
Dengan langkah tergesa gesa Aksa menyusui lorong rumah sakit saat menerima pesan dari Nico.
"Nic....gimana keadaan cewe gue" tanya Aksa ngos ngosan tak peduli lagi dengan keadaannya.
Pesan itu seperti sirine kematian yang amat menakutkan bagi Aksa, jantung dan nafasnya seolah berhenti saat itu juga.
"Raya lagi dioperasi, tapi operasi ini hanya 30% aja baiknya selebihnya akan rentan dengan kegagalan" Nico berucap sambil tertunduk lesu.
Tubuh Aksa seperti ditimpa ribuan batu, otaknya mendadak kosong.
"L- lo boongkan, Raya gak mungkin ninggalin kita. Gue yakin dia bakalan sembuh, selama jantung gue berdetak selama itu juga Raya akan tetap hidup"
"kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk ade gue sa" menepuk bahu Aksa yang seolah tidak bernyawa.
"kok cantiknya gue, gak pernah cerita kalau dia lagi sakit. Kenapa harus nahan sendirian sih" gumam Aksa tanpa terasa bulir bulir bening berjatuhan, sesak memenuhi dadanya.
"Raya pasti punya alasan kenapa gak ngasih tau lo"
"tapi kenapa Nic? Apa seenggak penting itu gue dihidup Raya. Sampai dia sakit pun gue gak tau sama sekali"
"atau gue yang terlalu bodoh selalu tertipu omongan dia" Aksa menangis sambil memegang dadanya, jantungnya seakan dilepaskan dari tubuhnya saat ketakutan akan kehilangan gadis itu amat besar.
"jangan nyalahin diri lo, ini ada sesuatu dari Raya. Dia bilang suruh kasih sebelum dia tidur" memberikan sebuah kertas berwarna cream pada Aksa.
Aksa mengambil kertas itu, dan membukanya...
Dear gantengnya Raya.
Hehehe.....
__ADS_1
Kalo kamu baca surat ini berati aku lagi kono panjang sayang, gimana keadaan kamu? Udah makan?.
Jangan minum alkohol ya kalo lagi ada masalah, itu gak baik buat kamu.
Kamu pasti kaget ya liat aku sekarang? Jangan takut ya sayang, biar aku aja rasain semua itu.
Rasa udah terlalu biasa sa, sampe aku lupa gimana indahnya hidup tanpa ketakutan.
Sorry gak ngasih tau penyakit aku sama kamu, karena aku tau kamu pantas dapat kebahagian yang bukan sementara seperti aku.
Aku takut sa.....
Takut kebahagian bareng aku itu cuma sekelebat iklan sementara tanpa ada jejaknya, kamu pantas bahagia tanpa aku di sisi kamu nantinya.
Dan maaf sekali lagi, aku pura pura marah sama kamu. Aku tau kamu yang pernah nabrak aku tapi demi tuhan aku gak dendam sama sekali.
Ganteng kalo nanti aku tidur jangan lupain aku ya... I love you
Seketika tangis Aksa pecah, ia meremas rambutnya dengan kuat menyalurkan rasa sakit serta fruatasinya.
"jangan pernah sekalipun kamu berani pergi tanpa aku by" lirihnya.
...***...
Seorang dokter keluar setelah 5 jam berada di ruangan operasi.
Melihat sang dokter... Adam, Nico dan Aksa segera menghampirinya.
"bagaimana kondisi putri saya" tanya Adam.
__ADS_1
"operasinya berhasil kita tinggal menunggu putri bapak sadar, tapi jika dalam kurun waktu satu hari Raya tak sadarkan diri maka kami menyatakan ia akan koma tapi jika sadar kemungkinan besar dan kecilnya akan terjadi komplikasi" jelas sang dokter.
Entahlah mereka semua harus bahagia atau sedih saat ini, mendengar penjelasan dokter smakin membuat mereka ketakutan.
"bukankah operasinya berhasil kenapa harus ada ancaman lagi dok" tanya Aksa.
"operasinya memang berhasil namun tubuh pasien amat dalam kondisi buruk seolah menolak untuk berjuang. Jadi saat melakukan operasi tidak akan menutup kemungkinan buruk setelahnya saat menerawang kondisi pasien" papar dokter itu kembali.
"berdoa dan terus tawakal semoga pasien akan segera sadarkan diri"
Setelah itu dokter meninggalkan mereka, semua orang hanya bisa melihat Raya lewat kaca transparan.
Berbagai macam alat bantu ditubuh Raya, agar gadis itu terus bernapas dan berjuang.
"berjuang by, aku nunggu kamu" lirih Aksa menatap nanar kekasihnya.
Namun tak selang beberapa menit tubuh Raya menjadi kejang kejang membuat seluruh dokter segera menanganinya.
Saat kejang kejang itu berhenti dapat Aksa lihat tangan Raya jatuh tanpa tenang.
"keluarga pasien" panggil dokter.
"ada apa dengan putri saya" Adam dibuat ka lang kabut dengan kondisi Raya yang mendadak.
"maaf pak, kami sudah berusaha tapi yang kuasa lebih dahulu bekerja menyebutnya"
"maksud bapak?" tanya Aksa dengan suara gemetar dan jantung yang berpacu lebih cepat.
"Rayana Putri dinyatakan meninggal dunia"
__ADS_1