AKSARA

AKSARA
MOVE ON 1


__ADS_3

 Shania, gadis itu berjalan tergesa gesa menuju kantin, lalu ia memesan minuman dingin,es jeruk lah yang menjadi pilihannya.


dengan sekali tegukan es jeruk itu tinggal setengah gelas. dan meletakkannya didepan.


" Dih dasar dosen killer, ga tau apa kalo gue itu lagi galau , sebel deh" ujarnya mengambil ponsel yang berada didalam tas miliknya.


"ejaaa cepet kesini" shania berbicara dengan orang yang ia telpon barusan.


"ngk bisa gue shan, lagi ada dosen ini" jawab seseorang yang shania panggil eja.


"dih, ko lo belom keluar sih" ujar shania lagi.


"gue tuh mau cerita something sama You" tambah shania.


"iya, iyaaa bentar lagi tuh dosen juga keluar,tunggu 10 menit ya cantik" jawab ejaa dengan nada genit,dan itu membuat shania bergidik geli.


"dih dasar ejaa genit" setelah menjawab itu shania langsung memutuskan sambungan telepon dengan sepihak, geli rasanya jika temannya berbicara seperti tadi.


^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^


Setelah sekitar 10 menit lebih shania menunggu datanglah ejaa bersama dua orang temannya.


"lama ya shan?" tanya ejaa.


"itu tau ngapain nanya?" jawab shania malas.


"lo mau ngomongin apa sih shan?" tanya ejaa lagi.


"ngak jadi deng" jawab shania dengan cengiran lebarnya.


"cewek mah gitu, giliran tadi aja nyepet nyepetin, eh pas udah nyampek ngak jadi" cerocos teman ejaa, Alan namanya.


"shania mah ga tau gimana tadi si ezaa maki maki dosennya karena ga keluar keluar" sambung Dimas,teman Ezaa dan Alan.


"iyaa, orang pengen cepet cepet ketemu sama Shania" ujar Alan jenaka.


" dih kalian apaan sih, ga gue ga gitu" balas Ezaa dengan tangan menyilang,tanda ia tak melakukan itu.


" hahahahaha, tuh Ejaa aja ga ngakuin berarti kalian bohong!" ujar Shania santai.


"dih ya dah kalok ga percaya, ya ga Dim?" ujar Alan, "Yoi" dibalas acungan jempil oleh Dimas.


"ejaa, Ntar selesai kuliah ajak gue main ya" ujar shania.


"kemana?" tanya Ezaa.


"ya kemana aja, yang penting buat aku seneng" jawab shania.


" eh iya, BTW cowok lo kemana shan?" tanya Ezaa.


"iya, biasanya lo nempel terus sama si aksa" sambung Alan.


setelah mendengar pertanyaan dari Ezaa dan temannya itu, Shania langsung berdiri dari bangku nya dan ia izin ingin ke toilet.


mereka pun mengizinkannya. Namun itu membuat Ezaa dan Alan merasa ada yang aneh. Sedangkan dimas, ia sedang bermain game online diponselnya.


^^^^^^^^^^^^^^^^


FAREZAA ARGA WIJAYA. "POV"


Shania telah pergi ketoilet seperti apa yang ia katakan tadi, dan pada saat itulah ia merasa ada yang aneh dari Shania.


"Eh Dim, Al tadi lo berdua ngerasa aneh ga sih sama Shania, yang pertama dia nyuruh gue cepet cepet kesini karena pengen ngomongin sesuatu, eh pas udah nyampe dia bilang ngak jadi, terus tiba tiba dia ngajak gue main,dengan kata kata " buat gue seneng" eh yang tadi kita tanya si Aksa kemana, dia ga jawab dan langsung ketoilet, aneh ga?" tanya Ezaa.


"iya sih ,Za aneh gitu,kayak nya dia lagi ada masalah" jawab Alan. Dimas? dia hanya diam saja dengan ponsel mikinya yang ia miringkan.


"Tring" suara notification muncul di ponsel milik Ezaa.


Shania cantik 🙈


*" Ejaa ganteng, ntar lo jemput gue, dirumah ya,belom lupa kan ntar lo harus ajak gue main oke :) see you"


dilihat 14:05


to: Shania cantik 🙈


"siap bu bosque"


terkirim 14:07 , dilihat 14:09.*

__ADS_1


Setelah membaca pesan dari Shania, Ezaa beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan kepada Alan dan Dimas untuk pulang lebih dulu, lalu mereka membalas dengan anggukan.


