangis sesegukan, hidungnya pun memerah tangannya mengelap ingus yang hampir keluar dari hidungnya.
hampir setengah jam ia menangis lalu tangannya dengan lincah menklik ikon kotak sampah dan terhapus sudah foto itu, lalu yang lainnya. Dengan itu semua ia tidak akan mengingatnya lagi ketika melihat isi galery ponsel miliknya.
"sekarang harus bener bener niat buat move on oke" lirih Shania. dan tersenyum terluka.
Β
πππ
Β
Jam menunjukan pukul empat sore, namun Shania masih saja mengurung dirinya dikamar yang tak lain adalah tidur.
"tok tok tok" pintu kamar Shania diketuk beberapa kali,
"Shania, bangun nak. ada temen kamu dibawah" suara mama Shania. Yang didalam hanya melenguh lalu tertidur lagi.
"Shania, bangun ih kamu ko jadi kebo gini udh sore ini, tuh temen kamu nungguin dibawah si vanessa sama cowok satu lagi mama ga tau namanya," ujar mama shania lagi, kali ini sudah membuka kamar Shania.
"iyaa mah bilang tunggu gitu," jawab Shania berusaha berdiri. Ia melirik jam weker dinakas. pukul empat lewat dua puluh menit.
"ya ampun udah jam empat" ujarnya lagi lalu segera melangkah menuju kamar mandi.
Setelah merasa segar dan berganti baju lalu ia turun kebawah dan menemui kedua temannya.
"hayy guyssss" sapa Shania riang.
"dih lo lama banget si Shan" ujar Vanessa.
"iya " sambung Ezaa.
"gue kan mandi dulu kali"
"huuuu hampir sejam kita berdua nunggu lo" itu Vanessa yang jawab.
"kan gue ga suruh lo berdua buat nunggu gue"
"dih ya udah yuk Zaa kita pergi aja"
"eh jangan, iya udh gue minta maaf udh buat kalian teman temanku tersayang menunggu sang putri yang cantik nan imut ini, Btw mau ngapain kesini?"
"iya dah dimaaapinnn, kita mo ngajak lo jalan jalan sore Shan,"
"kenapa ga berdua aja kalian?"
"dih, gua ga mau jalan kalok ga ada lo"
"ihh so sweet deh Vanessa, Ejaa ko lo diem aja sih main hp muluuuu" kesal Shania, Vanessa menoleh. memukul lengan cowok itu.
"dih ngapain sih mukul mukul gue" jutek Ezaa.
"kan lo yang ngajak jalan jalan gimana sih" ujar Vanessa kesal.
"oh iyaaa, iya udh yuk Shan, kuy udah sore juga" ujar Ezaa berdiri lalu melangkah, Shania pun berdiri dan melangkah mengikuti Ezaa yang keluar rumah. Shania berhenti melangkah. ia membalikkan badannya, melihat Vanessa masih duduk disofa ruang tamu,
"Vanessa ayok, ko masih disituu" ujar Shania.
yang diajak hanya melihat lurus kearah Shania.
"ih ditanya ko malah,ayoo Vanessa" ajak Shania lagi. kali ini ia melangkahkan kakinya mendekati Vanessa yang masih saja duduk.
"kan yang diajak Ezaa cuman lo"
"dihhh, lo juga kali, palah lo yang pertama diajak kan?"
"tapi barusan dia cuman ngajak lo Shania"
"lo kenapa sih, Vanessa?" lo suka ya sama Ejaa?"
"ihh apaan sih, ngk lah"
"kok lo pada palah duduk, ayok buruan udah sore ini" suara Ezaa mengintrupsi dari pintu ruang tamu.
"eh iya yuk" ujar Shania berdiri lalu Vanessa mengikuti.
Mereka pun berangkat menaiki mobil.
Sekitar pukul 18:00 mereka baru sampai disebuah cafe yang bernuansa klasik dengan bacground khas tembok skotlandia lama dan cat yang berwarna navy kalem.
"Shan,Van udah sampek nih yuk turun" ujar Ezaa.
