AKSARA

AKSARA
RUA| 57


__ADS_3

Happy Reading ❤️


"Asa" panggil Raya terdengar sekali dari nadanya yang begitu manja.


Mereka semua sedang berada dikanti karena jam istirahat.


"iya sayang, kenapa" tanya Aksa sambil mengelus surai hitam milik kekasihnya.


"pengen mochi isi bakso" rengek Raya menyenderkan kepalanya dibahu Aksa.


"nggak usah ngarang ngarang deh mintanya" sahut Aksa.


"ihhhh serius, gak ngarang. Raya pengen banget lohh" menatap Aksa dengan puppy eyes.


Seketika Aksa memegang dadanya yang terasa meleleh karena tatapan Raya "akhhh... Imut banget sih imut banget" mengunyel ngunyel pipi Raya.


Teman teman yang melihat keuwuan mereka hanya berdecak kesal, tidakkah mereka paham kesengsaraan kaum jomblo seperti mereka dan readers yang membaca.


"beliin ya Sa, plishh" pinta Raya.


"akhhhhh lucu banget sih, punya siapa sih ini gemoy banget"


Tanpa ba bi bu Aksa langsung melahap pipi gembul seperti bakpao itu dengan gemas sendiri.


Bagaimana bisa memiliki pacar semanis dan segemoy Raya, ia sangat yakin banyak yang iri dengan posisinya sekarang.


"aaawwsss Asa, sakit" ringis Raya mengusap pipinya yang memerah, tampak wajahnya memerah ingin menangis karena gigitan Aksa membekas dipipinya.


"ugghhhh...cengeng ih, masa digigit aja mau nangis" mengusap lembut pipi Raya yang memerah.


"Astagfirullah... Tambahkan hati dan pikiran hamba melihat kebucinan tingkat akut didepan hamba ya allah" Aldi menatap langit.

__ADS_1


"Langit bisa kau kirim bidadari untuk ku, aku ingin punya pacar cantik tanpa harus keluar duit" lanjut Alam.


Dea menatap sinis kearah Alam "dihh gak modal lo, lo kira cantik gak pake uang. Hah! Minta spek bidadari kelakuan Nauzubillahi" sewot Dea.


"sewot banget lo oncom, iri bilang" sahut Alam.


"iri sama lo. NAJIS" Dea menunjuk dirinya kemudian Alam.


"mentang mentang pawang lo keren, jangan suka sewot lo" Alam tak ingin kalah dalam adu mulut seperti ini.


"dia bukan pawang gue, dia cuma pengawal yang ditugasin mama gue buat jagain gue" melirik kearah Reynan.


"biasa yang gini gini nih bakalan jadi" Aldi nimbrung dalam perdebatan Dea dan Alam.


"jadi apa?" tanya Reynan.


"jadi pasturong" jawab Aldi.


"pasang suami istri strong" jawab Aldi  dengan kekehan kecil.


"Asa... Plishh ya ya ya" Raya masih merengek.


"iya udah, iya" Aksa tentu setuju, sulit untuk dirinya menolak permintaan gadisnya.


"Aiden, cariin byby gue mochi isi bakso" perintah Aksa pada Aiden. Membuat laki laki itu mendengus sebal.


"gue lagi gue lagi" batin Aiden, dengan malas ia tetap melaksanakan perintah Aksa.


***


Amanda datang ketaman sesuai permintaan Raya.

__ADS_1


"bisa lo jelasin, maksud lo ngasih gelang ini" tanya Raya to the point.


"gue mau jelasin kebenarannya, tapi gue mau lo tau sendiri Ray. Karena gue tau itu bakalan jadi luka terbesar lo" sahut Amanda menatap Raya dengan serius.


"gue pusing mikirin teka teki yang lo kasih sama gue, gelang ini. Gelang ini gue gak tau siapa pemiliknya.... Dan siapa dia" nada Raya terdengar seperti tersisa dan Amanda mengerti hal itu.


"dia orang terdekat lo, gue harap lo tau dulu alasannya sebelum lo hakimin dia"


"gue gak tau yang lo maksud si dia? Dia siapa" bentak Raya, kepalanya serasa akan pecah memikirkan teka teki.


"gue yakin lo udah tau siapa yang gue maksud, tapi lo masih berusaha untuk gak percaya" tepat Amanda bisa menebak isi pikirannya.


"lo boleh gak percaya, tapi semua gak bisa lo sangkal Ray. Gue yakin dia juga terluka" lanjut Amanda.


"gue harus apa? Gue terlalu takut nerima semua ini" jujur Raya.


"kadang menerima itu gak harus selalu bahagia, kadang menerima itu juga berisi duka" jelas Amanda.


"jangan dilema Ray, dengarin baru lo bisa kasih pendapat lo sama dia" lanjutnya.


"gue gak mau sakitin dia, tapi gue juga mau tau kebenarannya" lirih Raya, Amanda yang melihat pun langsung memegang tangan Raya.


"gue tau lo cewe hebat, gue juga yakin lo bisa ngerti semuanya"


"dan gue juga yakin lo bisa ambil. Keputusan yang terbaik untuk masalah ini Ray"


"lo percaya sama gue" tanya Raya.


"gue percaya sama lo dan kepercayaan itu selalu ada" sahut Amanda.


Raya memeluk Amanda dengan erat "gue takut semuanya cepet pergi" batin Raya.

__ADS_1


"lo strong dong, biar bisa uangkapin semuanya" ucap Amanda.


__ADS_2