
Happy Reading ❤️
Sella berlari menuju kelas Aksa, dengan nafas terengah engah gadis itu berteriak "AKSAA"
Aksa dan teman temannya menoleh kearah sumber suara yang memanggil nama Aksa "ada apa sell" tanya Aksa saat gadis itu ada dihadapannya.
"gue mau minta tolong boleh" wajahnya di buat sepolos mungkin.
"minta tolong apaan Sell!?" tanya Aksa. "anterin gue pas pulang sekolah ke apotik ya, mama sakit minta beliin obat" sahut Sella.
"gue gak bisa" jawab Aksa "gue ada janji sama Raya hari ini Sell dan maaf banget gue gak bisa nolongin lo" lanjut Aksa.
"plishh Sa gue mohon sama lo, mama sakit Sa" Ucap Sella dengan lirih seolah sedih.
Aksa memejamkan mata kemudian membuang nafas dengan kasar "gak bisa Sell, sorry gue lebih mentingin pacar gue" sahut Aksa mulai jengah.
"sa gue mohon, lo gak kasian sama mama gue" Sella sedikit memaksa dan dengan berani menggenggam tangan Aksa.
Melihat itu Aiden menipis tangan Sella pada Aksa "sopan dikit lo" sarkas Aiden "paham bahasa manusiakan, Aksa bilang gak bisa ya gak bisa. Lo maksa banget gue heran" lanjut Aiden.
"kalo lo mau, entar di antar temen gue aja gimana" tanya Aksa.
"ogah beribu ogah, gue anterin ni ondel ondel" Aldi langsung memasuki kelasnya.
__ADS_1
"gue sibuk" sahut Reynan juga memasuki kelasnya.
"gue juga ada acara, jadi sorry aja gak bisa" lanjut Nico mengikuti temna temannya "Aldi ngemall yukk pulang sekolah" Teriak Alam menolak terang terangan Sella.
"Aiden" tanya Aksa "oke gue bisa" sahut Aiden Menatap tajam kearah Sella, yang di tatap pun menelan salivanya melihat tatapan mengerikan yang Aiden layangankan.
"g-gak jadi aja Sa, gue gak enak" ucap Sella agak terbata bata "gak papa Sell, santai aja. Kalo gitu gue masuk dulu" Aksa memasuki kelasnya meninggalkan Aiden dan Sella di luar.
"lo udah gue peringatin, tapi masih ngotot. Liat aja apa yang bakalan lo dapat nantinya" Ancam Aiden menunjuk wajah Sella kemudian berbalik meninggalkan gadis itu yang ketakutan.
***
Saat ini dua sejoli berada di mall sesuai janji Aksa mengajak ia jalan jalan dan nonton bersama.
"Asa liat deh lucu kan" menunjuk boneka beruang yang kecil pada Aksa.
"gak ah mahal, tabungan Raya gak cukup" yap walau terbilang kaya tapi Adam selalu mendidik anaknya dengan baik memberi uang secukupnya agar tidak boros dan semena mena.
"bentar... Mbak" panggil Aksa pada pengawas toko, pegawai itu menghampiri Aksa "ada yang bisa dibantu"
"saya mau boneka ukuran jumbo di sana" menunjuk boneka beruang berukuran amat besar dan harga yang fantastis.
"boleh mas" sahut pegawai itu.
__ADS_1
"kirim boneka ya ke alamat ini" Aksa memberikan alamat rumah Raya.
"Asa ngapain beliin sih" sungut Raya.
"spesial untuk byby dan sebagai tanda baikan kita" sahut Aksa lembut "tapikan itu mahal banget sa" jawab Raya dengan kepala tertunduk.
Aksa mengangkat dagu Raya agar menatap matanya "aku gak perduli seberapa mahal atau berharga ya barang itu jika kekasih ku suka maka akan aku dapatkan, agar bisa liat senyuman yang memalukan dari dirinya" ucap Aksa amat lembut membuat jantung Raya semakin berdebar dengan menatap. Dan mendengar ucapan Aksa.
Wajah semerah Tomat membuat Aksa gemas "kalo udah sah ihhhh pengen aku gigit tau gak" mencubit kedua pipi Raya.
"Emang Asa mau nikahin Raya?"
"mau dong"
"kalo Raya gak mau gimana"
"aku culik, aku paksa, atau lebih simpel tinggal tanam benih biar bisa nikahin kamu" sahut Aksa enteng
"ihhh kok gitu sih" Raya cemberut membuat Aksa semakin gemas, dengan cepat Aksa menggigit pipi bulat itu dengan keras hingga berbekas.
"awssss s-sakit Asa" lirih Raya berkaca kaca "habis nya kamu gemesin sih, ini pipi atau bakpao sih" mengunyel ngunyel pipi bulat itu.
"huaaaaa Asa jahat, pipi Raya di gigit" tangis Raya pecah membuat laki laki didepannya tertawa.
__ADS_1
Aksa langsung menarik Raya untu ia peluk, menenangkan gadis itu dengan usapan lembut dan ciuman dikeningnya agar tak marah lagi padanya.
Bagaimana tak marah pipi Raya amat merah dan berbekas apalagi di kulitnya yang amat putih susu itu.