
### Selamat membaca kelanjutan cerita aku,jangan lupa selalu support aku ya, terus jangan lupa vote and coment ya!
thanks! ๐๐
Matahari telah menyingsing namun sang empunya kamar masih saja bergelut dengan selimut kesayangan miliknya padahal hari ini
gadis itu akan beraktivitas seperti biasa yaitu kuliah.
Jam menunjukan pukul setengah delapan pagi, gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya entah karena ia mimpi indah hingga ingin menyelesaikan mimpinya itu ataukah memang ia malas.
"Shania, ko baru bangun sih kamu liat tuh udah jam berapa? " rupanya,mama shania sudah berada didepan pintu kamar yang telah terbuka sejak lima menit yang lalu, Shania hanya diam melihat mamanya. Ia berusaha untuk bangun namun rupanya nyawanya masih saja belum terkumpul, butuh waktu sekitar sepuluh menit gadis itu beranjak dari atas kasur menuju kamar mandi. Mama shania hanya menghela nafas dan turun kebawah untuk menyiapkan sarapan.
"Lho Shania belum bangun ma?" tanya papa Shania.
"Belum mas"
"Anak itu masih saja "
"Iya susah bangun kalo hari sebelumnya libur,masih kebawa libur kali" mama Shania tertawa dengan kelakuan putri sulungnya.
"Dasar anak gadis"ย ujar papa Shania,lalu duduk diruang Tv sambil membaca koran pagi ini.
ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ๐๐๐
Shania,gadis itu telah siap untuk kekampus hari ini, ia turun kebawah untuk mengisi perutnya yang mulai memberontak untuk segera diisi dengan roti tawar selai kacang kesukaannya.
" pagi Ma, Pa, " sapa Shania tersenyum lalu mencium kedua pipi orangtuanya.
"Udah siang ini" jawab papa sambil memakan roti tawar miliknya. Shania hanya mendengus.
"Besok besok ga usah main kalo pulangnya malem kayak kemaren" ujar papa.
"Tapi pa"
"Ga ada tapi tapian!"
Shania langsung duduk dan melahap sarapan paginya dengan lesu, tak lama terdengar suara klakson motor didepan rumah, Shania melangkah ingin melihat siapa yang datang.
Namun papanya terlebih dahulu melangkah.
Sayup sayup terdengar papa nya sedang berbincang diruang tamu dengan temannya atau rekan kerja papanya mungkin, Shania tidak ingin memikirkan itu ia segera beranjak dari meja makan dan izin kepada mamanya untuk pergi ke kampus,
Tepat saat Shania ingin keluar dari ruang makan, papanya memanggil. shania segera menuju papanya berada. Oh rupanya diruang tamu itu papanya sedang berbincang dengan seorang pria emmm ya bisa dibilang Tampan. Sssttttt batin Shania nakal memang ๐
"Shan kenalin ini anak temen papa, Oh iya dia juga dosen dikampus kamu, namanya liam" ujar papa.
"Oh iyaaa, " jawab Shania.
"Ko cuman oh iya, kenalan dong" ujar papa,pria itu hanya diam.
Shania menjulurkan tangannya.
"Shania michael"
"Fahri wiliam"
"Ya udh aku berangkat dulu pa, udah ga ada yang ingin diomongin lagi kan?" tanya Shania.
"Kamu berangkat bareng liam aja"
"Tapi pa?"
"Ya udh, liam berangkat bareng Shania ya"
"Iyaa om" yuk Dek" ajak liam.
Shania hanya diam mengikuti.
ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ๐๐๐
Sesampainya diparkiran kampus Shania segera turun dari motor Liam eits dosen muda itu.
"Makasih pak" ujar Shania.
"Iya sama sama, jangan panggil pak masih muda saya" ujarnya.
"Eh kan dikampus ini, "
"Panggil kak aja"
"Iya terserah ya udah saya duluan pak eh kak"
Shania pun melangkah menuju kelas. Diperjalanan, Shaniaย hanya diam memikirkan dosen muda tadi alias Liam. Tapi untuk apa ia memikirkanya, menghilangkan pikirannnya tentang Aksara saja masih susah.
"Shan, kalok jalan jangan ngelamun" tegur Ezaa.
__ADS_1
"Eh ada Ejaa, iyaa maap"
"Hayoo mikirin apa nih sampe ngelamun gitu jalannya"
"Mikirin lo" ujar Shania lalu berlari dan menjulurkan lidah,tanda mengejek.
"Eh janchuk awas lo Shan" ujar Ezaa tertawa, ada ada saja tingkah Shania. Tapi ia menyukainya.
Kelas sudah dimulai beberapa menit yang lalu, Shania dan Vanessa pun sudah duduk rapi dikursi mereka taklama dosen masuk.
Vanessa menyikut lengan Shania yang sedang memainkan ponselnya, Shania menengok.
"Apa?"
"Dosen muda Shan"
Shania mengalihkan pandangan ke depan. Dan benar ternyata dosen mereka menjadi muda, eits dia kan....
"Woy, ko palah bengong,ganteng ya"
"Eh, yaaa gituuu"
"Kalo sama Aksara gantengan mana Shan? Lo harus bisa move on lhoo"
"Ga tau Van, iya ini gue lagi berusaha tapi lo palah nanya tentang Aksara"
"Sorry deh, hehehe"
Setelah percakapan beberapa detik tadi, sang dosen mulai memperkenalkan diri.
"Oke sebelum saya mulai kelas ini, Saya akan memperkenalkan diri saya,
Nama saya Fahri Wiliam, alumni Universitas Indonesia dengan prodi Mipa. Dikelas ini saya akan menggantikan dosen kalian yaitu pak reno,karena beliau sedang melakukan perpindahan dosen, ada yang mau ditanyakan?"
