AKSARA

AKSARA
RUA| 32


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Seorang berjas putih duduk dikursi dengan memegang sebuah map di tangannya.


"gimana om hasilnya" tanya Aksa pada orang tersebut.


"ini obat sejenis penyembuhan untuk trauma, seperti obat penenang. Biasa obat ini digunakan untuk pasien yang mengalami trauma dan depresi berat sehingga orang itu memerlukan obat ini untuk menenangkan pikiran serta memudarkan ingatan terhadap trauma tersebut" jelas Jay - Saudara Ayah Aksa yang berprofesi sebagai dokter ternama.


"apa obat ini berbahaya"


"tidak, ini hanya digunakan Sementara untuk memulihkan kondisi psikis orang tersebut" jelasnya lagi, Aksa manggut manggut memahami penjelasan tersebut.


"baik om, kalo gitu Aksa pamit" ucap Aksa kemudian meninggalkan ruangan itu.


Ia menjalankan mobilnya menuju markas miliknya namun di pertengahan jalan ia melihat seorang gadis yang di kelilingin empat gadis dengan tampilan seperti tante tante.


"Lo cewenya Aksa kan" tanya perempuan dengan tampilan glamor Mengalahi lampu hias bernama Chika.


"bukan, sok tau banget lo" sahut gadis itu dengan wajah tengilnya siapa lagi siapa bukan, dia lah Raya.


Seorang perempuan dengan bibir semerah cabe pun maju dan mendorong bernama Tia bahu Raya "lo yang sok anj- jangan mentang mentang lo deket sama Aksa, lo merasa jadi ratu"


"apalagi modelan kayak lo gak level buat Aksa" lanjut perempuan dengan baju transparannya bernama Siska "najis tau gak pacaran cewe modelan rumah sakit jiwa kayak lo" kini perempuan cantik tampilan mewah bernama Amanda menunjuk Raya.

__ADS_1


"gini nih udah iri dengki, sirik mulu bawaannya" sahut Raya dengan wajah kesalnya.


"gue bukan sirik, cuma mau bilang cewe kayak lo gak pantes buat Aksa yang jauh langkahnya sama lo" Ucap Amanda.


"yang jalanin gue sama Asa kenapa lo pada ribut sih, lagian hubungan gue gak minta duit sama beras pada lo pada" jawab Raya melipat kedua tangannya didada.


"cewe yang pernah gila kayak lo gak pantas buat Aksa seorang tuan muda" senyum smirk di keluarkan Amanda.


"maksud lo apaan" Raya menatap Amanda dengan heran.


Amanda memajukan tubuhnya dan berisik "Pasien rumah sakit jiwa kamar 14 yang hampir membunuh anak berumur 10 tahun"


DEGG


BYURRRR


Satu botol air tersiram kearah Raya, membuat wajahnya basah dan tersadar dari lamunannya.


"anj- apa apaan lo hah" Raya menarik kerah Chika pelaku penyiraman air mineral itu, ia melepaskan cengkaraman tersebut dan berlari menuju toilet.


Membuat mereka bertempat tertawa puas, namun tawa mereka berhenti ketika dengan santainya Raya menyiram air got kearah mereka berempat.


BYURRRR

__ADS_1


"lo,lo,lo, dan lo" menunjuk satu persatu empat perempuan itu.


"lo pada gak tau apa apa tentang gue mending diem gak usah sok tau kayak akun gosip, jangan lo pada pikir gue takut sama lo berempat"


"dan tentang gue masuk rumah sakit jiwa emang bener, kenapa? Masalah lo apaan yang jalanin gue bukan lo! Masalah anak 10 tahun itu lo salah paham gak lo gak tau kebenarannya" menunjuk wajah Amanda yang sudah kotor.


Ia mendekat ketubuh Amanda dan amat dekat "gue bisa lebih nekat dari ini. Lo mau uji jahatnya gue silahkan tapi bersiap lo yang bakalan berlanjut masuk rumah sakit jiwa Amanda ruang rehabilitasi 107" dan berbalik kini Amanda yang menegang di tempat menatap Raya.


"kenapa? Kaget" tanya Raya dengan senyum liciknya.


"L-lo inget"


"siapa yang gak inget sih, gue bukan gila di rawat disana dan semua tentang lo narkoba, prostitusi, penipuan, dan............pembunuhan" bisik Raya amat pelan, membuat amarah Amanda berada di ujung tanduk.


"gue bakalan nyingkirin lo, ingat aja lo. Lo sendiri yang bakalan nyesal bersama Aksa" ucap Amanda penuh teka teki.


"obesesi lo sama Aksa kayak orang gila" Sahut Raya semakin membuat Amanda marah dan ingin melayangkan tamparan kearah Raya namun segera ditahan oleh tangan kekar.


"berani sentuh, gue pastiin tangan lo udah gak pada tempatnya" Ancam Aksa yang tiba di tengah mereka.


"Aksa" ucap Amanda pelan.


"pergi lo" usir Aksa dengan mendorong Tubuh Amanda.

__ADS_1


Ia menarik lengan Raya menuju mobil nya, ia amat penasaran dengan pembicaraan yang dilakukan Raya dan Amanda yang amat serius.


__ADS_2