
### Selamat membaca kelanjutan cerita aku,jangan lupa selalu support aku ya, terus jangan lupa vote and coment ya!
thanks! 💙💙
Hari ini Shania bangun lebih awal untuk memeriksa makalah kelompok nya, karena jika ada yang salah maka dia akan dimarahin habis-habisan oleh teman satu kelompoknya.
"Ma Shania berangkat dulu ya" pamit Shania
"Pagi amat Shan, sarapan dulu"
"Ngak deh Ma,ntar sarapan dikantin kampus aja, Assalamualaikum Ma" salam Shania lalu mencium tangan Mamanya. Dan melangkah menuju mobil digarasi lalu pergi.
👑👑👑
Sekitar 25 menit Shania sampai dikampus, memarkirkan mobil lalu melangkah menuju kelas nya. Ternyata kelas baru terisi beberapa temannya, safira teman satu kelompoknya sudah datang lalu mendekati Shania.
"Udah kan makalahnya Shan?"
"Tenang,, udahh ko"
"Syukur deh, jadi ntar tinggal kumpul aja"
"Iyaa saf,"
"Tumben banyak omong, biasanya diem aja, trus kalo datang ke kelas telat"
"Masa sih? Kapan?"
"ihhh, udah hampir seminggu lo tuh cuma diem ya walaupun kadang ngobrol sama si Vanessa aja, "
"Pantes ya, gue agak lupa ama lo orang" ujar Shania tertawa.
"Hello epribadehhhh! Aldhi maldini disini"
Shania dan seluruh orang yang ada disini menengok kesumber suara, Aldhi dia berdiri sambil memainkan alis matanya naik turun. Safira menghela napas.
"Kebiasaan" ujar Safira.
"Dihh sirik aja lo" jawab Aldhi.
Shania bingung. Kebiasaan?
"Maksudnya?" tanya Shania.
"Si Aldhi hampir setiap masuk kelas selalu bilang kyk tadi" jawab Safira.
"Masa sih?"
"Ya ampun kemana aja sih lo Shania!!!"
"Hehehe pissss"
Setelah membuat Safira kesal karena kelakuan Shania, gadis itu kembali ke kursi miliknya.
Vanessa datang dengan sedikit berlari.
"Akhirnya" ujarnya.
"Kenapa Van?" tanya Shania.
"Jam berapa ini coba? "
"Delapan"
"Hampir telat gue karena..."
"Selamat Pagi para mahasiswa" Dosen telah masuk kelas, Vanessa tidak melanjutkan bicaranya dan segera duduk.
"Pagi pak" jawab para mahasiswa serentak dikelas itu.
"Kumpulkan tugas makalah kalian" perintah dosen itu yang tak lain adalah Liam.
"Shania, kamu ambili tugas teman temanmu" ujar Pak Liam menunyuruh Shania. Yang disuruh segera berdiri dan mengambil para tugas makalah itu.
"Ini pak"
"Jangan lupa nanti keruangan Saya, tolong panggilin asdos saya ya Shania" ujar pak Liam.
"Asdos bapak siapa namanya?"
"Masa kamu ga tau"
"Adam, siapa Asdos saya?"
"Kak Elsa" jawab Adam.
"Nah itu, si Elsa tolong panggilkan suruh kesini"
"Eh baik pak"
Dengan segera Shania melangkah kan kakinya menuju perpustakaan, kata teman temannya biasanya kak Elsa jam segini berada disana.
Shania, gadis itu membuka ruang perpustakaan, ada beberapa mahasiswa yang sedang belajar, dia berjalan menyusuri lorong rak buku dan dia melihat Kak Elsa sedang duduk berdua dengan temanya lalu Shania mendekati dan.
"Maaf, kak Elsa ya? "
"Eh, iya" jawab Elsa. Temannya hanya diam membaca buku.
"Em, saya disuruh pak Liam suruh manggil kak Elsa"
"Ouh, pak Liam , ngapain?"
" saya ngak tau kak"
__ADS_1
"Ouh iya udh yuk" ajak Elsa. " hel gue duluan ya" pamitnya pada temannya. Dia hanya menganguk.
Shania dan Elsa pun melangkah menuju kelas Shania.
Tak lama sampailah mereka berdua.
"Permisi" ujar mereka memasuki kelas. Para mahasiswa biologi melirik mereka.
