AKSARA

AKSARA
RUA| 59


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Disebuah restoran bintang lima dengan dekorasi elegan terdapat pasangan sedang menikmati kebersamaanya.


Seorang gadis cantik dengan gaun putih memegang Serikat bunga yang diberikan oleh kekasihnya.


Laki laki itu pun tak kalah tampan dengan kemeja hitam melekat ditubuh kekarnya.


"ini...kamu yang siapin" tanya Raya saat ini memperhatikan seluruh tempat yang telah disulap oleh Aksa kelasih tercintanya.


"iya, byby suka gak" tanya Aksa mengusap pipi gadis manis didepannya.


"banget... Makasih ya sayangnya Raya"


"sama sama sayang"


Raya menggeser tempat duduknya menjadi disebelah Aksa, ia menyandarkan kepalanya kebahu Aksa.


Pening itulah yang dirasakan Raya namun ia menutupi dengan wajah tenang seolah tak terjadi apa apa.


"kenapa, hm" Aksa mengusap kepala Raya dengan pelan penuh kelembutan.


"kangen aja manja sama kamu"


"kan manjanya bisa kapan aja"


"kapan ajanya itu yang tidak bisa menjadi pasti" gumam Raya menatap nanar kearah depannya.

__ADS_1


Aksa mendengar gumaman itu namun tak berani bertanya apapun selain membelai lembut surau hitam panjang itu.


"aku pengen selamanya gini, walaupun aku bakalan egois sekalipun. Kamu obat luka aku, sekaligus ketakutan terbesar yang pernah aku miliki" ucap Aksa tulus.


Raya memeluk lengan kekar milik Aksa "pinta pada tuhan, agar ia tak mencintaiku lebih darimu" sahut Raya.


"aku punya sesuatu buat kamu" Aksa mengeluarkan kotak lumayan besar dengan hiasan pita cantik.


"ini apa" tanya Raya.


"kejutan untuk kamu by" sahut Aksa tak sabar melihat wajah manis Raya saat membuka kado berisi Kalung dengan liontin berbentuk bunga Daisy.


Rasa mengambil kotak itu dan membukanya, tubuhnya menegang dengan tangan gemetar ia meraih isi kotak itu.


"gimana, kamu suka"


Tak ada sahutan sedikit pun Raya berikan hanya tatapan sendu dan pias.


Kado itu berisi foto Aksa sedang tidur satu selimut tanpa busana dengan Sella serta foto foto Aksa menabrak seorang Gadis yang tak lain adalah Raya serta bukti gelang yang pernah Aksa gunakan dan testpack kehamilan milik Sella.


Dunia Raya runtu dalam hitungan detik tanpa ada yang bisa membantunya, ketika mencintainya lebih dan Dihancurkan oleh kenyataan paling kejam.


"k-kamu.... K-kamu yang p-pernah nabrak aku" tanya Raya terbata bata.


"by... Aku bisa jelasin" Aksa mulai resah dipeluk ketakutan.


"kenapa?"  Aksa tak mengerti dengan pertanyaan yang Raya lontarkan.

__ADS_1


"kenapa kamu tinggalin aku dijalanan, kamu tau rasanya saat itu... Rasanya sakit Sa, sakit banget. Padahal aku udah minta tolong tapi kamu malah ninggalin aku. Kamu tau gak... TAU RASANYA BERJUANG DIPENGHUJUNG KEMATIAN. TAU GAK" bentak Raya emosi.


"by" panggil Aksa lirih tak bisa membendung Air matanya.


"aku berjuang Aksa, berjuang buat idup saat itu....berjuang lolos dari maut. Tapi, kamu dengan tega ninggalin seorang gadis kecil gitu aja dijalanan. Aku trauma Sa sampe pengen gila saat ketakutan itu menghantui aku terus menerus dan sekarang aku hancurin impian aku buat gandeng tangan kamu" air mata Raya sudah turun dengan dada yang terasa amat sesak dan menghimpit.


"kamu hancurin impian kita buat sama sama Sa, kamu laki laki terhebat yang bisa hancurin segala mimpi yang aku bangun"


"syang, plishh jangan gini ya" Aksa memegang lembut tangan Raya berusaha memenangkan gadis kesayangannya.


"aku capek Sa"


"maafin aku maaf" mencium tangan gadis itu bolak balik "maafin aku... Hisk"


"jangan marah by, jangan plishh....kamu boleh apain aku aja asal jangan kayak gini" tangis Aksa pecah sambil berjongkok didepan Raya.


"sorry... Maafin aku plishh" mohon Aksa.


Hingga seorang gadis dengan tampilan super seksi menghampiri mereka.


"lo udah tau kan kebenarannya" ucap gadis itu yang tak lain adalah Sella.


"hebat lo, ngobrol tubuh aja bangga lo" hadir Raya menahan amarahnya.


Sella langsung menarik tangan Aksa untuk berdiri "ngapain lo mohon mohon sama dia, ingat tanggung jawab lo Sa. Lo udah lupa apa sama ucapan lo sendiri buat tanggung jawab hah" teriak Sella menggebu.


"lapasin tangan kotor lo" teriak Aksa pada Sella, menepis tangan itu dengan kasar.

__ADS_1


"dan buat lo, jauhin Aksa karena dia ayah dari anak gue. Jadi lo udah pahamkan harus apa" Sella tersenyum sinis menatap Raya.


"gue paham tanpa lo harus kasih paham, ambil gue gak butuh cowo bajingan kayak dia. Karena lo berdua paket lengkap, selamat berbahagia." Raya meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur.


__ADS_2