
Happy Reading ❤️
Dengan berlari Raya menghampiri Aksa dengan wajah penuh bahagia tercetak jelas di wajah manis bagaikan candu.
"Asaaa" teriak Raya menghampiri laki laki kesayangannya hingga tak melihat jalanan, membuat ia tersandung batu.
Untung dengan sigap Aksa menangkap tubuh Raya "yang pelan by" ucap Aksa penuh kelembutan.
Ia memeluk tubuh Raya dengan cepat, menghirup aroma manis dari tubuh gadis itu.
"Asa kenapa?" sambil mengusap punggung Aksa.
"kangen by" sahut Aksa masih betah memeluk Raya.
"kan tiap hari ketemu Sa, masa kangen sih gantengnya Raya" Raya ingin melonggarkan Pelukannya namun bukan longgar Aksa malah semakin mengeratkannya.
"jangan tinggalin aku ya" pinta Aksa dengan suara lirih namun masih terdengar jelas ditelingan Raya.
"seharusnya aku yang bilang gitu, jangan tinggalin aku. Walau kamu tau aku pernah masuk RSJ bahkan di anggap pembunuh sama orang" Raya mengucapkan dengan senyuman membuat hati Aksa semakin *******.
"jangan lepasin pelukan kamu atau aku akan mati dalam kegelapan, tarik tangan aku saat semuanya gulita, dan jangan pergi ketika terang bersama mu" ucap Aksa penuh kiasan.
"tumben puitis banget sih sayang" Raya mengusap belakang rambut Aksa dengan amat lembut.
"ketakutan terbesar aku kehilangan kamu, saat kamu sendiri buat aku jatuh sejatuhnya kehati kamu" Aksa melonggarkan pelukannya dan menatap wajah yang selalu menghiasi harinya.
"aku janji gak bakalan ninggalin kamu Sa apa pun masalahnya nanti yang akan datang" menyodorkan jari kelingkingnya.
__ADS_1
Aksa menakutkan jari kelingking mereka "janji" ucap Aksa.
Cup
Aksa mengecup kening Raya dengan lambat.
Cup
Cup
Kedua pipi gembul Raya pun tak luput dari kecupan yang Aksa berikan. Membuat wajah putih menjadi merah menggemaskan.
"yukk berangkat" Aksa menggapai lembut tangan Raya membawanya Kedalam mobil mewah yang ia gunakan.
***
Tubuh seorang gadis menubruk dinding dengan cukup keras. Membuat ia meringis menahan sakit.
"kenapa, mau marah lo" tanya Aiden menatap Sella dengan sengit.
"lo seharusnya gak usah ikut campur urusan gue" sahut Sella dengan kasar.
"Itu jadi urusan gue, karena yang lo deketin itu sahabat gue setan" sarkas Aiden menunjuk wajah Sella.
"gue gak peduli dia sahabat lo atau bukan, gue bakalan milikin apapun yang gue mau" dengan senyuman seperti orang gila.
"dan gue pastiin lo gak bakalan bisa deketin sahabat gue, udah cukup mama lo ngehancurin keluarga gue dan gak bakalan gue biarin sahabat gue jatuh sama cewe bersifat sampah kayak lo" menunjuk wajah Sella dengan mata memerah.
__ADS_1
"Itu karena mama lo yang bego gak bisa bikin suaminya bertahan dan bommmmm keluarganya hancur.... AHHAHAHAHAH" Sella tertawa seperti kesetanan tak ada raut wajah takut, ia hanya takut saat Aiden mengungkapkan sifat aslinya didepan semua orang.
"lo-" Aiden ingin menampar Sella namun tangannya ditahan oleh Reynan.
"ingat lo cowo gak pantes tangan lo mukul sampah kayak dia. Kotor" Sarkas Reynan benar benar membuat Sella tersinggung.
Kini bertambah orang yang mengetahui sifat asli Sella yang sebenarnya.
Reynan mendekati Sella dan berbisik "gue tau tujuan lo. Pergi atau mati" lirih Reynan membuat Sella melototkan matanya.
Suara tajam serta tatapan mematikan membuat Sella menciut, ia langsung melangkah pergi meninggalkan Aiden dan Reynan.
"kekelas aja takut Aksa cariin" ucap Reynan melangkah bersama Aiden menuju kelasnya.
***
"belajar yang benar, kalo sulit pelajarannya kekelas aku aja biar aku ajarin" jelas Aksa saat berada didepan pintu kelas Raya, membuat semua orang di sana memekik iri melihat keromantisan pagi pagi.
"iya Asa, kamu juga semangat belajarnya biar sukses" balas Raya.
Aksa mendekatkan wajahnya dengan wajah Raya "sukses biar bisa cepet nafkahin kamu dalam ikatan Sah" ucapan Aksa membuat jantung Raya serasa melemah, perutnya serasa digelitik ribuan kupu kupu.
"aaaaaaa Asa jangan gitu, kan jantung Raya jadi meleyot" memegang dada kirinya sendiri.
"kenapa, tugas utama Raja itu bahagiain Ratu dan sekarang Ratu bahagia jadi tugas Raja terlaksana dengan baik" Raya serasa melemas kembali mendengar nada lembut milik Aksa sedangkan yang lain sudah menggigit tas mereka karena merasa iri.
"isshhh gombal mulu, sana balik kelas. Kamu gak mau ya berbagi wjah ganteng kamu sama mereka" sahut Raya membuat Aksa tersenyum sambil menganggukan kepala.
__ADS_1
"ya udah aku kekelas, I love byby" Ucap Aksa "I love you too Asa".