"Silahkan masuk kalian, Shania kembali ke kursi kamu dan terima kasih" ujar pak Liam. Shania hanya mengangguk dan segera kembali ke kursinya.
Elsa tengah berdiri menjelaskan beberapa materi biologi yang pak Liam suruh, rupanya pak Liam sedang membuat suatu artikel hingga ia harus menyuruh Asdos nya si Elsa untuk mengajar kelas biologi hari ini, pak Liam tidak keruangannya, namun memojok untuk menyelesaikan artikelnya sambil mengawasi kelas itu.
"Shania, " bisik Vanessa.
"Apa" jawab Shania tak kalah bisik.
"Asdosnya pak Liam cantik, bisa bisa lo kalah saing"
"Dih apaan sih, bodo amat"
"Dihhh, liat aja lo ntar hahaha" tertawa tanpa suara.
"Bodo amat wleeee" ujar Shania menjulurkan lidah tak bersuara.
"Itu yang dibelakang kenapa bisik2". Tanya Elsa. Menunjuk kursi yang diduduki oleh Shania dan Elsa.
" eh, tanya aja kak" jawab Vanessa santai, Shania deg deg an
"Kalo belum mengerti tanyakan aja sama saya, kalo ngk ntar sama pak Liam" ujar kak Elsa sambil menengok ke arah dosen yang sedang berkutat dengan lembar artikel. Elsa tersenyum penuh makna. Shania menyadari itu, Elsa sepertinya suka dengan Pak Liam.
"Iyaa kak" jawab Vanessa.
Lalu pelajaran dilanjut. Dan kelas pun selesai.
👑👑👑
"Weee gila, tadi kak Elsa pinter nya jelasinnya detail banget" ujar safira.
"Iyaa saf," jawab Vanessa. Shania hanya diam memikirkan senyum penuh arti Elsa untuk kak Liam.
"Diem aja, kantin yuk" aja Vanessa.
"Eh iya yuk" jawab Shania.
"Gue ikut dong" ujar safira.
"Kuy" jawab Vanessa dan Shania. Lalu mereka menuju kantin bersama, dan sesampainya,mereka memesan apa yang ingin mereka pesan.
"Ejaa kemana ya?" tanya Shania.
"Kelas mungkin" jawab Vanessa menyantap bakso miliknya
Safira pun menikmati makanannya.
"Yaelah, udah sih ntar juga dia dateng" jawab Safira.
"Shaniaaaaaaaa!!" panggil seseorang.
Shania menengok, Ezaa sedang berdiri dipintu kantin sambil tersenyum. Dia melangkah dan duduk tepat disamping Shania.
"Noh Ezaa" ujar Vanessa
"Kenapa?"
"Lama amat, abis dari mana?"
"Ngumpul tugas dilantai atas, capek banget mana dicepet cepetin " jawab Ezaa sambil memakan bakso milik Shania, ia hanya diam saja membiarkannya.
"Ouh, pesen sana, jangan makanin punya gue"
"Hehehe iya udah gue pesen dulu ya" pamit Ezaa memesan makanan. Tak lama Ezaa pamit. Seseorang datang.
"Permisi boleh saya duduk dan bergabung bersama kalian"
Shania, Safira dan Vanessa hampir saja tersedak. Lalu mereka mengangguk bersama.
"Terima kasih" ujar seseorang itu yang tak lain adalah Pak Liam.
"Kenapa ngak dikantin dosen pak?" tanya Shania.
"Terlalu rame" jawab Liam
"Ah masa, kan masih rame kantin mahasiswa" jawab Vanessa, sambil menelan bakso kecil yang ia kunyah.
"Disini lebih adem" jawab Liam lagi.
"Lebih adem karena ada Shania ya pak" ujar Safira.
"Huss kamu ini ga sopan" ujar Shania.
"Ehh maap pak" ujar Safira.
Liam hanya tersenyum. Tak lama Ezaa kembali dengan nampan yang berisi satu mangkok bakso dan dua minuman, yang satu ia berikan ke Shania, tersenyum.
"Eh ada pak dosen, mari makan pak" ujar Ezaa.
"Iya, kebetulan saya bawa kentang goreng, sehat lho dari pada beli" ujar pak Liam. Menawarkan makanan yang ia bawa.
