AKSARA

AKSARA
RUA| 48


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Saat motor Aksa akan sampai dihalaman rumah Raya, tiba tiba berhenti saat melihat Raya dan seorang pria berpelukan diteras rumah milik Raya.


Tampak pria itu memeluk dan mencium lembut kening Raya dengan sayang, sedangkan Raya tampak sekali tak ada pelokan sedikit pun.


Hingga pria itu pergi, barulah Aksa memasuki halaman rumah Raya. Saat melihat Aksa, Raya kaget.


"Asa" panggil Raya menghampiri Raya.


Tak ada tatapan penuh cinta atau senyuman manis diwajah Aksa saat menatap Raya.


"jadi ini kelakuan lo dibelakang gue" ucap Aksa tak ada lagi kelembutan.


"maksud kamu apaan" tanya Raya dengan bingungnya.


"lo gak sekolah seminggu dan selama itu juga lo gak ada kabar, ternyata lo selingkuh dibelakang gue. Seneng ya" senyum smirk dikeluarkan oleh Aksa.


"aku gak ada selingkuh sa" bantah Raya.


"gak usah munafik lo jadi cewe, gue udah liat kelakuan busuk lo dibelakang gue" sarkas Aksa dengan amaranya yang menggebu gebu.


"aku gak munafik Aksa, aku serius. Aku gak ada selingkuh dibelakang kamu" Raya terus membantah ucapan yang dilontarkan oleh Aksa.


"cihhh, muka doang lo polos kelakuan lo lebih dari ******. Maruk banget lo jadi cewe" sindir Aksa membuat kepala Raya menggeleng pelan.


"tega banget kamu ngomong gitu sama aku Sa" lirih Raya.


"lo emang harus digituin, agar lo sadar. kelakuan murahan lo itu lebih nyakitin gue" teriak Aksa menggema.


"tutup mulut kamu Sa, jangan nuduh aku sembarangan" balas Raya.

__ADS_1


"sembarangan lo bilang, liat nih" Aksa mengeluarkan foto foto Raya berasa pria itu dan melemparkannya kewajah Raya.


"dasar cewe murahan lo, sekarang kita putus. Gue ogah pacaran sama cewe kelakuan kayak ******" sarkas Aksa amat Kasar.


"DASAR BRENGSEK"  teriak Raya didepan Aksa.


Plakkk


Wajah Raya tertoreh kesamping saat tangan besar itu menamparnya dengan enteng, terlihat disudut bibir Raya mengeluarkan darah.


Raya tersenyum tak menyangka dengan tindakan Aksa "ku kira kamu penjaganya Sa, ternyata kamu juga penghancurnya" lirih Raya.


Aksa terpaku, ia menatap tangannya yang menampar Raya tanpa Sadar "hari ini, disuasana ini Sa. Gak cuma kamu tapi tuhan juga mengadili aku tanpa tau dosa dan kesalahan apa yang aku buat. Hingga hukumannya sesakit ini Sa" ucap Raya dengan lirih tak ada air mata, namun tatapan kecewa amat ketara dimatanya.


"pulang Sa, udah mau hujan" lanjut Raya, kemudian meninggalkan Aksa yang terpaku menatap tangannya.


***


"sayang" panggil Adam lembut.


Raya tak menoleh, ia hanya menatap rintih hujan yang turun.


"lagi ngapain" tanya Adam, namun Raya tak menjawabnya membuat Adam semakin heran.


Ia melihat bekas merah serta darah yang mengering disudut bibir Raya "ini kenapa sayang" tanya Adam khawatir, namun Raya menepis tangan Adam dengan lembut tanpa menyapanya.


"sayang" Panggil Adam.


"Raya ngantuk pah, mau tidur" jawab Raya lembut membaringkan tubuhnya dikasur.


"gak mau cerita sama papah sayang"

__ADS_1


"terlalu sakit buat diceritain pah, Raya mau istirahat. Cape banget"


"seenggaknya sakit itu bisa berkurang nak, kalo kamu ceritain sama papah"


Raya terdiam sejenak "Raya putus sama Aksa" ucap Raya.


Adam mengerutkan keningnya "kenapa?"


"Raya di tuduh selingkuh sama Aksa, lucu ya pah" lirih Raya.


"jangan bilang yang nampar kamu itu adalah Aksa" tanya Adam namun tak ada jawaban dari Raya sudah dipastikan tebakannya benar.


"Raya buruk banget ya pah, sampe segitunya Aksa marah sama Raya" tanya Raya pelan.


Adam sedikit sakit melihat Raya, tak ada tangisan diwajah putrinya. Padahal ia tau sesakit apa saat orang yang disayangi menyakiti dirinya.


"Raya itu istimewa, hanya saja orang orang gak bisa nilai kelebihan Raya"


"tapi Raya...."


"Raya itu putri papah, peri kecilnya papah. Dan kamu istimewa dimata orang yang tepat cantik" ucap Adam membuat Raya tersenyum ke arah Adam.


***


Disisi lain tanpa Aksa uring uringan dengan botol alkohol berserakan dikamarnya.


"bodoh, bodoh, bodoh.... Kenapa lo nampar dia" Aksa memukul mukul tangannya dibotol alkohol yang sudah pecah. Tampak sekali tangannya mengeluarkan darah segar.


"maafin gue, maaf udah nyakitin lo. Tapi lo dengan teganya lukain hati gue Ray, rasa gue hampir gila karena lo" tangis Aksa pecah rasa amat sakit melihat Raya selingkuh dibelakang nya.


Dengan rasa sakit yang mati, Aksa tertidur membawa luka tanpa ia obati.

__ADS_1


__ADS_2