AKSARA

AKSARA
jodoh?


__ADS_3

### Selamat membaca kelanjutan cerita aku,jangan lupa selalu support aku ya, terus jangan lupa vote and coment ya!


thanks! 💙💙


Jam menujukkan pukul 16:23 sore.


Shania dan Vanessa sudah siap untuk pergi bersama sore ini. Entah tujuan mereka kemana namun mereka tidak sama sekali memikirkan karena itu bisa disetujui nantinya jika mereka sampai ditempat yang menarik.


"Pokoknya kita harus seneng hari ini" ucap Vanessa.


"Iya tapi jan kecapean, besok masih ngampus soalnya"


"Siappp bosssque" lalu Shania melajukan mobilnya. Dan melesat meninggalkan halaman rumah.


Sekitar setengah jam mereka berdebat dimobil. Dengan tujuan mereka sore ini. Akhirnya mereka menyetujui untuk pergi ke festival yang diadakan di alun alun kota jogya.


Kalau kata Vanessa, ia jarang sekali ke festival. Namun Shania sudah kedua kalinya pergi ke festival alun alun seperti ini bersama....... Ezaa.


Ngomong- ngomong tentang Ezaa. Shania jadi kangen.


"Van, gue kesana bentar ya"


"Oke, jan lama lama"


" oke"          . Shania melangkah menjauhi dimana Vanessa berdiri sambil memandang takjub festival itu.


Seraya menunggu panggilan dijawab dari sebrang. Shania, tersenyum ketika panggilan itu dijawab.


Namun yang menjawab bukan seseorang yang ia ingin dengar suaranya, melainkan suara seorang ibu ibu. Sepertinya Mamanya Ezaa.


" assalamualaikum, Ejaa "


"Hah,! Sakit tante?"


"Demam?!"


"Iya, besok aku kesana ya tan"


"Iya, salam buat Ezaa tan"


"Walaikumsallam"


                            Klik.


Sesudah menjawab salam, Shania berjalan ke arah dimana Vanessa sedang berdiri memakan kembang gula. Mungkin ia tadi membelinya.


"Dari mana aja lo!, katanya sebentar, taunya lama"


"Abis nelpon"


"Siapa?"


"Ezaa"


"Trusssss?"


"Dia sakit"


"Pantes, dia ga biasanya chat gue atau lo"


"Iya, rencana besok gue mau jenguk,lo mau ikut ga?"


"Besok, kyk nya gue ada perlu sama anak rohis kampus,"


"Mau ada apaan emang?"


"Kampus kita mo ngadain beberapa lomba, buat SMA sejogya"


"Truss lo nyalonin diri jadi panitia gitu?"


"Bukan hanya panitia,tapi gue udah masuk jadi anggota"


"ih ga asik lo, ngak mau ngajak- ngajak"


"Lo kan sibuk, "


"Iya udah deh, besok gue sendiri aja"


"Iya udah, cari makan kuy, laper gue" ucap Vanessa


"Ntar napa, lo kan baru makan kembang gula"


"Yaelah ini mah sama aja makan angin, belom kenyang"


"Iya udah, disana aja tuh" ucap Shania, lalu mereka berdua berjalan menuju stand makanan.


Setelah menentukan apa yang mereka ingin makan. Akhirnya mereka memilih nasi+soto betawi, yang biasanya ada cuman pagi hari. Ini dimalam hari.


"Wesss, udah lama gue ga makan soto betawi"


"Sama, gue juga"


Setelah memilih tempat duduk juga, ya seperti biasa jika dijogya pasti tempat festival makannya di angkringan pinggir jalan alun alun.


Sambil menunggu pesanan, mereka menyibukan diri dengan memainkan ponsel, entah itu membuat status di instagram atau aplikasi whatsapp.

__ADS_1


Shania pun begitu, ia membuka aplikasi Wa lalu membuat Snap, tak lama ada pesan masuk.


Kak Liam.


       Lagi di festival juga?"


    


Shania. :)


       Iya,


Kak Liam.


       Liat kedepan sebelah kanan


Shania. :)


       Buat apa kak?


Kak Liam.


       Liat aja buruan.


Aneh. Mengapa Liam menyuruhnya untuk melihat ke arah depan sebelah kanan, dengan teliti ia mengarahkan pandangannya ke arah depan sebelah kanan. Disana Liam sedang melambaikan tangannya. Seolah tau bahwa Shania sedang mencari seseorang itu.


Ia menundukkan pandangannya ke arah ponsel lalu mengetikan sesuatu.


Shania. :)


       Kakak ngapain?


Kak Liam.


      Mau makan lah.


Shania.:)


      Kenapa ga dirumah?


Kak Liam.


     Karena perasaan saya yang membawa saya kesini.


Shania. :)


     Maksudnya?


Kak Liam.


Read. 17:34


      Bola mata Shania hampir copot dari matanya ketika melihat balasan dari seseorang itu. "Masa sih" pikirnya.


Shania pun membalas pesan itu.


Shania. :)


           Apaan sih, kakak gaje deh.


Kak Liam.


          Salting.


Shania. :)


           Ngak ye!


"Woy!!!!"  panggil Vanessa. Sedikit menggebrak meja.


Shania. Kaget dan hampir saja ponsel miliknya jatuh.


"Serius amat liatin hape nya" tambah Vanessa.


"Eh, iyaaa"


"Nih udah dateng" ucap Vanessa, menyodorkan semangkuk nasi dan soto kepada Shania.


Shania mengambilnya lalu menaruhkan ponsel miliknya. Tak lama ponselnya berbunyi lagi, tanda pesan masuk.


