AKSARA

AKSARA
MOVE ON 2 ...


__ADS_3

Β 


~yang pergi akan kembali~


,maka tetaplah disini"-


Β 


Pagi ini Shania telah siap dengan tas ransel miliknya, dengan gaya biasa saja gadis itu terlihat sangat manis, celana jeans berwarna navy dipadukan blazer abu abu hingga ke lututnya, sepatu balet yang pas membungkus kaki jenjangnya serta rambutnya yang ia kucir kuda.


Gadis itu turun dari kamarnya yang berada dilantai atas,


' Ma Shania berangkat ke kampus dulu ya!" pamit Shania.


'iya hati hati dijalan" jawab mama Shania.


Shania melangkahkan kakinya ke halte bus yang dekat dengan perumahan yang ia tinggali.


sekitar lima menit bus datang dan Shania pun memasuki bus itu.


Β 


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Β 


Shania sudah turun dari bis 15 menit yang lalu,


namun gadis itu tak jua melangkahkan kakinya


menuju kelas,padahal beberapa menit lagi matkul pertama dimulai.


"pagi Shania, lo kok belum masuk kelas kan bentar lagi matkul pertama dimulai" ujar Ezaa yang tiba tiba muncul dari arah kanan.


"eh iyaaa, ini dah mau masuk, duluan ya" jawab Shania lalu bergegas menuju kelasnya.


"aneh" gumam Ezaa pergi.


Β 


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Β 


**skIp class.


Hening** itulah yang kelas biologi rasakan.


dosen yang mengajar pun sedang fokus ke laptop didepannya. Seluruh mahasiswa/i pun memfokuskan padangan mereka ke laptop masing masing,namun tidak untuk Shania.


Gadis itu masih saja berkutat dengan pemikirannya tentang kejadian tadi pagi.


"aduhhhh ko gue jadi gini bodoh gini sih, tiba tiba diem didepan koridor, tapi kayak d'javu gituh, tapi apa yaa?" tanya Shania kepada dirinya sendiri.


Gadis itu mengingat ngingat lagi dan ....


"astaga, itukan tadi gue niatnya mau nunggu si Aksara tapi ko palah jadi bengong ya?" gumam Shania.


"tapi tapi, kenapa gue susah banget ya mau move on gituh, ihh nyebelin banget sih! " ujarnya dengan menghentakan kakinya kelantai.


'pletak' suara jitakan dikepala Shania dengan suara yang menggema di dalam kelas.


"eh sakit gob**k" umpat Shania.


"lo sih,bukannya fokus palah bengong ga jelas" ujar vanessa, iyaa dia yang menjitak kepala Shania dengan puas.


"ih lo mah ga tau, gimana perasaan gue hari ini dengan kejadian tadi pagi yang gue rasain van" ujar Shania kesal.


"emang apa yang lo rasain?" tanya vanessa.


"gue tadi berdiri dikoridor depan terus bengong ga lama dari itu di Ejaa dateng sapa gue dan gue langsung sadar terus kekelas, dan lo harus tau tadi gue dikoridor itu nunggu si Aksara van" jelas Shania menutup wajahnya dengan tangan.


"Lah si, emang si Aksara kemana Shan?" tanya Vanessa.


"astaganaga! lo ga tau beneran, Aksara tuh pergi jauh sejauhnya dari gue, gue aja ga tau sekarang dia dimana, semenjak dari taman yang untuk gue sama dia ketemuan dia ga dateng sama sekali padahal dia yang nyuruh gue kesana tapi dia ga dateng, aku kirim pesan ga dibales, aku telepon ga dijawab dan setelah itu nomer dia ga aktif lagi" jelas Shania panjang lebar.


"dih ko gituh,, sabar ya Shaniaku, awas aja kalo dia balik lagi ga akan gue biarin dia nyentuh lo Shania!" ujar Vanessa dengan kesal.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Shania, gadis itu masih saja diam berada didalam kelasnya padahal jam istirahat sudah sepuluh menit yang lalu.