"iyaa yuk" jawab Vanessa.
"ouhh udah sampe thoo kira masih lama" ujar Shania melangkah turun, Vanessa dan Ezaa pun telah turun. lalu mereka memasuki cafe tersebut dan memesan minumam dan makanan untuk mengisi perut.
Semua diam, mereka sibuk dengan ponsel masing masing hingga Shania pun memecahkan suasana diam tersebut.
"woy kalian ini, pada main hp aja kalok ginimah mending gue ga ikut tadi" ujarnya menelungkupkan kepalanya diatas meja.
"eh iya iya" itu suara Vanessa. lalu dia menaruhkan ponselnya ditas miliknya.
"eh, besok ada matkul tambahan Shan" ujar Vanessa.
"ouhh iyaa, kok kita lama banget ya lulusnya" gerutu Shania masih dengan menelungkupkan kepalanya.
"yeee orang baru aja satu semester,baru aja jadi maba tahun kemaren." jawab Vanessa sewot.
"iya juga ya" jawab Shania. Setelah itu ia menyedot minumannya. ia melirik cowok yang duduk tepat disampingnya.
"Ejaa, main hp mulu" ujar Shania. Vanessa hanya diam.
"eh iyaa, lo berdua gimana kuliahnya?" tanya Ezaa mengalihkan perhatiannya.
"ga gimana2,tapi nilai semester pertama gue ga memuaskan, papa juga tau itu" jawab Shania mengaduk ngaduk minumannya.
"kalok gue sih nilai semester lumayanlah nyokap sama bokap juga ga terlalu ngekang nilai yang penting betah kuliah terus wisuda deh" tambah Vanessa.
"aduhh jangan bahas tentang kuliah deh ini kan lagi libur". ujar Shania.
" yee lu mah, oh iyaa gimana udah bisa move on belumm" tanya Vanessa..
Ezaa diam menyimak kedua cewek dihadapan nya.
"gue tuh bingung Van, susah ternyata" jawab Shania malas.
"semangat Shan, dia bakal nyesel nantinya"
__ADS_1
"lah iyaa sih, tapi tuh ya kasih alasan gitu,ga asal main ninggalin aja"
"iyaa sih, "
"Shan" panggil Ezaa. Shania menengok "apa?"
Vanessa diam.
"gue mau tanya sama lo, emang sebelum sebelumnya lo ada masalah ga sama Aksara?" tanya Ezaa.
"gue ga ada masalah sama dia, kan gue udah bilang sama lo"
"coba lo inget inget lagi deh"
Shania, gadis itu diam sambil mengingat ngingat kejadian kejadian yang gadis itu dan Aksara lakukan sebelum ia ditinggalkannya.
Flash back on!
Shania dan Aksara. Mereka berdua sedang berada disebuah taman dekat kampus mereka.
"Aksa, udah hampir 7 bulan kita jalan" ujar Shania
"iyaaa sayang" jawab Aksara tersenyum.
"kenapa sih?" tanya Aksara.
"iya ngak apaΒ², takutnya kamu bosen gituh"
"bosen, ngak ada kata bosen buat aku sama kamu" jawab Aksara sambil meminum minumannya.
"syukur deh kalo kamu ngak bosen sama aku, aku takut kalo kamu ninggalin aku apalagi ninggalin gitu aja"
"sayang jangan berfikiran kayak gitu ya, inget aku ga bakal ninggalin kamu" ujar Aksara seraya menangkup kedua pipi Shania. Gadis itu tersenyum lalu mengangguk.
tak lama Aksara meminta izin untuk kekamar mandi, Shania mengangguk.
"aku sayang sama kamu Aksara" ujar Shania lirih lalu memandang punggung Aksara yang berjalan menjauh.
Sekitar lima belas menit Aksara kembali.
"Aksa lama banget"
"maaf sayang" . Shania melihat wajah Aksara lama lalu menyeluruh dan penglihatan Shania berhenti dibagian lengan kemeja biru muda Aksara. Tangan Shania menjulur menyentuh lengan Aksara.
"ini darah apa?" tanya Shania.
