AKSARA

AKSARA
RUA| 31


__ADS_3

Happy Reading❤️


Seperti biasa sekolah hari ini memiliki banyak aktifitas, tak ada jam kosong atau rapat guru.


Kelas Raya sedang sibuk pada ujian dadakan yang mereka hadapi, karena tak ada persiapan membuat mereka lama bersemedi mencari jawaban.


"anjrottt, dasar botak tak ada prikebaikan" gumam Raya menatap guru yang berada di depan.


"psettt psettt woyy" panggil Dea yang menyenggol lengan Raya "apaan ******" sahut Raya.


"contekin dong" ucap Dea amat pelan "heh dodol buntet, gue emang pinter tapi kalau dadakan gini gue juga bisa jadi bego anjrot" jengkel Raya.


"kalo lo gak percaya liat nih kertas kosong gue cuma dipenuhi gambar babi ******" lanjutnya.


"karya lo terlalu memukau Ray, sampe sampe gue gak terkesan sama sekali" sahut Dea mengangkat temponya.


"wahhh ngajak gelud ni bocah" bersiap melempar pulpen.


"Raya, Dea kalian mau ujian atau gibahan. Diam dan kerjakan atau keluar dan nilai kalian merah semua" Ancam guru berkepala plontos itu.


"I-iya pak kmai kerjakan" sahut Raya sedikit gugup. Setengah jam lamanya akhirnya ujian milik Raya selesai.

__ADS_1


"anj- kata bego tapi cepet amat selesainya, dasar gak bagi bagi ilmu lo" sarkas Dea "bagi bagi ilmu sama lo musyrik, bagi bagi dosa bareng lo baru berpahala... Bayyy" Raya melambaikan tangannya dan maju kedepan mengumpulkan soal ujiannya.


***


Dikantin Raya duduk sendirian ditemani es teh didepannya sambil menatap sekitarnya yang masih kosong.


"ngapain sendirian" suara bariton memecahkan keheningan.


"Asa" wajah sumringah terpancar diwajah Raya saat melihat laki laki didepannya.


"kok sendirian" Aksa duduk disamping Raya dan mengusap kepala Raya dengan lembut.


"yang lain belum selesai ujiannya Sa, makanya Raya duluan kekantin"


"makan ya, Asa pesenin" Aksa beranjak memesan makanan, tak lama ia kembali dengan satu piring nasi goreng dan teh hangat di tangannya.


"lohhh Asa gak makan" tanya Raya bingung hanya ada satu piring Nasi.


"makan sayang, berdua sama kamu" sahut Aksa mulai menyuapkan makanan Kedalam mulut Raya kemudian dirinya sendiri.


Sesekali ia mengusap pinggir bibir Raya yang selalu cemong jika makan "makan pelan pelan sayang" ucap Aksa lembut.

__ADS_1


"habisnya enak" cengir Raya, membuat Aksa tak habis pikir dengan keajaiban perempuan satu ini. Jika biasanya perempuan akan jaim, namun berbeda dengan Raya yang selalu apa adanya.


"gimana keadaan kamu, udah mendingan" tanya Aksa mengingat kejadian semalam.


"baik kok Sa, Asa gak usah khawatir" sahut Raya santai. "gimana gak khawatir by, di sini Rasa gak bisa berdecak liat kamu gitu" menunjuk arah jantungnya.


"Asa.....Raya baik baik aja kok. Asa percaya deh sama Raya" sahutnya kembali sambil menggenggam tangan Aksa dan mengarahkan ke pipinya.


"fhuhh...kalo rasanya masih ada beban, berbagi yuk. Biar byby gak nanggung semuanya sendiri, biar ini dan ini gak cape sayang" menunjuk kepala dan dada Raya "Mereka juga cape liat byby nanggung sendirian, tapi kalo byby mau berbagi kesini ya biar Asa tanggung semuanya" menepuk pundaknya agar jadi sandaran untuk Raya.


Raya mendekat dan menenggelamkan wajahnya didada bidang milik Aksa "makasih Asa" melingkarkan tangannya dipinggang milik Aksa.


"aku sayang kamu dan sayang ini bener bener nyata by, terlalu sakit liat kamu kayak kemarin. Aku pengen jadi kunci kebahagian di sejuta senyum kamu" UngkapAksa menangkap wajah Raya, menatap. Mata itu dengan dalam.


Air mata Raya mulai keluar dengan perlahan "takut Sa, Raya ketakutan Sa" Adu Raya membuat hati Aksa terasa di tusuk, ia mendekat tubuh Mungil itu dengan sayang untung saja kantin masih sepi.


"shutttt aku disini sayang" menciup pucuk kepala Raya. "udah nangisnya ya" pinta Aksa.


Raya mengangguk dan menghapus Air matanya, ia mengeluarkan obat di saku seragamnya. Berbagai jenis obat membuat Aksa melotot.


"kamu sakit" tanya Aksa, namun Raya mengelengkan kepalanya "kata mama, Raya harus minum ini semua" menunjuk 6 butir obat.

__ADS_1


"apa Raya sakit parah" batin Aksa, ia diam diam mengambil obat itu dan memasukkan Kedalam kantong celananya.


"ya udah minum obatnya, terus kita kerooftop cari angin" ucap Aksa merapikan rambut Raya yang sedikit berantakan.


__ADS_2