"gue capek kayak gini terus" keluh Shania.


"makanya ga usah dipikiran Shania"

__ADS_1


Ezaa muncul dari arah pintu kelas lalu melangkah ke arah Shania duduk,


Ezaa duduk didepan kursi milik Shania, lalu mengusap rambut Shania yang sedang menundukkan kepalanya.


"Ejaa, lo kok ada disini ngapain?" tanya Shania.


"nemenin lo, kata Vanessa lo ga mau kekantin" jawab Ezaa.


"udah lah Shan, ngk usah dipikirin mending ntar selesai kuliah kita ke Alun alun jogya ya, kata Alan nanti ada pameran lukisan disana gimana?" usul Ezaa.


Shania mengangkat kepalanya lalu menganggukan dua kali. Ezaa tersenyum.


"nah gitu dong" ujar Ezaa senang.


"tapi, masa gue ga mandi si Ejaa" ujar Shania.


"tetep cantik ko, ga bau juga" jawab Ezaa santai.


"dih mulai nih ngegoda nya" ujar Shania memincingkan matanya dan................... Hap.


"Ejaa!!!! Geliiiiiiiiii" suara Shania mengisi kelas biologi tersebut.


"hahahaha rasain noh!" ujar Ezaa dengan menambah gelitikannya dan itu membuat Shania berjingat kegelian dan tertawa lepas. Ezaa suka itu.


"pliss udahhh" mohon Shania.


Ezaa menghentikan gelitikannya.


Shania masih tertawa. Ezaa tersenyum senang.


"gue suka lo " ujar Ezaa.


Shania berhenti tertawa. Ezaa mendatarkan wajahnya, salah tingkah.


"lo bilang apa ja?" tanya Shania penasaran.


"gue bilang apa emangnya?" tanya balik Ezaa.


"dihh, ko palah tanya balik!" ujar Shania kesal.


"hahahahaha, iya udh gue ke kelas dulu ya,gue ada matkul lagi,dahhhh jangan lupa" pamit Ezaa melangkah keluar kelas.


Shania terdiam, dia tidak salah dengarkan.


Ezaa tadi bilang suka sama dia tapi biarin aja lah. yang harus dipikirkan itu bagaimana dia bisa ngilangin nama si Aksara dari pikirannya dan terutama hati nya.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


"Selamat hari kemerdekaan indonesia yang ke-74"


siapa nih dari para pembaca yang ikut paskib disekolah.


selamat berlomba:)


love you allπŸ’™πŸ’™


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


lanjuuuuuuut and Enjooyyyyyyyy!


Ezaa, lelaki itu berdiri didekat gerbang kampus.


sesekali melihat ke arah jam tangan yang berada ditanganya, hampir dua puluh menit Shania tak jua datang.


"Dorr" Shania, gadis itu mengagetkan laki laki yang telah menunggunya, dia Ezaa.


"Shit!!, lo " umpat Ezaa.


"dih,ngumpat Shania" ujar Shania berpura pura kesal.


"ya elo sih,ngagetin gue mana lama lagi" ujar Ezaa.


"iyaa maap, iya udah yuk otw, naik apa nih? " tanya Shania.


"iya iya, naik motor aja kalo mobil pasti macet mana udah sore, terus dipameran pasti rame nih" jawab Ezaa memberikan helm ke Shania.


gadis itu mengambilnya dan memakai, setelah itu naik ke atas motor milik Ezaa. Dan mereka pergi meninggalkan kampus.


Suasana ramai terdengar ditelinga Shania dan juga Ezaa, mereka pun turun dari motor dan berjalan bersisihan menuju pameran yang berada tepan disebrang jalan.


"wahhh, rame bangett ja" ujar Shania dengan senyum yang mengembang.


