AKSARA

AKSARA
RUA| 44


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Sella menemui Raya di caffe tanpa sepengetahuan Aksa ataupun Aiden.


"buru, lo mau ngomong apaan sama gue. Waktu gue berharga nih" sungut Raya benar benar tak tahan melihat wajah Sella.


"gue mau lo jatuhin Aksa" ucap Sella spontan membuat Raya memandangnya dengan tatapan datar, Raya berdiri ingin pergi.


Namun pergelangan tangannya ditahan oleh Sella "tinggalin Aksa atau lo bakalan nyesal seumur hidup lo" tekan Sella.


"gak modal lo, ngomong kayak adegan sinetron aja lo. Mau akting noh sono di tv jangan di depan gue. Eneg" sahut Raya.


"gue ngomong serius, lepasin Aksa sekarang atau lo bakalan nyesel dan ngutuk kebodohan lo"


"dihhh lo siape, emak maling kondang lo ampe ngutuk ngutuk segala"


"nih" Sella memberikan pita merah yang membuat Raya beku seketika "maksud lo apaan" tanya Raya mulai tak bersahabat.


"kalo lo mau tau maksud gue, tanyain gih sama pacar kesayangan lo" bisik Sella kemudian hendak melenggang pergi meninggalkan Raya yang masih menatap pita merah itu.


Kemudian Sella berbalik dan menampakkan sebuah foto diponselnya yang Raya kenali postur tubuhnya adalah milik Aksa.


"bibir cowo lo ternyata lumayan.... Nikmat" lirihnya dengan senyum jahat di wajah Sella.


Raya mengambil ponsel Sella lalu melemparnya kelantai dengan keras hingga posel itu retak, tak lupa pula ia menginjak ponsel itu dengan raut wajah santai.


"angkat kaki lo dihandphone gue" titah Sella.


"kenapa? Lo marah?" tanya Raya dengan senyum smirk.

__ADS_1


"ya gue marah,,,apa apan lo banting handphone gue. Cemburu lo" tukas Sella.


"cemburu, sama cewe kayak lo. Najis" ucap Raya tepat didepan wajah Sella.


"gue bilang sekali lagi angkat kaki lo dari handphone gue" geram Sella.


"kenapa kalo gue gak mau, lo mau apa? Bunuh gue" Raya semakin menginjak ponsel Sellla kemudian menendangnya tak tau arah.


"gue rasa pengen banget bunuh lo sekarang juga" ucap Sella dengan wajah merah padam.


"Itu juga yang gue rasain sekarang, rasa gue lebih pengen bunuh lo dengan tangan gue sendiri sampe lo gak bisa teriak ataupun memohon" sahut Raya dengan setiap penekan, membuat Sella menjadi kaku dan bisu.


Raya yang melihat pun menatap datar  dan meninggalkan Sella dengan amarah yang ada dipuncak kepalanya.


***


"byby" panggil Aksa memecah lamunan Raya.


"kenapa melamun hm" tanya Aksa sambil menyelipkan anak rambut Raya kebelakang telinga.


"gak papa..Sa" panggil Raya.


"kenapa sayang" tanya Aksa melihat tatapan sendi Raya padanya.


"kemarin Sella kasih ini sama aku, dia bilang suruh kasih ke kamu katanya" Raya menyerahkan pita merah pada Aksa, membuat Aksa membulatkan matanya.


"o-oh ini... Ini milik keponakan bunda.. Iya iya" ucap Aksa gugup mengambil jepitan pita merah ditangan Raya.


"serius, gak ada yang kamu sembunyin kan" tanya Raya menelisik perubahan Aksa.

__ADS_1


"gak ada by, aku gak ada sembunyin apapun dari kamu" jelas Aksa.


"kalo suatu hari kamu ketahuan sembunyin sesuatu, aku bakalan pergi jauh dari kamu" ucap Raya lirih namun terdengar menyayat bagi Aksa.


Aksa mengambil tangan Raya dan mengecupnya "jangan ngomong gitu ya, aku gak suka"


"aku juga gak suka sa, di bohongin" menatap Aksa dengan sayu.


"aku gak ada nutupi kebohongan apapun sayang, jangan tinggalin aku ya" mengecup tangan Raya berkali kali.


"aku akan percaya sa, sampe waktunya akan tiba"


"kamu ngomong apaan sih by, jangan buat aku khawatir"


"kamu yang buat aku khawatir sa, kamu itu ironi yang mudah didengar namun sulit dipelajari" sahut Raya.


"udah ya sayang jangan bahas lagi ya.. Ya" pinta Aksa.


Raya menganggukan dan menatap sunset bersama Aksa dipantai sejak tadi pagi mereka datangi.


Aksa mengubah posisinya, ia duduk dibelakang Raya dan memeluk gadis itu dari belakang.


"tau gak" tanya Aksa.


"mana aku tau kamu belom ngomong" sewot Raya membuat Aksa terkekeh.


"kamu itu kayak senja. Aku menyukai senja, namun aku tak ingin melihatnya. Karena indahnya mudah sirna namun sulit terlupa" ucap Aksa kemudian mengecup kepala Raya dengan sayang.


"dan aku akan sirna sa sesuai ucapan kamu" batin Raya dengan segala kecemasanya

__ADS_1


"aku gak mau kamu jadi senja Ray saat tau kebohongan yang selama ini aku tutupi. Aku gak mau kamu pergi" batin Aksa.


"defini luka dalam cinta" batin mereka bersama


__ADS_2