
Happy Reading ❤️
Raya dengan senang menghias kue buatannya, kue dengan topping topping sederhana semampu yang ia buat karena esok adalah ulang tahun Aksa.
Dengan rencananya Raya akan memberi kejutan di tengah malam nanti untuk Aksa.
"Wahhhh anak mama bikin apa nih" tanya Nina saat dengan asiknya Raya menghias kue buatannya.
"kue mah, buat ulang tahun Asa"
"bagus banget kuenya, pasti Aksa bakalan suka deh" Nina antusias melihat kue cantik hasil karya Raya.
"pasti....Aksa gak pernah nolak apapun buatan Raya" dengan sumringah Raya telah selesai membuat kuenya.
"mama boleh icip gak nih" goda Nina.
"ihhh gak boleh mah, Raya susah susah bikin buat Aksa masa di berantakin sih" kesal Raya.
"ahhahahha becanda sayang" Nina tertawa sambil memeluk Raya.
"semoga tuhan kasih Raya cerita yang panjang ya mah" lirih Raya menatap kedepan dengan sorot amat sedih.
Nina mengusap kepala anaknya dengan lembut "cerita Raya gak akan pernah ada akhirnya, jadi Raya bebas nulis cerita apapun sesuka Raya" sahut Nina.
Raya tersenyum dan memeluk Nina dengan sayang menyalurkan rasa bahagianya.
***
Tepat pukul jam 12 malam Raya berjalan menuju apartement Aksa, ia mengetahui Aksa diapartement dari Reynan.
Dengan hati gembira ia membawa kue beserta bucket mawar merah hasil buatannya, dengan jari jari yang diplester.
Membuktikan bahwa Raya memberikan kejutan yang berasal dari hati terdalamnya.
Saat sampai didepan apartement, Raya melihat pintu itu terbuka sedikit, dengan penuh tanya Raya memberanikan diri membuka pintu itu.
"Asa" lirih Raya.
Kejutan lebih dari sekedar kejutan yang diterima balik oleh Raya, di mana ia melihat Sella dan Aksa berpelukan dengan sangat intim.
__ADS_1
Dunia Raya seakan runtuh saat itu juga, badannya terasa kaku dengan keringat dingin membasahi pelipisnya, pusing melanda dengan perut yang terasa di aduk membuat ia terasa mual seketika.
Menyadari kehadiran Raya, Aksa langsung mendorong tubuh Sella menjauhinya.
"Raya" panggil Aksa.
Dengan tangan gemetar Raya berusaha bersikap normal dengan penuh senyuman.
"hay Sa,,, happy birthday" memberikan bucket mawar dan menyodorkan kue buatannya,yang sudah ada lilin yang menyala.
"lo ngapain disini" tanya Aksa dengan tajam.
"tiup lilin dulu Sa, baru bertanya" sahut Raya dengan mata penuh kecewa.
"jangan lupa harapannya" lanjut Raya.
"harapan gue adalah gak mau liat lo lagi" ucapan Aksa begitu tajam kemudian menipu lilin di kue itu.
"selamat panjang umur ganteng, harapan mu menjadi nyata" batin Raya.
"selamat ya Sa, bahagia terus ya. Jangan nangis jika suatu hari nanti tiba saatnya" ucap Raya penuh dengan teka teki untuk Aksa.
"aku bakalan pergi kok Sa, tanpa kamu bersikap kayak gini sama aku" Raya memungut bucket bunga mawar buatannya.
"udah.... Pergi sekarang. Gue eneg liat lo" sarkas Aksa langsung menutup pintu dengan kasar membuat Raya kaget.
Dengan wajah sendu Raya meletakkan bucket dan kue ulang tahun di depan pintu apartement Aksa.
Secepat mungkin Raya berlari menuju toilet memuntahkan isi perutnya yang sejak tadi ia tahan saat melihat Aksa dan Sella berpelukan.
"huekkk.... huekkkkk.... huekkkkk"
Ia membersihkan mulutnya dan membasuh wajahnya dengan air hingga bajunya menjadi basah.
"terlalu sakit Sa, liat kamu bahagia tapi bukan sama aku" lirih Raya.
"secepat itu rasa sayang kamu berubah benci sama aku"
"aku malah terlalu susah Sa buat benci sama kamu, walau aku tau kamu yang sebenarnya" Raya menutup kedua matanya, bukan menangis namun menenangkan diri agar tak membuat kepalanya bertambah pusing.
__ADS_1
Raya mengeluarkan ponselnya dan menelepon Adam agar menjemputnya.
...My Hero❤️...
...-----------------------...
...Online...
Pah|
^^^*Bisa jemput Raya di apartement| ^^^
^^^ jalan xxxx* ^^^
|kamu kenapa sayang?
^^^Kepala Raya pusing|^^^
|oke, tunggu papa ya. Papa langsung
jemput kamu.
^^^Cepet ya pah. Raya gak kuat|^^^
|iya sayang iya... Papa jemput.
^^^By pah|^^^
Raya mematikan ponselnya dan tetap duduk di dalam toilet, rasa pusingnya amat memecah otaknya saat ini.
Dua puluh menit akhirnya Adam sampai dan buru buru menuju toilet yang sudah diberitahukan oleh Raya.
"sayang" panggil Adam amat khawatir, melihat Raya yang amat pucat.
"s-sakit pah" adu Raya memegang kepalanya.
"tahan ya sayang kita kerumah sakit" Adam menggendong Raya ala bridal syle menuju mobilnya.
Melajukan mobil itu dengan cepat hingga menuju rumah sakit yang biasa ia datangi untuk memeriksa keadaan Raya.
__ADS_1
...| mawar cantik khusus untuk gantengnya Raya|❤️...