AKSARA

AKSARA
RUA| 24


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Raya berada di halte sekolah menunggu jemputan kekasihnya yang meminta pulang bersama.


Sampai sebuah motor gede berhenti tepat didepan Raya, melihat motor itu Raya sedikit curiga.


Sampai pada akhirnya orang itu membuka helm full face nya.


"maling orang" pekik Raya.


Laki laki itu menghampiri Raya dengan wajah jengah.


"elo yang kemarin culik gue kan, gila ya lo mana main jadiin anak orang taruhan lagi" sungut Raya menggebu gebu.


"untuk aja allah sayang gue, selamat dari setan firaun kayak lo" tunjuk Raya.


"gue Galang bukan maling orang" ya laki laki itu Galang, ia tidak sengaja melihat Raya duduk sendirian di halte.


"gue gak nanya bro, sorry" menangkupkan kedua tangannya.


"lagian tilang kayak lo ngapain disini" tanya Raya.


"Galang bukan tilang" Galang membenarkan ucapan Raya.


"ohh gawang"


"GALANGGGGG OGEP BUKAN GAWANG" teriak Galang.


"gak usah teriak teriak hidung gue gak budeg kok" sungut Raya menggosok telinga.


"telinga bukan hidung"


"serah serah gue dong kok lo yang sewot" sirik Raya.


"dasar galang ogep"


"astagfirullah, nama gue cuma Galang gak pake ogep. Tolol" menoyor kepala Raya.


"gak usah sentuh gue, najis. Entar bisa bisa gue mandi hadas besar" sewot Raya mengusap keningnya.


"anj- dikira gue najis apaan" batin Galang. Ingin Raya ia meremukan mulut Raya namun ia urungkan karena mentalnya di buat mengepal oleh gadis cilik didepan ya.

__ADS_1


"ngapain lo natap gue gitu, mesum ya lo" pekik Raya.


Sebuah pikiran melintas di otaknya "kalo gue mesum kenapa" mendekati Raya dengan mata penuh yayaya.


"maju satu langkah lagi suram hari lo" Ancam Raya namun tak di inda kan oleh Galang. Ia semakin mendekat dan..


Shorrrrtttt....


Raya menyemprotkan cairan merica ke mata Galang dan langsung menendang aset masa depannya.


"aaakhhhh anjing" umpat Galang memegang selangkangnya karena tendangan maut Raya.


Raya tersenyum dan berlari memasuki halaman sekolah kembali dan hampir tertabrak oleh Aksa.


Cittttt


Motor Aksa segera mengerem, melihat tubuh Raya terduduk karena menabrak motornya.


"Byby" pekik Aksa langsung turun dari motor dan menghampiri Raya.


"lo ngapain nyeruduk motor gue, kurang kerjaan atau apaan lo" Omel Aksa kemudian mengangkat tubuh Raya menduudkannya di bangku halaman sekolah.


"tadi ada cowo yang kemarin nyulik gue" adu Raya pada Aksa.


"terus di mana dia" tanya Aksa.


"sekarat" jawab Raya sambil tersenyum.


"lo apain"


"gue semprot pake air merica terus tentang alat nya sekuat mungkin" jelas Raya.


"ahahhaha mampus gak tuh, hebat banget sih pacarnya gue" dengan gemas mengacak acak rambut Raya.


"iya dong"


Mereka tertawa lebar, akhirnya pulang dengan menyempatkan diri masih melihat Galang yang meringis kesakitan.


***


"assalamualaikum" Raya masuk kerumah dan langsung duduk di sofa.

__ADS_1


"waalaikumsalam" sahut Nina


"assalamualaikum tan" Aksa menghampiri Nina sambil mencium tangan wanita paru baya didepan ya.


"waalaikumsalam ya allah calon mantu mama makin ganteng aja, ayo duduk dulu biar mama ambilin cemilan"


"iya tan" Aksa duduk disofa tepat disamping Raya.


"by ganti baju dulu sana sama cuci kaki dan tangan" Aksa mengusap kepala Raya.


Bukan bergerak Raya malah menyenderkan kepalanya ke bahu Aksa dengan nyaman.


"cape" Adu Raya dengan wajah lelah.


"mau gendong" tawar Aksa, Raya menganggukan lemah.


Aksa menggendong Raya ala koala dan membawa gadis itu menuju kamarnya.


Ia menimang bimbang Raya seperti bayi, membuat Raya menyembunyikan wajahnya didada bidang laki laki itu.


Sepulu menit berlalu Raya terlelap dalam gendongan Aksa, membuat Aksa tersenyum tipis.


"anteng banget sih byby nya gue" gumam Aksa lalu membaringkan tubuh Raya keranjangnya.


Aksa melepas sepatu Raya dan merapikan rambut yang menutupi wajah cantik itu.


"sweet dreams byby" mencium kening Raya dengan sayang.


Ceklek


"Raya udah tidur" tanya Nina.


"udah tan"


"yukk nyemil dulu Sa" ajak Nina di ikuti Aksa menuju lantai bawah.


"di makan ya, mama yang masak. Jangan manggil tante tapi panggil mama aja.


" iya mah"


"jagain ya Sa anak bontot tante ya, walau bandel Raya sebenarnya punya trauma mendalam nak" jelas mama nina membuat Aksa menjadi kaku menatap Nina.

__ADS_1


"nanti kamu tau kok" ucap Nina memahami pikiran Aksa.


__ADS_2