Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 34


__ADS_3

Mitha terjaga, dan meraba sampingnya.Kosong.


Dimana Bayu? bahkan tak terasa sampingnya bekas ditiduri karena sprei terasa dingin.


Mitha beringsut bangun, dan mengambil ponsel diatas nakas.Jam 2 dini hari.


Mitha mengusap wajahnya kasar.Perasaannya tidak enak.


Mitha pun memutuskan untuk bangun dan turun dari ranjang, berjalan ke arah pintu sambung ke kamar Daniel.


Mitha tersenyum memandang putranya yang tampak tidur nyenyak sambil mengisap jempolnya.


Kemana ayahmu? apa mungkin....


Mitha menghela napas berat.


Mitha menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, bergegas ia pun kembali ke kamar.


Bayu tampak duduk di sofa, sambil meluruskan kakinya di atas meja sofa.


Penampilannya tampak berantakan.


"darimana?" tanya Mitha berjalan mendekat.


"lembur," jawab Bayu pendek


"lembur apa sampai jam segini?"


Bayu yang sedang memijit pangkal hidungnya pun langsung berhenti.


"kenapa? kamu tak percaya?"


"aku cuma bertanya...aku dulu juga bekerja, dan tahu aturan batas lembur kerja ..."


"tentu saja beda sayang...kamu dulu cuma pegawai , aku adalah bosnya....lembur pegawai beda dengan bos!"


Hati Mitha mencelos mendengarnya.Sakit.


Mitha pun memilih diam dan kembali naik ke ranjang.


Bayu menahan tawanya melihat istrinya yang sudah pasti marah mendengar kata2nya barusan.

__ADS_1


Andai kamu tahu aku lembur apa sayang....batin Bayu merasa bersalah melihat Mitha tampak mengusap pipinya.


Bayu yakin istrinya itu sedang menangis tanpa bersuara.


*****


Mitha menuruni anak tangga dengan rasa malas.


Bayu sudah pergi sebelum Mitha terjaga dari tidurnya.


Mitha pun melangkah ke arah ruang keluarga, dimana terdengar jerit lengking Daniel.


"sudah bangun 'Non?" Bik Nar menyapa Mitha yang duduk di atas karpet bersamanya.


"kesiangan 'Bik..." gumam Mitha sambil meraih tisu untuk membersihkan wajah Daniel yang belepotan buah karena belajar makan sendiri.


"aaa...Mama...aaa...." riang Daniel sambil menyodorkan sendok berisi buah naga.


Mitha tersenyum dan menerimanya, membuat Daniel tertawa senang.


"mau sarapan sekarang? biar bibik siapkan.."


Bik Nar pun beranjak berdiri dan menyiapkan sarapan.


Bel berbunyi, saat Mitha hendak mengikuti Bik Nar menuju ruang makan.


Bik Nar pun bergegas menuju ke depan untuk membuka pintu.


"Nyonya sudah bangun Bik?"


"Oalah Mas Sam...Bibik kira siapa! ayo masuk,"


"siapa Bik?" tanya Mitha menyusul ke depan.


"Mas Sam 'Non..." jawab Bik Nar


"selamat pagi 'Bu.." sapa Samuel sopan


"ada apa? Bos mu sudah berangkat pagi2 tadi..."


"iya bu, Pak Bayu meminta saya menyampaikan nanti jam 7 nanti malam, saya akan menjemput ibu.."

__ADS_1


"kemana?"


"ke kantor..."


"ngapain?"


"saya kurang tahu 'bu...Pak Bayu hanya berpesan itu saja..."


Mitha terdiam, menatap Samuel curiga.


"oke..." angguk Mitha


Samuel pun tersenyum kemudian berpamitan untuk ke kantor kembali.


Tak berselang lama, bel pintu kembali berbunyi, membuat Bik Nar tergopoh2 untuk membukanya.


"Nyonya?" Bik Nar tampak terkejut melihat Bu Surya berdiri di depan pintu sambil tersenyum.


"mana menantu dan cucuku?" Bu Surya langsung masuk dan berkeliling


"ada di taman belakang 'Nya..."


Bu Surya pun melangkah kan kakinya mengikuti Bik Nar.


"ibu??" Mitha sampai kaget melihat ibu mertuanya yang cantik itu berjalan ke arahnya.


Bu Surya langsung memeluk Mitha.


"ibu...ada apa? pagi2 sudah disini?"


"ibu kangen sama kalian..."


"ka-kangen?" Mitha mengernyit bingung.


"Daniel...nenek kangen sekali..."


Hah? Mitha terbengong melihat ibu mertuanya yang meraih putranya dan menciuminya.


ada apa ini....


******

__ADS_1


__ADS_2