AKSARA

AKSARA
RUA| 45


__ADS_3

Happy Reading ❤️


"shhhhh.....jangan kuat kuat Sa"


"gak kuat kok by, tahan ya"


"akhhhhh..."


"jangan kenceng kenceng suaranya"


"gak bisa, gak kuat banget shhhhh"


"bentar lagi kok, kuat ya. Tanggung nih"


"B-buruan aku gak t-tahannnnhhhnnn... AKHHHH" jerit Raya.


"hufhhhh.... Akhirnya keluar juga" Aksa berhasil mengeluarkan beling ditangan Raya.


"s-sakit banget tau" rengek Raya.


"makanya gak usah bandel, di bilang diem malah bertingkah. Kan gini jadinya" omel Aksa sebab Raya sudah disuruh diam malah joged joged dan menyenggol pas hingga pecah.


Alhasil tubuhnya juga oleng dan tangannya hinggap di pecahan kaca yang berserakan.


"maaf" cicit Raya.


Ctakk


Aksa menyentil jidat kekasihnya ini "makanya di bilangin itu nurut jangan bandel, lagian ngapain coba joged joged gitu hah! Kalo mau joged entar pas udah malam pertama kita joged" ucap Aksa.


"emang malam pertama joged sa, bukannya indehoy" ucap Raya.

__ADS_1


"iya joged. Joged ngebor sama goyang gergaji" sahut Aksa.


"yeeee sama aja...cuma beda kosa kata" Raya mendelik pada Aksa.


"udah ah. Katanya mau ke mall, yukk" Aksa menggapai tangan Raya dan berdiri.


"gak papa kan pakaian aku gini" Raya menunjuk pakaian baju oversize polos berwarna putih dan celana training besar serta sendal jepit.


"emang kenapa sama pakaian kamu"


"ya gak kenapa kenapa sih, ya siapa tau kamu malu gitu secara tampilan aku burik banget" jelas Raya.


"aku gak pernah malu, kamu cantik lebih dari apapun yang kamu pakai" sahut Aksa membuat senyum Raya semakin lebar dan bersemangat.


***


Setelah sampai di mall terbesar milik bundanya Aksa, mereka langsung menuju butik ternama didalam mall itu.


"kamu tunggu di sini, aku mau ngomong sama pegawainya dulu" titan Aksa.


"jangan keluyuran, diem disini. Kalo tau kamu keluyuran aku iket kamu" Ancam Aksa dengan gerakan seolah mengikat.


"kejem banget" Raya cemberut. "harus kejam biar kamu gak bandel" mencubit hidung Raya dengan gemas.


"udah sana, aku duduk di sini tungguin kamu" Aksa menganggukan kepalanya, kemudian melenggang pergi.


Tak lama kepergian Aksa seorang wanita dengan tampilan terbuka serta baju kekurangan bahan dan ditambah dempulan make up di wajahnya.


Ia duduk di sofa samping Raya "mbak sana sana dehh..." ucap wanita itu pada Raya.


"lah kenapa?" tanya Raya heran, tidak ada angin, hujan, badai, penting, tornado wanita ini malah mengusirnya.

__ADS_1


"saya gak level duduk sama babu kayak mbak, pasti nungguin majikannya kan" wanita itu kembali berucap dan langsung Mendapat tatapan datar dari Raya.


"iya gue babu" sahut Raya.


"makanya mba jadi babu tau diri, gak usah duduk disofa mahal gini. Yang ada ngotorin tau gak" sarkas wanita itu.


"lambenya pengen gue cabein" batin Raya.


"sofa nya gak protes ngapain tante protes" sahut Raya sinis.


Wanita mendengar kata tante dari mulut Raya seketika emosi "ehhh babu gak usah sok deh lo. Tampilan kayak gelandangan sok sok nginjak mall besar gini" sarkas wanita itu kemudian mendorong bahu Raya.


Raya memutar bola matanya jengan, ia berdiri tanpa menjawab ucapan wanita di depannya.


"iiiiuhhhh kan jadi megang megang babu" Wanita itu mengeluarkan tisu dan menggosok tangannya yang baru saja memegang Raya.


"andai bisa gue patahin tu tangan" batin Raya.


Diam diam Raya tersenyum licik, ia bergeser sedikit demi sedikit menuju belakang sofa saat wanita itu masih sibuk membersihkan tangannya.


Brukk


Raya menendang sofa itu hingga wanita di sofa terjengkang kelantai dengan posisi menungging.


"Ahahhaha mampus, ehh ya allah dosa tertawa di atas penderita orang" Raya tertawa keras membuat wanita itu emosi dan berdiri dan mendorong Raya hingga termundur.


"kurang ajar banget babu kayak kamu" teriak wanita itu didepan Raya, Raya diam tak menjawab hanya tatapan datar.


Aksa datang dan langsung merangkul pinggang Raya dengan posesif "aku udah bilang sama pegawainya, semua isi butik ini jadi milik kamu" Raya tersenyum.


"makasih sayang" sahut Raya lembut.

__ADS_1


Sedangkan wanita itu diam membisu melihat Aksa anak pengusaha nomor satu di depan matanya dan lebih kaget lagi gadis yang ia hina adalah kekasih kolongmerat didepannya.


"ya udah pergi yukk" Aksa menggandeng Raya keluar dari butik milik bundanya, ia melihat semua tindakan wanita itu pada kekasihnya namun ia juga tahu Raya bisa membalasnya.


__ADS_2