Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 1


__ADS_3

Langit sore masih tampak gelap meskipun hujan deras yang mengguyur kota sudah mereda.


Jalan tampak padat merayap di waktu jam pulang kantor usai, beberapa orang berjalan di trotoar diantaranya seorang gadis dengan tubuh tinggi langsing berjalan dengan langkah lebar dan mulut tak berhenti mendumal.


Mitha namanya, gadis yang lahir dikeluarga sederhana, bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi.


"apa salahnya punya impian memiliki mobil mewah? aku kerja kerja sendiri, susah juga susah sendiri, apa hak mereka menghina ?" dumal Mitha terus melangkah menuju halte bis dan,


BYURRR


sebuah mobil mewah yang mengebut melewati Mitha dengan menyiram genangan air jalanan ke tubuhnya.


Termangu sebentar dan tersadar, Mitha langsung berteriak sumpah serapah sambil mengacungkan jari tengah tangan kanannya ke arah mobil mewah yang melewatinya.


"dasar siaaalllaaannn ! kurang ajar ! mentang2 orang kaya bisa seenak jidatnya !!!"


dan Mitha langsung terdiam melihat mobil mewah itu berhenti mendadak, membuat beberapa kendaraan dibelakangnya membunyikan klakson bersahutan dengan marah.


Pintu mobil bagian kemudi terbuka, muncullah sesosok pria berpakaian kantor berdiri dan berjalan mendekati Mitha.


"mati aku ," batin Mitha tak peduli lagi dengan rasa air jalan yang sedikit terminum.


"maaf sepertinya tadi aku melihat.."


"pasti anda salah liat !" potong Mitha sebelum pria yang kini berdiri dihadapannya selesai berbicara


Mitha menyembunyikan tangan kanan dibelakang tubuhnya, jantungnya berdegub kencang menatap pria dihadapannya, takut pria itu akan marah karena melihat apa yang dilakukan Mitha tadi.


Pria itu menyipitkan matanya memandang Mitha yang tampak basah kuyup sampai ke wajahnya.


"apakah kita pernah bertemu?" tanya pria itu


dengan gugup Mitha menatap pria yang juga tengah menatapnya dengan menyelidik.


"mungkin anda salah orang.." jawab Mitha


Pria itu tak berhenti menatapnya, dari atas kebawah dan sebaliknya.


Mitha menjadi salah tingkah ditatap seperti itu, apalagi yang menatapnya seorang pria yang tampan, dan Tuhan pun tahu pria dihadapannya ini bukan orang miskin.


"siapa namamu ?" tanya pria itu lagi


"apa ?" Mitha mengernyitkan dahinya


"siapa namamu ?" pria itu mengulang pertanyaannya tak berhenti menatap Mitha


"Mitha.."


"ternyata benar , apa kau lupa padaku ?"


" apa ?"


"kita pernah satu kelas waktu smp.."


"ha.."


"kamu lupa dengan tuanmu ?"


pria itu menyeringai tampan


"aku Bayu Mahendra, tuanmu dulu, "


"Ba..Bayu.."


Mitha mencoba mengingat2 lagi dan mulutnya langsung ternganga saat ingatannya kembali ke masa sekolahnya dulu.


"Bayu...aku..."


"sayang, kau sedang apa ??"


seorang wanita turun dari mobil, wajah cantiknya tampak cemberut memperhatikan Mitha.


Pria itu berbalik dan berjalan meninggalkan Mitha yang masih ternganga seperti ikan mas koki.

__ADS_1


Mobil mewah pun mulai melaju pergi setelah pria dan wanita cantik itu masuk ke dalamnya.


"siapa wanita tadi ?" tanya si wanita saat mobil sudah berjalan membelah jalanan yang mulai gelap


"tidak tahu, aku tidak kenal.."


pria bernama Bayu itu menyeringai.


Ingatannya kembali ke masa lalu, masa sekolah menengah tingkat pertama, sekolah yang berisi murid2 dari kalangan orang berada, ekonomi kelas atas.


