
Mendengar saran dokter Putri dan Bima saling pandang, pasalnya mereka bukanlah pasangan suami istri. keduanya terdiam. sementara sementara dokter merasa aneh karena Tidak ada sahutan dari keduanya.
"saya paham tuan dan nyonya masih pasangan muda yang sangat menginginkan satu sama lain sering, namun... ini semua juga demi kebaikan sang buah hati."
wajah putri semakin merah dan malu di apa yang harus dia katakan tak jauh dengan Bima dia juga bingung karena dia bukan suami sungguhan putri. namun untuk tidak menambah bingung sang dokter Bima menyetujui.
"Baik dok saran dokter sangat bermanfaat bagi kami, kami akan ikut saran dokter."
setelah Putri melakukan cek up kehamilan dan USG kemudian dokter memberi resep untuk di ambil di bagiam farmasi.
"kak aku mau ke toilet dulu sebentar"ucap putri
"iya, aku tunggu disini sembari menunggu obat." jawab Bima kemudian putri beranjak dan berjalan menuju toilet.
Raga,Ryu dan Tania kini sudah berada di parkiran rumah sakit mereka berjalan beriringan menuju ruangan dimana sang pemilik perusahaan Nitori industries sedang di rawat. mereka berjalan melewati Area Farmasi dimana Bima sedang menunggu obat untuk di panggil, tak lama kemudian
"nyonya putri...." terdengar panggilan nama putri melalui pengeras suara pertanda obat putri siap untuk di ambil.
tap.... langkah kaki Raga secara spontan berhenti, ia mengarahkan pandangan nya ke arah sumber suara, namun dari kejauhan ia hanya melihat punggung seorang laki-laki berjalan ke arah loket pengambilan obat, Raga seperti mengenal postur tubuh laki laki yang di lihatnya itu namun Ryu segera memutus pandangan Raga.
__ADS_1
"Raga ayo Mr. Akihito mungkin sudah menunggu." ajak Ryu yang kini memanggil bos nya dengan nama sesuai keinginan Raga.
"ah.. iya ayo.."Raga kembali melangkah sementara Tania melihat apa yang dilihat Raga ia bingung kenapa Raga melihat punggung kaki laki itu yang menjadikan langkah nya terhenti.
Raga Ryu dan Tania telah melewati area Farmasi mereka terus berjalan lurus menuju sebuah lift. kini Raga Ryu Tania berada di dalam Lift namun ketika pintu Lift hendak akan tertutup secara bersama putri melewati depan Lift tersebut Raga yang pandangannya lurus kedepan melihat seutas bayangan rambut dan tubuh putri, kemudian aroma minyak wangi yang biasa putri pakai menusuk Indra penciuman Raga. pintu lift sudah tertutup dan mengarah ke lantai atas Raga masih terpaku. Ryu melihat Raga seperti itu kemudian ia bertanya.
" kamu baik baik saja Raga?" Tania melihat Raga masih terpaku.
"Raga...Are you ok? sahut Tania
"Ryu....aku merasa putri ada di sekitar sini aku tadi melihat sepintas tubuh dan rambutnya dan aku mencium aroma minyak wangi nya." ucap Raga namun masih dengan arah wajah kedepan.
secara bersamaan dengan lamun Ryu pintu lift terbuka.
"Ayo Raga.." ajak Ryu di ikuti oleh Tania
"Ryu.. aku harus kembali kebawah. aku yakin itu pasti putri!" Raga enggan untuk keluar dari dalam lift.
"kita bisa cari setelah pertemuan dengan Mr.Akihito. " tolak Ryu
__ADS_1
"kamu beserta Tania bisa temuin Mr. Akihito terlebih dahulu, nanti aku segera menyusul." perintah Raga, kemudian ia menekan tombol lift untuk ke lantai sebelumnya. Ryu ingin menolak tapi kehadiran nya sudah ditunggu Mr. Akihito kemudian ia mengajak Tania.
"ayo mba Tania kita temui Mr. Akihito terlebih
dahulu " ajak Ryu
"Ryu siapa Putri yang di sebut Raga, sepertinya penting banget sampe Raga harus kembali ke lantai bawah" Tania bertanya sambil berjalan beriringan dengan Ryu.
"Putri memang sangat penting bagi Raga" jawab Ryu.
Sementara Putri yang telah selesai dari toilet berjalan mendekat ke arah Bima.
"Udah di ambil kak obat nya?"
"ah iya baru saja, yuk kita ke restoran dulu makan siang" Bima menarik tangan putri untuk ia genggam.
"biar kau pegang tangan kamu ga apa kan?"
putri ingin menolak tapi merasa tidak enak karena Bima sudah menolong dirinya dan putri membiarkan tangannya di genggam Bima, ia menganggap Bima kakak sekaligus sahabat. dan..
__ADS_1
"putri.....!!!!"