
Happy Reading ❤️
Kini Raya sudah masuk sekolah tampak wajah penuh bahagia menghiasinya.
Dengan langkah riang ia menuju kelasnya namun tampak sekali cibiran demi cibiran keluar dari mulut siswa siswi disekolah.
"gue kira polos, ternyata suka ngamar"
"ketipu sama tingkahnya"
"jadi kasian gue sama Aksa pacaran sama cewe suka open BO kayak dia"
"gue denger sih udah putus"
"syukur deh kalo udah putus, masa mau pacaran sama barang bekas"
"najis banget"
"tercemar sekolahan kita karena tu cewe"
Begitulah isi cemoohan yang Raya dengar, berita apa entahlah ia tak tau sampai semua orang mengatakan hal buruk tentangnya.
Saat sampai dikelas Raya menatap kedua sahabatnya "DEAAAA.. RANIAAA" teriak Raya.
Dea dan Rania menoleh kearah Raya, betapa senangnya mereka melihat kembali sahabatnya telah kembali sekolah.
"RAYAAAA" teriak mereka bersamaan dan langsung memeluk Raya.
"kangen banget" ucap Raya membalas pelukan mereka.
"kita malah yang kangen banget sama lo" Dea dengan sayang memeluk Raya, ia rindu gadis Mungil ini. Rindu g dengan semua tingkah dan kejailannya.
"gimama pengobatan lo, lancar" tanya Rania melepas peluknya, ya Dea dan Rania sudah tau mengenai penyakit Raya.
__ADS_1
"lancar dong, gue masih pengen hidup kali" sahut Raya dengan tawa nya.
"kalo lo kesepian panggil kita ya buat nemenin lo berobat" ucap Dea dengan tatapan sedihnya.
"dihhh gak usah sok sedih muka lo, gak cocok. Jelek soalnya" ejek Raya pada Dea.
"yeee ni bocah bukannya bilang makasih, malah ngatain" Dea menoyor kening Raya dengan gemas.
"ahahhaha...becanda becanda" Raya cengemgesan.
"ohhh iya ada gosip apaan sampe gue trending di sekolah" tanya Raya membuat kedua sahabatnya diam membisu.
Rania menyerahkan ponselnya yang terdapat berita tentang Raya yang tersebar, Raya tersenyum dan mengembalikan ponsel Rania.
"kok lo ketawa sih Ray" tanya Dea sedikit kesal.
"mau gue marah pun percuma gak bakalan bisa balikin keadaan, biarin aja sesuka mereka aja ngatain gue. Siapa tau bisa jadiin kenangan" sahut Raya.
"buang buang tenaga" sahut Raya santai kemudiam duduk di bangkunya disusul Dea dan Rania.
Raya menceritakan segalanya pada Dea dan Rania tanpa di tutup tutupi, tapi ia juga meminta agar mereka berdua tutup mulut.
***
Di kantin tampak Raya, Dea dan Rania asik memakan bakso mereka dengan pahap hingga sebuah air soda memenuhi mangkok milik Raya.
Byurrr
Air itu memenuhi mangkok bakso milik Raya, mambuat Raya kaget dan mengangkat pandangannya.
"Aksa"
Semua orang kaget menatap tindakan Aksa pada Raya "cewe kayak lo gak pantas makan enak di kantin ini" sarkas Aksa dengan tatapan benci kearah Raya.
__ADS_1
Raya menghela nafas, bukan marah ia malah melanjutkan makannya walau makanan itu sudah tak layak dimakan.
Aksa menatap kaget tindakan Raya "ternyata beneran, gak hanya sikap lo yang murahan ternyata otak lo juga sama. Makanan gak layak aja lo makan, jijik banget" sarkas Aksa.
Dea yang sejak tadi mengepalkan tangannya, ia merebut mangkok Raya dan membantingnya kelantai.
"Lo,,,cowo tapi mulut lo kayak gak pernah disekolahin. Punya hak apa lo ngatain temen gue" Dea maju menghadap Aksa dengan tatapan amat benci.
"ajarin temen lo biar gak jadi murahan" ucap Aksa.
"elo atau temen gue yang murahan?" tanya Dea dengan nada mengejek.
"bertindak kasar sama cewe adalah hal termurah dari cowo" sinus Dea membuat Aksa mengangkat tangannya akan menampar Dea namun dihadang Reynan yang membawa Dea kebelakangnya.
Dan Raya menahan tangan Aksa "lo kasarin Dea, gue gak segan segan hajar lo walau lo sahabat gue" ucap Reynan penuh penekanan.
Aksa menatap bengis kearah Reynan, ia melihat kesamping saat Raya menahan tangannya.
Ia menghempaskan tangan Raya dengan kasar hingga Raya terjatuh kelantai.
"anj-" sumpah Dea pada Aksa.
"gak usah kasar ama cewe" tutur Reynan memperingati.
Rania langsung membantu Raya berdiri, namun Rania dibuat kaget saat hidung Raya mengeluarkan darah.
"Ray hidung lo" lirih Rania pelan, Raya kaget dan langsung memeluk Rania menutupi darah yang keluar dari hidungnya.
"tutupi gue, jangan sampe ada yang liat" bisik Raya yang diangguki oleh Rania.
Dengan cepat Rania membantu Raya berdiri dan menutup wajah Raya di bahunya, ia mengkode Dea agar pergi dari tempat itu.
Mereka langsung membawa Raya menuju toilet dan membantunya membersihkan mimisan yang terus keluar tanpa henti.
__ADS_1