
Happy Reading ❤️
Mobil Aksa sudah bertengger dihalaman rumah Raya.
"mau mampir gak" tanya Raya melihat Aksa yang sedari tadi terus memandangnya.
"eng-"
"ehhhh calon mantu mama udah datang" teriak Nina dari arah pintu, bagaimana tidak tau jika setiap hari kerjaan Raya hanya membahas mantu mantu mantu.
"mampir aja, kenalan sama mama lo" Aksa turun dari mobil di ikuti Raya.
"calon mantu mami ganteng banget sih, mungut di mana sayang" Nina menatap kearah Raya namun tangannya bertengger dilengan Aksa.
"gak usah megang megang mah, papa gak suka" Adam melepaskan tangan istrinya.
"dihh udah tua cemburuan" sindir Raya.
"dih cewe kok kayak gatot kaca" sindir Adam balik.
"papa gak usah rese ya, di sini ada pacar Raya"
"papa gak rese kamu yang duluan, masa papa yang ganteng gini cemburu dihhh" dengan gaya songongnya, mata berputar jengah mendengar ucapan papanya.
"kenalin om tante, saya Aksa pacarnya putri rumah ini" Aksa bersalaman pada kedua orang tua Raya.
"ganteng juga calon mantu papa, walau gantengan papa sih" begitulah Adam tak hanya jail namun juga narsis yang sudah overdosis.
"Aksa makan bareng yuk" ucap Nina kemudian Membawa semuanya menuju meja makan.
"ini sebagian Raya yang masak, dia jago masak. cuma ya kelakuannya aja kurang masyaallah, banyak astagfirullah nya" jelas Nina.
"mama ishh" sungut Raya.
__ADS_1
"gak usah manyun, biar pacar kamu tau sifat jeleknya kamu" sahut Nina sambil mehidangkan lauk pauk.
Aksa langsung melahap makanannya dan sungguh takjub makanan ini luar biasa enak di lidahnya.
"enak banget" batin Aksa.
Dengan cepat ia melahap makanan itu seolah olah akan kehabisan.
"makan pelan pelan Sa gak bakalan ada yang rebut makanannya" mengusap punggung Aksa.
Aksa tersenyum dan mengapai tangan Raya di bawah meja "iya" jawab Aksa.
"mau nambah gak" tanya Raya.
Aksa menganggukan kepalanya, sungguh sayang jika tak menambah makanan lagi.
***
Disekolah mereka dikagetkan dengan Aksa yang menggandeng lembut tangan Raya.
"iya Sa, ya udah gue masuk dulu ya" Raya ingin memasuki kelasnya namun langsung di tarik oleh Aksa hingga tubuh mereka menempel tanpa ada jarak.
"morning kiss baby" menunjuk pipinya.
"malu Sa diliatin banyak orang" sahut Raya.
"gue gak peduli, lo cium gue atau bibir lo jadi santapan gue" Aksa memberi pilihan membuat Raya mendengus kesal.
Cup
Raya mengecup cepat pipi Aksa "good girl" mencium balik kening Raya dan langsung pergi setelah pamitan manis.
Sedangkan didalam kelas tampak Dea dan Reynan seperti sedang meributkan sesuatu.
__ADS_1
"gue bilang enggak ya enggak" sentak Dea.
"oke kalo lo gak mau, tapi jangan lo minta pertolongan gue kalo mama lo ngamuk" Ancam Reynan.
"apasih lo, kan bisa ajak yang lain ngapain mesti gue sih"
"gue mau nya elo bukan yang lain Dea" sahut Reynan dengan sabar dan sifat coolnya.
"ogah ya gue nemenin bokahan es yang ada bukan seru malah mati kedinginan alias pajangan" sahut Dea.
"kapan gue cuekin lo Dea, yang ada lo nya yang cerewet"
"kalo gue cerewet kenapa, lo gak terima gitu. Iya?" tanya Dea ynag sudah kepalan emosi.
Raya menghampiri Rania sambil berbisik "kenapa" menunjuk dengan dagunya.
"biasa temen tapi masalahnya kayak prahara rumah tangga" sahut Rania kembali menatap pernah sedebatan itu.
"ikut gue atau semua novel lo di sita"
"lo gak asik ancamannya gitu, ya udah oke gue ikut"
"gitu dong, kalo nurut kan jadi manis" mengusap kepala Dea dengan sayang.
"ck. Buaya" sungut Dea sambil menghempaskan tangan yang berada di kepalanya.
"gue balik, belajar yang bener lo" pamit Reynan menuju keluar kelas.
"lo kenapa kok ribut sih" tanya Raya.
"kalo bukan temen dari kecil udah gue ulek tu orang, nyebelin banget" geram Dea sambil meremas bukunya.
"sabar siapa tau jadi imam lo nanti" celetuk Rania.
__ADS_1
"najis" sahut Dea dengan tampang sangar.