Kak Liam.


         Selamat Makan, :)


Shania hampir tersedak saat hendak menikmati sendokan pertama soto miliknya karena melihat pesan itu.


"Eh, minum nih" . Vanessa menyodorkan segelas air putih.


"Makasih, gue ga papa ko" . namun Shania tetap meminum air putih itu.


Ponsel kembali berbunyi tanda pesan masuk.


Kak Liam.


         Hati hati dong makannya biar ga tersedak. Jangan mikirin saya , Shania.

__ADS_1


Setelah membacanya ia langsung mematikan ponsel miliknya.


Apa-apaan Liam,mau membuatnya mati tersedak karena pesan yang ia kirimkan, ya walau hanya berupa kata kata seperti itu, namun membuat hati siapa saja yang dikirimi pesan itu..... Em melayang.


"Ah lo mah, palah bengong"  ucap Vanessa seraya memasukan soto kedalam mulutnya.


"Hehehe, ngak ko" . shania pun kembali memakan sotonya.


Em. Rupanya soto disini sangat enak. Shania kembali melihat tempat dimana Liam berada. Namun ia tak menemukan sosok itu. Lalu ia kembali memfokuskan untuk makan, rupanya soto milik Vanessa hampi habis dan miliknya masih sangat banyak. Vanessa memang sungguh seperti tidak pernah makan soto.


                      ∆∆∆∆∆∆∆


Jam menunjukan pukul 19:02. Setelah makan, Vanessa dan Shania melanjutkan untuk melihat lihat festival itu lebih dalam. Vanessa masih memandang takjub festival itu. Dan Shania, ia masih memfokuskan pandangan ke arah ponselnya sambil berjalan mengikuti Vanessa.


Brukkkkkkk! Tak!!!!


"Hapee gueeeeee" teriak Shania.


Vanessa berhenti berjalan, membalikkan badan melihat Shania dengan mengerutkan dahinya. "Why?" pikirnya. Ia segera mendekat.


"Upsss, eh maaf" ujar seseorang yang menabrak Shania.


Shania masih menatap nanar ponsel miliknya yang retak disebagian. Dan suara seseorang yang menabraknya meminta maaf.


Dengan napas berderu, Shania mengalihkan pandangannya dan dihatinya ingin sekali memaki seseorang itu.


"Ihhh looooo....." Shania. Langsung diam.


"Hay, Shania" sapa nya tanpa rasa bersalah.


"Kak Liam" ucap Shania lirih. Mengapa harus dia.


Vanessa sudah berdiri disampingnya.


"Ya ampunnnn, hape lo kenapa Shania, astagfirullah!!!!"


Ucap Vanessa histeris, tak memperdulikan keadaan sekitar yang sangat ramai.


"Jatuh"


"Kok bisa,loh ada pak Liam?" Vanessa kaget.


"Iya, tadi saya ngak sengaja nabrak Shania, trus ponselnya jadi jatuh" jelas Liam.


"Ouhhh gitu"  Vanessa bergumam. Shania masih terdiam. Menjengkelkan sekali dosen ini. Pikirnya.


"Shania. Saya minta maaf, sini ponsel kamu nanti saya service" ucap Liam mengambil ponsel itu dari tangan Vanessa.


"Eh, ngak usahh" .Shania merebut kembali ponselnya.


"Engak papa, siniiin" . Liam merebutnya kembali.


"ih, bapak dibilangin engak ya engak" . Shania kembali merebut ponselnya.


"ih, dibilangin iya ya iya, Shania" dan Liam kembali merebut ponsel itu.


Vanessa cekikikan sendiri melihat drama saling merebut didepannya.


"Jodoh ga jauh dari kita ternyata" ceplos Vanessa.


Shania dan Liam langsung berhenti mendengar ucapan Vanessa yang....... Menyinggung.


"Jodoh?......." ucap Shania dan Liam bebarengan.


"Tuhhh kan, kompak+ bareng gitu.eh tangan nya ngak usah pegang pegangan gitu dong" ucap Vanessa masih cekikikan.


Shania dan Liam, mengalihkan pandangan ketangan mereka.


"ihhh, apaan sih bapak" ucap Shania kesal. Liam, tertawa. Shania memandang horor.


"Apa-apaan sih ko palah ngetawain coba" pikir Shania.


"Iya udah, dari pada saya sama kamu ribut mendingan siniin ponsel kamu, saya akan bertanggung jawab" ucap Liam lalu mengambil ponsel itu dari tangan shania.


Shania hanya diam. Liam hendak melangkah meninggalkan Shania dan Vanessa. Namun ia berhenti sebentar disamping Shania lalu membisikan sesuatu ditelinga Shania.


"Mungkin kita memang jodoh, dan kamu harus tanggung jawab karena membuat jantung saya marathon dimalam hari, selamat malam" lalu Liam pergi.


Shania masih terdiam. Vanessa tertawa sejadi jadinya.


Shania melihat Vanessa dengan kesal.


"Berhenti tertawa, atau lo gue tinggal pulang.  Gue mau pulang sekarang" ucap Shania kesal. Sangat kesal. Lalu melangkah meninggalkan Vanessa.


"Hahahaah, eh eh iyaaa tungguu Shania" . vanessa mengejar Shania. Lalu mereka pulang kerumah.


                            👑👑👑


Terima kasih telah membaca cerita aku.


untuk para readers semoga sehat selalu.


love you 💙💙


followMeOnInstagram:@qu.citra

__ADS_1


Ennjjoooyyyyyyyyyy!


__ADS_2