AKSARA

AKSARA
RUA| 35


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Berkali kali Raya mengirim pesan pada Aksa namun tak ada balasan bahkan Teleponnya pun tak di angkat sama sekali.


"Aksa kemana sih, katanya mau jemput kok gak datang datang sih" gerutu Raya duduk di tangga teras rumahnya.


"kalo mau baca jampi jampi jangan disini, kasian papa liat Setannya pada miris dengerin dumelan kamu" Adam langsung duduk disebelah Raya, padahal ia sudah siap dengan setelah jasnya untuk berangkat kekantor.


"dihhh... Ngapain duduk disini, sana kerja banyak nyawa di rumah ini yang Kebutuhannya wajib papa penuhi" cetus Raya meluapkan kekesalannya pada Adam.


"sekali kali kek kamu suruh papa libur kerja gitu kayak anak cewe pada umumnya" delik Adam sedikit cemberut karena Raya tak pernah seperti anak gadis lainnya, yang suka melarang ayahnya bekerja.


"ingat pah ingat! Tugas papa cari uang buat mama dan Raya, terus tugas mama dan Raya habisin uangnya papa"


"bersyukur pah, disini Raya dengan ikhlas bantuin kuras uang papa. Jarang jarang ada yang kayak Raya lohh pah, seharusnya papa bangga" dengan wajah tengil mentap Adam, ingin sekali Adam membuang putri satu satunya ini kesungai Amazon namun ia terlalu sayang.


"bukan jarang jarang tapi terlalu banyak spesies kayak kamu" balas Adam "kamu ikut papa aja berangkatnya gak usah nungguin sasa sasa kamu itu" Adam berdiri diikuti Raya menuju Mobilnya.


"namanya Aksa pa, bukan sasa" Raya mengingatkan. Adam mendelik cemburu melihat putrinya lebih sayang pada pacarnya.


***


Disekolah Raya buru buru menuju kelasnya namun tertahan saat melihat Aksa bersama seorang gadis di bangku taman sekolah.


"Aksa udah disekolah, kok gak ngabarin sih. Lagian itu siapa yang duduk bareng dia" gumam Raya namun ia tak menghampiri Aksa karena terlanjur jengkel.

__ADS_1


Ia langsung masuk kelas dan langsung mengikuti pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.


"kekantin yukk, temen temen dah nungguin" ucap Dea yang dimaksud adalah Aksa Ddk.


Mereka menuju kantin dan langsung duduk ditempat para teman Aksa, namun Raya celingak celinguk mencari sosok laki laki kesayangannya.


"Asa gak datang ya" tanya Raya pada teman Temannya Aksa.


"bentar lagi" jawab Reynan.


Tak lama Aksa datang bersama seorang gadis cantik dan manis, walau kalah jauh sama Raya.


"hayy" sapa gadis itu namun tak ada tanggapan sedikitpun dari mereka, membuat gadis itu menjadi canggung.


Aksa yang melihat kekasihnya langsung duduk disamping gadis itu sambil tersenyum.


"gue Aldi, dia Alam, kalo yang itu Reynan di sebelah ya Aiden. Ini paling bego namanya Rania, si galak Dea, si bloon Raya" Aldi mewakili teman temannya dalam memperkenalkan diri, Sella mengangguk paham.


"gue boleh ikut gabung" tanya Sella.


"boleh, silahkan" Kini Raya yang menyahut dengan nada tak bersahabat.


"gak jadi deh, gue kayaknya ganggu. Mending pergi aja" Sella ingin pergi namun pergelangannya ditahan oleh Aksa "disini aja" menarik Sella duduk disampingnya.


Membuat semua teman teman Aksa mengumpat dan ingin sekali menonjok Aksa karena bertindak seperti itu didepan Raya.

__ADS_1


"bang Al tau gak, dia kalo online tapi gak balas chat lo" tanya Raya pada Aldi.


"apaan?" sahut Aldi mengerti kodean Raya.


"ingat kata mas fotocopy : Mau ditunggu atau ditinggal" dengan menekan setiap kata katanya.


"Ray ingat! Kalo lu udah berusaha tapi gak dihargai. Ingat kata tukang bengkel : ini mah harus diganti" celetuk Alam menimpali.


"Apalagi kalo ada pelakor suka pacar lo. Ingat kata seleb : biasalah fans" Mulut Dea mengeluarkan kejulidannya membuat Reynan tersemyum.


"apalagi ada yang caper. Ingat kata tukang sate : jangan deket deket entar kebakar" lanjut Rania dengan smirk.


"lo pada kenapa sih ngomong gak jelas" sungut Aksa sedikit kesal melihat percakapan teman temannya.


BRAKK


Raya menggebrak meja "gue gak jadi makan, gak NAFSU" kemudian Raya berbalik dan ingin melangkah pergi.


"makan" Aksa menahan tangan Raya "tumben inget pak, kirain udah lupa" dengan kekehan yang mengejek Aksa.


"gak usah debat Ray, makan sekarang. Kamu bakalan minum obat" ucap Aksa mengingatkan.


Raya mengambil obat dalam sakunya dan Menelan sekaligus tanpa mengisi Perutnya terlebih dahulu.


"puas" tanya Raya menghempaskan tangan Aksa dan pergi begitu saja.

__ADS_1


"goblok dipelihara" sarkas Dea kemudian menyusul Raya.


__ADS_2