AKSARA

AKSARA
RUA| 27


__ADS_3

Happy Reading ❤️


"ma..af" lirih Aksa dengan mata yang masih terpejam namun mengeluarkan keringat dipelipisnya.


Kepalanya terus kekiri kekanan dengan ekspresi seperti tertekan "maaf..."


"maaf" ucapnya hingga keluar air mata dari pelupur matanya.


"MAAFFFFF" Aksa langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas ngos ngosan.


"mimpi itu lagi" kemudian beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi.


Ia membasuh wajahnya dengan cepat menyalurkan rasa khawatir dan takut yang menghinggapi dirinya.


Aksa menatap wajahnya di cermin dan memukul cermin hingga retak hancur. Jari jari tangan Aksa sudah merembes darah namun di abaikan olehnya.


"akhhhhh gila gue" mengacak rambutnya frustrasi.


Kemudian ia mandi dan bersiap menuju rumah gadisnya, hanya Raya obat dari segala ketenangannya saat ini.


***


Raya berjalan dengan riang menuju mobil yang Aksa bawa.


"Asa" panggil Raya dengan wajah yang berseri seri, dengan sekali tarik Raya masuk Kedalam pelukan Aksa.


"Asa kenapa?" tanya Raya seperti merasakan pelukan Aksa memiliki beban.


"cape by, pengen peyuk" rengek Aksa menyembunyikan wajahnya diceruk leher Raya.


"Asa ada masalah ya"

__ADS_1


Aksa mengelengkan kepalanya sambil merasakan ketenangan dalam pelukan tubuh gadisnya, sepertinya Raya menjadi obat setiap masalahnya.


"Asa boleh cerita kalo ada masalah, aku siap kok dengerinnya" mengelus punggung Aksa dengan lembut.


Aksa melonggarkan pelukannya menangkup wajah Raya dan terus ia pandangi dengan seksama.


"selalu di sisi aku ya, aku obat sekaligus penawar di saat rasa sakit itu datang. Kalo kamu gak ada mungkin saat ini aku udah gila" ungkap Aksa dengan menatap wajah Raya.


Gadis itu tersenyum "Raya gak kemana kemana, kalo Aksa ada masalah Raya usahain akan selalu ada buat Asa" ia mengambil tangan Aksa untuk ia genggam.


"jangan tinggalin aku, atau aku akan hilang bersama perginya kamu" tatapan Aksa tersirat kesedihan amat dalam.


Raya mengelus rahang yang kokoh sambil senyum "gak akan Sa". Aksa tersenyum bahagia ia mencium tangan Raya dengan gemas.


Tatapan Raya menjadi kaget saat melihat luka ditangan Aksa, ia menarik tangan itu "ini kenapa Sa" tanya Raya.


Aksa enggan menjawab hanya tersenyum manis pada Raya, segera ia mengambil kotak obat dengan mulut yang terus ngedumel Raya terus mengobati tangan Aksa hingga selesai.


Aksa mengecup pipi kanan Raya "makasih byby" ucap Aksa dengan wajah yang amat dekat dengan Raya.


Blushh


Wajah Raya meronta karena tindakan Aksa yang tiba tiba, mereka menjalankan mobil menuju sekolahannya.


Sambil tangan satu memegang setor dan satunya lagi menggenggam tangan Raya agar ia bisa leluasi mencium tangan itu.


***


Disekolah Aksa terus menggenggam tangan Raya tanpa peduli tatapan sekitar disekolahnya.


Ia mengantar Raya menuju kelas gadis itu "belajar yang rajin" ucap Aksa mengusap rambut gadisnya.

__ADS_1


"iya Asa, udah sana pergi" sahut Raya dengan lembut.


"babay byby" Aksa melambaikan tangan dan pergi.


Raya memasuki kelasnya dan langsung duduk di samping Dea.


"yaelah yang diantar sama pawang" ejek Dea.


"susah de kalo udah bucin akut mah apa apa berasa dunia milik berdua" Sahut Rania.


"sirik bilang jomblo" sinus Raya.


"dihhh gue gak jomblo cuma gak laku" ucap Dea langsung mendapat toyoran dari Raya "sama aja bego"


"tapi lo mah bukan gak laku, cuma jual malah. Padahalkan Reynan perhatian sama lo" Rania mengingat perlakuan Reynan pada Dea.


"dihhh dia mah bukan perhatian tapi mau nyiksa gue, apalagi tukang ngadu sama mama gue"


"gue sampe heran anak mama gue, dia atau gue sih. Apa apa Reynan mulu yang di tanyain di manjain, sebel gue" sungut Dea menggebu gebu.


"ahahhaha itung itung belajar jadi calon mantu idaman de" Ucap Raya sambil tertawa keras mendengar keluhan Dea.


"ahahhaha iya bener, calon mantu yang disayang mertua" lanjut Rania.


"lo pada mah emang demen gue tersiksa dan gue ogah punya suami kayak kulkas 100 pintu dan super nyebelin kayak gitu" ungkap Dea mengingat sikap Reynan yang suka mengatur dirinya.


"ahahahhahah biasa omongan gini nih yang bakalan jadi jodoh" ejek Raya.


"hati hati de, entar langsung ke pelaminan" lanjut Rania, mereka berdua tertawa terbahak bahak.


"anak setan" umpat Dea.

__ADS_1


__ADS_2