
Happy Reading ❤️
Ceklek
Pintu ruangan rawat inap terbuka, Raya yang mengira itu ada suster langsung berbicara tanpa menoleh siapa orangnya.
"sus, infus Raya hari ini harus banyak lagi ya" tanya Raya dengan suara sendu.
Dapat Aksa liat tubuh itu semakin kurus, wajahnya nampak satu dan pucat.
Bahkan terlihat banyak bekas bekas jarum menghias kulit lengan Raya, sebenar apa yang disembunyikan Raya darinya.
Sampai ia sendiri tak sadar akan perubahan tubuh Raya.
"sus,,,Raya gak mau disuntik terus" oceh Raya.
"suss.....Raya ga-" ucapan Raya terpotong saat menyadari ada lengan kokoh mengusap pucuk kepalanya.
"kenapa gak jujur kalo kamu dirawat" tanya Aksa dengan suara lembut.
Raya mematung, meremas selimut yang ia gunakan demi menyalurkan rasa gugupnya saat ini.
Suara inilah yang Raya rindukan, suara inilah yang membuat Raya bersemangat menjalani proses pengobatan.
Karena seseorang inilah yang membuat Raya ingin kehidupan agar bisa bersama lebih lama.
"kenapa gak jujur sama aku" dengan lembut Aksa meraih jemari Raya yang dingin, dia mencium telapak tangan Raya dengan mata yang berkaca kaca.
Membawa tangan kecil itu menelungkup kedua pipinya "aku rindu tangan ini, aku rindu banget usapan sayang kamu ke aku" ucap Aksa.
__ADS_1
Namun belum ada satu sahutan pun yang Raya berikan, hanya tatapan senduh yang Raya berikan.
"terlalu sakit by dan rasa aku hampir mati saat lupain kamu, karena kebodohan aku yang salahpaham sama kamu"
Aksa tak berani menatap wajah Raya saat ini, terlalu menyakitkan menatap mata cantik itu saat isinya hanya penuh luka.
"maafin aku yang udah jahatin kamu, udah kecewain kamu, bahkan dengan bodohnya laki laki brengsek ini udah lukain hati kamu.... M-maaf by maaf" Aksa menangis mengungkapkan isi hatinya saat ini.
"kamu jahat" sahut Raya, matanya sudah basah karena air mata.
Aksa mendongak melihat Raya yang merespon ucapannya betapa kagetnya melihat mata cantik itu menangis karena ulah dirinya.
"kamu jahat banget tau gak" kesal Raya, terlalu lemah saat melihat Aksa menangis didepannya.
"kamu terlalu jahat sama aku"
"maaf sayang.... Maaf" ucap Aksa langsung menatap wajah Raya, ia mengusap air mata Raya dengan ibu jari miliknya.
"maaf sayang.... Maafin cowo bodoh ini ya" Aksa membawa Raya Kedalam dekapannya yang hangat.
Raya memukul dada Aksa, berusaha melepaskan pelukan yang akan membuat ia lemah.
Namun kekuatannya tak mampu mengalahkan Aksa "maaf sayang maaf.....aku minta maaf sayang" bisik Aksa dengan suara sesegukan menangis melebihi Raya.
Bahkan Aksa sampai susah mengatur nafanya, membuat Raya tak tega.
"aku sayang banget sama kamu, tapi kamu...kamu, kamu malah mutusin aku" suara Raya mulai melembut.
"a-aku terlalu emosi dan termakan kesalahpahaman itu by, aku t-terlalu gila mikirin aku yang ilang tanpa kabar... Hisk"
__ADS_1
"sampai berita yang gak bener itu aku percayai. Aku rasa kecekik saat kamu gak ada dipandangan aku.. Hisk" jelas Aksa.
Raya melonggarkan pelukannya, menghapus air mata Aksa yang terus berjatuhan.
"jangan nangis" ucap Raya, bukan semakin surut tangis Aksa semakin menjadi jadi.
"huaaaaa.....maaf by maaf"
Raya menarik kepala Aksa agar bersender dibahunya, menepuk nepuk punggung Aksa dengan lembut.
"husttt.... Udah jangan nangis lagi"
"g-gak bisa by, huaaaaa....kangen kamu sampe R-rasanya mau mati" Aksa masih sesegukan tanpa reda sedikitpun.
Raya menatap wajah Aksa, dengan lembut mengecup kedua mata Aksa.
"jangan nangis terus, nanti aja nangisnya pas aku udah gak ngerasain sakit lagi" ucap Raya.
Seketika Aksa langsung berhenti, ia berpikir untuk tidak menangis. Ia akan menangis bahagia saat Raya sembuh dan keluar dari rumah sakit.
"iya gak nangis lagi"
"pinter banget sih gantengnya Raya"
"bisa ceritain semuanya" tanya Aksa memainkan jemari Raya seperti anak kecil.
Raya menganggukan kepalanya, ia menceritakan kesalahpahaman yang terjadi antara Aksa dan Raya.
Sampai isu isu foto yang tersebar semua itu memang benar namun persepsi mereka dalam menanggapinya yang salah.
__ADS_1
Namun tentang penyakitnya Raya menyembunyikan semua itu, ia hanya bilang bahwa lemah kondisi saja hingga membuat ia harus sering dirawat di rumah sakit.
"foto didokter kandungan itu emang bener, tapi bukan aku yang periksa melainkan ka Ayla istri bang Azka. Disana aku nemenin mereka aja sekalian menghibur aku yang jenuh di ruangan ini" jelas Raya langsung membuat Aksa paham.