AKSARA

AKSARA
RUA| 26


__ADS_3

Happy Reading ❤️


"tolong" seorang gadis kecil berusia 14 tahun berlari dijalanan sepi dengan keadaan lengan baju yang robek, kening berdarah hingga darah menutupi sebagian wajahnya.


Lututnya juga robek mengeluarkan darah segar, dengan keadaan tertatih gadis kecil itu terus meminta tolong.


"tolonggggg.... Hisk. Sakitttt" memegang kepalanya.


"tolonggggg......." teriak terus menggema.


Hingga tiga orang berbadan besar kembali menghalangi jalan gadis yang tertatih itu.


"heh anak kecil, udah puas larinya. Gimana kalo sekarang kita bermain" ucap laki laki itu dengan tatapan menjijikan..


"pergi jangan ganggu gue" teriak gadis itu namun tak diindah kan oleh para lelaki itu.


Saat mereka ingin menangkap gadis itu, dengan cepat gadis itu berlari dan mengambil balok berukuran besar.


"pergi gue bilang pergi" sambil mengacungkan balok itu, tiga lelaki itu terkekeh geli melih bocah ingusan berani mengancam mereka.


Saat satu orang akan maju dengan segera gadis kecil itu menghantamkan balok kekepala nya hingga satu orang tumbang dengan darah mengalir dibelakang kepalanya.


"brengsek lo" teriak laki laki itu saat melihat temannya tumbang, dengan segera satu lelaki lagi maju dan menggores lengan gadis itu.


"akhhh..."jerit gadis itu, tak tinggal diam ia juga menghantam kaki lelaki yang menggores lengannya.


Krakk


Sepertinya tulang kaki lelaki itu patah kedua duanya saat hantaman begitu pada kakinya.

__ADS_1


" maju lo sini, kalo lo juga mau bernasib sama dengan mereka berdua" Ancam gadis itu mengacungkan balok yang sudah berumur darah.


"hehehe lo berani Ancam gue bocah" lelaki dengan menggunakan gelang naga serta tato bergambar kupu kupu itu maju dengan mengeluarkan alat penyetrum.


"Hisk... Gue mohon lo pergi, gue salah apa" tangis gadis itu pecah dengan tenaga yang sudah hampir terkuras habis.


***


Suara deruman mesin terdengar menggelegar dijalan raya dengan banyak penonton di pinggirnya.


Brummm Brummm Brummm


"gue pastiin lo bakalan kalah hari ini" ucap laki laki berusia 16 tahun ketua geng Elang.


"mimpi lo ketinggian, jatoh gak bakalan ada yang nolongin" ejek laki laki ketua geng SAMUDRA yang tak lain adalah Aksa.


"bacot lo"


Seorang wanita berdiri ditengah motor yang sudah bersuara.


"Ready...."


"one"


"two"


"three"


"GOOOOO......"

__ADS_1


Bendera berakibar keatas dengan dua motor langsung melaju kencang berlomba paling cepat.


Kedua motor itu saling adu salip menyalip dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan sekitarnya.


Hingga suara dentuman memberhentikan motor motor itu, ketika seorang gadis muncul ditengah jalan.


BRAKKKKKKKK


Aksa terlempar jauh namun tubuhnya masih aman tanpa luka karena ia menggunakan baju pengaman agar tak terluka jika jatuh sedangkan motornya sudah terpental jauh dan hancur.


Namun matanya terbelalak melihat tubuh seorang gadis tergeletak di jalanan dengan tubuh bersimbah darah.


Jantung ya seolah berhenti berdetak, nafasnya tercekat, serta suara yang sudah seolah bisu.


Saat ingin menghampiri gadis itu, tangan Aksa ditarik oleh Galang.


"gak usah tolongin, bahaya kita semua bisa masuk penjara" Galang menarik tangan Aksa menuju motornya.


Mata Aksa terus fokus melihat gadis itu, ia melihat pergerakan tangan gadis itu dan kemudian jatuh.


"kayaknya dia mati, lo jadi pendosa besar" Galang menyeringai kemudian melajukam motornya membawa Aksa.


Sedangkan gadis itu yang sudah terkapar hanya bisa menteskan air mata, padahal tangannya pertanda meminta tolong namun dengan kejinya dua pemuda itu meninggalkannya.


"to...lo...ng" lirih Gadis itu, penglihatannya buram ia hanya tau itu laki laki tapi tak tahu seperti apa wajahnya.


Ia melihat jalanan itu sudah mengalir darahnya dengan deras, ia semakin menangis dengan tangan gemetar.


"g-gak k-ku-kuat" lirihnya terus menatap jalanan, dengan perlahan tangannya turun dengan mata yang mulai menutup saat motor itu melaju meninggalkannya tanpa menolong ya lebih dahulu.

__ADS_1


Setelah beberapa hari kejadian itu, Aksa mendengar kabar bahwa gadis itu meninggal dunia. Sedangkan motor dan jejak milik Aksa disapu bersih agar tak ada yang mengetahui perbuatan jahatnya.


Hingga sekarang ia tenggelam dalam lautan penyesalan tanpa tau wajah tau keluarga korban yang ia tabrak tanpa sengaja.


__ADS_2