
Happy Reading ❤️
Tengah malam saat ini membuat kulit tubuh Raya seperti ditusuk tusuk oleh dingin, kepalanya berdenyut sakit hingga membuat telinga berdengung.
Raya mencoba membuka matanya, mengajak tubuh yang lemah itu berdiri untuk mencari bantuan.
Tujuan utamanya adalah kamar kedua orangtuanya.
Tokk
Tokk
Tokk
Raya mengetuk pintu "M-mah..." lirih Raya berusaha sekuat tenaga agar tak tumbang.
Ceklek
"Raya kamu kenapa sayang" tanya Adam penuh khawatir saat melihat wajah putrinya yang sudah pucat pasti.
"s-sakit pa-" ucapanya tak selesai saat tubuhnya sudah tumbah dipelukan sang papah dengan hidungnya yang mengeluarkan darah.
"RAYAAAAA" teriak Nina saat melihat putrinya. Ia menghampiri Raya dengan cepat.
"pah, langsung bawa aja kerumah sakit... Ayokk" panik Nina dengan wajah yang sudah bersimbah air mata.
Dengan cepat Adam menggendong tubuh Raya dan langsung menuju rumah sakit tanpa peduli penampilannya yang hanya menggunakan baju tidur.
...***...
Berbagai macam alat telah terpasang ditubuh Raya, sampai detik ini Raya belum sadarkan diri.
__ADS_1
"kita harus segera melakukan operasi pak, walau kemungkinannya hanya kecil. Jika tidak ini akan menggerogoti seluruh sel tubuh putri bapak" jelas Dokter, membuat Adam menatap kalut kearah ruangan Raya.
"gimana ini mas, satu sisi aku takut Raya gak mampu dan disisi lain aku juga gak mau liat Putri ku kesakitan" isak Nina dalam pelukan suaminya.
"sekarang keadaan putri bapak sangat kritis, jika kita memperlambat maka lebih besar kemungkinan kita harus mengikhlaskan putri bapak"
Brakk
Adam menggebrak kursi kedepan dokter tersebut "jangan sekali kali mengucapkan hal buruk tentang Putri ku" Ancam Adam membuat dokter itu ketakutan.
"M-maaf pak"
"papah" teriak seorang laki laki dengan keadaan berantakan menuju Adam.
"Nico" Nina langsung memeluk putra sulungnya dengan isak tangis yang terus menerus tanpa henti.
"gimana keadaan ade pah" tanya Nico, membuat wajah Adam langsung berubah satu dan kosong.
"Raya harus dioperasi, tapi kemungkinan selamat hanya 30% persen. Jika tak melakukan operasi maka R-raya... Raya" Adam menutup mulutnya demi menahan tangisnya yang pecah.
Kenapa tuhan sangat tidak adil pada gadis kecil itu, kenapa harus ia yang selalu berada diambang kematian.
Nico beralih memeluk sang papah "kita harus lakukan operasi Raya pah, walau kemungkinan kecil. Tapi gak ada salahnya kita berharap dan berdoa agar Rayanya kita kembali" jelas Nico yang sebenarnya ia juga rapuh mendengar kabar sang adik.
Tapi jika ia rapuh, siapa lagi yang akan menguatkan kedua orang tua nya saat ini.
"lakukan operasinya dok, kami minta lakukan yang terbaik untuk gadis kecil kami" ucap Adam.
"baik pak"
...***...
__ADS_1
Disisi lain Aksa sudah kepayang mabuk dengan botol botol alkohol memenuhi apartementnya.
"melupakan kamu itu sakit, kehilangan kamu itu mematikan dan menjauhimu adalah keputusasaan" lirih Aksa sambil meminum alkohol.
Sampai pintu apartement milik Aksa terbuka menampakkan seorang laki laki yang menghampiri Aksa dan duduk disebelahnya.
"lo ada masalah" tanya laki laki itu adalah Aiden.
"Raya ninggalin gue, dunia gue udah gak ada. Dia pergi tanpa balik lagi sama gue" Air mata Aksa luruh seketika membuat Aiden kaget.
Sungguh ini kali pertamanya ia melihat ketua yang paling kejam terlihat hancur dan rapuh hanya karena seorang gadis.
"dan semua ini karena Sella sialan itu"
"Sella?" ulang Aiden mencoba membenarkan pendengarannya.
"dia hamil dan bilang bahwa itu anak gue, tapi sumpah gue gak pernah sekalipun nyentuh atau bahkan tidur bareng cewek ular itu. Gue gak tau gimana cara dia jebak gue, dan gue juga yakin itu bukan anak gue" jelas Aksa membuat Aiden paham sekarang.
"sialan lo" batin Aiden dengan tangannya yang terkenal kuat saat tau Sella dalang dari kehancuran sahabatnya.
"gue tau lo bukan ayah dari anak yang di kandung Sella, karena anak itu milik gue" ucap Aiden membuat Aksa langsung menoleh kearah sahabatnya.
"maksud lo"
"Sella hamil anak gue dan gue baru tau Sella hamil dari lo saat ini. Kejadiannya beberapa bulan yang lalu saat gue sama Sella dalam keadaan mabuk berat diclub, dia jebak lo supaya hubungan lo dan Raya hancur. Padahal gue udah sering Ancam cewe sialan itu" jelas Aiden membuat beban Aksa seketika menjadi ringan.
"kalo gitu kita langsung jelasin kecewe gue"
Ting
...Nico...
__ADS_1
|Raya masuk rumah sakit,
keadaannya kritis