"Ah ga enak kita pak" ujar Vanessa.
"Kan saya yang kasih,ya ngak papa lah, ga usah malu malu ambil saja " jawab pak Liam.
Dengan senang hati Vanessa,mencomot satu kentang goreng, lagi,lagi dan lagi.
__ADS_1
"Shania, jangan lupa keruangan saya nanti" ujar pak Liam.
"Iya pak" jawab Shania.
👑👑👑
"Permisi pak" ucap Shania ketika masuk keruangan yang ia kramatkan.
"Masuk" jawab pemilik ruangan.
" ada apa bapak manggil suruh saya kesini" tanya Shania to the point.
"Kalo berdua panggil saja kak, jangan bapak, kan saya masih muda" jelas Liam.
"Iya kak, ada apa saya disuruh kesini?" tanya Shania sekali lagi.
"Bantuin saya, mengoreksi tugas makalah tadi" ucap Liam.
"Lho saya kan masih belum terlalu bisa pak, eh kak!, kan kakak juga punya Asdos " ucap Shania.
"Iya saya tau, " jawab Liam santai.
"Iya udah kak, saya panggilin kak Elsa nya ya"
"Buat apa?"
"Bantuin kakak ngoreksi tugas makalah"
"Yang saya suruh siapa?"
"Saya pak, eh kak"
"Iya udah kamu, ga boleh yang lain, nanti kalo sudah baru dikoreksi sama Elsa lagi"
"Lah, kerja dua kali dong kak"
"Ikhlas ga sih,bantuin saya?"
"Ya ikhlas lah pak, iya udah deh"
"Ya sudah, duduk jangan berdiri capek"
"Dari tadi kali pak" batin Shania berbicara. Lalu segera duduk. Dan mengambil beberapa makalah lalu mengoreksinya, ya walaupun Shania agak ragu dengan Hasil ngoreksinya.
Dalam diam Shania, mengoreksi laporan makalah itu dengan teliti dan tak terasa sudah hampir dua jam ia duduk dan satu ruangan dengan Liam.
Meja yang ada didepannya pun masih bersuara dengan suara keyboard yang diketik oleh liam.
Shania meregangkan otot- otot nya yang kaku.
Liam menengok,mengalihkan perhatiannya kearah Shania yang baru saja bergerak dan dia fokus lagi mengoreksi.
"Lanjutkan besok lagi, ayo saya antar kamu pulang" ucap Liam. Ia sudah berdiri. Shania binggung.
"Tapi saya belom selesai kak"
"Saya bilang apa, lanjutkan besok lagi Shania"
"Ouh iya udah kak" ucap Shania, lalu membereskan beberapa alat tulis yang ia keluarkan, berdiri dan melangkah keluar.
"Saya duluan, kak"
"Lho, kamu saya antar"
"Eh ngak usah pak, ngerepotin"
"Tidak ada penolakan"
Lalu Liam berjalan mendahului Shania yang masih setia berdiri didepan pintu ruangan itu, dan ia tersadar lalu mengikuti Liam dari belakang.
"Maksa" batin Shania berbicara.
Rupanya kampus sudah sedikit sepi, sudah sore juga, mungkin Vanessa sama Safira juga sudah pulang.
Sesampainya diparkiran mobil, Liam menyuruhnya untuk segera memasuki mobil. Lalu mobil melesat meninggalkan kampus.
∆∆∆∆∆∆∆
"Terima kasih kak" ucap Shania bertrimakasih kepada Liam.
"Hmmmm" jawab Liam.
"Iya sudah"
"Ngak di suruh mampir nih,kakak?"
"Eh mau mampir dulu kak" tawar Shania,gugup.
"Lain kali aja deh" jawab Liam
"ihh tadi aja, suruh mampir" ucap Shania kesal. Dan sedikit malu.
"Hahahahahha,,maaf deh, lain kali aja, ya udah saya pulang dulu"
"Iya udah"
Shania melangkah memasuki rumah, dan mobil Liam juga sudah melesat meninggalkan halaman rumah Shania.
∆∆∆∆∆∆∆
~hay para readers terima kasih telah membaca cerita aku, semoga sehat selalu dan terus bisa membaca cerita aku, terima kasih ~
followMeOninstagram: @qu.citra
__ADS_1
Enjoyyyyyyyyyyyyyyyyyy 😆💙