"eh itu tadi ada kejadian ditoilet,orang tonjokan terus aku misahin mereka eh kena cipratan darahnya" jelas Aksara sedikit gugup.
"ouhh, gitu tapi kamu ga papa kan? tanya Shania penasaran.
" iya aku ngak papa" jawab Aksara.
"iya udh,kita pulang yuk udah malem" ajak Shania, Aksara mengangguk lalu mereka melanglah pergi.
Disepanjang perjalanan pulang Shania hanya diam dan Aksara fokus menyetir mobil.
Shania masih memikirlan noda darah dilengan Kekasihnya tadi. Taklama Aksara memanggil Shania memberitahu bahwa mereka telah sampai digerbang rumah Shania.
Shania pun turun lalu mengucapkan terima kasih dan ucapan selamat malam. Aksara mengangguk dan tersenyum. Shania merasakan ada sesuatu yang Aksara sembunyikan dari nya namun ia tak tau apa itu. Mobil itu pergi meninggalkan rumah Shania, dan gadis itu melangkah masuk.
Flash back off!
"apa mungkin dia sakit" gumam Shania.
"Hah?! siapa yang sakit Shan,?' tanya Vanessa
" Aksara Van"
"kok lo bisa nebak gitu" ini Ezaa yang bertanya.
"waktu dua hari sebelum Aksara ninggalin gue, dia ngajak gue jalan terus ga lama dia izin ke toilet dan. setelah dari toilet itu gue liat noda darah dilengan kemeja dia, gue tanya katanya dia misahin dua orang yang berantem lalu darahnya nyiprat kelengan dia, terus gue ya cuman ngangguk aja, setelah itu dia ga ngomong apa apa lagi" jelas Shania lemas.
"kalo dia sakit. Sakit apa? " tanya Vanessa
"itu dia gue ga tau" jawab Shania.
"iya udahlah, udah Shan ga usah dipikirin kan ada gue sama Vanessa yang selalu ada disamping lo, lo jangan sedih lagi, kalo memang Aksara jodoh lo pasti ga bakal kemana" ujar Ezaa menenangkan. "tapi gue akan berusaha buat lo lupa sama Aksara, Shan" tambah Ezaa membatin.
"iyaaa Ejaaku makasih ya, lo juga Vanessa makasih yaa, gua akan berusaha buat lupain Aksara, tapi gue juga masih penasaran" ujar Shania.
"iya udah ntar kita bantu lo cari tau, tapi apa hati lo bakal kuat kalo tau yang sebenarnya?" tanya Vanessa.
"harus kuat dong! lo berdua juga harus semangatin gue yaaa" ujar Shania.
"iyaa Shan, iya udah abisin minuman kalian kita pulang ya, mobil gue mau dipakek sama bokap" ujar Ezaa meringis.
"yeeee lu mah, iya udh yuk Shan" ajak Vanessa
Lalu mereka berdiri, sebelumnya mereka telah membayar apa yang mereka pesan. dan pulang
Jam menunjukan pukul delapan malam setelah isya. Sampailah mereka digerbang pintu rumah Vanessa,
"gue duluan ya Shan, makasih Ezaa bye" ujar Vanessa.
"iyaa byeee Vann, " jawab Ezaa.
"byee".
Dimobil tinggal Shania dan Ezaa, mereka hanya diam, tak lama sampailah mobil mereka digerbang pintu rumah Shania. gadis itu turun dari mobil lalu mengucapkan terima kasih kepada Ezaa.
" makasih Ejaa kuu selamat malam" ujar Shania.
"iya sama2, " jawab Ezaa.
"hatiΒ²"
Ezaa hanya mengangguk lalu meninggalkan rumah Shania.
Shania melangkah memasuki rumahnya.
Terima kasih telah membaca cerita aku
selalu Enjoyyyyy yaaaaaaaa! jangan lupaaa like share and coment yaaaaa makasihh semuanya
follow me on instagram: @qu.citra, untuk tau keseharian akun ku.
salamTahunBaruHijriah
__ADS_1
@kuRaa.
ππππ