
Ceklek
Pintu ruang rawat itu terbuka dengan lebar, menampakkan Aksa dengan tubuh yang bugar tak seperti sebelumnya.
Semua atensi teralih padanya, termasuk seorang gadis cantik yang menyambutnya dengan senyuman.
"hayy cantik Asa" sapa Aksa melambaikan tangan pada Raya dan menghampirinya.
"M-maaf" lirih Raya.
"shutttt...jangan banyak bicara" jari telunjuknya bersinggah di bibir Raya.
Mata gadis itu sudah berkaca kaca "jangan tinggalin aku lagi ya, Rasa hidup aku hancur saat itu" ucap Aksa penuh kesedihan.
"jangan pergi tanpa ajak aku ya sayang" lanjutnya, Raya yang mendengar hanya bisa menangis sambil menganggukan kepalanya.
"makasih udah bawa aku kembali sekali lagi" lirih Raya.
"jangan bilang makasih by, aku yang harusnya beribu syukur karena tuhan gak mengambil bidadari kesayangan ku"
Adam dan Nina menatap haru pada kedua pasangan itu, penuh cinta dan kasih sayang.
"setelah kamu sembuh dan lulus aku mau bikin kejutan buat kamu sayang" ucap Aksa penuh antusias.
"apa?" Tanya Raya.
"rahasia sayang, entar juga bakalan tau"
...***...
Satu minggu sudah Raya berada dirumah sakit dan hari ini pula ia sudah diperbolehkan pulang.
Apalagi yang menemaninya pulang adalah kekasihnya yang tak lain adalah Aksa.
Dengan telaten Aksa menyiapkan segala barang Raya, sungguh mereka seperti pasangan suami istri.
"udah beres?" tanya Raya menatap Aksa yang masih menata bajunya.
"dikit lagi by"
"perlu aku bantu" tawar Raya yang mendapat respon penolakan besar dari Aksa.
"no byby, jangan gerak dari sana sedikit pun atau kamu bakalan dapat hukuman" Ancam Aksa membuat Raya mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"gak usah ngode sayang" lanjutnya.
"sihh ngode apaan sih, aku gak ada ngode kamu ya" jawab Raya bingung.
Aksa menutup retsleting tas yang berisi pakaian Raya, ia berjalan mendekati gadis yang sedari tadi duduk dibrankar rumah sakit.
Cup
Aksa mengecup bibir itu dengan tiba tiba, membuat tubuh Raya seperti tersengat listrik berkekuatan turbo.
"kalo nggak ngode terus kenapa bibirnya di majuin gitu, pengen ya aku cium sampe mampus"
__ADS_1
Plakk
Raya menggeplak tangan Aksa dengan keras mendengar ucapan kekasihnya.
"cium aja tu cicak sampe mampus" Raya turun dari brankar dan keluar ruangan dengan wajah memerah, yang membuat Aksa terkekeh geli melihat tingkah lucu gadisnya.
Dengan segera Aksa menyusul gadisnya dan membawanya pulang.
...***...
Sesampai dirumah, Raya dibuat bingung dengan kesunyian yang menyambutnya.
Sepi dan benar benar sepi saat memasuki halaman rumah miliknya.
"papah, mamah, sama bang Nico kemana ya?" tanya Raya menatap Aksa.
"mereka pergi"
"kemana?"
"luar negeri"
"kok gak bilang sama Raya sih, emang mereka gak kangen apa sama Raya" Raya berucap penuh sedih.
Karena setelah Raya sadar tak ada satu pun menjenguknya lagi, bahkan teman temannya pun tak ada yang berkunjung.
Aksa menggenggam tangan Raya sambil tersenyum "are you okey" tanya Aksa.
"i'm fine"
Kriettttt
Raya masuk dengan wajah lesu, namun tiba tiba berubah kaget.
Duarrr
Duarrr
Preetttt
Preetttt
Seara letupan dan trompet tak mengalihkan pandangan Raya, dimana tercetak tulisan besar "WELCOME TO THE HOUSE".
Suara suara meriah berasal dari teman temannya, keluarga besar Raya dan juga keluarga Aksa.
Dekorasi super mewah dan elegan menghias setiap sudut rumah milik Raya hingga yang masuk akan merasa berada di istana.
"Selamat datang Princess" teriak mereka serempak, membuat Raya menutup mulut tak percaya.
Bahagia lebih dari itu semua, tak bisa di jabarkan bahkan di tulis sekali pun tak akan mampu mendeskripsikan seberapa bahagianya ia sekarang.
"kalian...." lirih Raya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"kejutan untuk kesayangan" bisik Aksa tepat ditelinga Raya, membuat gadis itu menatapnya.
__ADS_1
"gak boleh nangis, ayo peluk mereka semua" Aksa mengusap air mata gadisnya, membuat Raya menganggukan patuh.
Dengan segera Raya menghambur pelukan pada Adam, Nina dan Nico.
"makasih pah, mah, dan abang...Raya bahagia banget kalian menyambut kedatangan Raya"
"sama sama sayang, maafin kami juga gak jenguk kamu karena sibuk menyambut kedatangan kamu" ucap Adam mengecup pucuk kepala anaknya dengan penuh sayang.
"seharusnya Raya gak mikir buruk tentang kalian, maafin Raya ya"
Mereka menganggukan dan kali memeluk Raya, setelah memeluk keluarganya Raya juga di sambut hangat oleh keluarga besar Aksa.
"sehat terus ya sayang, jangan tinggalin anak bunda ya.." ucap Asya mengelus pucuk kepala Raya.
"iya bunda" kemudian memeluk Asya dengan erat.
Kemudian Raya beralih memeluk teman temannya "akhirnya bestie gue balik, seneng banget lo sembuh Ray... Gue paling seneng banget" imbuh Dea sambil memeluknya.
"gue selalu berdoa sama tuhan agar lo sehat dan gak sakit sakit lagi, ternyata tuhan jawab doa gue" Rania ikut memeluk Raya.
"selamat datang kembali Queen nya SAMUDRA " ucap geng Aksa serempak sambil membungkukkan badan seperti menghormati Ratu,membuat Raya terkekeh geli melihatnya.
...****************...
Aku Nayaka Aneska seorang gadis yang garis takdirnya dibuat tak pernah mencapai kebahagian, bermula dari bullying ketika ayahku menjadi narapidana kasus pembunuhan.
Hingga mahkota yang ku jaga direbut paksa oleh laki laki bejat dan keji, inilah kehidupanku yang dikelilingi neraka oleh mereka.
Sampai suatu hari aku dicekoki obat aborsi yang merenggut nyawaku, bukan duka yang ku terima malah suka cita mereka yang menyambut akhir hidupku.
-
-
-
Apa kalian kira aku akan mati begitu saja? Tanpa ada balasan disetiap tetes darahku? Dia pilihanku yang akan menjadi malaikat kematian bagi mereka yang bahagia diatas kesengsaraanku.
°
°
°
°
°
°
Nantikan pejalanan balas dendamnya!
Jangan lupa ya gaes mampir di cerita baru aku, biar kalian bisa kasih ide ide baru buat cerita aku semakin menarik
__ADS_1