AKSARA

AKSARA
REFRESH ok!


__ADS_3

### Selamat membaca kelanjutan cerita aku,jangan lupa selalu support aku ya, terus jangan lupa vote and coment ya!


thanks! 💙💙


Malam ini Shania meruntuki kebodohannya.         


Kenapa?


Karena ia tadi pagi berangkat ke kampus menggunakan mobil dan pulang bersama Liam menggunakan mobil, yang artinya ia lupa jika membawa mobil ke kampus.


Hingga mamanya pun bertanya kemana mobil yang ia bawa tadi pagi, dan Shania melebarkan bola mata lalu menepuk jidatnya.


Ahhh. Ia lupa. Ternyata mobil miliknya masih berada dikampus. Kenapa ia bisa selupa ini, apa karena rasa kesalnya selesai mengoreksi laporan makalah tadi.


Sungguh bodoh!


"Kemana mobilnya Shania?"  Mamanya bertanya lagi.


"Dikampus Ma" jawab Shania tersenyum kuda.


"Lho? Lah kamu pulang sama siapa,naik apa?"


"Tadi tuh, kecapean, trus diajak pulang bareng kak Liam ya udah ikut aja, dia yang maksa" jelas Shania


"Liam? Yang anaknya temen papa kamu, dosen dikampus kamu kan?"


"Iyaa Mama, iya udh ntar mobilnya aku ambil deh"


"Ngak usah, nanti biar pak udin yang ambil"


"Iyaa udah, ". 


Shania segera melangkah kelantai atas ke kamar miliknya untuk membersihkan badan. Shania tertawa sejenak ia hanya menertawakan kebodohannya untuk hari ini.


                    👑👑👑


Selesai membersikan tubuh, Shania duduk dimeja belajarnya lalu mengeluarkan buku yang lumayan tebal, tidak membelajarinya, hanya membaca saja, itu lah Shania. Tak lama ponsel miliknya berbunyi.


Ting!...........!...........!


Kak Liam:


       Malam :)


08:00 AM Read.


Shania 🐣:


       Malam kak, ada apa ya?


Kak Liam:


        Cuma pengen nyapa kamu saja:')


Shania 🐣:


        Ouh iya kak :)


Kak Liam:


           Belajar, biar nilai kamu naik,biar bisa ngambil 24 SKS, biar cepet lulus 😆


Shania 🐣:


            Hehehe siap kak, mohon bimbingannya🤗

__ADS_1


Kak Liam:


            Oke,


08:13 AM Read.


Hanya percakapan sederhana itu, Shania merasa aneh,namun ia biarkan saja, dan ia ingin segera memejamkan matanya untuk mimpi yang indah. Semoga :)  Good night para readers!


    ∆∆∆∆∆∆∆


Mentari telah bersinar, tanda malam telah terganti oleh pagi hari. Shania, gadis itu sedang sarapan bersama Mama nya, tidak biasa ia akan sesantai ini, biasanya ia akan terburu-buru untuk ke kampus.


"Tumben sarapan bareng Mama, lagi ga ada tugas ya Shan?"


"Hehehe iya Ma, "


"Bagus lah, Mama juga kan ga mau kalo kamu sibuk banget sama kuliah kamu, Mama jadi jarang sarapan bareng kamu"


"Maafin Shania ya Ma, "


"Iyaa ngak papa, itu juga kan kemauan papa kamu biar nilai kamu disemester ini naik"


"Iyaa ma, iya udah Shania berangkat dulu ya"


"Iya udah, hati-hati bawa mobilnya, jangan ditinggal lagi"


"Hehehe iyaa Ma"


Setelah pamit dengan Mamanya, Shania mengendarai mobilnya menuju kampus.


Sesampainya dikampus entah mengapa ia terlihat lebih semangat hari ini, sarapan bareng Mama,


dan tadi,baru saja memarkirkan mobil di parkiran kampus, ia sempatkan untuk menyapa para teman teman nya dan lebih parahnya lagi ia menyapa Kating nya alias kakak tingkat, hahahaha.


"Hhhhhhh, gue aneh" gumam Shania tersenyum.


"Pagi Shan" sapa Ezaa yang telah duduk disampingnya.


"Ehh Ejaa, apa kabar?" tanya Shania antusias


"Baik, dijawab dong sapaan gue tadi" ucap Ezaa.


"Eh iyaa sampe lupa, pagiii Ejaaku" ucap Shania bergurau.