Walaupun ada juga segelintir anak dari kalangan menengah ke bawah yang mendapat beasiswa, seperti Mitha, salahsatunya.


Gadis manis yang mendapat beasiswa karena kecerdasannya sehingga bisa bersekolah bersama anak2 orang kaya sekelas pengusaha,pejabat dan lainnya.


Bayu mengingat lagi Mitha kecil, gadis yang dulu sering di perbudaknya, entah untuk membuatkannya PR atau hanya sekedar disuruhnya untuk melakukan hal2 remeh.


Aahh memang benar kata pepatah, dunia tak selebar daun kelor.


****


"darimana ?"


Mitha menoleh ke arah asal suara, ternyata ibunya yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya yang sederhana.


"pulang kerja lah bu.." dengus Mitha


"kok bajumu kotor begitu ?" tanya ibu nya lagi


"tadi dijalan kesiram air jalanan gara2 mobil ngebut bu.." terang Mitha sambil meletakkan tasnya ke atas meja anyaman di teras rumahnya


"ya sudah segera mandi, nanti masuk angin.."


"iya bu.." angguk Mitha


Mitha meletakkan tubuhnya di kursi anyaman,sejenak memandang ke arah jalan kampung lingkungan rumahnya yang sudah mulai gelap.


Mitha sama sekali tak menyangka bisa bertemu dengan Bayu, teman sekolahnya dulu.


Bayu termasuk anak yang nakal kala itu, selalu membuat ulah yang membuat hampir semua guru mengelus dada, karena pengaruh ayahnya lah, guru2 bahkan kepala sekolah berpikir untuk mengeluarkannya dari sekolah yang hampir setiap hari di buat huru hara oleh nya.


Mitha mengingat kembali, dulu ia sering kali diperbudak oleh Bayu, disuruh mengerjakan PR nya, disuruh menyalin tulisan dari papan tulis ke buku nya, sementara yang punya buku asik tidur dibangku belakang.


Meskipun begitu, dibalik kenakalannya,sebenarnya dia anak yang baik.


Suatu hari saat seorang guru memanggil Mitha yang belum melunasi pembayaran buku2 pelajaran dari sekolah,Bayu mendekati Mitha yang baru saja terduduk lemas dibangku nya.


"ada apa ?" tanya Bayu duduk di bangku depan Mitha


"ga ada apa2.." jawab Mitha lesu


"lalu ? kenapa kamu lemas begitu ?" tanya Bayu lagi memperhatikan Mitha yang berpangku tangan


"aku bingung.." keluh Mitha menghembuskan napasnya


"kenapa ?" Bayu mengernyitkan dahinya


"tadi Bu Guru memanggilku, aku belum membayar buku2 pelajaran semester ini..kasihan bapak dan ibu..belum punya uang.."


Ingin rasanya Mitha menangis, mengingat ayahnya yang cuma bekerja sebagai ojek dan ibunya yang hanya perawat lepas yang merawat orang2 jompo.


" begitu saja langsung lesu, seperti mikir urusan negara saja ! makanya aku ga suka orang miskin," gerutu Bayu


"kamu enak orang kaya, mana tahu rasanya hidup susah !" tukas Mitha sengit


"kenapa? kamu ingin tahu rasanya jadi orang kaya?" tanya Bayu menaikkan sebelah alisnya


"apa aku bisa ?" Mitha bertanya balik dengan mata berbinar menatap Bayu


"bisa.." angguk Bayu tersenyum


"caranya ?" Mitha langsung bersemangat


"tidur saja, biar bisa bermimpi jadi orang kaya !"

__ADS_1


Mitha tertegun sementara Bayu langsung tertawa terbahak2.


Ingin rasanya Mitha mencakar wajah tampan anak lelaki dihadapannya yang sedang tertawa sambil memegangi perutnya.


"ka..kamu...aku benci kamu !" Mitha menggeram marah, dadanya terasa sesak menahan amarah.


