AKSARA

AKSARA
RUA| 25


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Setelah mendengar ucapan Nina entah kenapa membuat perasaan Aksa semakin kalut.


Ia terus terbayang bayang "trauma" yang di sembunyikan oleh gadisnya, yang setiap hari selalu tersenyum seperti orang yang tak punya masalah.


"kok gue jadi takut banget ya" gumam Aksa sambil menatap jalan Raya.


"setebel apa topeng yang lo pake sampe gue gak tau tentang lo by"


"kenapa ucapan mama lo ngusik pikiran gue" Aksa memukul stir mobil dengan nafas kasar.


Lima bekas menit ia sudah sampai di mansionnya, dengan pelayan yang menyambutnya bak seorang Raja.


"selamat malam tuan muda" pelayan itu membungkuk memberi hormat.


Aksa merebahkan tubuhnya kekasur empuk miliknya, seraya memejamkan mata.


"kejadian itu aja belom bisa gue lupa, sekarang ditambah masalah baru yang hingga di otak gue.. Arghhh" Mengacak acak rambutnya frustrasi.


Hingga dering ponsel mengganggu aktifitas pikirannya, ia mengambil poselnya yang berada di atas nakas.


...Byby❤️...


...--------------------...


...Video call...


|hallo cantik


^^^asa kok gak bangunin Raya|^^^


|cantiknya gue tidurnya pule banget


  jadi gak tega bangunin putri salju


^^^Maapin ya, malah bikin asa jadi|^^^


^^^cape ngurusin Raya^^^


|Gak papa byby ku sayang


^^^Asa lagi ngapain? Udah dirumah|^^^


|Iya gue baru nyampe, byby udah


  makan?

__ADS_1


^^^Belom, mama marahin Raya karena |^^^


^^^bikin Asa boboin Raya tadi^^^


|ahahhaha lucu banget sih pacar gue


^^^Asa makan gih, terus mandi, terus|^^^


^^^solat, terus bobo^^^


|iya sayang iya


^^^Asa besok jemput Rayakan|^^^


|tentu dong, masa iya pacar gue


  biarin jalan kaki.


^^^Ehehhe, ya udah kalo gitu. Raya|^^^


^^^tutup dulu ya^^^


|iya cantikku, I love you


^^^Lov you too Asa|^^^


Aksa tersenyum seraya melihat layar ponselnya, ia guling guling seperti orang gila hanya karena mendapat panggilan dari gadis kesayangannya.


***


Dirooftop segerombol inti geng Aksa bersantai disana, di tambah Aksa yang selalu menempel seperti prangko pada Raya.


"dih dulu aja benci ya gak ketulungan" sindir Aldi yang sebenarnya sirik dan iri pada pasangan itu.


"gak usah sewot lo perguso, bilang aja iri" sahut Aiden sambil menggelengkan kepalanya.


"dihh gue iri, soryy gak level" menunjuk dirinya kemudian melambaikan tangannya seolah menolak ucapan Aiden.


"lo buaya bunting mana ada yang mau ama lo" sindir Alam sambil memakan kacangnya.


"kalo gue buaya, seantero sekolah udah gue sikat. Lah ini gue kalem kale bae" sungutnya.


"homo kali lo" celetuk Reynan.


"astagfirullah pak wakil kalo nyeletuk jangan suka bener" Alam tertawa mendengar celetuk an Reynan yang membuat wajah Aldi jadi masam.


"nempel mulu, gue heran pake pelet apaan ade gue. Ampe tu setan nemplokin terus" kesal Nico

__ADS_1


"pelet sepertiga malam kali" sahut Aiden.


Aksa menggaet tangan Raya sambil menyadarkan kepalanya di bahu kekasihnya.


"asa lo kenapa?" tanya Raya.


"kepala gue pusing" terus mendusel duselkan kepalanya di bahu Raya.


"sini gue pijitin" membawa kepala Aksa berbaring di paha ya, ia meminta lembut kepala Aksa.


Aksa melihat wajah Raya dari bawah pun tersenyum manis.


"asa kita tujuh belesan yok" ajak Raya


"kam udah lewat by"


"kalo tujuh belas di sebut satu satu gimana sa"


"satu tujuh"


"iya satu tujuhan sama kamu"


"aaaaaaaa Byby mah" Aksa menyembunyikan wajah nya di perut Raya karena merasa malu di gombal gadis kecil.


"ahahhaha Asa lucu banget sih" mengelus rambut Aksa dengan lembut.


"kamu belajar dari mana gombal gitu" sambil menarik hidung Mungil milik Raya.


"aku-kamu?"


"sekarang pake aku-kamu, bukan lo-gue. Paham" titah Aksa di angguki oleh Raya dengan patuh.


"belajar dari Dea, dia bilang sama aku kalo gombalin cowo harus gitu" jelas Raya.


"terus berapa banyak cowo yang udah kamu gombalin" terus menarik hidung itu hingga memekik kesakitan.


"awssss asa acit" dengan wajah cemberut.


Aksa duduk tepat didepan wajah Raya "ututut sakit ya sayang" mengusap hidung Raya.


Cup


Bibir laki laki itu mengecup lembut batang hidung milik Raya membuat semua terlonjak kaget.


"ANJ- ADEK GUE NGAPAIN LO SOSOR" pekik Nico.


"ASYUUU MATA GUE" teriak Aldi.

__ADS_1


"BANGSAT... MAKK MAU PACARAN" teriak Alam.


Sedangkan Reynan tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


__ADS_2