"iya Shan, yuk ksana kita liat lukisan itu" ajak Ezaa,lalu menggandeng tangan Shania, gadis itu sedikit terkejut namun segera tersenyum dan mengikuti langkah lelaki didepannya sambil menggandengnya.


Ezaa, lelaki itu tersenyum senang karena dia bisa menggandeng tangan Shania, tanpa gadis itu marah.

__ADS_1


Mereka telah berada didepan lukisan yang menggambarkan tentang suasana malam di Ibukota Indonesia.


"itu dilelang ya Ja?" tanya Shania.


"iya, kalo ga salah ntar kita tanya,emang lo mau?" tanya Ezaa.


"mau lah,ntar kalo emang dilelang gue beli deh" jawab Shania.


"emang lo punya duit?" tanya Ezaa.


"dih Ejaa,ya punya lah" jawab Shania.


"hahahaahha iya tau yang hokay mah" ejek Ezaa.


"iyaaa lahhh gue!" ujar Shania membanggakan diri.


"punya bokap elo juga" ujar Ezaa lalu menjitak kepala Shania,gadis itu merintih lalu membalasnya dengan mencubit lengan Ezaa.


"mbak,mas nya kalo pacaran jangan ditengah jalan, tuh orang orang mau pada lewat,malu kali ah" celetuk bapak bapak yang berdiri tepat disamping mereka.


Salah tingkah itu yang mereka rasakan.


"eh iya pak" jawab mereka kompak lalu menggeser sedikit tempat dimana mereka berdiri.


"elo sih Ja" ujar Shania masih dengan sikap salah tingkah.


"dih ko gue,kan elo yang sok sok an tadi" jawab Ezaa dengan suara kekehannya.


"iya udh cari.makan dulu yuk" ajak Shania.


"gue udah laper" tambahnya. Ezaa mengangguk.


Nasi goreng dengan teh hangat menjadi pilihan mereka, dengan duduk diemperan jalan mereka menikmati makan malam itu,


" gimana lo senengkan malam ini?" tanya Ezaa.


" iya Ejaa, makasih ya" jawab Shania dengan menyendokkan nasi goreng kemulutnya lalu menguyah dengan pelan sambil menikmati keramaian, Ezaa tersenyum senang melihat itu semua.


Setelah makan mereka kembali kepameran itu


dan kembali ketempat pertama mereka datang lalu melihat beberapa lukisan yang dilelang.


"Ejaa, noh itu lukisan yang tadii, bantu gue cari harga yang tepat ya " ujar Shania.


"iyaa Shania" jawab Ezaa.


Hampir setengah jam mereka memberikan harga akhirnya Shania dapat membeli lukisan


dengan dengan harga tiga juta setengah.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Didepan gerbang rumah Shania tepat pada pukul sepuluh malam mereka baru pulang.


"makasih ya Ejaa untuk malam ini" ujar Shania senang sambil memeluk lukisan tadi.


"iya sama sama,iya udh gue pulang ya udah malem, dahhh night Shan" jawab Ezaa lalu pergi meninggalkan Shania yang masih setia berdiri didapan gerbang.


"untuk hari ini aku bisa melupakanmu"


Lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah.


"baru pulang Shan? " ujar mama


"eh iyaa mah" jawab Shania tersenyum kuda.


"sama siapa?"


"sama Ejaa mah"


"Ejaa?".


" iyaaa'-"


"bukannya kamu pacaran sama Aksara, ntar dia marah lho kamu jalan sama cowok lain, udah izin?" .


"Aksara udah pergi jauh sangat jauh mah, ninggalin Shania tanpa alasan dan kabar, Shania capek mau tidur, selamat malam mah?"


Shania, gadis itu sedikit berlari menaiki tangga menuju kamarnya dengan mata berair.


"aku tidak berhasil melupakanmu!"


~Hay guysss terima kasih udah baca,


sehat selalu buat kalian yang baca supayaa terus pantengin cerita aku makasih ya~

__ADS_1


follow on ig @qu.citra


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


__ADS_2