
Happy Reading ❤️
Kantin yang semula sepi kini berubah menjadi riuh dan berisik. Apalagi komplotan Aksa Ddk dan teman teman Raya.
Mereka duduk di kursi pojokan yang biasa digunakan oleh geng SAMUDRA.
"byby mau makan apa hm" tanya Aksa pada Raya.
"bakso, bakwan, roti, kerupuk, somay, batagor, mie kuah, susu sama es teh" sahut Raya dengan wajah bersinar.
"elu mau makan apa mau ngerampok" Aldi kaget mendengar pesanan Raya yang di luar nalar keperempuanan.
"ya mau makan lah, ya kali mau mancing crocodile" sahut Raya sewot.
"udah lu pesenin aja cewe gue, nih" Aksa menyerahkan uang 100 ribu sebanyak 14 lembar.
"wihhh lu traktir ni bos" ucap Aldi kegirangan menerima uang dari Aksa.
"hm"
"elu semua mau apaan" tanya Aldi menatap semua temannya.
"bakso sama es teh samain semua" jawab Dea.
Aldi menganggukan kepalanya dan langsung menarik Alam untuk membantunya memesan makanan.
"elo seriusan bisa habisin makanannya" tanya Aiden yang dibalas anggukan oleh Raya.
"biasanya cewe gak mau makan banyak apalagi berlemak gitu takut berat badannya nambah" lanjut Aiden.
__ADS_1
"pantang ade gue jaga berat badan, perut karet dia mah. Kecil tapi kagak pernah kenyang kenyang" sahut Nico.
"jangankan makanan segitu, satu kulkas dirumah gue satu hari ludes cuma karena ni anak tuyul" Nico mencengkram kepala Raya dengan kuat, membuat Raya menatapnya dengan sinis.
"gue aduin papa lo nyakitin pala gue" ucap Raya sambil melepaskan tangan Nico di kepalanya.
"dasar tukang ngadu" sinis Nico.
"Asa sakit" Adu Raya pada Aksa yang sedari tadi terkekeh melihat wajah garangnya.
Aksa mengelus lembut kepala Raya "phuhhh udah udah gak sakit lagi" ia meniup kepala Raya.
"ya elah gak tau tempat semua orang di anggap ngontrak" celetuk Dea.
"bilang aja lo iri" ucap Nico dengan tatapan mengejek ke arah Dea.
"dihhhhhhhhh sorry pak kusir gue gak level iri ama ke uwu an" sahut Dea dengan mengibaskan rambutnya.
"gue bukan pacar Rey, ogah punya pacar nyebelin kayak ni kulkas" Dea menunjuk Reynan yang berada di sampingnya.
Kemudian Reynan mendekat ke arah telinga Dea "gak jadi pacar tapi jadi suami lo" lirihnya dengan nada sensual.
Wajah Dea memerah dan memalingkan pandangannya "kenapa muka lo merah kayak dapat cobaan ilahi aja" tanya Raya
"bapak Rania mau gue gondol jadi sugar daddy gue" sahut Dea ketus.
"gue buang lo ke rumah pengabdi setan" sangar Rania menodongkan garpu.
Semua orang tertawa tanpa beban melihat tingkah semua sahabat mereka apalagi di tambah adik kelas seperti teman teman Raya benar menghibur.
__ADS_1
***
Aksa sedang memeluk seseorang gadis dengan intens.
"kenapa lama banget, aku kangen" ucap gadis itu dengan nada sensual.
"sorry gue harus ngurusin bocah itu dulu baru bisa datengin elo" sahut Aksa merapatkan tubuh mereka.
"kapan kamu ungkapin semuanya baby, putusin dia dan sama aku aja" mengusap rahang Aksa yang kokoh.
"tunggu sayang semua akan selesai dengan cepat dan buat dia hancur"
"oke baby" gadis itu mendekatkan wajahnya ke arah Aksa.
BRAKKKKK
pintu ruangan itu terbuka nampak seorang gadis manis dengan derai air mata "tega kamu" ucap gadis itu dengan gemetar.
Aksa tersenyum sinis dan mendekat kearah Raya "terus" sahutnya dengan santai "kamu tega mainin perasaan aku Asa" teriak Raya.
"gak usah lebay lo, lo cuma mainan buat gue" sahut Aksa membuat tubuh Raya mematung "bohong, bohong, bohong....baru tadi pagi Asa minta Raya gak tinggalin. Tapi kenapa malah Asa yang khianatin Raya" dengan Air mata yang sudah keluar.
"lo aja terlalu baper, gitu aja udah percaya lo"
"Asa bohongkan, Asa sayangkan sama Raya" meraih tangan Aksa dan ia genggam dengan erat.
"gue gak bohong Raya"
"Asa plishh, jangan gini. Raya gak kuat... Hisk" mohon Raya dengan air mata yang sudah mengalir.
__ADS_1
"pergi lo" melepaskan genggaman Raya dengan kasar dan kembali pada gadis tadi.
"JAHAT, ASAAA JAHATTTT.... RAYA BENCI ASA" teriak Raya kemudian meninggalkan ruangan itu dan pulang ke rumah, mengurung dirinya didalam kamar.