Dan Ezaa pun melangkah menuju parkiran mobilnya berada.


^^^^^^^^^^^^^^


AUTHOR.


Jam menunjukan pukul 19:02 yang artinya langit cerah tergantikan dengan langit hitam namun terlihat semakin indah ketika banyak sekali bintang bertaburan diatas sana.


Shania, gadis itu sedang duduk didepan rumahnya menunggu kedatangan Ezaa.


ia hanya mengenakan sweeter putih dipadukan dengan jeans hitam. Serta rambutnya yang ia kucir kuda, dengan polesan liptint cery dibibirnya agar tidak kelihatan pucat.Dan tak lupa juga SlingBag pemberian dari Aksara.


Ah, jika mengingat namanya ingin sekali gadis itu menangis, namun itu semua percuma.


Suara motor yang terdengar didepan pagar rumah Shania. Gadis itu segera berlari


"Selamat malam" sapa Ezaa. Teman laki lakinya itu terlihat sangat tampan malam ini ,dengan balutan jaket denim seperti Aksara.


"Shan, ko bengong, udah siap belom?" tanya Ezaa. membunyarkan lamunannya.


"eh udah Za, udh Izin juga yuk" jawab Shania.


Dengan segera Gadis itu menaiki motor besar milik Ezaa dan mereka pun pergi.


Setelah kurang lebih setengah jam lamanya diatas motor, Shania dan Ezaa pun sampai di sebuah cafe, mereka turun lalu bersama sama melangkah memasuki cafe tersebut.


"widih rame ya Jaa' ujar Shania.


" iyalah cafe nya para ABG , hahahh" jawab Ezaa.


Shania hanya mengangguk, penglihatannya sedang menyusuri tempat duduk mana yang akan mereka duduki.


"udah, disana aja tuh" ujar Ezaa.


"wih oke juga yuk" jawab Shania.


mereka berjalan kesudut cafe dengan interior serba hitam putih, ya seperti cafe cafe biasanya.


Shania dan Ezaa pun duduk, namun beberapa menit kemudian mereka terdiam, shania sibuk dengan ponselnya entah apa yang ia tunggu, karena terlihat sekali dari wajahnya seperti menunggu balasan dari seseorang, dengan rasa penasaran akhirnya Ezaa bertanya


"lo tuh kenapa? dari semenjak dikampus tadi muka lo itu kayak ga semangat" tanya Ezaa.


Ezaa dengan berani memegang tangan Shania, menggenggamnya erat seolah menyalurkan kekuatan untuk Shania.


"kenapa si aksa ninggalin lo?" tanya Ezaa berhati hati takut membuat Shania kembali sedih namun terdengar rintihan Shania.


Ya dia menangis dengan sesenggukan, Ezaa yang tau Shania menangis segera menenangkan gadis itu,


"eh,udah dong Shan lo jangan nangis, ntar dikira orang orang yang ada disini lo gue apa apain" ujar Ezaa, dengan pandangan mengarah kepenjuru cafe.


DAMN!!!, ternyata benar hampir semua orang melihat ke arah mereka dengan menyikut lengan Shania yang berada diatas meja Ezaa berbisik


"eh kita diliatin tau"


Shania, gadis itu mendongakkan wajahnya ke arah penjuru cafe dengan wajah sembab sehabis menangis.


"Huaaaaaaaaaa Ejaaaaaa! mereka ko ngeliatin gue!" ujar Shania, dengan menaikan intonasi menangisnya. Ezaa kelabakan.


"eh lo kok palah nambah kenceng sih nangisnya, diem dong Shan, katanya malu diliatin mereka" ujar Ezaa menenangkan,namun gadis itu masih saja menangis ya walaupun tidak sekeras tadi.


Dengan sabar Ezaa menunggu Shania menyelesaikan acara menangisnya.


satu jam kemudian.


"udah Ejaa, gue capek nangis" Shania bersuara.


dengan mata yang masih sembab, gadis itu mengelap ingus dan air mata dengan lengan sweeternya, tapi gadis itu merasa ada yg aneh, kenapa Ezaa tidak menjawab ucapan darinya,


Shania akhirnya mengangkat wajahnya kearah pandang dimana Ezaa duduk.


