
Happy Reading ❤️
"Aku ijin ke toilet dulu ya" izin Raya pada Aksa "jangan lama lama takut kamu ilang" sahut Aksa.
"iya Asa gak lama kok" Raya pergi menuju toilet, tapi belum sampai toilet Raya bertemu wanita paru baya yang pernah ia kenal secara tak sengaja.
"tante" panggil Raya, wanita yang dipanggil pun menoleh dan tersenyum manis.
"ehh ketemu si cantik lagi" ujar wanita paru baya sambil menghampiri Raya.
"apa kabar tante" tanya Raya menyalami tangan wanita tersebut "baik nak, kamu gimana kabarnya?" tanya wanita itu kembali.
"baik dong tan, tante ngapain ke sini. Pasti mau belanja ya" terka Raya membuat wanita itu mengelengkan kepalanya.
"bukan sayang, tante kesini mantau kerjaan karyawan tante"
"karyawan?" bengong Raya
"Mall ini punya tante jadi setiap minggu tante emang suka mantau kerjaan di sini" jelas wanita itu membuat Raya melotot.
"wahhh tante wanita karir yang hebat" puji Raya menaikkan kedua jempolnya membuat wanita itu terkekeh melihat tinggal lucu Raya.
"kamu ngapain di sini?" tanya wanita itu. "jalan sama pacar Raya tante" sahut Raya.
"ohhh iya Raya lupa nanyain nama tante siapa?" mengulurkan tanganya.
" Asya Sasmita, kamu Raya kan?" tanya Asya "kok tante tau" Raya kaget.
"kan tadi kamu nyebutin nama kamu sendiri" kekeh Asya terlalu gemas pada Raya saat ini.
__ADS_1
"ohhh iya Raya lupa" cengir Raya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"ya udah tante mau lanjut dulu ya, kamu happy happy aja di Mall punya tante. Tante gratisin" Asya mengedipkan satu matanya.
Dengan hormat Raya "siap bu bos Mall" ucap Raya dengan nada becanda. "ya udah Raya pamit ya tan, kebelet soalnya" cengir Raya, Asya menganggukan dan melihat Raya pergi.
***
"Aksa" panggil Asya saat melihat Putranya berdiri didepan toko boneka.
"bunda" gumam Aksa mendekati sang bunda tercinta.
"ngapain kamu ditoko ini" tanya Asya.
"mau maling toko bonekanya bunda" sahut Aksa nyeleneh.
"ngapain sa?" tanya Asya kembali "nemenin pacar Aksa beli boneka" sahut Aksa jujur.
"punyalah, ganteng gini sayang dijomblo in nda." sahut Aksa dengan sok kerennya.
"kasian bunda sama pacar kamu, pasti ketakanan mental pacaran sama kamu" ucap Asya santai menyindir anaknya.
"iri bilang" sahut Aksa, membuat Asya ingin menggeplak mulutnya namun di urungkan ketika melihat sosok Raya mendekati mereka.
"Asa akau udha se-" ucapan Raya terpotong saat melihat Asya didepan Aksa "tante" Panggil Raya.
"kamu kenal bunda aku" tanya Aksa, membuat Raya tersebut bengong ditempat mendadak otaknya menjadi loading.
"by" panggil Aksa "hah! Iya apaa" tanya Raya.
__ADS_1
"kamu kenal bunda aku" menunjuk Asya yang tersenyum ramah padanya.
"kenal" sahut Raya "kapan?" tanya Aksa.
"udah lama kok"
"kok gak bilang aku sih by"
"lah kamu gak nanya, lagian aku juga gak tau tante Asya itu bunda kamu" jawab Raya sedikit gugup pasalnya langsung berhadapan dengan ibu mertuanya.
"jangan gitu ah Sa, kasian calon mantu bunda jadi gugup" mendekati Raya kemudian memeluknya.
"tante seneng banget ternyata kamu pacar anak tante" Asya kegirangan hingga menggandeng tangan Raya, membawa gadis itu pergi tanpa peduli lagi dengan Putranya.
***
"astagfirullah ini siapa yang kirim anak gelandangan kesini" pekik Adam saat melihat boneka beruang sangat besar sudah berada didepan pintu rumahnya.
"apaan sih pah teriak teriak, mau cosplay jadi toa" kesal Nico kemudian keluar melihat papah nya.
"ini lo siapa yang kirim anak gelandangan ke rumah papah" menunjuk boneka beruang.
Nico memperhatikan boneka itu dengan sesama tertera name tag boneka itu Mall milik Aksa yang ia yakini boneka ini pemberian Aksa pada adiknya.
"punya Raya ini ma" ucap Nico santai.
"dia gadein keris kamu ya sampe bisa beli boneka gelandangan ini" memukul mukul boneka beruang didepannya karena terlalu empuk.
"ya enggak lah, ini pemberian pacar Raya pa. Jangan di gituin kalo gak mau aset aset berharga papa digadein lagi sama Raya" peringkat Nico membuat kegiatan Adam berhenti dan sedikit takut pada putrinya yang terbilang amat nekat.
__ADS_1
Tak mau kejadian dulu terulang lagi lebih baik Adam mencari jalan aman.