AKSARA

AKSARA
RUA| 50


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Wajah pucat sudah amat tampak jelas pada Raya, ia terlalu lelah karena mimisan dan pusing yang menyerang.


"lo gak mau ijin aja Ray" tanya Dea nampak khawatir.


"enggak, gue gak nambah ijin lagi" jawab Raya.


"kalo lo gak mau ijin, mending istirahat aja di UKS" usul Rania.


"oke gue ke UKS, lo berdua ke kelas aja. Gue bisa sendiri" Ucap Raya.


"kita temenin lo aja ya" sahut Dea.


"enggak enggak, lo berdua kekelas. Gue ke UKS sendirian, gue kuat kok lo bedua mah mandang gue lemah mulu perasaan" Raya tersenyum kecil.


"ya udah kita kekelas ya, lo hati hati ke UKS nya" Dea memeluk Raya sekilas.


"siap" jawab Raya. Kemudian Dea dan Rania meninggalkan Raya di toilet.


Setelah selesai membersihkan darah di hidungnya Raya segera menuju UKS untuk istirahat.


Namun saat dikoridor ia bertemu dengan Sella "gimana rasanya di benci Aksa" tanya Sella dengan wajah mengejek.


"seneng lo udah bikin Aksa berubah" sahut Raya menatap Sella dengan datar.


"seneng banget, sampe rasa gue berada di surga"


"pernah mati lo sampe pernah ngerasain surga"


"lo-" Sella menunjuk wajah Raya.


"gak usah nunjuk nunjuk wajah gue, kalo lo Masih sayang sama jari lo ini" Raya menurunkan jari Sella.


"gimana rasanya ngamar sama om om, dibayar berapa lo" tanya Sellla dengan wajah tersenyum.


"urusan ama lo apa, mau ikutan lo" sahut Raya sinis.

__ADS_1


"jadi beneran lo ngamar"


"kalo bener kenapa? Lo mau ikutan. Gak laku lo, badan tepos juga gak bakalan ada yang minat" Raya menatap dengan penuh ejekan.


"berati berita itu bener kan" tanya Sella walau dihatinya amat marah karena ucapan Raya.


"kepo lo, udah ahh" Raya ingin meninggalkan Sella namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Sella.


"lo denger sendiri kan Sa, semuanya ternyata bener" ucap Sella, membuat Raya mematung dengan degup jantung yang amat keras.


"gue gak peduli dia mau gimana, sekalipun dia mati gue juga gak peduli" ucapan Aksa membuat Raya meremat dadanya yang tiba tiba amat sakit.


"sebegitu bencinya kah, sampai kamu menutup segalanya" batin Raya.


Aksa menghampiri Sella dan menggandengnya didepan Raya, dengan sengaja ia menabrak kasar bahu Raya.


***


Saat pulang sekolah Raya duduk dihalte sambil mengayunkan kakinya, ia mendengarkan musik menikmati panas yang menerpa wajahnya.


"kak Ayla" wajah Raya tampak bahagia melihat gadis didepannya.


"maaf ya, lama jemputnya" ucap Ayla dengan lembut sambil mengelus kepala Raya dengan sayang.


"gak papa kak, lagian Raya baru aja kok keluar kelasnya" jawab Raya.


"ya udah yukk masuk mobil, si monster udah nungguin dari tadi" ucap Ayla dengan bercanda.


"ahahah... Suka banget abang marah marah ya kak" Raya tertawa bersama Ayla.


"sama kamu mah susah marahnya, katanya sih gemesin" sahut Ayla dengan mencubit pipi Raya.


"ihhhh kaka jangan di cubit entar melar pipi Raya" rengek Raya.


"ya udah yukk kita masuk" Ayla menggandeng tangan Raya, saat ingin membuka mobil Raya langsung menghentikannya.


"astaga.... Buku Raya ketinggalan di meja kak" pekik Raya kaget.

__ADS_1


"kok bisa ketinggalan sih" tanya Ayla.


"hehehe lupa ka" Raya cengengesan.


"ditemenin abang aja ya ngambil bukunya, kaka cape soalnya" ucap Ayla pada Raya.


"yukk bang temenin Raya" Ajak Raya menarik lengan abangnya.


"pelan pelan Ray" ucap pria itu, sebelum menemani Raya pria itu berbicara pada Ayla.


"kamu tunggu didalam mobil aja, aku bakalan cepet balik kok" sambil. Mencium kening Ayla.


"ya elah masih adegan sosor aja lo bang, buruan entar buku gue ilang" Raya menarik pria itu.


Setelah sampai dikelas Raya menemukan bukunya, ia amat senang ternyata bukunya tak hilang.


"gimana udah ketemu" tanya pria itu.


"udah bang, yukk buruan balik kasian ka Ayla" ujar Raya.


"abang" panggil Raya.


"hmm"


"abang Azka sayang banget ya sama ka Ayla"  tanya Raya dengan tatapan kedepan.


"banget,,, sama rasa sayang abang ke kamu" jawab Azka.


"tapi....sayang abang ke kamu sebagai ade dan ke Ayla sebagai bidadari surga abang"


"pengen deh punya pacar kayak abang" ucap Raya lirih.


"kan masih ada abang yang sayang banget sama kamu" jawab Azka.


Di kejauhan Aksa mendengar percakapan terakhir Raya dan Azka mambuat ia semakin salah menilai Raya.


"bicht, seharusnya lo mati aja saat itu" ucap Aksa sendiri.

__ADS_1


__ADS_2