Semua mahasiswa diam, namun ada yang menunjukan tangannya.
"Iya kamu"
"Pak udah punya cewek belum"
"Cieeeeee Vanessa" ujar kelas biologi
Ya seorang mahasiswi yang mengangkat tangan itu adalah Vanessa teman Shania.
"Itu yang disamping kamu namanya siapa?"
"Ouhh ini Shania pak!"
Shania yang merasa dirinya disebutkan mengalihkan pandangannya ke arag depan. Tepat dengan tatapan mata ke arah dosen tersebut.
"Shania michael?"
"Widihh pak Fahri tau lhooo" ujar salah satu mahasiswa
Yang dibilang hanya tersenyum, Vanessa penasaran, ia akan meminta jawaban kepada Shania nanti,kenapa dosen muda nan baru nya tau Shania.
Dalam hati Shania berkata"
- dasar kak Liam ga bisa jaga omongan memang-
Setelah sesi tanya jawab yang hampir menguras tenaga karena tertawa, mereka pun memulai pembelajaran dengan hikmat.
๐๐๐
Kantin dipenuhi oleh para mahasiswa, Shania dan Vanessa sudah mendapatkan tempat duduk sambil menunggu pesanan mereka datang, dan Ezaa pun juga datang.
"Gue denger kelas lo pada kedatengan dosen baru ya?"
"Yoiiii" jawab Vanessa
"Muda juga kan?!"
"Yoiii, kenal Shania tuh"
"Ihh apaan sih Van" Shania bersuara.
"Widihh beneran tah Shan?, ada apa nih?!"
"ihh Ejaaa, ko palah"
"Udah Shaniaku, sekarang lo harus cerita sama kita kita"
"Dih tentang apa lagi"
"Tuh dosen baru nan muda plus ganteng"
__ADS_1
"Ngk deh, gue juga baru tau dia eh beliau hari ini"
"Alah boong!"
"Beneran dah,gue cuman tau kalo beliau itu Anaknya temen Papa gue,tadi pagi main kerumah terus gue sama dia berangkat bareng" jelas Shania.
Ezaa diam mendengarkan kedua wanita didepannya sibuk bicara, dan ia memikirkan akankah papa Shania akan menjodohkan dosen itu dengan Shania, "ah tapi tidak mungkin, Shania saja masih mencintai Aksara, tetapi dilain kata Gue juga cinta sama Shania" batin Ezaa berkata.
"Woy Zaa, diem diem baek"
"Eh iyaa, widih lo bisa move on dong dari Aksara Ntar"
"Apaan sih Zaa, ngk lah"
"Katanya mau move on"
"Huuuuuuuuuuuu" sorak Ezaa dan Vanessa tertawa. shania hanya tersenyum.
Tak lama seseorang duduk disampung Ezaa.
"Boleh bergabung?!"
"Eh pak dosen, boleh pak" jawab Vanessa.
"Terima kasih" kalian saya lihat tadi sedang membicarakan sesuatu yang menyenangkan,boleh saya tahu?!"
"Ouhh itu Shania lagi mau move on pak" jawab Vanessa keceplosan. Shania melotot begitupun Ezaa.
"Hah, Shania punya pacar?!"
"Eh ngak pak, Vanessa ngaco tuh kalo ngomong"
"Betul itu pak" tambah Ezaa.
"Kamu temannya Shania sama Vanessa?"
"Eh,iya pak Saya Ezaa,tepat nya Fareezaa,teman mereka berdua tapi hanya prince nya Shania pak" jawab Ezaa percaya diri.
"Saya Fahri wiliam"
"Iya pak,"
Setelah itu mereka saling mengobrol satu sama lain, membicarakan tentang bagaimana Liam kuliah di UI, dan kegiatan Ospek setiap tahun disana, dan dengan senang hati Liam menceritakan semuanya, dan matanya kadang kala terfokus ke Shania, dan itu membuat Shania kadang memalingkan mukanya, dan dengan Ezaa ia tau bahwa pandangan dosen itu terfokus kepada Shania hanya beberapa menit.
Taklama Vanessa meminta izin kepada mereka untuk pulang lebih cepat karena sopir suruhan papanya sudah berada didepan kampus, tinggalah Liam, Shania dan Ezaa.
"Shan, lo pulang sama siapa?"
"Shania pulang sama saya" jawab Liam.
Yang ditanya hanya diam, ia terkejut ketika Liam yang menjawab pertanyaan Ezaa.
"Shan?"
"Eh, iya"
"Ouh ya udah, gue duluan ya Shan, pak saya duluan, jagain Shania ya pak antar sampai rumah jangan sampek lecet sedikitpun, Ratu saya itu" ujar Ezaa, jenaka
"Pasti itu" jawab Liam.
Ezaa melangkah meninggalkan kantin.
"Yuk dek pulang"
"Eh iya kak"
Liam dan Shania berjalan bersisihan, untung saja koridor lantai bawah sedikit sepi jadi tidak akan ada yang menggosipi Liam dan Shania, namun jika ada mahasiswa/i yang tidak suka pasti besok banyak sekali yang bertanya tanya, itu yang membuat Shania malas.
"Ayo naik, jangan suka bengong,nih helmnya"
"Lho tadikan ga ada helm buat aku,"
"Iya tadi saya pesenin buat kamu, udah cepetan mau hujan ini"
"Iya iya,"
Suara motor berderu kencang tak lama Motor itu melesat dengan sangat cepatnya membuat seseorang yang diboncengnya mempererat pegangannya pada pundak pengemudi.
๐๐๐
Terima kasih telah membaca cerita aku, selalu sehat agar bisa membaca karya karya ku ya.
Jangan lupa vote,like and koment, share juga boleh.
followMe on instagram:@qu.citra
__ADS_1