"Senyum mulu. Lagi bahagia nih ceritanya"


"Eh apaan sih, masa gue harus sedih mulu sih Ja"


"Hahahaha iya juga sih, trus kenapa dong cerita sama gue"


"Hahahaha, ya ga ada apa- apa sih, intinya gue hari ini lagi semangat buat memperbaiki nilai gue di semester dua ini, dan lo harus terus kasih gue semangat" jelas Shania.


"Pasti kalo itu, Btw lo kemaren pulang bareng pak Liam ya?"


"Eh ko lo tau, "


"Gue kemaren belom pulang, niatnya mau pulang bareng lo, mau nebeng gue, soalnya motor gue ngambek ga mau jalan" jelas Ejaa.


"Eh, sorry Ja, "


"Santai"


"Kenapa lo ga sms atau telpon gue gituh"


"Gue kan maunya langsung ga mau ada perantara"  jawab Ejaa seraya menatap lurus mata indah Shania.

__ADS_1


"Eh, tau ga kemaren kan gue pulang bareng kak eh pak Liam, nah lo tau kan gue bawa mobil, dan parahnya gue lupa, gue palah dianterin sama pak Liam itu" jelas Shania sedikit tertawa.


Ezaa, mengalihkan tatapannya menuju papan tulis didepan, sudah beberapa mahasiswa mengisi kursi mereka dan jam sudah menunjukkan pukul 9 lewat 5 yang artinya sebentar lagi kelas Shania akan dimulai, mungkin alasan yang bagus untuk menghindar dari percakapan yang isinya tentang dosen muda itu.


Ezaa tau, mungkin dosen muda itu tertarik dalam artian suka, kepada Shania, dan itu juga artinya dosen itu akan menjadi sainganya setelah Aksara pergi entah kemana.


Padahal ia sudah sangat senang tidak ada lagi Aksara yang selalu bersama Shania setiap saat. Namun ketika Aksara pergi malah datang yang lebih baru, dan parahnya lagi dosen itu anak dari teman papanya Shania. Sulit.


"Ejaa?, ko bengong"


"Eh gue ke kelas ya, bentar lagi dosen lo atau gue masuk bye, nanti ngantin bareng ya" ujar Ezaa berdiri dan melangkah keluar kelas Shania.


"Ehh iyaaa byee" balas Shania. "Aneh" gumam Shania.


Namun Shania tidak memikirkannya yang terpenting ia harus tetap semangat hari ini, hingga ia lupa bahwa sudah beberapa hari ini ia melupakan Aksara.


"Pagiiii Shania....." sapa Vanessa yang baru datang.


"Pagi Vanessa" jawab Shania.


"Udah diapelin Ezaa aja pagi pagi"


"Apaaan sih Van, "


"Hahahah salting nih, mau pilih pak Liam apa Ezaa nih?"


"Lah sih, ko palah suruh milih, udah ah, tuh pak Liam udah masuk" bisik Shania.


Vanessa mengalihkan perhatiannya kedepan. Dan benar Liam sudah duduk rapi dengan memainkan ponselnya sebentar tak lama ia menyapa para mahasiswa. Shania dan Vanessa pun diam memerhatikan.


          ∆∆∆∆∆∆∆


Setelah beberapa jam,kuliah selesai Shania dan Vanessa segera keluar dari kelas itu.


"Mau kemana nih kita? Dari kemaren kantin mulu" ucap Vanessa.


"Iyaa sih, kemana ya yang enak, "


"Eh, temenin gue ke gramedia yuk!" ajak Vanessa


"Mau ngapain? Kan baru kemaren kita ngeMall"


"Gue mau beli novel terbarunya Tere Liye,"


"Wihhh, oke juga, gue juga pengen beli novelnya Fiersa besari,kuy"


"Kapan nih?"


"Ntar sorean dikit sekalian nyore"


"Iyaa udah byeee, sampai ketemu nanti"


"Byeee Shan"


Lalu mereka berpisah diparkiran. Vanessa pulang dijemput oleh supir pribadinya dan Shania membawa mobilnya, ia tak ingin seperti hari kemarin yang mobilnya ia tinggalkan, untung saja Liam tidak tau kejadian itu, jadi dia tak bakalan kena ejekan.


 


👑👑👑


 


Terima kasih telah membaca cerita aku,sehat selalu para readrs! Jangan lupa like, vote,comment dan share ya! Thanks! Love you 😘


followMeOnInstagram:@qu.citra

__ADS_1


Enjoyyyyyyyyyyyyyyyyyy!


__ADS_2