"astaga, Ejaa lo ko palah tidur sih!" ujar Shania dengan menggerakan lengan Ezaa yang ia gunakan sebagai bantal,


"euhhhhhhh" Ezaa terbangun." lo udah berenti nangisnya apa mau lanjut lagi, kalo mau lanjut nangis lagi silahkan Shan, gue tidur aja" tambahnya dengan meletakan tangannya diatas meja lalu menenggelamkan kepalanya.


"ih,Ejaa iya gue udah selesai ko, noh lo liat udah sepi ni cafe" ujar Shania.


"tuh lo tau, coba tebak berapa lama lo nangis?" tanya Ezaa yang masih setia menenggelamkan kepalanya.

__ADS_1


"ih cuma beberapa menit ko" jawab Shania.


"enam puluh menit lah iya" balas Ezaa."niatnya mau makan,ngopi bareng lo, biar buat lo seneng eh lo palah nangis padahal lo baru bilang kalo lo ditinggal pergi sama si Aksa" tambah Ezaa yang masih setiap dengan menenggelamkan kepalanya.


Shania, gadis itu kembali lagi dengan sesegukkannya.


"udah ah,mending pulang aja, terus satu lagi lupain aja si Aksa dari pada lo nangis mulu ntar muka lo kek zombi, yuk pulang udah malem juga" ujar Ezaa berdiri lalu meraih tangan Shania.


Gadis itu pun berdiri dan mengikuti langkah Ezaa yang membawanya keluar,sebelumnya mereka belum memesan makanan atau minuman apapun, gara gara kejadian tadi, Shania pelakunya.


^^^^^^^^^^^^^^^


Setelah lima menit yang lalu, Shania telah berada didalam kamarnya, gadis itu membaringkan badannya, lelah rasanya jika menangis seperti tadi, tenaganya hampir terkuras habis hanya karena mengingat Aksara.


"Lo bikin gue gila Aksara Naufal!!!!!" teriak Shania dengan memukuli guling yang menemaninya diatas kasur milinya.


"kenapa lo ninggalin gue, bangsat!! " maki Shania tak puas. "apa salah gue?!!" tambahnya.


Lalu gadis itu beranjak dari kasurnya dan segera pergi kekamar mandi untuk mencuci muka serta kakinya sebelum tincesss


tring!!!


suara notification muncul.


dengan segera Shania mengambil ponsel miliknya, ternyata sebuah pesan whatsapp dari vanessa.


from: incesss🐣


"woy, lo tadi abis selesai kuliah kemana, ada tugas tambahan ini dasar Shania!"


dilihat 21:45


To:incesss🐣


"eh iya sorry gue tadi langsung pulang ko, btw tugas apa ces! "


dikirim 21:47,dilihat 21:47


from:incesss🐣


*"matkul tambahan deng,bukan tugas wkwkwkw"


dilihat 21:49.


To:incesss 🐣


*"oOO DASAR jancuk!"


wkwkwkww ya dh gue mo tidur capek bgt ! dh."


dikirim21:50,dilihat 21:50.


Shania, gadis itu pun menaruh ponsel miliknya diatas nakas lalu kembali membaringkan tubuhnya,


"huhh, kok gue bodoh banget sih" ujar Shania.


"iya emang lo bodoh" bayangan Shania kembali datang.


"segitu cintanya gue sama dia,jadi bodoh" ujar Shania lagi.


"Lo emang bodoh Shania!" sambung bayangan Shania lagi.


"Lo tuh diem aja ngapa, bantu gue dong untuk berfikir gimana caranya buat Move on! " maki Shania kepada bayangannya sendiri.


"kalo gue diem,gimana caranya gue bantu lo Shania bodoh!" balas bayangan Shania.


"Aaaaaaaaa, susah, mending tidur lah" ujar Shania menarik selimutnya sampai keatas kepala dan tidur, bayangan itu pun pergi.


^^^^^^^^^^


jangan lupa vote dan komen kawan!


selalu Enjooyyyyyyyyyy!


follow @kuRaa.


instagram: @qu.citra oke!


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA

__ADS_1


CERITA KU


LOOOOOOVEE YOUUUUU 🙈💙💙


__ADS_2