"eehhh...jangannnn,, siapa yang akan membantuku kalau kamu membenciku ?" Bayu langsung memasang wajah memelasnya


"cari saja anak lain yang mau kamu jadikan pembantu, aku sudah tak mau lagi !" dengus Mitha


"haaahhh...baiklah2, aku minta maaf..."


"untuk apa ada polisi kalau semua selesai dengan 'maaf'..." gerutu Mitha


Bayu menatap geli Mitha yang tampak cemberut sambil mencoret2 buku tulisnya tak jelas


"baiklah,..eemm bagaimana kalau aku melunasi semua buku2 pelajaranmu sebagai tanda permintaan maaf ?" Bayu merendahkan suaranya


"apa ?" Mitha kembali memandang Bayu kaget


"bagaimana? aku baik kan ?" Bayu menyeringai


"darimana kamu punya uang sebanyak itu.."


"uang segitu tidak seberapa..dasar gadis miskin,"


dengan santainya Bayu menaikkan sebelah kakinya ke atas kursi, mengangkat celana panjang seragamnya dan menurunkan kaos kakinya.


Mitha terbelalak tak percaya, anak orang kaya itu menyimpan lembaran2 uang di dalam kaos kakinya


semakin tak mengerti bagaimana jalan pikiran orang2 kaya, uang yang menjadi barang berharga bagi Mitha sekeluarga yang harus kerja keras untuk mendapatkannya hanya menjadi seperti kertas2 yang tak bernilai bagi orang2 kaya seperti Bayu.


"ini , sudah lebih dari cukup," Bayu menyerahkan beberapa lembar uang ke meja, Mitha masih terheran heran dengan apa yang dilihatnya.


"ambillah..segera ke ruang guru untuk membayarnya.."


"tapi aku tak tahu kapan bisa menggantinya.."


Mitha berkata lemah mengingat lagi keadaan ekonomi kedua orangtuanya yang serba pas2an


"tak perlu kau ganti," tukas Bayu


"apa?" Mitha tersentak kaget


"tak perlu diganti uangnya, uang tidak seberapa tak perlu kau pikir, lebih baik aku kehilangan uang daripada kehilanganmu.."


Bayu tersenyum dengan tampannya menatap Mitha yang langsung salah tingkah dengan pipi bersemu merah.


"kenapa wajahmu seperti tomat? apa aku salah kalau aku takut kehilanganmu ? siapa nanti yang akan mengerjakan PR ku kalau bukan kamu ? benar tidak ?"


heeeeeeeeee......Mitha serasa dipukul palu dengan kerasnya, ternyataaa itu alasan Bayu yang sebenarnya.


"sudah sana ke ruang guru, nanti pulang sekolah kutunggu di lapangan depan sekolah," kata Bayu sambil beranjak bangun dari kursi


"untuk apa ?" tanya Mitha bingung


"aku mau main sepakbola,,tungguin tas ku seperti biasa..."


Mitha ternganga mendengarnya.Bayu menyeringai melihatnya.Senang sekali melihat Mitha yang seperti ikan mas koki, mulutnya terbuka dan bergerak2 tak bersuara, dan masih seperti itu walaupun Bayu sudah melenggang pergi keluar kelas meninggalkannya.


"Mitha ? kamu sedang apa sejak tadi belum juga mandi !" omel Bu Sari, ibu Mitha yang melihat anak gadisnya asyik duduk melamun diteras rumah


"aahh ibu ini.. mengganggu saja .." gumam Mitha


Tak dipungkiri, pertemuannya dengan Bayu kembali membuatnya senang, mengingat kembali masa sekolahnya dulu.


Bayu yang sekarang sudah banyak berubah, jauh lebih tampan dengan tubuhnya yang proposional dibanding masa sekolah dulu yang lebih sedikit berisi.


Mitha beranjak bangun dari kursi dan meraih tasnya sambil berjalan memasuki rumah sederhananya.


Ingin rasanya lekas mandi dan tidur karena hari ini begitu melelahkan.


*****

__ADS_1


__ADS_2