
Satu bulan kemudian....
Seorang gadis kini duduk bersama Aksa dengan tangan yang gemetar.
"maksud lo apaan manggil gue kesini" tanyanya pada gadis didepannya yakni Sella.
"g-gue hamil sa" ucap Sella, Aksa yang mendengar pun mengejutkan keningnya.
"terus, hubungannya sama gue apaan"
"i-ini anak lo sa"
Aksa terdiam jantungnya berpacu dengan cepat seolah dunianya runtuh saat ini.
"lo prank gue ya" tanya Aksa tak percaya.
Sella mengeluarkan hasil USG dan tespeck serta foto mereka yang berada disatu selimut.
"gue beneran Sa, gue hamil anak lo"
"gue gak pernah lakuin apapun sama lo" sergah Aksa.
"lo gak usah jadi pemgecut Sa, didalam rahim gue ada anak lo. Gue gak mau ya anak ini lahir tanpa seorang ayah disampingnya" jawab Sella dengan nada tinggi.
"lo bisa gugurin"
"brengsek lo. Pengecut, enteng banget lo suruh gue gugurin. Gue gak mau, lo harus tanggung jawab Sa" sahut Sella yang amarannya sudah diubun ubun.
Aksa juga tak kalah marah saat ini, ia sungguh tak percaya bahwa itu adalah anaknya.
"gue gak mau tanggung jawab karena dia bukan anak gue" sarkas Aksa.
Sella yang tak terima ucapan Aksa "gue gak mau tau, lo udah ambil kesucian gue dan lo tau itu waktu diranjang lo ada bercak merah disana"
"kalo lo gak mau tanggung jawab, gue bakalan kirim foto ini sama Raya" Ancam Sella, mendengar ancaman itu Aksa mengepalkan tangannya menahan marah.
"jangan sekali kali lo berani lakuin semua itu, gue bakalan tanggung jawab tapi kasih gue waktu" Final Aksa, sungguh pikirannya saat ini tiba tiba mendadak buntu.
__ADS_1
Ia tak bisa memikirkan apapun selain kebahagian Raya dan keamanan hubungannya.
"gue kasih lo waktu tiga hari, kalo selama tiga hari itu lo gak nepatin janji itu. Gue bakalan kirim foto ini sama pacar lo itu" Sella tersenyum, ia merasa bahagia melihat Aksa tak bisa melawan semua ucapnya.
***
"Ray" panggil Aksa dengan lirih.
"iya sa"
"sini bentar by" Aksa menepuk pahanya, meminta Raya untuk duduk dipangkuannya.
Tanpa bantahan Raya menurut, ia duduk dipangkuan Aksa dan mengalungkan tangannya di leher Aksa.
"pengen peyuk byby lama lama" ungkap Aksa membuat Raya terkekeh.
Raya membawa kepala Aksa agar bersandar diceruk lehernya, dengan lembut Raya mengusap lembut kepala Aksa.
"manja banget sih gantengnya Raya" dengannya nyaman Aksa memeluk pinggang Raya.
"aku pengen kayak gini terus by, sama kamu adalah tempat ternyaman keduaku setelah rumah" ungkap Aksa.
"Raya gak bakalan tinggalin Aksa, kecuali Aksa sendiri yang minta Raya untuk pergi" sahut Raya mengerahkan pelukannya.
"dan kematian" batin Raya.
"kalo aku bikin kesalahan apa kamu bakalan tetap percaya sama aku" tanya Aksa menatap wajah Raya.
"aku bakalan percaya apapun itu kecuali pengkhianatan" sahut Raya membuat Aksa semakin kalut.
Bisakah ia egois menginginkan Raya tanpa peduli jika nanti ia berstatus suami orang lain.
Hati, jiwa dan pikirannya hanya ada Raya dan Raya. Bisakah waktu diputar mundur, agar bisa bahagia tanpa ada kesalahan yang harus ia tutupi.
"Asa gak bakalan khianatin Raya kan" tanya Raya dengan wajah amat serius.
"gak akan by"
__ADS_1
"kalo sampe Aksa khianatin Raya, aku bakalan pergi jauh jauh dari kamu. Sampe kamu bakalan tenggelam tanpa bisa lupain aku" ucapan Raya amat penuh arti yang membuat Aksa semakin takut kehilangan gadis cantiknya ini.
Dunia Aksa ada pada Raya, jika Raya pergi maka dunia itu tak pantas untuk Aksa pijaki
Raya dunianya, warnanya, kebahagiannya, terlalu berharga sampai segala sesuatu tak bisa membandingkannya.
"aku ingin egois memiliki mu" batin Aksa.
"aku gak bakalan khianatin kamu, kalo sampai itu terjadi aku bakalan hukum diri aku sendiri" jawab Aksa kembali memeluk Raya.
"awas aja kalo kamu ingkar"
"iya byby ku tersayang, ayo peyuk terus by" menenggelamkan kepalanya diceruh lehar Raya.
Menghirup aroma manis yang amat candu untuk ia terus menerus menciumnya.
Wangi Raya lebih memabukan dari kadar alkohol, membuat ia betah bersama Raya apalagi berpelukan seperti ini.
Sampai dering ponsel Aksa mengakhiri sesi pelukan mereka.
...Sella...
...-------------...
...Online...
|waktu lo tinggal satu hari Sa.
Kalo sampe lo ingkar, Foto indah
kita bakalan menyapa pacar
kesayangan lo.
Pesan Sella membuat darah Aksa seperti mendidih.
"besok jadikan" tanya Raya.
__ADS_1
"jadi sayang"